NovelToon NovelToon
Cinta Dan Keyakinan

Cinta Dan Keyakinan

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Bad Boy / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Kholifah Lifah

romansa islami story

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kholifah Lifah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13

Lima tahun. Angka itu tak lagi sekadar deretan penunjuk waktu, melainkan sebuah palu godam yang telah memahat, menghancurkan, dan membentuk ulang takdir mereka.

​Pintu kedatangan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta terbuka otomatis, mengembuskan udara tropis Jakarta yang basah dan berdebu—aroma yang selama lima tahun ini begitu Nadiva rindukan. Sepatu hak mediumnya melangkah mantap di atas lantai granit. Di balik pashmina sutra berwarna nude yang membalut kepalanya dengan elegan, wajah chubby itu telah menirus, memancarkan aura kedewasaan yang anggun dan berkelas.

​Nadiva Ayudia bukan lagi gadis desa yang kebingungan di sekolah elite. Ia pulang membawa gelar master, sederet penghargaan literasi internasional, dan novel-novel best-seller yang telah diterjemahkan ke dalam enam bahasa.

​Namun, di balik kacamata hitam berlensa gelap yang menutupi matanya, tersembunyi sebuah palung kesedihan yang tak pernah bisa diisi oleh miliaran keping royalti.

​Langkah Nadiva terhenti sejenak di dekat pilar. Tangannya meremas kuat gagang troli kopernya. Ingatannya kembali ditarik pada malam badai di Casablanca dua tahun lalu, saat telepon dari kerabat di kampung mengabarkan bahwa Abi dan Uminya telah berpulang dalam sebuah kecelakaan beruntun. Malam itu, semestanya runtuh. Jarak ribuan kilometer dan pembatasan penerbangan akibat cuaca ekstrem membuatnya gagal mencium wajah kedua malaikatnya untuk yang terakhir kali.

​Rumah mewah bercat putih di kawasan Jakarta Selatan yang ia beli beberapa bulan lalu dari hasil jerih payahnya, kini hanya akan menjadi bangunan megah yang kosong.

​"NADIVA!"

​Sebuah jeritan melengking tiga oktaf yang sangat familier tiba-tiba memecah lamunannya, mengalahkan suara dengung keramaian bandara.

​Nadiva mendongak. Di balik pagar pembatas penjemput, seorang perempuan modis berambut sebahu yang diwarnai auburn tengah melambai-lambaikan tangannya dengan heboh, nyaris melompati pagar. Karin. Di sebelah gadis itu, Andrew berdiri sambil tertawa, memegangi ujung kardigan Karin agar pacarnya itu tidak benar-benar memanjat pagar besi. Dan tak jauh dari mereka, Mex berdiri dengan senyum teduh yang menenangkan jiwa.

​Tawa Nadiva pecah. Ia melepas kacamata hitamnya, membiarkan air mata haru menggenang di pelupuk mata. Ia setengah berlari mendorong trolinya keluar dari area pembatas.

​"Ukhtiii!" Karin langsung menerjang Nadiva, menubruknya dalam sebuah pelukan erat yang membuat keduanya nyaris oleng. Tangis Karin pecah seketika, menumpahkan rindu yang membatu selama setengah dekade. "Gila lo, Div! Tega banget baru pulang sekarang! Gue kangen banget sama lo, tahu nggak?!"

​"Sesak, Rin... astaghfirullah, ini tuluk rusukku bisa retak," kekeh Nadiva dengan suara bergetar, membalas pelukan sahabatnya tak kalah erat. Ia mengusap punggung Karin yang bergetar. "Aku pulang, Rin. Aku pulang."

​Andrew ikut mendekat. Cowok yang kini tampak jauh lebih dewasa dengan kemeja kasualnya itu menepuk puncak kepala Nadiva dengan sayang, layaknya seorang kakak. "Welcome back, Bu Penulis Hebat. Makin glowing aja lo kena angin Sahara."

​Nadiva terkekeh, beralih menangkupkan kedua tangan di depan dada saat Mex melangkah maju.

​Mex tersenyum. Tak ada lagi kekosongan di matanya. Pria itu kini memancarkan aura kedamaian yang begitu kuat. "Assalamu'alaikum, Nadiva. Ahlan wa sahlan."

​"Wa'alaikumsalam, Kak Mex," balas Nadiva dengan binar mata takjub. Meskipun mereka sering bertukar kabar via pesan singkat, melihat Mex secara langsung memberikan sensasi haru yang berbeda. Pria yang dulu selalu mencari jati diri itu, kini telah menemukan jangkarnya dalam Islam. Sebuah toleransi dan perjalanan spiritual yang luar biasa indah di antara persahabatan mereka.

​"Kami semua turut berduka cita lagi buat Abi dan Umi lo, Div," ucap Andrew tiba-tiba, suaranya melembut, mengusap bahu Nadiva perlahan. "Gue tahu ini berat banget buat lo, pulang tanpa disambut mereka."

​Senyum di bibir Nadiva sedikit bergetar, namun ia mengangguk tegar. "Makasih, Ndre. Nggak apa-apa, insyaallah mereka udah tenang di surga. Setidaknya, sekarang aku punya kalian buat nempatin rumah baru aku." Nadiva berusaha mencairkan suasana, kembali memunculkan sedikit sisi barbar dan cerianya. "Awas aja ya, pokoknya akhir pekan ini kalian semua harus jadi kuli gratisan bantuin aku beres-beres rumah!"

​Karin mengusap air matanya kasar sambil tertawa. "Siap, Bos! Jangankan beres-beres rumah, gue pel pelatarannya sampai mengkilap juga gue jabanin!"

​Mereka tertawa lepas. Beban lima tahun seolah menguap di udara. Perbedaan jalan, karier, dan keyakinan tak pernah bisa memutus benang merah persahabatan mereka.

​Mex baru saja hendak meraih gagang koper Nadiva untuk membawakannya, ketika tiba-tiba, sebuah keheningan ganjil merayap di sekitar mereka.

​Bukan keheningan karena suara bandara menghilang, melainkan perubahan tekanan udara yang terasa begitu drastis. Seperti ada badai tak kasatmata yang baru saja melangkah masuk.

​Suara ketukan sepatu kulit mahal (oxford shoes) yang beradu dengan lantai granit terdengar ritmis, mantap, dan dingin. Aroma parfum mint bercampur musk maskulin yang teramat familier seketika menyapu indra penciuman Nadiva, membuat darah di pembuluhnya seakan berhenti mengalir detik itu juga.

​Tawa di bibir Karin membeku. Andrew menegang, tubuhnya refleks bergeser setengah langkah untuk melindungi Karin. Sementara Mex, pria kalem itu perlahan menegakkan tubuhnya, matanya menajam menatap ke arah belakang Nadiva.

​Merasa ada yang tak beres, Nadiva memutar tubuhnya perlahan.

​Jantungnya, yang selama lima tahun ini berdetak dengan ritme normal, tiba-tiba memompa dengan kecepatan yang menyakitkan dada. Napasnya tercekat di pangkal tenggorokan.

​Tepat lima langkah di hadapannya, seorang pria jangkung berdiri mematung.

​Balutan setelan jas navy custom-tailored tanpa dasi memeluk pas tubuhnya yang kini jauh lebih atletis dan tegap. Garis rahangnya semakin tegas, dihiasi bayangan rapi rambut-rambut halus yang menambah kesan maskulin. Rambut hitam kelamnya disisir rapi ke belakang, memancarkan aura seorang CEO muda yang tak tersentuh, kejam, dan mendominasi.

​Dereen Hilton.

​Pria itu menatap Nadiva seolah seluruh manusia di bandara itu telah musnah. Mata elang yang dulu selalu menyimpan kilat arogansi seorang bad boy, kini diselimuti oleh kerinduan yang gelap, dalam, dan luar biasa memabukkan.

​"L-lo... ngapain di sini, Ren?" suara Andrew memecah keheningan, terdengar bergetar karena syok. "Bukannya lo masih di New York?"

​Dereen tak sedikit pun mengalihkan pandangannya dari Nadiva. Tangannya yang tersembunyi di dalam saku celana bahan itu mengepal erat, menahan dorongan primitif untuk melangkah maju dan merengkuh gadis mungil di depannya itu hingga hancur ke dalam pelukannya.

​"Lo pikir," suara Dereen mengalun rendah, serak, dan menggetarkan setiap molekul udara di sekitarnya, "setelah lima tahun gue nunggu kayak orang gila... gue bakal ngebiarin dia pulang tanpa gue jemput?"

​Nadiva mematung. Kakinya seolah dipaku ke lantai. Waktu mendadak berhenti berdetak. Semua luka, memori, pengorbanan, dan dinding agama yang memisahkan mereka lima tahun lalu, kembali berputar layaknya kaset rusak.

​Di bawah lampu-lampu terang Terminal 3, dua anak manusia yang sempat dipisahkan oleh takdir dan kasta itu kini kembali bertatapan. Mata cokelat terang milik sang penulis muda, terkunci dalam gelapnya obsesi sang pewaris takhta. Dan kali ini, sang pangeran es tak terlihat memiliki niat sedikit pun untuk melepaskannya lagi.

1
Lyka Lyka
kereenn...
Lyka Lyka
udh baca maraton ehh .. malah abis😂 di tggu lanjut annya
Ossa Mulya
gak sabar nunggu lanjutannya Thor 💚💚💚 seru banget cerita ini💚
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!