NovelToon NovelToon
TERJERAT CINTA PAK KADES

TERJERAT CINTA PAK KADES

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Beda Usia
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: julieta

Dari desa yang sederhana tumbuh cinta yang tak pernah disangka...

Hal itulah yang mungkin dirasakan oleh Vallery gadis cantik yang lahir dan dibesarkan di kota dengan berbagai macam vasilitas mewah kemudian dipaksa untuk tinggal didesa terpencil yang jauh dari hiruk pikuk dan kemudahan fasilitas umum yang biasa ia dapatkan setelah diusir oleh nenenk tirinya dari rumah begitu kedua orang tuanya meninggal dunia. Tanpa disang,ka keputusan cepat yang dimabilnya untuk tinggal di Desa Maju Bersama, kampung halaman sang papa untuk tinggal bersama neneknya mengubah seluruh kehidupan Vallery termasuk kisah cintanya yang terejrat kepada seorang kepala desa yang berstatus duda perjaka di kampung neneknya itu yang terus mengejarnya secara ugal-ugalan hingga membuat hati Vallery pun menjadi luluh...
Kisah cinta romantis namun ada sedikit unsur komedi mewarnai kisah cinta keduanya membuat cerita kali ini bisa terbilang sangat ringan karena jauh dari intrik panjang dan berat.
HAPPY READING.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julieta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HANCUR

Begitu video diputar, pertama-tama muncul sosok Ayu dan Ningsih yang memang karena keduanyalah handycam milik Vallery tertinggal di gudang penyimpanan dalam kondisi menyala hingga membuat jebakan yang Liana buat gagal total.

Dalam video awal tersebut terlihat jika Ayu dan Ningsih meminta Vallery merekam aksi keduanya yang memakai perlengkapan di gudang sebagai acecoris untuk bergaya centil ala-ala artis TT hingga tiba-tiba ada yang memanggil Vallery karena Rokhim membutuhkan bantuannya sebab kamera SLR yang dipergunakannya untuk memotret sedikit macet.

“Hey guys, jangan lupa bawa handycam ku kalau keluar sebab mau aku pakai nanti untuk mendokumentasikan acara pemotongan tumpeng di akhir acara ”, pesan Vallery sebelum ia melangkah keluar bersama Lutfi datang yang memanggilnya.

Ayu dan Ningsih yang ada dalam kerumunan orang yang menonton, keduanya segera menutup wajah mereka dengan kedua tangan, malu karena aksi kocaknya disaksikan banyak orang.

Tak lama setelah kepergian Vallery, Mila masuk dan menggeret Ayu serta Ningsih untuk membantunya membawa tumpeng serta kotak nasi yang akan dibagikan di akhir pertunjukan acara pentas seni.

“Bagaimana handycam Vallery?”, teriak Ningsih begitu tangannya ditarik Mila.

“Nanti saja diambil. Yang penting,konsumsinya dulu dibawa masuk”, jawab Mila sambil terus menarik tangan kedua temannya itu keluar dari gudang penyimpanan.

Selanjutnya tak ada hal apapun yang terjadi di gudang, hanya beberapa orang dari sie perlengkapan saja yang terlihat beberapa kali masuk untuk mengambil barang di gudang.

Sepuluh menit dari kepergian Ayu dan Ningsih, tiba-tiba pintu gudang perlengkapan terbuka dan ada seorang gadis berjalan mengendap-endap, masuk kedalam gudang.

Setelah memastikan semuanya aman, gadis itu pun secera perlahan menutup pintu. Dan begitu pintu tertutup, gadis yang tak lain adalah Liana itupun mulai berjalan menuju kaca kecil yang menempel didinding tanpa tahu jika disamping kaca, ada meja dengan handycam yang masih menyala.

Semua perbuatan Liana pun terekam dengan jelas, mulai dari aksinya mengacak-acak rambutnya, merobek pakainnya hingga percakapannya dengan Tutik dan kebetulan saat itu ponselnya diloudspeaker sehingga apa yang ia dan Tutik perbincangkan terdengar jelas disana.

Bahkan aksi Liana mengelus perutnya yang sedikit membuncit dan membeberkan jika ia tengah mengandung tapi tak mengetahui siapa ayah calon bayinya hingga mentargetkan Dirga untuk dinikahi, juga ikut terekam dengan sangat jelas.

Tak cukup sampai disana, kedatangan Dirga ke gudang sambil memanggil nama Vallery yang justru disambut oleh kekehan Liana yang muncul dari balik pintu, sudah bisa menjadi bukti siapa yang salah disini.

Semua hal yang terekam dalam video, membuat Rofik, ayah Liana yang berprofesi sebagai camat itu merasa merasa murka dan langsung menampar wajah putri sulungnya itu hingga sudut bibir Liana berdarah.

“Dasar anak tak tahu diri! bagaimana bisa kamu melakukan hal tercela seperti itu!”, teriak Rofik murka.

Tak ingin semakin dipermalukan, iapun segera menyeret kasar Liana sambil memberikan peringatan tegas kepada semua orang yang ada dalam ruangan. “Masalah yang ada disini, sebaiknya tak tersebar keluar jika kalian semua tak ingin menyesal”.

Setelah memberikan peringatan keras kepada semua orang, Rofik dan keluarganya segera pergi, meninggalkan kerumunan orang yang menatap Dirga cemas.

"Ck, dasar camat busuk. Bagaimana bisa mereka pergi begitu saja tanpa meminta maaf pada pak kades setelah memakai dan hampir merusak nama baik pak kades", keluh Yono yang tak terima Dirga diperlakukan seperti itu oleh Rofik.

Dirga yang memang sudah tahu bagaimana watak Rofik hanya bisa menghembuskan nafas dengan kasar.

"Ya mau bagaimana lagi, sifat orangnya memang seperti itu,suka meledak-ledak, tapi begitu ketahuan salah langsung ngacir", ujar Dirga.

Warga yang masih belum terima dengan sikap Rofik dan keluarganya, terutama aksi Liana yang hampir saja membuat nama baik pak kadesnya dan Desa Maju Bersama tercemar, ngedumel protes.

"Gak bisa dong pak kades. Mereka baru saja memfitnah Anda. Untung saja gagal. Bagaimana jika berhasil, nama baik Anda dan Desa Maju Bersama pasti akan tercemar", ucap yu Puji berapi-api.

"Benar itu pak kades. Orang seperti pak camat itu harus kita tegesin agar tak semena-mena", ujar warga yang lain.

Semua orang pun mulai mengeluarkan uneg-uneg mereka setelah melihat jika Rofik dan keluarganya melenggang pergi begitu saja seolah tak terjadi apa-apa.

Vallery yang juga ikut menyaksikan semuanya, turut sumbang suara. "Benar itu pak kades. Orang seperti pak camat, jika kita biarkan akan semakin ngelunjak. Apalagi tadi sebelum pergi ia juga sempat mengancam kita, jika tak tegas bukankah itu akan semakin membuatnya berlaku sewenang-wenang".

Apa yang Vallery katakan juga disetujui oleh semua orang.

"Bener itu pak kades. Kita harus bersikap tegas dan jangan mau di tekan padahal jelas-jelas buka kita yang salah".

“Kasus korupsi yang pak camat lakukan, bisa kita laporkan. Kebetulan, besok siang aku ada janji temu dengan pak bupati di kantornya. Kalau pak kades mau, bisa berangkat bareng saya kesana”, ucap Vallery sambil mematikan layar handycamnya dan menatap Dirga menungu jawaban.

Dirga yang melihat ada kesempatan bagus untuk berduaan dengan Vallery dan juga ingin menekan kesombongan Rofik agar tak lagi semena-mena pun dengan cepat segera menjawab, “Baik, besok pagi sebelum berangkat aku akan menyiapkan data pendukung agar laporan kejahatan pak camat ini bisa segera di proses”.

Jawaban Dirga membuat semua orang merasa tenang karena jika dibiarkan begitu saja, bukan tidak mungkin pak camat akan membalas dendam dan mempersulit warga Desa Maju Bersama dalam hal administratif karena sebagai camat dia memiliki hal untuk melakukan hal tersebut.

Agar masalah ini tak sampai merusak mood semua orang, Dirga pun menyuruh semuanya untuk kembali kedepan karena acara puncak malam ini akan segera dilangsungkan, yaitu pemotongan tumpeng dan perayaan kemenangan atas lomba hias desa yang beberapa hari sebelumnya telah diumumkan.

Jika pendopo suasana tetap meriah, seolah hal besar yang baru saja terjadi seakan tak pernah ada, lain halnya di rumah mewah dua lantai didesa Gotong Royong.

Rofik pun langsung menghajar Liana sebelum mengurungnya didalam kamar yang dijaga ketat oleh beberapa bodyguardnya agar gadis itu tak melarikan diri dan membuat kekacauan.

Melihat suaminya tampak sangat marah, Dina pun memijat pundak Rofik agar tubuhnya tak lagi tegang.

“Untuk Liana, setelah bayinya di aborsi, kirim ia ketempat ibu kandungnya. Dan untuk masalah ucapan Liana mengenai kasus korupsi yang melibatkanmu, bilang saja kalau itu hanya ucapan seorang anak manja yang biasa menggunakan kekuasaan orang tuanya dan paksa Wandi untuk menanggung semuanya. Kelemahan Wandi ada padamu, gunakan itu untuk membuatnya terus patuh padamu”, bisik Dina provokativ.

Rofik yang semula masih berwajah gelap, kini senyum cerah mulai terbit diwajahnya. “Kamu sangat cerdas. Posisi ibu camat memang pantas kamu sandang”, ucapnya sambil mengusap pipi Dina dengan lembut.

Dina yang memang sejak lama ingin menyingkirkan Liana agar posisi anaknya semakin kuat pun merasa sangat puas karena tanpa campur tangannya, anak bodoh itu sudah berbuat ulah yang membuat ayahnya murka.

1
Fadilah Fadilah
lanjutkan cerita nya
Fadilah Fadilah
lanjutkan
Fadilah Fadilah
lanjutkan cerita nya
Fadilah Fadilah
lanjutkan
Fadilah Fadilah
lanjutkan cerita nya
Fadilah Fadilah
lanjutkan
Rian Moontero
Mampiiirrr😍👍👍
Fadilah Fadilah
lanjutkan cerita nya 🙏🙏🙏
Fadilah Fadilah
lanjutkan sampai habis cerita ini jan🙏🙏🙏
Fadilah Fadilah
lanjutkan
PengGeng EN SifHa
BERSAMBUNG...


TENG TENG TEEEEEEEEEENNNNGGGGG☕️

SELAMAT PAGI SEMUAAAAAA
PengGeng EN SifHa: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Fadilah Fadilah
lanjutkan
PengGeng EN SifHa
walah walah walah walah...dunia dirga benar2 sangat seru dengan mereka yg mempunyai keinginan yg berbeda² demi sebuah VALIDASI
PengGeng EN SifHa
tampah...tledok...kalau ditempatku namane
Fadilah Fadilah
lanjutkan
PengGeng EN SifHa
Tatapanmu bagaikan mata si elang🦅🦅🦅 yang siap menerkam ga🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!