NovelToon NovelToon
Papaku King Mafia

Papaku King Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Anak Genius / Action
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: less22

Ardio adalah seorang mafia kejam sejak kematian istri yang meninggal karena di bunuh oleh musuhnya, padahal istrinya bari melahirkan seorang bayi.

Setelah kepergian istrinya, ia menjadi bertambah kejam, meskipun begitu, ia sangta lembut kepada putri kecilnya yang bernama Adel, bahkan menggantikan popok pun ia mau bahkan rela begadang agar buah hatinya tidak terganggu oleh masalah.

Hari ini ia sedang mengeksekusi penjahat yang ingin menganggu bisnisnya, Tiba-tiba saja ia mendapat telpon dari pengasuh anaknya jika Adel tidak bisa tidur tanpa dirinya, dan ia rela pulang, dan menyurh anak buahnya untuk mengeksekusi penjahat tersebut.

Meskipun ia mafia kejam, tapi ia adalah ayah yang penyayang.

Adel pun berusia masuk SMA favorit, tapi ia mendapatkan pembullyan daei teman Sekolahnya karena ada seorang pria primadona yang mendekatinya.

Sementara ia tidak sedikit pun menyukai sang primadona tersebut.

Tapi Adel menyimpan sendiri pembullyan itu hingga akhirnya di ketahui oleh Ardio.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14

Suasana kelas X-A di pagi hari yang seharusnya tenang mendadak berubah canggung saat Adel melangkah masuk.

Bisik-bisik dari beberapa murid seketika terhenti.

Pandangan mata teman-sekelasnya tertuju pada Adel dengan tatapan campuran antara kasihan, takut, dan cemoohan.

Adel tidak memedulikan tatapan itu. Namun, begitu ia mendekati mejanya, langkahnya terhenti.

Loker di bawah meja belajarnya telah disiram dengan cat merah yang masih basah.

Tak hanya itu, di atas permukaan mejanya terukir coretan kasar menggunakan spidol permanen: "Gadis gatal, jangan mimpi dekat dengan Devan! Pulang saja naik angkotmu!"

Karin yang berjalan di belakang Adel menutup mulutnya, membelalak kaget.

"Ya Tuhan... Del! Ini pasti kelakuan gank-nya Sisca! Kita harus laporkan ini ke wali kelas sekarang juga!" seru Karin panik.

"Jangan, Karin. Kalau kita melapor tanpa bukti rekaman, Sisca cuma bakal makin merasa menang dan masalah ini makin panjang," tahan Adel cepat, suaranya terdengar sangat tenang.

Adel mengambil tisu dari dalam tasnya, lalu dengan mulai mengelap sisa-sisa cat merah yang belum mengering di lokernya.

Wajahnya tidak menunjukkan rasa marah ataupun sedih.

Latihan mental dan ketenangan jiwa yang diajarkan Ardio sejak kecil membuatnya mampu menguasai emosi di situasi seburuk apa pun.

Namun, teror kecil itu tidak berhenti di situ.

Saat pelajaran olahraga tiba, seluruh murid berpindah ke lapangan outdoor.

Ketika Adel membuka loker tempat penyimpanannya di ruang ganti pakaian, ia menemukan sepatu sekolah hitamnya telah basah kuyup direndam di dalam ember berisi air sabun kotor yang bau busuk.

Adel menarik napas panjang, menatap sepatunya yang rusak.

"Kalau Papa tahu hal ini, sekolah ini bisa diratakan dalam semalam," batin Adel meringis pelan.

Justru karena itulah Adel memilih menahannya sendiri.

Ia sangat menyayangi Ardio dan tidak ingin ayahnya kembali berubah menjadi sosok "iblis" membahayakan yang mengacaukan hidup banyak orang hanya karena masalah remeh di sekolah.

Adel memeras sepatunya yang basah di toilet, lalu menggantinya dengan sepatu olahraga cadangan yang ia bawa di tas.

Sementara itu, di dalam mobil komando pengawasan yang terparkir dua ratus meter dari area sekolah, dua anggota intelijen Ardio sedang memutar balik rekaman kamera tersembunyi yang terpasang di koridor ruang ganti.

"Dapat," ujar salah satu agen wanita.

"Pukul 09.15, Sheila dan Vanya masuk ke ruang ganti membawa ember air sabun. Bukti visual sudah tersimpan rapi," ucapnya tegas.

Agen di sebelahnya menekan tombol mikrofon rahasia. "Menghubungi Paman Reno. Bukti teror fisik skala ringan terhadap Non Adel sudah dikonfirmasi. Kirimkan berkas ke markas pusat?"

Di ruang kerja Ardio, Reno menerima sinyal tersebut.

Namun, Reno tidak langsung menyampaikannya pada sang bos. Ardio sedang memimpin rapat tertutup dengan para pimpinan aliansi internasional, dan Ardio sudah memberi perintah tegas: Jangan interupsi kecuali ada ancaman keselamatan jiwa pada Adel.

Reno mengepalkan tangannya. "Simpan seluruh rekaman itu. Catat setiap detik penderitaan Non Adel. Saat Bos Ardio melihat berkas ini nanti... tidak akan ada ampun bagi keluarga para pelaku."

...********...

Di sekolah, saat bel pulang berbunyi, Adel berjalan menuju gerbang, ia terpaksa memakai kaus kainya yang lembab karena terkena air.

Dari jauh, Sisca dan gengnya berdiri di dekat tangga sambil tertawa sinis melihat langkah kaki Adel.

Adel melewatkan mereka tanpa menoleh sedikit pun.

1
Ariany Sudjana
wah seru ini
Tosari Agung
kak less buat ardio jadi psikopat karena dia akan dapat target utamanya si voctor itu
Ariany Sudjana
puji Tuhan, Adelia bisa diselamatkan, tetap waspada yah
Diana Lely
Nah gitu dong...bantu anaknya gemes aku bacanya
siti Syamsiar
lanjut thor👍👍👍👍👍
less22: siappppp
total 1 replies
Siiealan
setiap bab terlalu pendek
Ambu Rinddiany Thea
rasain loh ,
Ambu Rinddiany Thea: 😂🤭/Facepalm/
total 2 replies
Ambu Rinddiany Thea
mening ga usah d tutup tutup lah ardio drpd adel ntar tau dr orang lain , mening cerita pelan2 selain pengusaha , papa mu ini seorang mafia /Grievance//Applaud/
less22: ehaaaaa🤣🤣🤣
total 1 replies
Ambu Rinddiany Thea
gas ngeeeeng adel , jadilah wanita terkuat ya 🫠
Ambu Rinddiany Thea
hadiiir ka lessss , maaf baru sempet buka 🤭,klo bisa anaknya juga d ajarin bela diri ya ka les biar yg buli tunduk smaa adel , kasian donk masa ayahnya mafia kelas kakap anaknya ga bisa apa2 ya ka less 🤭 /Pray/
Ambu Rinddiany Thea: iiih keren ath laaah /Ok//Good//Heart/
total 2 replies
Luna
wah MC nya mas duda lagi👍,🤭🤭🤭
less22: asoyyyyyyyyy🤣🤣
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!