Cerita ini menceritakan tentang. Seorang lelaki yang selalu disuruh agar cepat mencari pendamping di umurnya yang hampir mengajak ke 29tahun.
Bagaimana kah kisah selanjutnya!
apakah dia bisa mencari seorang wanita idaman keluarganya?
Atau justru dia harus menerima perjodohan dari keluarganya?
Semakin aku sering bersamanya.
Maka semakin besar rasa cinta yang ku berikan kepadanya.
Semakin besar cintaku padanya.Maka akan semakin besar pula rasa sakit yang akan kurasakan nantinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon senja.21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Siapa Yohanes?.
Hari ini Xiodi akan membeli kelinci dengan Ny.Rinba dan Aldi.
"Gimana Mah sudah siap belum." tanya Xiodi.
"Sudah nak, ayo kita berangkat sekarang." ajak Ny.Rinba.
"Tita au temana Emmomy" tanya Aldi yang ada dalam gendongan Xiodi.
"Kita akan beli kelinci." jawab Xiodi.
"Nanti biar Xiodi saja Mah, yang nyetir enggak usah pakai supir." ucap Xiodi.
"Emang kenapa nak." tanya Ny.Rinba.
"Biar bisa leluasa aja Mah." ucap Xiodi.
"Ya sudah kalau begitu ayo kita berangkat." ajak Ny.Rinba.
Mereka pun masuk kedalam mobil. Setelah Masuk Xiodi langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Oh iya Mah apa Mamah enggak mau ke salon Xiodi." tanya Xiodi sambil menyetir.
"Emangnya salon kamu ada di mana." tanya Ny.Rinba yang ada di samping Xiodi dan memangku Aldi.
"Deket kok mah,sama tempat yang akan kita tuju." jawab Xiodi.
"Ya sudah terserah saja." jawab Ny.Rinba.
Setelah beberapa menit perjalanan akhirnya mereka sampai. Xiodi pun masuk kedalam. Xiodi lebih memilih membelinya di pusat penampungan hewan dari pada di toko hewan peliharaan. Karena kalau di pusat penampungan hewan petugas yang bekerja di pusat penampungan atau kelompok penyelamatan hewan kemungkinan memiliki pengetahuan yang lebih mendalam mengenai perawatan kelinci. Selain itu, kelinci-kelinci yang dijual di pusat-pusat tersebut relatif lebih sehat dan lebih mampu bersosialisasi daripada kelinci-kelinci yang dijual di toko hewan.
"Pagi Tuan." sapa Xiodi kepada petugas yang ada di sana.
"Pagi juga Nona, apa ada yang bisa saya bantu." tanya petugas itu.
"Begini Tuan, saya kesini inggin mencari kelinci." ucap Xiodi.
"Baiklah Nona mari ikut saya." ajak petugas itu kepada Xiodi.
Petugas itupun meminta Xiodi dan Ny Rinba untuk melihat beberapa kelinci yang ada di sana.
"Oh ya Tuan, bagaimana cara merawat kelinci di rumah jika saya ingin membelinya." tanya Xiodi kepada petugas itu.
"Yang pasti anda harus menyiapkan kandang yang nyaman Nona. Yang ke 2 anda harus menyiapkan kotak kotoran. Dan yang ke 3 memberikan makan yang seimbang itu juga perlu, dan yang ke
4 penuh asupan air dan hindari beberapa jenis makanan. Dan yang ke 5 cara memegang kelinci itu juga termasuk ke dalam memelihara kelinci di rumah. Yang ke 6 pelihara lebih dari satu kelinci dan jaga kebersihannya. Untuk yang terakhir menjaga kebersihan kelinci." jawab petugas itu.
"Oh iya Tuan makan yang harus dihindari itu apa saja ya bisa anda jelaskan." tanya Xiodi.
"Untuk makan yang harus di hindari ada beberapa Nona, contohnya tomat, kol, jagung, kacang-kacangan, kacang polong, kentang, bit, bawang merah, kelembak, bambu, biji-bijian, dan banyak lagi lainnya."
jawab petugas itu.
" Oh iya dan satu lagi Nona jangan memberi cokelat, permen, apa pun yang berjamur." ucap petugas itu lagi.
"Kalau yang kelinci jenis apa Tuan." tanya Xiodi.
"Itu jenis kelinci rex, Nona." ucap petugas itu.
"Saya mau yang kelinci himalaya saja cewek cowok Tuan." ucap Xiodi.
Xiodi pun memutuskan untuk keluar karena sudah mendapatkan apa yang dia inginkan. Setelah memasukkan kelinci itu kedalam bagasi Xiodi pun menutupinya.
"Halo Nona." ucap pria itu.
"Anda lagi." tanya Xiodi.
"Yohanes." ucap Ny.Rinba, dari arah depan mobil sambil menggendong Aldi.
"Halo Nenek tua, apa kau masih hidup setelah pernikahan putramu gagal hahahaha." ucap Yohanes sambil ketawa.
"Jaga mulut anda Tuan." ucap Xiodi.
"Apa anda bilang?." tanya Yohanes.
"Saya rasa anda budek Tuan, jadi anda tidak bisa mendengar apa yang saya katakan." ucap Xiodi sambil kedua tangannya di lipat di depan dada.
"Jaga mulut anda Nona." ucap Yohanes.
"Saya akan menjaga mulut saya, jika anda menjaga mulut anda." ucap Xiodi yang tersenyum miring.
Tanpa aba-aba Yohanes langsung menggenggam tangannya dan memukul kearah sudut bibir Xiodi.
"Bugh! ." Xiodi memegangi sudut bibirnya yang berdarah terkena tonjokan Yohanes.
"Xiodi." teriak Ny.Rinba, yang melihat menantunya di tonjok Yohanes. Dengan cepat Xiodi membalikkan badannya dan "Bugh!" Xiodi menendang perut Yohanes. Yohanes yang di tendang sedikit kebelakang.Xiodi yang melihat Yohanes yang belum siap di serang olehnya dengan gesitnya Xiodi berputar dan "Bugh!." Xiodi menendang kepala Yohanes. Yohanes dia sudah terjatuh di atas aspal karena tendangan yang Xiodi berikan kepada dirinya.Waktu kecil Xiodi sudah diajarkan ilmu beladiri oleh Kakeknya. Oleh karena itu ia sangat jago berkelahi.
Xiodi mendekati Yohanes dan berjongkok untuk melihat Yohanes yang masih sadar.
"Gimana Tuan apa masih kurang." tanya Xiodi yang memegang kerah baju Yohanes.
"Awas saja akan ku balas." ucap Yohanes sambil mengangkat kepalanya.
"Benarkah itu Tuan." ucap Xiodi, yang tangannya masuk ke saku hoodie dan yang satunya masih memegang kerah Yohanes. Xiodi menggelengkan kepalanya sebelum mengeluarkan sesuatu yang ada di sakunya.
" Saya bisa menyakiti anda dengan benda kecil ini." ucap Xiodi, yang sudah meletakkan benda kecil itu ke wajah Yohanes.
"Jauhkan pisau sialan ini dariku." teriak Yohanes karena yang Xiodi keluarkan tadi adalah pisau lipat.
"Saya bisa menjauhkan ini dari anda, asalkan anda meminta maaf kepada Ny.Rinba." ucap Xiodi.
"Hahahaha saya tidak akan meminta maaf kepada Nenek tua itu." ucap Yohanes.
"Benarkah itu Tuan." ucap Xiodi sambil tersenyum miring.
"Akhhhh!." Teriak Yohanes yang kesakitan, karena Xiodi menggoreskan pisau itu ke pipi Yohanes. Ny.Rinba yang melihat hal itu sedikit ngeri.
"Gimana Tuan." ucap Xiodi.
"HOODIE" teriak seorang pria dan menarik Xiodi agar tidak melukai Yohanes.
"Pak Adit." ucap Xiodi.
"Masuk mobil sekarang." ucap Adit sambil menarik istrinya kearah mobil.
"Mamah juga." ucap Adit kepada Ny.Rinba.
Setelah semua masuk ke mobil Adit menyuruh Ayan untuk ke kantor, karena tadi kebetulan Adit lewat sini dan alangkah terkejutnya dia saat matanya melihat seseorang yang ia kenal sedang berkelahi dengan pria yang tak lain adalah istrinya.
"Apa anda punya kepribadian ganda." tanya Adit, yang sudah di kursi pengemudi dan Xiodi ada di sampingnya dan Ny.Rinba ada di belakang sama Aldi yang sedang tidur.
Apa! Kenapa dia berpikir kalau aku punya dua kepribadian! Aku melakukan hal itu karena dia yang menyerang ku dulu, kalau masalah pisau ini aku selalu membawanya di saku hoodie ku, karena aku tak tahu kapan aku akan dalam masalah, kenapa aku melukainya karena dia melukaiku jadi aku membalasnya.
Xiodi diam tak menjawab.
"Hoodie kenapa diam." tanya Adit.
"Saya tidak mempunyai dua kepribadian." jawab Xiodi yang melihat ke depan.
"Lalu apa yang anda lakukan tadi." tanya Adit.
"Saya melakukan apa yang benar menurut saya." ucap Xiodi.
"Anda rasa itu benar!." tanya Adit yang tak habis pikir sama istrinya.
"Saya terpaksa!." jawab Xiodi yang malas meladeni omongan suaminya.
Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai di kediaman Jackson.
Xiodi memutuskan untuk langsung ke kamar dan di ikuti Adit di belakangnya.
Xiodi langsung menjatuhkan tubuhnya ke kasur.
"Hoodie duduklah akan saya obati luka yang ada di sudut bibir anda." ucap Adit yang sudah ada di atas ranjang.
"Hoodie ayo bangun jangan seperti anak kecil." ucap Adit yang menarik tubuh Xiodi.
"Saya enggak apa-apa." jawab Xiodi yang masih tengkurap sambil di tarik Adit.
"Ayo cepat." ucap Adit yang masih berusaha membuat Xiodi bangun.
"Ada syaratnya." ucap Xiodi.
"Apa." jawab Adit.
"Siapa Yohanes?." tanya Xiodi.
"Anda tidak perlu tahu." jawab Adit.
"Ya sudah saya juga enggak mau bangun kalau begitu." jawab Xiodi.
"Apa anda sudah berani." bentak Adit dengan nada tinggi membuat Xiodi takut. Xiodi akhirnya bangun dari tidurnya.
"Sini muka jelek anda, biar saya obati." ucap Adit.
"Pelan-pelan." ucap Xiodi.
Adit pun mengobati luka itu dan meniupnya membuat seperti seseorang yang sedang ciuman.
"Jangan di tiup." ucap Xiodi yang merasa terlalu dekat dengan Adit.
"Kalau enggak di tiup perih kali Hod." jawab Adit.
"Tapi ini terlalu dekat, saya saja bisa dengar detak jantung anda." ucap Xiodi yang membuat Adit salah tingkah.
Jantung bodoh kenapa kamu berdetak terlalu cepat di depan wanita yang,ah sudahlah .
"Pak" panggil Xiodi.
"Hmmmm." jawab Adit yang mengoleskan alkohol dengan kapas.
"Siapa Yohanes." tanya Xiodi.
"Awwww" rintihan Xiodi, kesakitan karena Adit sengaja menekankan lukanya dengan kapas agar membuat Xiodi kesakitan.
"Makanya diam." jawab Adit.
ceritanya bagus
walau tidak selurus jalan raya
terima kasih untuk author
yang sudah buat cerita nya bagus
dan agak dikit lain.
🙏🙏
sukses selalu buat authornya
Tuhan memberkati selalu🙏
salam kenal 🙏