NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Sang Mantan

Terjebak Cinta Sang Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cintapertama
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Fitri Wardani

Setelah tiga tahun berpisah, Rocky kembali menggemparkan hati Ariana dengan membawa calon tunangannya.
Siapa sangka CEO tempat Ariana bekerja adalah sang mantan sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitri Wardani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membuat Rocky Cemburu

*****

Kamu punya hubungan apa dengan pak Rocky?" Tanya Marvin di tengah kesibukan mereka berdua.

"

Ariana sampai melotot dengan kebingungan nya. Lalu dia membuang nafas sebelum menjawab pertanyaan Marvin.

" Maksud bapak apa?" Tanya Ariana pura - pura tidak paham.

" Tadi saya melihat kamu keluar dari mobil pak Rocky. Dan dia membuka kan pintu untuk kamu. Apa dia menjemput kamu ke kost an kamu?"

Ariana tersenyum kecut menatap Marvin.

" Tidak seperti itu, pak. Hanya kebetulan saja. Tadi pak Rocky bertemu dengan saya di jalan. Di menawari tumpangan karena sama - sama akan ke kantor." Jelas Ariana dengan gugup.

" Saya pikir kamu dan pak Rocky itu pacaran." Tebak Marvin.

Ariana tersenyum kecut menatap Marvin.

" Mana mungkin pak Rocky suka dengan orang seperti saya ini pak. Saya hanya karyawan biasa sedangkan dia memiliki segala nya."

Marvin seolah mempercayai jawaban dari Ariana. Tapi di dalam hati nya, dia bisa melihat sebuah tembok kebohongan yang sedang di bangun Ariana.

Melihat kedekatan Ariana dan Rocky tadi pagi, rasa cemburu seperti duri yang tumbuh subur di hatinya.

Ada keyakinan yang menggema dalam dada Marvin, bahwa Ariana dan Rocky tak sekedar hubungan bos dan karyawan. Rasa takut akan kehilangan cinta yang baru bersemi membuat Marvin berada di ambang keputusasaan.

*

*

*

Rocky terus berjalan bergandengan dengan Nelly melewati lorong menuju ballroom untuk acara besok.

Beberapa karyawan sudah banyak yang mengetahui hubungan Rocky dan Nelly. Mereka menyapa dengan sopan.

" Besok acara nya jam berapa?" Tanya Nelly saat mereka berjalan.

" Jam tujuh malam. Besok jangan terlambat. Kamu datang dengan Mama. Besok aku akan suruh supir papa untuk jemput kalian." Jawab Rocky.

" Kenapa bukan kamu yang jemput?"

" Karena dari sore, mungkin aku suruh di sini. Nggak mungkin aku ikut datang malam. Takut ada klien penting yang datang lebih awal." Elak Rocky yang tak mau berangkat bersama Nelly.

" Aku nggak mau ah di jemput sama supir. Mau nya kamu yang jemput." Ucap Nelly mengalihkan pandangan nya.

" Tapi aku sudah bilang sama mama. Dan mama setuju.

" Hhmm... masak sih tante setuju. Ya sudah lah kalau tante sudah setuju. Baik lah, di jemput sama supir juga nggak masalah."

Sesampai nya di ballroom, Rocky memandang Ariana dan Marvin yang sedang mendekorasi ruangan untuk acara perusahaan besok.

" Ini dimana, Ari?" Tanya Marvin.

" Di situ pak di sebelah bunga." Jawab Ariana.

" Yang sebelah kanan pak, bukan sebelah kiri."

" Kamu nggak jelas sih kasi tahu nya."

Tangannya bergetar sedikit, cemburu melihat betapa kompaknya mereka berdua. Setiap kali Marvin mengangkat tangan untuk menempelkan hiasan di dinding, Ariana selalu membantunya dengan senyum yang tak pernah lepas dari wajahnya. Tawa mereka yang sesekali pecah membuat hati Rocky semakin panas.

" Di sini acara nya?" Tanya Nelly.

" Iya. Ayo masuk." Ajak Rocky tanpa menghiraukan pertanyaan Nelly pada nya.

" Bagus. Ruangan nya juga besar." Puji Nelly.

Dia mengepalkan tangannya, berusaha menahan emosi. Matanya terus mengawasi, melihat bagaimana Marvin dengan lembut membetulkan posisi rambut Ariana yang tergerai. Itu semakin membuatnya tidak bisa menahan rasa cemburunya.

Rocky mencoba untuk tidak terusik oleh penampakan itu, tapi pandangannya selalu kembali pada mereka berdua. Setiap tawa dan setiap sentuhan kecil antara Ariana dan Marvin seperti jarum yang menusuk-nusuk hatinya.

" Selamat pagi, Pak Rocky." Sapa Marvin saat Rocky menghampiri mereka.

Mendengar Marvin menyebut nama Rocky, sontak Ariana langsung menoleh dan melihat lengan Rocky di peluk erat oleh wanita di samping nya. Hati nya mulai memanas, hingga memandang Rocky dengan mata yang kecil.

Mata Marvin melirik sekilas ke arah Nelly lewat ekor mata nya. Hanya saja Nelly seolah tak merasa mendapatkan lirikan tajam itu dari Marvin.

" Pagi, Marvin. Bagaimana? Apa ada kendala?" Tanya Rocky.

" Sampai saat ini belum ada, pak. Sekarang kami sedang mengatur pencahayaan untuk acara dansa." Jawab Marvin.

" Acara dansa? Kenapa ada acara dansa segala?" Tanya Rocky yang setahu dia tidak ada acara dansa besok malam.

" Tadi Pak Rizal menghubungi saya, dia bilang beberapa klien nya minta ada acara dansa nya. Makanya kami sedang mengatur nya sekarang." Jawab Marvin lagi.

" Hhmmm... seru tuh, beb. Kita tes dansa yok." Ajak Nelly dengan nada bicara yang mesra.

" Oh ya, Marvin. Kenalkan ini Nelly, calon tunangan saya." Kata Marvin dengan menaikkan nada suara nya agar terdengar oleh Ariana. Ekor mata nya juga sempat melirik ke Ariana.

" Nelly." Sapa Nelly mengulurkan tangan nya pada Marvin lalu dia mengeluarkan senyuman yang penuh misteri pada Marvin.

" Marvin." Balas Marvin menyambut uluran tangan Nelly seolah berusaha untuk tetap bersikap biasa saja.

" Silahkan, pak Rocky. Mungkin mau berdansa. Jadi pak Rocky bisa bilang sama saya, kalau kurang sesuai." Usul Marvin.

" Ayo beb, kita dansa. Aku pengen dansa sama kamu. Sudah lama kan kita nggak dansa. " Rengek Nelly.

" Nanti saja, Nel.Aku lagi capek." Tolak Rocky pelan.

Ariana menggigit bibirnya, matanya merah membara saat melihat Nelly malah bergelayut manja si kengan kokok itu. Tubuhnya gemetar karena amarah yang memuncak, namun dia berusaha keras untuk menutupi perasaannya yang sesungguhnya.

Dengan langkah yang tergesa-gesa, Ariana mendekati Marvin, memegang tangannya dengan erat dan tersenyum manis kepadanya.

"  Pak, kalau kita saja yang coba berdansa bagaimana? Takut nya malah ada yang kurang enak. Sata takut nanti nya pak Rizal malah kecewa." Ajak Ariana dengan suara yang bersemangat, berusaha keras untuk menarik perhatian Rocky.

Marvin, yang terkejut dengan perubahan mendadak Ariana, hanya bisa mengangguk bingung dan mengikuti langkah Ariana ke lantai dansa.

Ariana menari dengan penuh semangat, sesekali menoleh ke arah Rocky, berharap dia melihatnya.

Tubuhnya bergerak dengan lincah, tapi hatinya terasa hampa dan sakit.

Sementara itu, Rocky yang melihat adegan itu dari kejauhan, mulai merasakan iri hati membara di dalam dadanya. Melihat Ariana begitu dekat dengan Marvin membuatnya tidak bisa fokus pada Nelly.

Dengan alis yang berkerut dan raut wajah yang gelisah, Rocky mencoba untuk menyembunyikan perasaan cemburunya yang mendalam.

" Ketagihan kamu berdansa dengan saya?" Goda Marvin menatap mata Ariana.

" Tidak, pak. Saya hanya takut suasana nya tidak cocok dengan selera nya pak Rizal." Jawab Ariana tersenyum.

" Tapi mata kamu mengatakan yang lain."

" Memang nya mata saya bilang apa?"

" Mata kamu menunjukkan kalau kamu suka berdansa dengan saya." Goda Marvin tersenyum pada Ariana.

Ariana membalas senyuman itu sambil menggeleng pelan.

" Saya rasa dulu sewaktu kuliah pak Marvin mengambil jurusan keahlian. Keahlian dalam menggoda wanita." Ucap Ariana.

" Sok tahu kamu. Ilmu yang saya dapatkan sekarang ini muncul setelah saya mengenal kamu. Kamu yang membuat saya menjadi ahli dalam menggoda wanita." Jawab Marvin.

" Lalu bagaimana penilaian bapak dengan hasil kerja kita sekarang ini?"

" Tapi saya rasa semua nya sudah sempurna. Pencahayaan nya dari sini cukup temaram. Dan dari kejauhan juga masih bisa terlihat."

" Iya, Pak. Syukur lah kalau begitu. Berarti semua nya aman ya, pak."

" Sejak awal saya selalu percaya dengan kamu, Ari. Tidak ada pekerjaan yang tidak beres kalau sudah kamu yang pegang." Puji Marvin tersenyum.

" Terima kasih, pak. Bapak sudah begitu percaya dengan saya."

" Sama seperti hati saya. Saya bahkan sudah menginvestasikan semua hati saya untuk mu."

" Jangan semua nya, pak. Saya takut nanti nya saya akan mengecewakan bapak dan melukai hati bapak." Keluh Ariana.

" Dan saya bisa menemukan obat nya dari kamu."

*

*

*

Malam itu, ketika sudah mendekati larut, Ariana keluar dari ballroom dan berjalan masuk ke dalam lift. Sambil menguap, dia mengucek mata nya yang mulai terasa ngantuk.

Dia berdiri di dalam lift menunggu pintu lift terbuka. Dan saat terbuka, dia melihat Rocky berada di dalam nya. Ariana yang masih kesal hanya diam saja.

Membuang wajah nya ke samping dan tidak mau masuk ke dalam lift hingga pintu lift itu akan tertutup lagi. Tapi sepatu Rocky menghalangi pintu itu tertutup dan menarik tangan Ariana masuk ke dalam. Dan menekan tombol ke lantai atas.

" Aww... Apa an sih? Aku nggak mau masuk. Ini ngapain lagi, malah ke lantai atas." Ucap Ariana kesal.

" Kalau tidak mau masuk, kenapa berdiri di depan lift? Naik tangga saja sana."

" Emang ada aturannnya, nggak boleh berdiri di depan lift?" Tanya Ariana kesal.

" Aturan tidak tertulis." Jawab Rocky cuek.

" Siapa kamu suka - suka nya buat aturan tidak tertulis?"

" Kamu lupa siapa aku? Aku yang punya perusahaan ini."

" Terserah...

Setelah sampai di atas lift terbuka dan Marvin berdiri di depan lift. Marvin tersenyum pada Rocky dan masuk ke dalam.

" Pak Rocky baru mau pulang?" Tanya Marvin yang berdiri sejajar dengan Ariana.

" Iya. Masih ada kerjaan yang belum selesai. Karena kan besok kantor akan libur dua hari." Jawab Rocky gelagapan.

" Semoga acara besok berjalan dengan lancar ya, pak." Ucap Marvin.

" Semoga tidak ada halangan." Jawab Rocky.

" Kamu pulang naik apa, Ari?" Tanya Marvin pada Ariana.

" Kalau tidak keberatan, saya pulang bareng bapak saja ya. Sudah malam banget, saya takut kalau harus naik taxi online." Jawab Ariana dengan manis.

Rocky melirik ke belakang sebentar. Cukup lama dia menatap Ariana sampai akhir nya Ariana pun menatap dia dan mengejek Rocky.

" Kalau begitu kami duluan, pak." Kata Marvin saat mereka sudah keluar dari lift.

" Oh... iya." Jawab Rocky.

" Ayo, Ari." Ajak Marvin.

" Iya, pak."

Ariana dan Marvin pun berlalu dari hadapan Rocky. Dan Rocky masih bisa melihat dari depan loby kantor, bagaimana Marvin tersenyum saat mempersilahkan Ariana masuk ke dalam mobil nya.

Begitu pun dengan Ariana, yang malah tersenyum menyeringai pada Rocky hingga mobil mereka melaju dan meninggalkan kantor.

" Hai, beb. Sudah mau pulang?" Nelly muncul dengan beberapa paper bag besar memenuhi tangan nya.

" Sudah selesai belanjanya?" Tanya Rocky memperhatikan banyak nya belanjaan di tangan Nelly.

" Sudah. Kita pulang sekarang?" Jawab Nelly di akhiri pertanyaan.

" Iya, yok..." Rocky berjalan lebih dulu di depan lalu Nelly mengekor si belakang nya.

*

*

*

" Aku ada beli beberapa kemeja buat kamu, nanti kamu pakai ke kantor ya, beb." Kata Nelly memperhatikan wajah Rocky ketika mengendarai mobil.

" Kamu kan tahu aku tidak suka kemeja. Lagian aku juga tidak pernah pakai kemeja di kantor. Cukup pakai kaos dan jas saja." Tolak Rocky dengan menyampaikan kebiasaan nya pada Nelly.

" Tapi kan kamu itu bakal jadi penerus resort, masak setelan kamu gitu - gitu aja. Harus lebih baik lagi kan, Beb. Biar terlihat lebih berwibawa."

" Apa hubungan nya pakaian dengan kewibawaan seseorang?"

" Ada dong. Pakaian itu faktor pendukung, agar kamu terlihat berkarisma. Bukan kah pakaian seorang bos itu harus terlihat beda dari karyawan nya?"

" Terkadang kamu lebih banyak sok tahu nya soal diri ku. Aku nggak suka dengan sikap kamu yang sok mengatur ini."

" Aku nggak pernah mengatur kamu. Aku hanya ingin memberikan yang terbaik untuk calon suami aku."

" Aku sudah bilang, kita tidak akan pernah menikah Nelly. Jangan bicara apa pun soal pernikahan. Itu hanya ada dalam mimpi kamu saja."

" Baiklah. Tapi aku kan bicara kan hal ini dengan serius dengan Tante. Di tambah lagi, kemarin aku melihat kamu masuk ke rumah kos. Aku tahu, itu pasti rumah kos perempuan bayaran kamu kan?" Ancam Nelly pada Rocky.

Rocky semakin menggeram. Dia tahu yang di bicarakan Nelly saat ini adalah Ariana.

Mungkin sebaiknya dia meminta Ariana untuk pindah kost agar Nelly tidak bisa berbuat yang macam - macam pada nya.

" Dan baju ini, biar nanti Tante saja yang suruh kamu pakai nya." Tambah Nelly lagi.

" Ya sudah. Kemeja nya bawa ke kamar saja nanti. " Ucap Rocky tak ingin memperpanjang debat nya dengan Nelly.

" Giti dong. Tapi di pakai ya... jangan cuma di ajang doang."

*

*

*

" Terima kasih ya, pak. Sudah mau mengantar saya sampai rumah." Ucap Ariana tertunduk.

" Tidak masalah, Ari. Malah saya suka kalau setiap hari bisa mengantar kamu pulang." Balas Marvin serius.

" Nggak perlu repot - repot, pak. Saya bisa pulang dengan bus atau taxi online."

" Kamu nggak suka saya antar pulang setiap hari? Takut pacar kamu marah?"

" Pak, saya kan sudah bilang, saya tidak punya pacar. Jadi tidak ada yang akan marah, hanya saja, saya jadi merasa merepotkan bapak."

" Kalau sama kamu, saya suka di repotkan. Saya serius, Ari. Saya tidak keberatan kalau harus mengantar kamu pulang setiap hari."

Ariana terdiam. Dia malah tertunduk tanpa menjawab ucapan Marvin. Sungguh dia tidak punya jawaban apa pun untuk sekarang ini. Ucapan Marvin yang tidak pernah dia sangka akan dia ucapkan.

Ariana pun mendongak dan menarik nafas nya dalam - dalam.

" Terima kasih pak. Tapi untuk sekarang ini, saya belum bisa membalas perasaan bapak. Biar lah waktu nanti nya yang meyakinkan saya untuk hal itu. Saya masih perlu waktu untuk memikirkan nya." Jawab Ariana.

" Saya akan tunggu, Ariana. Saya akan menunggu sampai kamu membuka hati kamu untuk saya. Saya tidak pernah mencintai wanita sebesar cinta saya pada kamu."

1
azzura faradiva
di FN judulnya sejuta cinta dari sang mantan karya Fitri Wardani sampai part 89
Fitri Wardani: author yang sama kak Zura.
Salam kenal dari Fitri Wardani 😍
total 1 replies
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Halo kak aku mampir. kalo berkenan boleh mampir keceritaku juga yang judulnya "Istri pengganti " mari saling suport🤗 makasih👋
azzura faradiva
kok ceritanya mirip di FN sebelah yaaa🤔nantinya si Rocky ini tergoda sama tubuhnya si Neli dan mereka akhirnya HS
Fitri Wardani: kalai Rafa mirip.
silahkan lihat nama penulis nya mbak 🤭🤭
total 1 replies
azzura faradiva
parah....,walau dipaksa dan terpaksa tetap aja itu sangat menjijikkan,masa seorang pria tenaganya kalah sama perempuan gatel🥶🤮
Ara putri
Hay kak, jika berkenan mampir juga keceritaku PENJELAJAH WAKTU HIDUP DIZAMAN AJAIB
Fitri Wardani: siap kakak ku.
saling support pastinya.
total 1 replies
kalea rizuky
laki g tegas keluar dr pekerjaan aja lah dripada ketemu. mantan goblok
kalea rizuky
trs arina pergi knp ini bapak nya Rocky kayak dukung lo apa emak nya Rocky yg buat ariana pergi
kalea rizuky
masih menyimak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!