Masa lalu dari kedua orang tuanya membuat seorang pemuda berusia dua puluh tahun harus mengalami banyak kejadian buruk dalam hidupnya, dialah Kaivalya Rajasa Danendra yang merupakan putra dari Rajasa Danendra.
"Aku inginkan jadi putra Sagara Danendra"
"Kamu tepatlah putra Rajasa nak..."
"Aku tidak ingin darahnya, darahnya membuatku tak bisa menjadi keturunan murni Sagara, aku hanya terus di sebut sebagai keturunan darah mati!"
Keturunan darah mati, itulah julukan Kaivalya dari para mahluk halus yang dia temui. mampukah dia melepaskan bayangan Rajasa dari dalam darahnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perubahan Kaivalya
"Panggil dokter segera!" teriak Sagara menggendong Kaivalya kembali ke atas ranjang rawatnya.
Kaivalya sudah pucat dengan tangan yang terus mengeluarkan darah, Sagara bahkan sudah meminta Andromeda untuk menelpon Langit supaya mendonorkan darahnya jika darah Sagara tidak cukup untuk membantu Kaivalya. Safira berdiri mematung di belakang Sagara, dia sudah menangis tanpa suara karena dia tidak mau membuat Sagara semakin khawatir.
"Sayang, jangan khawatir karena Kaivalya kita akan baik baik saja" bujuk Sagara menarik Safira ke dalam pelukannya setelah dia membalut tangan Kaivalya dengan kain selimut yang dia sobek agar darahnya tidak terus mengalir.
Tak lama dokter datang dan langsung membawa Kaivalya ke IGD, di luar teman teman Kaivalya menatap khawatir teman mereka itu karena mereka tidak percaya Kaivalya sudah melakukan tindakan yang nekat dengan mengiris pergelangan tangannya.
"Lakukan apapun William, selamatkan anakku" ucap Sagara
"Tenang Om, William akan melakukan yang terbaik untuk menolong Kaivalya" bujuk William.
"Meda, bersiap dan Altair juga, panggil Gafi, Khalid dan Aurora juga untuk menyumbangkan darah mereka, Daddy merasa kalau Kaivalya membutuhkan darah kita untuk membersihkan darahnya" perintah Sagara
"Baik dad" jawab Andromeda dan Altair
"Paduka, pakaikan kembali anting ini di telinga Kai, dia tidak memakainya makanya saya tidak bisa selalu bersamanya" ucap Baharuddin memberikan anting Kaivalya.
"Aku akan memakaikan anting ini setelah Kai selesai di tangani, kamu tetap di sampingnya mulai sekarang dan jangan biarkan dia sendirian kecuali saat Kaivalya di rumah atau sedang bersama kami" perintah Sagara
"Baik Paduka" jawab Baharuddin
"Sepertinya saya tahu kenapa Kai melakukan ini" ucap Baharuddin berbisik.
"Apa kamu juga berpikiran sama denganku?" tanya Sagara
"Ya, saya yakin karena dia tidak mau ada darah lain selain darah anda di dalam tubuhnya" jawab Baharuddin dan Sagara mengangguk.
Baharuddin menghilang dari sana karena Langit juga para kakak Kaivalya yang lain sudah datang, mereka bertanya apa yang terjadi tapi Sagara menyembunyikan tentang Rajasa pada semua anaknya, dia hanya mengatakan mungkin Kaivalya di hantui sesuatu yang membuatnya gelisah.
Kaivalya kembali koma setelah dia mendapatkan banyak transfusi darah, Sagara selalu menemani Kaivalya di ruangan khusus dengan memakai pakaian khusus juga, dia tidak mau Rajasa masuk lagi ke alam bawah sadar Kaivalya dan membuat anaknya itu kembali bertindak nekat, Sagara tidak mau Kaivalya menganggap kalau dirinya bukanlah darah Danendra karena meskipun Kaivalya bukan darah daging Sagara, darah Danendra tetap mengalir di tubuh Kaivalya.
"Kai, dengarkan Daddy, kamu anak Daddy dan selamanya akan tetap menjadi anak Daddy, jangan dengarkan ucapan apapun dari sosok itu, dia hanya sedang mempengaruhi kamu supaya kamu datang ke kampung mahoni dan membangkitkan jin jahat yang sudah jadi khodam Rajasa, kamu anak Sagara dan Selamanya akan menjadi anak Sagara" ucap Sagara mengusap kepala Kaivalya yang masih berbalut perban dan mengecup kening anak bungsunya itu.
"Kamu anak Daddy, Daddy Sagara" bisik Sagara
Cukup lama Kaivalya sadar dari komanya, satu minggu Kaivalya terbaring di ruang khusus, satu minggu itu juga Sagara terus menjaga Kaivalya, menceritakan kesehariannya dan keluarganya di depan Kaivalya yang masih terpejam, Safira juga ikut menjaga Kaivalya di hari ketiga karena Kaivalya di pindahkan ke ruang rawat khusus yang di sediakan untuk para keluarga pemilik rumah sakit Smith.
Tapi di hari saat Kaivalya terbangun Itu dia juga berubah, Kaivalya lebih pendiam, dia jarang bicara meskipun para teman temannya terus mengajaknya bercanda, bahkan semua orang tak bisa melakukan apapun dengan perubahan sikap Kaivalya itu, mereka hanya bisa tetap mendukung Kaivalya agar Kaivalya bisa kembali semangat.
"Mas, kenapa Kaivalya berubah? dia seperti orang lain, Kaivalya hanya menjawab seperlunya saja saat ditanya bahkan tadi dia juga tidak manja ingin aku suapi lagi" keluh Safira
"Tidak apa apa Fira, nanti aku bicara dengan Kaivalya, dia mungkin hanya masih merasa lemah saja" bujuk Sagara
Sikap dingin Kaivalya itu berlangsung cukup lama, hingga dia lulus S2 dan langsung menjadi direktur di salah satu perusahaan konstruksi yang di pegang oleh Danendra grup. Seluruh keluarga Danendra juga sudah memaklumi sikap Kaivalya itu hingga Sagara yang sudah tidak tahan lagi mengajak Kaivalya bicara berdua.
"Empat tahun dari sejak kejadian itu terjadi Kaivalya, kamu berubah banyak kenapa? katakan sesuatu pada Daddy agar Daddy bisa memberikan kamu solusi" tanya Sagara
"Tidak dad, Kai hanya merasa kalau Kai tidak berhak atas kasih sayang kalian, Kai ini bukan anak...."
"Kamu anak Daddy! kamu anak Sagara Danendra, di akta, di publik bahkan di darah kamu juga ada darah Daddy sekarang!" potong Sagara
"Tapi dad... Kai merasa kalau Kai ini jahat sudah membuat Daddy terpisah lama dari mommy"
"Bukan kamu tapi Rajasa, dia yang jahat karena kalau kamu jahat Daddy sudah membunuh kamu, kamu itu anak bungsu Daddy, dan Daddy menyayangi kamu sebagai ayah kandung bukan ayah sambung jadi biarkan Daddy mendapatkan hak itu kalau kamu memang merasa tertekan, jadilah anak Daddy sepenuhnya" ungkap Sagara
Kaivalya tidak menjawab tapi dia langsung memeluk Sagara, dia begitu takut Sagara membencinya setelah dia tahu dan melihat masa lalu Rajasa, Kaivalya marah pada perbuatan Rajasa tapi Kaivalya juga sangat menyayangi Sagara hingga dia takut kehilangan kasih sayang itu dari Sagara.
"Jangan seperti ini lagi nak, kami khawatir" bujuk Sagara
"Iya dad, maafkan Kai" jawab Kaivalya yang sekarang tubuhnya sudah sama tingginya dengan Sagara dengan wajah yang juga sama persis dengan Sagara.
"Bercerminlah dan lihat wajah kita serupa dan tanamkan dalam dada kamu ini kalau kamu adalah anak Sagara" ucap Sagara
"Ya, Kai anak Sagara" jawab Kaivalya
Sagara kembali mengusap punggung Kaivalya, dia heran kenapa Kaivalya justru membenci Rajasa, entah apa yang di lihat Kaivalya tapi Sagara bersyukur Kaivalya tidak membencinya karena sudah membunuh ayahnya Rajasa.
"Ayo kita temui mommy kamu, dia sedih karena kamu tidak mau di suapi" ajak Sagara
"Mommy pasti menangis ya dad?" tanya Kaivalya
"Setiap hari, tapi Daddy membujuk mommy kamu karena dia tidak terbiasa tanpa menyuapi kamu katanya" jawab Sagara
"Empat tahun, tidak terasa dad, tapi Kai tidak akan mengacuhkan kalian lagi, maafkan Kai"
"Iya, jadilah Kaivalya kami yang manja lagi"
"Tidak dad, malu, Kai akan manja di depan kalian saja tapi di luar rumah Kai akan seperti sekarang saja"
"Kamu sudah dewasa sekarang"
"Ya, si Rajasa itu membuat Kai kesal karena harus dewasa sebelum waktunya" perut Kaivalya membuka Sagara terkekeh.