NovelToon NovelToon
Gawat! Aku Punya Anak Dari Musuh Sendiri!

Gawat! Aku Punya Anak Dari Musuh Sendiri!

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:10.5k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

Karena terlalu lelah dengan urusan skripsi, Ayara pingsan dan saat terbangun Ayara mendapati dirinya berada dikehidupan dimasa depan.

Dimasa depan Ayara menikah dan bahkan sudah memiliki seorang anak laki-laki tampan, tetapi yang membuat Aya ingin pingsan kembali adalah Ayara menikah dengan musuhnya saat di bangku kuliah, pria tampan bernama Guzelar adalah suaminya dimasa depan.

Guzelar pria tampan yang suka menghinanya dan mengatainya wanita tidak benar karena saat di bangku kuliah Ayara suka gonta-ganti pacar hampir setiap hari, bagaimana bisa dimasa depan Guzelar menjadi pria yang lembut dan manja serta bucin padanya?.

Bagaimana Ayara bisa mengatasi semuanya dimasa depan? Menghadapi Guzelar versi bucin dan menerima fakta jika mereka sudah memiliki anak? Ikuti terus perjalanan Ayara dimasa depan! Selamat membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ayara Yang Gragas

Sinar matahari pagi menyinari kamar mewah yang ditinggali Ayara. Hari baru dimulai, dan Ayara memutuskan untuk berakting sebaik mungkin. Sepanjang pagi, ia berusaha keras berpura-pura menjadi sosok istri dan ibu rumah tangga yang baik di hadapan suami dan anaknya.

​Meskipun Guzelar menyadari ada yang tidak beres dan istrinya tampak canggung, pria itu memilih diam. Bagi Guzelar, selagi Ayara masih memperlakukannya dengan baik dan tidak lagi menepis tangannya kasar, ia akan menerima perubahan itu sembari menunggu istrinya siap bercerita.

​Setelah Guzelar berpamitan untuk berangkat ke kantor, Ayara langsung masuk ke kamar, mengunci pintu, dan merogoh saku celananya untuk mengambil ponsel pintar. Jarinya dengan cepat membuka aplikasi pesan instan guna mencari kontak sahabat karibnya semasa kuliah, Tiara.

​Ketemu!

​Tanpa membuang waktu, Ayara mengetik sebuah pesan singkat yang menyatakan bahwa ia sangat ingin bertemu untuk membicarakan hal penting. Beruntung, pesan itu langsung dibalas detik itu juga oleh Tiara, yang menyarankan agar mereka bertemu di sebuah kafe terdekat.

​Ayara awalnya berencana pergi seorang diri agar lebih leluasa menginterogasi sahabatnya. Namun, angan-angan itu buyar ketika Gabriel, dengan mata bulat menggemaskan dan wajah melasnya, merengek ingin ikut. Meskipun terkadang omongan bocah itu tajam dan mirip orang dewasa, Gabriel adalah anak yang penurut. Alhasil, Ayara membawanya serta.

​Kini, Ayara duduk di dalam sebuah ruang privat sebuah kafe elegan, menatap ragu ke arah wanita berhijab rapi yang duduk di hadapannya.

​"Kenapa natap aku begitu banget sih, Yar? Aku secantik itu ya sampai kamu terpesona?" tanya Tiara terkekeh renyah sambil menyeruput es lattenya.

​Ayara mengerjap-ngerjap bingung, mengamati penampilan sahabatnya dari ujung kepala sampai ujung kaki.

"Sejak kapan kamu pakai hijab begini, Tiara? Bukannya dulu kamu paling anti dan suka pakai dress terbuka ke mana-mana?" tanya Ayara heran.

​Tiara tergelak, lalu menatap Ayara dengan ekspresi jengkel. "Apaan sih, Yar? Kan aku pakai hijab begini setelah nikah sama Mas Faraz! Kamu sendiri loh yang waktu itu maksa dan nyaranin aku pakai hijab karena keluarga Mas Faraz kan alim garis keras," omel Tiara, membuat mata Ayara membulat sempurna.

​"Jadi... kamu udah nikah juga?" tanya Ayara tak percaya, membuat Tiara mendengus kesal karena mengira sahabatnya sedang melawak atau pura-pura pikun.

​"Menurut kamu aja gimana? Nih lihat perutku udah besar begini!" ucap Tiara bangga sambil menepuk pelan perut buncitnya yang hamil besar.

​Ayara mendesah frustasi. Ia benar-benar tidak tahu harus berkata apa lagi. Rasanya semua fakta di masa depan ini sama sekali tidak masuk akal!

​Tiara menyipitkan mata, menatap curiga ke arah sahabatnya. "Kamu kenapa sih hari ini aneh banget? Guzelar baru pulang dari luar kota, jangan bilang dia melakukan sesuatu yang bikin kamu kesal?" tebak Tiara penasaran.

"Tapi kayaknya nggak mungkin deh, mengingat Guzelar itu bucinnya setengah mati sama kamu. Yang ada malah aku curiga kalau kamu yang menganiaya Guzelar di rumah."

​"Memangnya aku sekasar itu apa?!" ketus Ayara tidak terima.

​"Ya ampun, Ayara sayang... aku ini sahabat karibmu, bahkan sejak kita kuliah kita pernah tukaran baju dan pinjam bra bareng, jadi aku sudah hafal luar-dalam soal tabiatmu," ucap Tiara sinis bernada meledek.

​Tanpa basa-basi, Ayara langsung melayangkan kakinya ke bawah meja dan menginjak kaki Tiara cukup kuat.

​"Aaww... Sakit, Ayara!" adu Tiara sambil meringis kesakitan.

​"Makanya kalau ngomong itu dijaga, jangan sembarangan! Nih, ada Gabriel di sini," tunjuk Ayara pada sang anak yang sedang duduk anteng dengan lahap memakan kentang gorengnya.

​Tiara langsung menutup mulutnya, lalu tersenyum manis ke arah ponakannya. "Ihh... ponakan aunty yang paling tampan, maaf ya tampan, aunty tadi keceplosan," terkekeh kecil Tiara merasa bersalah.

​Gabriel hanya melirik Tiara sekilas dengan tatapan datar, lalu kembali fokus menghabiskan kentang gorengnya tanpa memedulikan obrolan orang dewasa di depannya.

​"Ya ampun, sifatnya dingin dan jutek banget mirip banget sama Guzelar pas masih muda!" cibir Tiara pelan.

"Ehh... ngomong-ngomong, tadi buru-buru banget ngajak ketemuan, mau bahas apa sih sampe bilang urgent banget?" tanya Tiara mengalihkan topik.

​"Ini soal aku dan Guzelar," jawab Ayara lesu.

​"Kenapa? Kamu hamil anak kedua ya? Makanya sudah kubilang kan waktu itu, bulan madu di Maroko itu manjur banget buat program anak. Emang udah jalan berapa bulan?" tanya Tiara nyablak tanpa filter.

​"Sembarangan banget mulutmu! Amit-amit aku hamil anak Guzelar!" ucap Ayara meringis jijik membayangkannya.

​"Amit-amit apaan, sih? Noh, si Gabriel itu buah cinta dari hasil keringat kalian berdua!" cibir Tiara sambil melirik Gabriel.

​Mendengar ucapan itu, Gabriel tiba-tiba mengangkat kepalanya dan menatap tajam ke arah Tiara, membuat wanita hamil itu bergidik ngeri seketika.

​"Aku serius, Tiara! Sumpah, aku merasa sepertinya aku sudah gila sekarang!" pekik Ayara frustasi, mencengkeram kepalanya sendiri.

​"Maksudnya gimana?" tanya Tiara bingung, mulai serius melihat kepanikan di wajah sahabatnya.

​"Kok bisa-bisanya aku nikah dan punya anak sama si Guzelar sialan itu sih?!" tanya Ayara dengan nada putus asa.

​Tiara menatap Ayara dengan pandangan seolah sahabatnya itu baru saja jatuh dari lantai sembilan.

"Pertanyaan macam apa itu?! Jelas saja bisa dong! Kalian kan menikah, lalu setelah itu kalian pergi ke Kanada untuk bulan madu hampir tiga bulan, dan pas pulang dari sana kamu langsung hamil. Kok bisa-bisanya kamu nanya hal aneh begitu, sih?" Tiara menatap kesal.

​"ITU DIA MASALAHNYA! KENAPA AKU BISA SAMPAI MENIKAH DAN HAMIL SAMA DIA?!" pekik Ayara histeris di dalam ruang privat kafe itu, membuat Gabriel dan Tiara terkejut seketika.

​Mendengar suara teriakan mamanya, Gabriel langsung meletakkan garpunya. "Mama, tidak boleh marah-marah begitu... nanti darah tingginya naik loh," ucap Gabriel dengan nada polos dan wajah prihatin.

​Ayara langsung melunak, tersesat rasa bersalah pada sang anak. "Maafkan mama ya, sayang... mama lepas kendali," ucap Ayara menyesal.

​Tiara menggelengkan kepala, lalu menatap Ayara dengan seringai usil. "Tentu saja kalian bisa nikah, dong. Kan setelah wisuda dulu, kamu sendiri yang nekat nembak Guzelar di atas podium pas lagi terima ijazah! Sumpah, itu momen paling heboh seantero kampus!" balas Tiara bernostalgia dengan senyuman geli.

​"WHAT?! AKU... AKU NEMBAK GUZELAR DI PODIUM PAS WISUDA?!" teriak Ayara tidak percaya, matanya melotot lebar nyaris copot.

​"Mama, jangan teriak-teriak terus... telinga Iel sakit dengernya," protes Gabriel sambil mengusap telinganya imut, membuat Ayara kembali menunduk meminta maaf pada anaknya.

​Tiara tertawa kencang. "Kamu kenapa sih, Yar, dari tadi bertingkah seolah-olah kamu nggak ingat apa-apa? Jelas-jelas kamu sendiri yang mengejar-ngejar Guzelar, kamu yang nembak dia, dan setelah itu..." Tiara mendekatkan wajahnya, tersenyum penuh rahasia.

"Kamu menarik kerah kemejanya ke lorong sepi di dekat aula, terus langsung mencipok bib.. ​Uuhhhghhg!"

​Ucapan Tiara mendadak terhenti secara paksa karena Ayara dengan kecepatan kilat menerjang dan membekap mulut sahabatnya itu menggunakan telapak tangannya. Tiara memang tidak pernah berubah, tetap ceplas-ceplos tanpa rem, padahal ada bocah berumur lima tahun yang duduk tepat di sebelah mereka!

​"Ada Gabriel, Tiara!" tekan Ayara berbisik tajam, wajahnya sudah merah padam menahan malu.

​Tiara melepaskan bekapan tangan Ayara sambil cengengesan tidak berdosa. "Ya emang begitu kan kenyataannya, Yar? Aku aja saksi hidup yang kaget setengah mati pas kamu nembak dia di podium. Udah gitu, kamu malah nyuruh aku buat jaga-jaga di ujung koridor pas kalian lagi cip... maksudnya ciuman panas di lorong kampus! Sumpah, aku tuh dulunya ikut berdosa nemenin kalian maksiat di kampus!" cibir Tiara terbahak-bahak.

​Mendengar cerita masa lalunya yang luar biasa memalukan itu, Ayara merasa ingin pingsan detik itu juga. Ingin rasanya ia menggali lubang di lantai kafe dan membenamkan kepalanya ke dalam tanah.

"​Jadi... di masa depan aku bukan cuma menikah sama musuh buyutan ku, tapi akulah dalang di balik semua kebengisan itu?! Aku yang nembak dia? Aku yang nyosor dia duluan?!" batin Ayara menjerit histeris, meratapi betapa murahannya dirinya versi masa depan di hadapan seorang Guzelar Jonathan Maximilian.

Bersambung...

Plot macam apa ini?🤭 kira-kira kejutan apalagi di part selanjutnya yaa 😂

1
Ita Putri
mike
Hadi Mulyono
biadab banget ayah ayara ..jadi kuat ayara balas dendam .aku kok pingin ayara bisa bela diri .hajar keluarganya yg jahat
mimief
ternyata yg bikin dia hancur bukan mike.
tapi dari orang yg paling dia cintai .
yg dikira jadi pelindung dia
😔🥹🥹🥹
Anbu Hasna
ketiduran di ruang laundry 🫣🫣
mimief
saudara tirinya ya?🥹🥹🥹
mimief
sering Thor...
sayang akal sehat selalu mengalah. Karena jajan nya aku banyak. kalau kabur susah ntar jajan nya🤣🤣🤣🫣
It's me Ri🥕
Wkwkwk... Ayara emang suka benget ngerjain orang, tapi ga boleh ditiru yaa🤭
It's me Ri🥕
Tania nya belom mau cuti kak😭
mimief
dasar Ayana...kasian bapak bapak dikerjain.
nanti suaminya marah besar itu istri kesayangan nya main ditarik ajaa🫣🫣🤣
Anbu Hasna
kirain beneran jadi sekertaris. kasihan Tania lagi hamil besar disuru kerja
Mia Camelia
banyak rahasia ingatan yg belum terungkap nih🤔
Hadi Mulyono
guziler perlu di bawa ke uya kiya biar di hipnotis tar kan jujur ngomongnya😄
mimief
iy kan,laki laki tuh aneh. buat nyari perhatian kita tuh ngelakuin segala cara🤣🤣🤣.
seenggaknya dia inget akyu
eh ..kok cyiin nya kebawa lagi thor🤣🤣
mimief
masa lalu adalah cerminan masa depan kita
mimief
kyk dihipnotis kl yaaa....🥹🥹🥹
biar trauma nya terputus
Mia Camelia
mungkin duanda nyiksa ayara pas lagi hamil muda 🤔🤔🤔
Hadi Mulyono
emang nanti Gabriel mati?
Hadi Mulyono
ayara ayo semangat balas lah dendammu
mimief
pantesan mereka sebegitu benci nya.
anak pertama mereka??🥹🥹🥹
mimief
kalau kata di didrakor fix me..
meminta pertolongan adalah langkah pertama kita mau sembuh
jadi ga usah takut dan malu...
ayo kita sembuh bersama
It's me Ri🥕: Benar kak, semakin bungkam maka akan semakin sulit untuk sembuh 🥺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!