NovelToon NovelToon
RETAK

RETAK

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Angst / Persahabatan / Chicklit / Tamat
Popularitas:648.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Riumi

[Proses Revisi]
On IG: @ry_riuu
Ini kisah tentang seorang gadis yang mengorbankan perasaan demi sahabatnya, tanpa memikirkan kebahagiaan dirinya sendiri.

Karena pengorbanan yang dilakukannya, dia dipertemukan dengan seorang pria tampan yang selalu mengisi hari-harinya.

Hingga pada akhirnya dia pun harus mengorbankan lagi perasaannya, mengikhlaskan pria yang selalu mengisi hari-harinya itu untuk sahabatnya lagi,

Akankah pria tersebut bisa menerima sahabatnya itu? atau malah sebaliknya? atau bahkan tetap menetap pada gadis yang terus saja mengorbankan perasaannya?

-Lakukan selama itu membuatmu bahagia, tanpa pernah bertanya tentang hatiku kenapa, pertanyaan itu malah membuat hatiku semakin sesak.- Iris Anastashia.

-Jangan pernah hidup dalam kepura-puraan, jika dia menghilang kau jangan menyesali kepergiannya.- Zhein Anggara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RETAK [25]

Happy Reading🥀

Rate

Like

Comment

Vote

...Terkadang semua harus bisa di seimbangkan, antara masa lalu yang akan kembali dan masa depan yang harus di tata dengan rapi. ...

...-Zhein Anggara-...

Saat ini Iris sudah sampai di rumahnya, berdiam diri di dalam kamar sambil menatap. ke luar jendela, melibatkan kedua tangannya di atas lutut ditemani oleh Zhein yang berada di hadapannya.

"Lo tau?" tanya Zhein sambil. menatap kearah Iris yang masih tidak ingin membuka mulutnya.

"Gak tau," jawab Iris.

"Dulu, Haiden juga pernah ngambil orang yang gue sayang," ucap Zhein sambil tersenyum getir, Iris yang awalnya tidak tertarik dengan percakapan Zhein langsung menatap ke wajah Zhein yang sedang menundukkan kepalanya.

"Kenapa?" tanya Iris.

Flashback on

"Zhein, gue boleh pulang duluan?" tanya seorang gadis cantik, rambut pirang, kulit seputih susu, di sebelah kiri terdapat lesung pipi yang sangat manis jika gadis itu tersenyum, dia adalah gadis tercantik di angkatannya, bahkan guru-guru pernah menunjuknya sebagai perwakilan mayoret untuk lomba antar sekolah.

"Yakin?" tanya Zhein yang sedang bermain basket di lapangan sekolah putih birunya itu.

Gadis cantik itu adalah gadis pertama yang mampu membuat hati Zhein kalang kabut, gadis pertama yang sama sekali tidak membuat harga dirinya jatuh untuk mendapatkan hati Zhein.

"Iya, gue pergi sama Fina," ucap gadis cantik itu.

"Lo tunggu aja di sini sampai Fina datang," ujar Zhein yang masih memainkan bola basket itu.

"Iya, mau minum gak?" tanya gadis itu sambil menyodorkan minuman kearah Zhein yang sudah di banjiri oleh keringat. Zhein yang mendapat penawaran seperti itu langsung tersenyum dan mengambil botol air minum itu.

"Makasih," jawab Zhein sambil meminum air tersebut.

"Iya, sama-sama," ucap gadis cantik itu.

"Amel." panggil seseorang, gadis cantik yang bernama Caramel itu menengok ke belakang, melihat siapa yang telah memanggil panggilan namanya itu.

"Fina, udah selesai?" tanya Caramel saat melihat orang yang memanggilnya itu adalah Fina, teman sebangku nya yang di hukum karena tidak mengerjakan tugas.

Dia Caramel, sering disebut sebagai Amel, wajah yang cantik, bentuk tubuh yang sangat ideal, pintar, ramah, rendah hati, lihai dalam menari dan yang paling penting dia adalah gadis yang menjadi dambaan semua siswa.

"Udah Mel, capek banget." jawab Fina.

"Ya udah ayo," ajak Caramel.

"Iya, gue nafas bentar." ucap Fina sambil menghirup udara dalam-dalam.

"Zhein, gue pamit ya, lo hati-hati di jalan," ujar Caramel dengan senyumannya yang manis dan berlalu pergi meninggalkan Zhein sendirian.

Zhein menyukai Caramel, bahkan kedekatan dirinya dan Caramel membuat semua orang menyanhka bahwa mereka berdua berpacaran, padahal nyatanya tidak, Zhein belum sanggup mengungkapkan apa yang ada di hatinya.

"Gue suka sama lo Mel." ucap Zhein sambil memandang punggung Caramel yang mulai hilang dari pandangan matanya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

15 menit telah berlalu, Zhein sudah selesai dengan bola basket kesayangannya itu, dia hanya menyukai olahraga basket dan sepak bola, selebihnya dia tidak terlalu suka.

Dia melangkahkan kakinya menuju halte bus, Zhein belum diijinkan untuk menggunakan motor ke sekolah, Mama dan papanya khawatir jika terjadi sesuatu di jalan.

"16.55" ucap Zhein saat melihat jam yang melingkar di tangannya. Namun bus masih belum menampakkan dirinya, dengan terpaksa Zhein harus berjalan kaki, menyusuri jalanan ini kota yang terlihat lenggang.

Hingga dia terpaku pada dua orang yang sedang berjalan dan saling menggenggam tangannya satu sama lain.

Haiden, Amel. ucap Zhein dalam hati saat melihat Haiden dan Caramel berjalan beriringan dengan buket bunga di tangan Caramel.

Zhein memberanikan dirinya untuk menyapa dua sejoli yang sedang kasmaran itu, padahal Haiden tahu bahwa Zhein menyukai Caramel sejak awal bertemu.

"Haiden." panggil Zhein, Kedua orang itu langsung menengok kebelakang, melihat siapa yang memanggil nama Haiden.

"Z.. hein? lo ngapain disini?" tanya Haiden gugup sambil melepaskan genggaman tangannya dari tangan Caramel, begitupun dengan Caramel, dirinya menyembunyikan buket bunga di belakang punggungnya.

"Gue gak nemu bus, jadi gue jalan sambil nunggu lewat," jawab Zhein sambil menatap tajam ke arah Haiden.

Dia tidak bisa berbuat apa-apa, Caramel bukan siapa-siapa baginya, dia tidak berhak melarang Caramel dekat dengan siapapun, dia tidak memiliki hak untuk melarang.

"Kalian udah jadian ya?" tanya Zhein.

"Em, itu.." jawab Caramel terbata-bata, hingga Zhein memotong ucapan Caramel yang terlihat susah untuk menyembunyikan rahasia itu.

"Bilang aja kalian udah jadian, gue ikutan seneng sama hubungan kalian, semoga baik-baik aja ya, selamat." ucap Zhein sambil tersenyum kearah Haiden dan Caramel yang terlihat lega mendapat ucapan seperti itu.

Sakit, tapi ini kenyataan yang harus gue terima. ucap Zhein dalam hati.

"Gue lanjut jalan ya, selamat bersenang-senang dengan hubungan yang kalian jalani," ucap Zhein sambil melangkahkan kakinya pergi, meninggalkan Haiden dan Caramel yang saling tersenyum satu sama lain.

Zhein tidak menyangka semuanya akan seperti ini, Haiden tau semua tentang perasaan dirinya kepada Caramel, tapi, kenapa Haiden bisa segampang itu mengambil caramel darinya.

Flashback Off.

"Kasian banget pacar Iris," ucap Iris sambil merapikan rambut Zhein yang berantakan di pangkuannya itu, tadi sebelum Zhein bercerita, dirinya meminta ingin tidur di pangkuan Iris.

"Tapi apa lo masih suka sama Caramel itu?" tanya Iris curiga.

"Masih." jawab Zhein singkat.

"Ya gak apa-apa sih kalau emang masih suka, Iris ikhlas kok, bener-bener ikhlas banget buat ngelepasinnya juga, biar nanti pas Zhein ninggalin Iris, Iris udah siap buat kehilangan Zhein." ucap Iris ketus.

"Masih, sebelum gue kenal Iris," ujar Zhein sambil tersenyum dan menatap wajah Iris yang sedang kesal.

"Serah, Iris boleh tanya gak?" tanya Iris.

"Apa?" tanya Zhein.

"Kenapa bisa gampang gitu ngelepasin Caramel?" tanya Iris.

"Karena Tuhan tau yang terbaik buat gue, disaat tiba waktunya, gue bakalan bertemu sama cewek yang lebih baik dari Caramel dan lo liat kan? Sekarang lo hadir di hidup gue, ngerubah semuanya. Tuhan bahkan terlalu baik ngasih seseorang buat gue." jawab Zhein panjang lebar.

"Udah gitu aja? gak ada makasih sama Iris?" tanya Iris.

"Dih, makasih apaan?" tanya Zhein.

"Karena gue udah rubah hidup lo jadi bucin," jawab Iris sambil tertawa.

Zhein merasa senang saat melihat tawa bahagia itu, dirinya seolah-olah ingin memberhentikan waktu saat ini juga, suara tawanya terdengar sangat sopan masuk kedalam telinganya, apalagi tawa itu karena dirinya, jika di lihat-lihat, Iris lebih cantik daripada Caramel.

Tuhan tau yang terbaik buat gue, Tuhan ngasih gue rumah pulang yang paling nyaman. ucap Zhein dalam hati. Iris memberhentikan tawanya sambil menatap kearah Zhein dan menangkup wajah Zhein yang ada di pangkuannya.

"Gue harap lo gak bakalan ninggalin gue," ucap Iris sambil tersenyum ke arah Zhein.

"Gila, gue udah susah-susah dapetin lo, dan dengan semudah mengatakan 'ninggalin', gak. Gue gak bakalan ninggalin lo ataupun lo gak boleh ninggalin gue." ujar Zhein.

"Dih ngatur-ngatur." ucap Iris.

"Gak apa-apa, kan gue calon suami lo." ujar Zhein sambil tersenyum kearah Iris.

Dua insan yang saling mencintai itu hanya memikirkan bahagianya saja, mereka tidak memikirkan rintangan yang ada di setiap jalinan cinta yang mereka buat.

1
Zefanya Ester
Luar biasa
Zefanya Ester
Lumayan
Story Neng Gina
baca retak ini udah ke 4x nya. tapi tetep aja bikin melow😢😢😢

semangat terus bikin karya2 nya kak💪🏻🤗
Al-za Nur Rasyid
aelah tamatin cerita echa dulu napa thor
Matthias Von Herhardt
Embat ajaaaa dua2nya Haiden atau Zhein 😁😁😁😁😁😁😁😁😁 hahaaa
Matthias Von Herhardt
Sherin... aku bacanya jadi ilfeel bngt dah .. tapi gpp buat iris ngorbanin perasaanmu demi Sherin temen laknatmu... suatu saat klo dapet yg tulus jgn kasih kendor ..
Matthias Von Herhardt
Faktanya di dunia nyata jg sama, hanya karena laki2, persahabatan jadi hancur, hubungan keluarga pun bisa hancur hanya krna cinta... mending iris fokus belajar aja sayang...
Matthias Von Herhardt
si neng riumi bnr2 bikin bunda jadi gregettt.... novelnya gak jauh2 yaa dari SMA, cwo ganteng2, ciwi2 cantik hadeeehh... seketika ingin kembali ke masa muda lagi enak kali yaaa...😁😁😁
Santi Sari
sangat bagussszzz
Santi Sari
berulang2 ngebaca cerita ini,dk pernah bosen..ditgu up ny thor
ncsa
keren banget karna semua ceritanya masuk ke para pembaca jadi ikut ngersaain sedih dan senengnya juga smngtt trusss kakkk riumii❤️❤️❤️dtngguu S2nya hehehe
ncsa
aaa kak riumii aku padamu, pokoknyaa ini crtaa ditungguuu s2 nyaa gaa puas klo crtaa zhein sma iris smpes sini doangg, smngttt kakk selaluu sukaa samaa karyaa karyaa outhor stuuu iniii krnaa crtaanya seru seruu bikinn kesell sedihhh bahagiaa pokoknya smuaanya dapett aplgi crtaaa echa sma bara and kwn kwnn udahh hmpirr setaun keknyaa ga upp trkhir bca teror selaluuu aku cekk trnytaa emng gaa ada up upp trus akuu cba cek profile kak riumi penasaran sama RETAK akhirnya cbaa bcaa krna lgi bosenn eh tau tauu ramee crtaanyaa jdii jatuh cintaaa tngguuuu kakkkk s2nyaaa ga mau tauu tnggung jawab sma kita yg udahh baper inih🥺❤️❤️❤️
Esti Restianti
Sherin cepet banget merubah moodnya,kayanya dia memiliki gangguan de,dia terlalu penuh obsesi
Esti Restianti
Sherin cepet banget merubah moodnya,kayanya dia memiliki gangguan de,dia terlalu penuh obsesi
Esti Restianti
baru baca aja udah ilfeel sama Sherin
Esti Restianti
mampir kak
Sushii
bagus banget ceritanya. ngena sampe hati yang baca
Freddy
ceritanya menarik tidak membosankan
Freddy
tadinya Revan. diganti zhein. sekarang balik Revan. lain kali ga usah ganti nama tokoh, jadi ga salah sebut nama terus. sebagai pembaca setia jadi ikutan bingung
Anonymous
amazing!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!