NovelToon NovelToon
ISTRI KU

ISTRI KU

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:127.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Ceritaku

Adakalanya semua yang buruk belum tentu terjadi atas ke inginan hati seseorang. Terkadang suatu hal dapat merubah seseorang menjadi lebih buruk dari yang kita bayangkan.

Lihat lah seseorang dari sisi lain yang bukan dari sisi pendapat mu saja, namun cobalah utk melihat dari sisi mereka berdiri, maka kamu akan melihat sesuatu hal yang berbeda.

Jangan lupa like, comment, Vote.

Terimakasih readers setia ku❤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ceritaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26

Jeri menatap jalanan yang begitu ramai dari jendela kamar hotel nya. Ia terpaksa ke Bali untuk memeriksa anak cabang perusahaan nya yang tengah mengalami penurunan.

Kamar hotel nya yang berada di lantai 2 membuat Jeri dapat melihat dengan jelas setiap orang yang berlalu lalang di luar sana.

Beberapa detik kemudian terlihat seseorang wanita berjalan kaki dengan lesu sembari menundukkan kepala nya. Awalnya ia tak tertarik dan hendak berbalik masuk kedalam kamarnya, dengan cepat Jeri kembali berbalik dan melihat dengan Jelas ketika gadis itu mengangkat wajahnya.

Jantung Jeri berdetak kencang, wanita yang selama ini ia cari berada di depan matanya.

"Clara." Panggil Jeri kemudian bergegas keluar dari kamar hotel. Tiba didepan lift Jeri terus menekan tombol dengan begitu tak sabaran, tak dapat menunggu lagi Jeri celingak celinguk mencari tangga darurat. takut kehilangan jejak Clara, Jeri memilih menggunakan tangga darurat.

"Dimana dia" gumam Jeri menoleh kekiri dan kanan, Jeri mulai berlari menelusuri jalanan.

"Gue gak mungkin salah lihat" ujar Jeri menjambak rambut nya sendiri.

Sudah cukup jauh Jeri berlari namun tak kunjung menemukan Clara.

"Clara" panggil Jeri membalik kan tubuh seseorang yang postur tubuhnya persih seperti Clara.

"Maaf, saya salah orang. " Ujar Jeri sopan, Ia semakin frustasi. Kemana lagi ia harus mencari Clara, kemudian ia kembali berlari.

Lelah, Jeri memegang lututnya merasa sudah tak kuat lagi untuk berjalan. Jeri berhenti didepan sebuah cafe yang terlihat elegan dan mewah, Jeri akhirnya memutuskan untuk sekedar beristirahat di cafe tersebut.

Jeri memilih duduk di meja yang dekat dengan jendela, agar jika Clara lewat ia akan langsung mengejar nya.

"Selamat datang di kafe kami tua.. " Sambut Clara terhenti ketika melihat siapa wajah pengunjung nya.

"Clara, tunggu!. " Cegat Jeri menahan lengan Clara yang hendak pergi. Ia tak menyangka jika ia akan menemukan Clara.

"Maaf tuan saya harus bekerja" pamit Clara menghempaskan tangan Jeri.

"Saya mau pesan coklat panas" Ujar Jeri tersenyum bahagia bisa melihat istrinya lagi.

"Baiklah tuan" balas Clara dingin. Kemudian berlalu ke belakang untuk menyiapkan pesanan Jeri.

"Tina, loh bisa bantu gue? " pinta Clara menatap Tina memohon.

"Ada apa?. "

"Tolong antarkan pesanan ini ke meja yang dekat dengan jendela itu" Jelas Clara penuh harap.

"Tapi,. " Belum sempat Tina menolak Clara sudah memindahkan nampan yang ada di tangan nya ke tangan Tina.

"Tolong yah please... "

Tina pun menghela nafas pasrah kemudian mengangguk menerima permintaan Clara.

"Makasih" balas Clara tersenyum lega. Ia tak ingin bertemu Jeri lagi, ia cukup kaget ketika melihat Jeri ada di cafe tempatnya berkerja. Sudah 1 tahun lama nya Clara tak bertemu dengan mantan suaminya itu.

Tina meletakkan segelas coklat hangat di hadapan seorang pria tampan. Tina merasa aneh, mengapa Clara tak ingin mengantarkan pesanan ini, padahal pelanggan nya tampan.

"Ini tuan, pesanan anda".

Jeri yang fokus melihat jalanan menoleh cepat, air mukanya berubah. Tidak sesuai dengan yang di harapkan, yang mengantar pesanannya bukan Clara.

" Oh iya, terimakasih. " Ucap Jeri sopan.

Tina pun tersenyum rama, kemudian berbalik ingin kembali ke dapur.

"Eh tunggu" panggil Jeri.

Tina berhenti kemudian berbalik menatap Jeri yang tampak ragu.

"Ada apa tuan, apa anda butuh sesuatu? " tanya Tina sopan.

"hmm, yah. Saya ingin menanya kan sesuatu" ucap Jeri.

"Silakan tuan, sebisa mungkin saya akan menjawabnya. "

"Kemana Pelayan yang bernama Clara tadi? " tanya Jeri pelan. Tina mengerut, pria ini mengenal Clara.

"Dia di belakang tuan, apa anda mengenal nya? " tanya Tina penasaran.

Jeri mengangguk lesu "Dia istri ku".

" Anda mungkin salah orang tuan, Clara teman ku itu belum menikah, permisi" balas Tina kesal. Ia tahu Clara itu cantik tapi ia tidak suka bertemu dengan pria yang ngaku ngaku jadi suami temannya itu dan membawa Clara untuk di celakai.

"Hei aku serius" meyakinkan Tina, Jeri menatap punggung Tina yang telah menjauh.

"Kenapa dia yang marah, gue kan ngomong jujur. " Gumam Jeri bingung.

Waktu pun berlalu, Jeri masih saja tetap duduk di tempat yang sama menunggu Clara selesai bekerja.

Pukul 10.30,Clara masi saja berkutat dengan piring piring kotornya. Hari ini Clara masuk sift malam.

"Ra, seperti nya lelaki itu masi tetap menunggu mu" ujar mengintip dari balik pintu dapur.

"Biarkan saja lah Tin"

"Memang nya benar dia suami mu? " tanya Tina memastikan, dan sebenarnya ia juga penasaran.

"Hmm, lebih tepatnya mantan suami ku" balas Clara tanpa menoleh. Tina kaget, ia tak menyangka jika gadis semudah Clara sudah menikah.

"Kamu serius?" tanya Tina membalikkan tubuh Clara agar menatapnya.

"Iya Tina, setahun lalu aku udah ngasih surat pengajuan perceraian sama dia, jadi aku dan dia dah bercerai. " Jelas Clara.

"Gila!!!, lu masih muda, udah nikah dan udah cerai pula" pekik Tina tak percaya.

"Emang kalian cerai kenapa?, bukannya aku kepo ni yah, tapi penasaran banget ni. " Ujar Tina dengan wajah menggemaskan.

"Eh Buluk, sejak kapan penasaran ama kepo itu beda? " dengus Clara. Terjadilah tragedi mendongeng, Clara bercerita dan Tina dengan lucu duduk didepan Clara mendengar kan.

"Hiks hiks, kok cerita lo kek di novel sih, sedih aku".Ujar Tina sembari memeluk Clara yang berdiri menyender di wastafel pencucian piring. Clara kembali mengingat bagaimana sakit nya hatinnya mengingat masa lalu.

" Maaf tuan, Cafe kami akan tutup. Silakan datang lagi besok" ucap Tomo sopan. Ia sedari tadi memperhatikan Jeri yang terus saja duduk di tempatnya sejak memasuki Cafe.

"Oh iya" dengan berat hati Jeri beranjak dari duduknya meninggalkan Cafe.

"Ah sekali ini aku akan sangat mengagumi Pak Tomo. " Gumam Clara melihat Boss nya berhasil mengusir Jeri, sekarang ia bisa pulang dengan tenang.

"Selamat malam Boss, saya pulang duluan" pamit Clara tersenyum hangat. Tak ada lagi cacian dan gerutuan dari nya hari ini untuk Boss nya.

"Baiklah" sahut Tomo dingin.

Clara pun berlalu pergi, berjalan santai keluar dari cafe tempat nya mencari uang.

"Clara." Panggil seseorang dari belakang.

Clara tidak ingin berbalik, ia tahu siapa yang memanggilnya. Suara itu adalah suara Jeri, Clara semakin mempercepat langkahnya ketika mendengar deru langkah kaki Jeri semakin mendekati nya.

Tepat di ujung jalan Clara melihat mobil yang ia kenal berhenti. Cepat cepat Clara menghampirinya kemudian membuka pintu tanpa permisi.

"Clara? " ucap Ardi kaget.

"Udah kak, jalan aja dulu" pinta Clara.

Dengan hati penuh tanya Ardi menjalankan mobilnya. Clara terus menatap ke belakang, melihat apakah Jeri masih mengejarnya atau tidak.

"Ada apa sih Ra, lo kek di kejar hantu tahu gak"

"Aduh kak, kalo aku dikejar hantu kemana pun aku lari dia juga bisa ngejar" dengus Clara yang masih mengatur nafasnya.

"Makanya kasih tahu, kalo lu tu kenapa? " decak Ardi kesal.

"Itu ada mantan suami gue" balas Clara singkat.

"hu? Seriusan? "

"Iya kak, aku gak mau dia tahu tempat tinggal ku" jelas Clara lagi. Ardi mengangguk dan menginjak pedal gas melaju meninggal kan Jeri yang baru saja tiba di mana posisi awal mobil Ardi.

"Sial, istri gue jago banget larinya" ujar Jeri ngos ngosan.

...🍀🍀🍀TBC🍀🍀🍀...

Bingung yah??? Tunggu di episode selanjutnya yah. nanti semuanya bakal jelas. bagaimana Sela. siapa Ardi, Diego

nanti semuanya akan aku jelasin.

Jangan lupa like, vote yah readers ku😘😘😘😘

1
Memed Adrianto
cerita nya ga jelas. udah ga usah nulis lgi ga cocok jdi penulis verita
jojo@2510
maaf kak sampai sini aja baca nya, soalnya ini penindasan ke karakter utama dan kebahagiaan ke tokoh antagonis.
ini yg dinamakan klo semua org baik akan cepat mati dan org jahat klo tiba2 baik bisa bahagia tanpa ada karma
Alanna Th
ok, g pa" thor, biar beda dg novel" umumnya yg pmrn utamanya 'dhrskn' bahagia oleh pr readersnya. tq author sdh mnghibur aq yg sll galau krn blm prnh dcintai seutuhnya 👍 💔🤣🤣👋👋
Alanna Th
aq sih maklum clara gk mau nrima jeri; kecewa n dkhianati br kali" oleh org yg sama memang berat. aq jg pingin buang dia, tp dianya gk mau brubah 💔💔💔😜
Alanna Th
biarkn aja, jngn mskkn k hati, nanti mrk dsantet on line sm readers 🤫😘😍🤣
Alanna Th
blm nikah sdh sadiz . . hiiiy zerem 😱😵😫😠💔
Evi
itu lah cinta tak ada yg tau akhirnya bagai mana yg pasti aq ingin seperti jeri yg setia sampaik akhir hayatnya
Nenk Jelita
seru slhmdllh
Erna Riyanto
hahh....telat....jadi ikut geregetan.....
Erna Riyanto
kok jadi ikut kesel sih sm si jeri.....udh baik" sm Ara...tiba" plng bw sela...keselll
Bakulgeblek
tukang php ni othor... 😤😤😤
awas luw ya... 👊👊👊
Bakulgeblek
keren bet... habis luw jatohin perasaan nitijen dg mematikan clara, eh bisa2nya ngebawa naek dg menghadirkan jihan...
👍👍👍
Bakulgeblek
terpikat susunan kata di awal2 cerita...
kiki
sela udh kek mafia
kiki
laki tuh bakal sadar kalo udh ada surat cerai
Rosananda
keren kak 🌹
Rosananda
langsung aku fav lho kak.
follback ya kak.
Eva Santi Lubis
pertama lanjut thor semangat
💜LAVENDER💜
SAD ENDING 😥
Leni Latifah
Tetap semangat Kak, jangan putus asa 😊😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!