NovelToon NovelToon
Cintai Aku Sekali Saja

Cintai Aku Sekali Saja

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Askararia

Raisa meninggalkan rumah mertuanya di malam hujan, pernikahan yang kata suaminya "tanpa cinta" itu harus kandas setelah kedatangan saudara tirinya yang bernama Arni yang mana sebelumnya adalah mantan kekasih suaminya. Lima tahun bertahan dengan lelaki lumpuh yang memiliki temperamen buruk itu bahkan membuat Raisa kehilangan dirinya sendiri, malam itu disaat ia mengajukan perceraian pada Angga, ia pergi ke makam ayahnya untuk meluapkan seluruh isi hatinya sebab jika ia kembali kerumah ia hanya akan mendapat cacian dari ibu sambungnya. Namun seiring berjalannya waktu Raisa tak lagi mampu bertahan dengan semua penderitaannya. Apakah pada akhirnya suaminya akan mencintainya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Askararia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Karena sudah terlalu lama ia diabaikan oleh Arni, Steven memutuskan untuk pergi menemui gadis itu. Ditutupnya berkas dan laptop diatas mejanya dan segera membawanya keluar namun tiba-tiba Arni sudah berdiri di hadapannya sambil memasang wajah murung.

"Sayang" panggilnya pelan sembari merangkul tangan calon suaminya itu.

Steven tentu kesal atas perlakuan Arni yang seenaknya saja mendiaminya dan kini gadis itu berani menghampirinya ke kantor, Steven segera menarik tangan Arni dengan kasar keluar dari gedung itu, begitu mereka sampai di halaman perusahaan itu Steven mendorong Arni menjauh, bahkan ia tak lagi peduli dengan tatapan orang-orang padanya.

"Hebat, aku tak pernah menyangka kalau ternyata kau semenjengkelkan ini, Arni"

"Sayang, aku minta maaf. Aku tau aku salah karena sudah ngediamin kamu, tapi aku melakukan itu karena aku sangat cemburu hingga"

"Hingga kamu berfikir kalau aku bermain api dibelakang kamu? Dan kamu bahkan tak ingin meluangkan waktumu untuk mendengarkan penjelasanku. Dimana letak pikiranmu, Arni?" Bentak Steven penuh emosi.

Gadis itu hanya diam mengusap lengannya beberapa kali sambil menundukkan kepalanya, lalu dengan berpura-pura menangis ia mengusap kedua telapak tangannya dan berlutut dihadapan Steven agar lelaki itu mau memaafkannya sebab ia yakin kalau Steven tak ingin kehilangan martabatnya di hadapan banyak orang yang melihat mereka disana.

"Sayang, aku minta maaf. Tolong maafkan aku" ucapnya terus berusaha membuat dirinya tampak menyedihkan.

Steven menutup mulutnya tak percaya, matanya liar menatap sekitar dan orang-orang mulai membicarakannya karena mengira bahwa ia sedang menindas calon istrinya, Arni. Steven segera menarik Arni juga melambaikan tangannya pada orang-orang yang tengah menyaksikan perdebatan mereka.

"Ini tidak seperti yang kalian duga!" Serunya.

"Arni, kamu ini apa-apaan sih? Kamu membuat aku malu tau gak?"

Arni mulai menangis mengeluarkan air mata palsunya dan menggenggam tangan Steven yang lain sebab satu tangannya tengah memegang sebuah laptop dan sebuah berkas.

"Aku akan melakukan apa saja agar kamu mau memaafkan ku dan kamu mau bicara denganku. Aku sangat merindukanmu, sayang"

Lelaki ini memasang wajah datar menarik tangannya dari Arni.

"Cepat masuk ke mobil!" Titahnya.

Begitu keduanya pergi meninggalkan perusahaan, Steven melirik malas pada gadis disampingnya kini. Gadis yang sudah dua tahun ini menjadi kekasihnya dan selalu saja menguji kesabarannya, beruntung Laluna selalu meyakinkannya bahwa Arni akan berubah jika sudah menikah nanti sehingga lelaki ini tetap mempertahankan hubungan mereka.

"Kenapa kamu selalu seperti ini? Aku jadi ragu untuk menikahi mu karena takut kau akan lebih tidak menghargai ku nantinya" ujar lelaki ini, Arni menggelengkan kepalanya.

"Sayang, aku hanya overthinking aja. Aku bahkan tidak sanggup membayangkan bagaimana kalau kamu meninggalkan aku, itu sebabnya aku ingin kita cepat-cepat menikah agar aku tidak overthinking lagi sayang. Aku harap kamu mengerti maksud aku" ucap gadis ini memasang wajah memelas.

Lelaki muda ini akhirnya luluh dengan bujuk rayu Arni yang begitu dahsyat, hanya memasang mata yang terlihat lugu itu Steven yang tadinya sangat marah tiba-tiba luluh begitu mudahnya, ia bahkan mengusap lembut pucuk kepala gadis itu lalu mencium manja keningnya.

"Lain kali jangan diulangi lagi ya sayang"

"Iya sayang, aku janji"

Beberapa menit kemudian mereka sampai ke rumah mewah bak mansion itu, kedatangan mereka disambut hangat oleh Laluna yang sudah merindukan Arni, padahal dua hari lalu mereka bertemu saat menjenguk menantunya di rumah sakit. Sambil berpelukan mereka sama-sama mengutarakan kerinduan mereka masing-masing.

"Aduhh, Mama sudah tidak sabar pengen momong cucu dari kalian. Habisnya Mama belum juga dapat cucu dari Angga dan Raisa, entah mereka tidak tahu cara membuatnya atau bagaimana, Mama tidak tahu" ucap wanita paruh baya ini tanpa memikirkan perasaan anak sulungnya yang baru saja keluar dari lift.

"Ma!" Tegur Steven yang terkejut melihat keberadaan Angga.

Lelaki diatas kursi roda itu melewati mereka sambil memasang wajah datar, tatapan matanya tertuju pada Arni yang mengedipkan matanya padanya, Angga yang mengira kalau Arni sedang meledaknya membuatnya marah namun ia masih menahannya sebab ia tak ingin melukai perasaan adiknya.

"Wanita murahan itu kesini lagi, setiap melihat wajahnya aku jadi tidak selera untuk hidup" batinnya memutar roda kursinya cepat.

Raisa yang baru saja membuka matanya menyadari kalau suaminya tak lagi berada di sampingnya, sambil memegangi perutnya ia melangkah turun dari tempat tidur, melihat pakaian yang ia kenakan semalam sudah berganti dengan pakaian lain ia yakin kalau Angga pasti menyuruh seseorang menggantikan pakaiannya.

"Gawat, siapa yang sudah dia suruh untuk mengganti pakaianku? Bagaimana kalau orang itu melihat tubuhku? Aku harus bertanya padanya" ucapnya berbicara pada dirinya sendiri.

Meski kakinya belum bisa melangkah dengan sempurna ia tetap berusaha mencari suaminya ke lantai bawah, dengan susah payah ia terus menuruni anak tangga sambil memegangi erat setiap tiang-tiang vertikal di sepanjang tangga yang ia lewati itu.

Arni yang mendengar suara langkah kaki tertatih itu segera melihat ke arah Raisa, ia tersenyum menaikkan sudut bibirnya dan segera menyapa Raisa yang sudah kelelahan.

"Kak Raisa, astaga. Apa kamu baik-baik saja?" Tanyanya menghampiri Raisa, hanya tersisa beberapa anak tangga lain namun kakinya tak lagi mampu menahan berat tubuhnya.

Ia merelakan dirinya dibantu oleh Arni sebab tatapannya sudah mulai buram karena kelelahan, kesakitan juga kelaparan sebab saat itu jam sudah menunjukkan pukul 12.15 dan cuaca sedang panas-panasnya. Saat mereka tiba di sofa, Laluna memutar bola matanya malas sebab ia masih kesal pada Raisa yang sudah melaporkan Angga ke kantor polisi beberapa hari lalu.

"Kakak mau pergi kemana? Kakak terlihat pucat, apa perutmu masih sakit?" Tanyanya berpura-pura peduli pada kakak tirinya tersebut.

"Sudah, biarkan saja dia. Kemarin Mama lihat dia sudah bisa berjalan normal, kenapa sekarang tiba-tiba lemas begitu?"

Raisa menatap kesal pada mertuanya itu, keputusannya untuk bercerai dengan Angga semakin besar sebab ia yakin kalau wanita paruh itu tak akan pernah bisa bersikap baik padanya.

"Ini semua gara-gara anakmu!" Ucapnya marah.

Laluna menaikkan kedua tangannya di pinggang, hendak memarahi menantunya namun segera terhenti saat Arni memeluk tangannya juga menggelengkan kepalanya.

"Jangan memarahi Kakak ku lagi" ucapnya.

Wanita muda yang tengah kesakitan ini sudah begitu muak akan drama adik tirinya yang semakin lama semakin menjengkelkan saja, beruntung Angga yang sudah selesai makan kembali kearah lift dan Raisa segera berdiri memanggilnya.

"Suamiku!" Panggilnya membuat semua orang menghentikan kegiatan mereka sejenak.

Sambil tertatih ia menghampiri Angga yang masih mematung dan segera mengedipkan matanya beberapa kali pada lelaki itu, lelaki ini segera menyadarkan dirinya dan segera mengikuti permainan istrinya.

"Ada apa sayang? Kenapa kamu terlihat pucat?" Tanyanya.

"Aku kekenyangan dengan drama calon adik iparmu yang cantik itu" jawab Raisa menoleh kembali pada Arni.

Tentunya Arni merasa kesal mendengar perkataan Raisa, terutama saat Raisa dan Angga berjalan beriringan ke arah dapur meski sebelumnya Angga sudah makan.

"Sempurna, pasangan cacat dan penyakitan" batin gadis itu mengepal kedua tangannya di kedua sisi tubuhnya.

"Sayang? Sejak kapan mereka begitu dekat?" Batin Laluna kebingungan, di langkahkannya kakinya meninggalkan Steven dan Arni begitu saja untuk menemui Angga dan istrinya ke meja makan.

Melihat Angga menyuapi Raisa begitu serius membuatnya mengerutkan kening, setelah lima tahun dan berbagai macam masalah yang menyebabkan pertikaian diantara keduanya dan kini kali pertama Laluna menyaksikan pasangan suami istri itu terlihat akur, bahkan para pembantu rumah tangga dibelakang tak mampu menahan senyum mereka karena pada akhirnya Angga bersikap lembut pada Raisa. Dan kini meski Raisa masih pucat namun ia jauh terlihat cantik dari hari-hari sebelumnya.

"Kurang ajar, apa mereka sedang mempermainkan ku?" Kesal Laluna meninggalkan keduanya.

Melihat punggung Laluna melangkah menjauh meninggalkan mereka, Raisa segera menarik piring ditangan suaminya.

"Jangan baper, aku memanggilmu sayang untuk membuat Arni kesal" ucapnya menyuapi dirinya sendiri.

Angga mengangguk sambil tersenyum tak berniat membalas perkataan Raisa, wanita ini melirik suaminya beberapa kali, melihat reaksi Angga tetap tenang tanpa protes membuatnya kebingungan.

"Tumben sekali, biasanya kamu suka marah-marah!" Serunya.

"Aku, aku sedang malas untuk marah-marah. Lagipula Arni sedang ada disini, kalau dia sampai tahu kalau kita ribut pasti dia akan sangat senang, iyakan?" Balasnya dijawab anggukan disertai bibir manyun oleh Raisa.

Angga tersenyum menatap mata sayu istrinya, tiba-tiba hidung wanita itu mengeluarkan darah yang membuatnya panik.

"Raisa, hidungmu!" Ucapnya menunjuk kearah darah yang semakin lama semakin banyak itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!