Di ulang tahun pernikahan nya yang ke sepuluh, Sarah di minta oleh ibu mertua nya menyusul Gibran yang tinggal di tanah perantauan.
Tapi alangkah terkejut nya Sarah, dia menemukan suami nya sudah menjadi suami dari wanita lain. Bahkan mereka sudah memiliki anak berusia 7 tahun. Hal yang lebih mengejutkan, setiap tahun mertua nya datang ke sana mengunjungi mereka serta memberikan banyak hadiah.
Merasa di khianati, Sarah memutuskan kembali ke kota dan memilih untuk berpisah. Tapi setiba nya di rumah, sebuah fakta baru terungkap. Selama ini suami nya membohongi ibu nya sendiri dan menjual nama Sarah demi wanita itu.
Gibran, suami nya Sarah di dukung oleh ayah nya dan juga wanita yang menjadi selingkuhan dari Ayah nya. Ibu mertua nya mendukung Sarah dan membalas perbuatan anak dan suami nya, 2 orang yang berusaha merampas semua harta nya. Tepat di hari Gibran melakukan resepsi mewah, Ibu nya dan Sarah datang memberikan kejutan yang tak terduga untuk Gibran dan juga ayah nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
07
"Sarah, kau bicara apa? Setiap hari kau lihat sendiri kan, bahwa aku ada di rumah. Aku tidak pernah pergi ke manapun!" Bu Meri berkata pada Sarah.
Sarah terdiam mendengar ucapan Ibu mertua nya, memang benar apa yang dia katakan. Tapi uca9an Santi membuat nya bingung, Santi sendiri yanh bilang bahwa setiap tahun mertua nya datang mengunjungi diri nya dan juga anak nya.
"Ibu, jangan bilang Ibu tidak tahu tentang mas Gibran dan istri siri nya?" Tanya Sarah lagi.
"Sarah, ibu memang tidak tahu dan tidak mengerti apa yang kau katakan. Jika memang Gibran sudah mengkhianati mu, maka ibu sendiri yang akan menghukum nya!" Bu Meri berkata sambil meraih tangan Sarah.
"Itu arti nya mas Gibran juga membohongi ibu selama ini, dia selalu menolak saat aku meminta untuk di belikan rumah. Tapi dia meminta uang sebesar 5 miliar pada ibu, dia mengatakan akan membeli rumah untuk ku. Tapi nyata nya, dia malah membeli rumah untuk wanita lain!" Ujar Sarah lagi.
"Sarah, itu arti nya kita berdua telah di bohongi oleh Gibran. Ibu tidak akan memaafkan nya!" Bu Meri berkata dengan geram.
"Bu, Santi bilang bahwa setiap tahun mertua nya selalu datang dan memberikan banyak hadiah pada nya. Jika bukan ibu yang datang ke sana, lalu siapa bu?" Tanya Sarah.
Bu Meri tampak berfikir sejenak, dia memikirkan semua ucapan menantu nya.
"Sarah, kau lihat sendiri kan bahwa ibu tidak pernah pergi dari rumah. Tapi bapak, dia sering menghilang selama beberapa hari. Itu arti nya bapak yang datang ke sana!" Ucap bu Meri.
"Itu arti nya bapak lah yang mendukung perselingkuhan mas Gibran!" Tebak Sarah.
"Kamu benar Sarah, bapak lah yang mendukung dan menutupi perselingkuhan Gibran. Ibu tidak akan memaafkan mereka!" Ujar bu Meri lagi.
"Bu, mas Gibran sudah 4 tahun tidak mengirimkan aku uang. Dia beralasan dia turun jabatan, tapi nyata nya itu semua tidak benar. Dia menghabiskan uang nya untuk Santi dan juga keluarga nya!" Ujar Sarah lagi.
"Sarah, maafkan ibu nak. Selama ini ibu percaya pada semua ucapan Gibran, dan ibu tidak menyangka dia akan memperlakukan mu begini!" Bu Meri merasa bersalah pada sang menantu.
"Bu, kita sama - sama di bohongi oleh mas Gibran demi wanita itu. Aku ingin berpisah dari nya!" Ucap Sarah dengan wajah sendu.
"Ibu mendukung semua keputusan mu nak, dulu ibu tetap merasa hubungan kalian baik - baik saja sekalipun kalian tidak bisa keturunan. Ibu tetap menerima diri mu nak, bagi ku kau tetap lah putri ku!" Bu Meri berkata dengan wajah sedih.
"Bu, kami tidak bisa punya anak karena mas Gibran. Dia tidak bisa memiliki keturunan, tapi demi bakti ku pada nya, aku tetap menerima nya!" Ucap Sarah sambil mengenggam tangan ibu mertua nya.
"Sarah, dulu Gibran bilang sama ibu bahwa kau mandul. Sehinga kalian tidak bisa punya keturunan, tapi apapun itu ibu menerima mu, nak!" Ucap Bu Meri.
"Apa bu? Mas Gibran bilang sama ibu bahwa aku tidak bisa punya keturunan?" Sarah bertanya pada bu Meri.
"Iya nak!" Jawab Bu Meri sambil mengangguk kam kepala nya.
"Bu, Ibu harus lihat ini. Selama ini aku sengaja menutupi nya, demi menjaga harga diri nya mas Gibran!" Sarah berkata sambil menyerahkan kertas hasil pemeriksaan diri nya dan Gibran.
Bu Meri menerima kertas itu, dan dia membaca nya dengan teliti. Dia sangat terkejut dengan isi nya, selama ini dia di bohongi oleh putra nya sendiri.
"Gibran, berani nya dia! Selama ini dia membohongi ibu, dia mengatakan pada ibu bahwa kau lah yang mandul. Tapi nyata nya, diri nya lah yang mandul!" Bu Meri berkata dengan geram sambil meremas kertas itu.
"Tapi ada satu hal yang membuat aku heran bu, kenapa Santi bisa memiliki anak bersama mas Gibran. Sedangkan hasil nya jelas bahwa mas Gibran tidak bisa memiliki keturunan!" Sarah berkata sambil mengernyitkan dahi nya.
"Jangan - jangan anak itu bukanlah anak nya Gibran dan Santi sudah membohongi nya!" Tebak bu Meri.
"Bisa jadi begitu, bu!" Jawab Sarah.
"Nak, apapun keputusan mu ibu akan mendukung mu. Kau mau berpisah dari Gibran, ibu setuju. Tetap lah tinggal di sini nak, bersama ibu!" Bu Meri berkata pada Sarah dengan nada memohon.
"Bu, aku dan mas Gibran akan segera berpisah. Aku tidak bisa tinggal di rumah ini lagi!" Sarah menolak keinginan bu Meri dengan lembut.
"Sarah, setelah ini ibu sangat yakin bahwa Gibran pasti akan datang membawa Santi ke rumah ini. Ibu ingin Gibran tahu, seperti apa posisi mu di rumah ini. Tetap lah tinggal di sini, jangan pergi nak. Gibran dan Santi, biarlah menjadi urusan ibu. Biar ibu yang memberi pelajaran untuk mereka berdua!" Bu Meri berjanji pada Sarah.
"Baik lah bu, aku akan lihat bagai mana reaksi ms Gibran saat dia datang nanti dan aku masih berada di rumah ini!" Sarah setuju dengan usul dari ibu mertua nya.
Bu Meri memeluk tubuh Sarah dengab erat, wanita yanh sudah merawat nya dan sudah dia anggap seperti anak kandung nya sendiri.
"Sarah, kamu jangan khawatir nak. Kita akan jatah berdua Gibran dan juga wanita itu, ibu tidak akan biarkan mereka menang!" Bu Meri mengurai pelukan nya pada tubuh Sarah.
"Terima kasih banyak, bu!" Jawab Sarah sambil tersenyum.
"Iya nak!" Jawab Bu Meri.
"Oh ya bu, jika bukan ibu yang datang ke sana bersama bapak. Lalu mertua yang di maksud oleh Santi itu siapa bu?" Tanya Sarah penasaran.
"Kita akan cari tahu nak, ibu yakin ada yang di sembunyikan oleh bapak mu. Sekarang dia sangat jarang sekali pulang ke rumah, dia juga sering meminta uang dalam jumlah besar. Ibu yakin sekali, ada yang dia sembunyikan di belakang ibu!" Ujar Bu Meri.
"Benar bu, kita akan cari tahu semua nya. Jika memang benar bahwa bapak selingkuh dan dia juga mendukung perselingkuhan mas Gibran. Kita akan memberi mereka pelajaran yang tidak akan pernah bisa mereka lupakan!" Jawab Sarah sambil mengangguk kan kepala nya.
Sarah mengurungkan niat nya untuk pergi dari rumah ini, dia akan menunggu Gibran kembali membawa Santi. Sarah bertekad akan merebut semua hak - hak nya yang selama ini Gibran berikan pada Santi, Sarah juga akan menuntut kembali uang pribadi nya yang di ambil oleh Gibran dan di berikan pada Santi.
'Mas Gibran, kau harus membayar mahal semua nya. Semua hak ku yang sudah kau ambil, aku akan merebut nya kembali!' Guman Sarah di dalam hati.
gugat cerai saja Pak Burhan. Depan tanpa sepeserpun di kasih harta. Hidup numpang kok ya banyak tingkah