NovelToon NovelToon
Gulungan Tabib Langit Dan Bumi

Gulungan Tabib Langit Dan Bumi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Di Benua Awan Timur, kekuatan adalah segalanya. Para kultivator jenius membelah gunung dengan lambaian tangan dan menghancurkan kota hanya dengan hembusan napas. Namun, epik ini tidak dimulai dari puncak kejayaan, melainkan dari sudut dunia fana yang terlupakan. Li Yun hanyalah seorang tabib muda biasa di kota perbatasan. Ia tidak memiliki akar spiritual surgawi, garis keturunan dewa, ataupun takdir pahlawan yang terpilih.
Ketika seorang kultivator sakti tewas di depan kliniknya yang sederhana, kehidupan tenang Li Yun hancur. Ia mewarisi sebuah teknik rahasia kuno yang tidak memberinya kekuatan penghancur instan, melainkan menuntut pemahaman mendalam tentang hukum alam, alkimia, dan aliran energi yang sangat lambat. Di dunia yang dipenuhi kejeniusan arogan dan sekte-sekte kuno yang kejam, Li Yun menyadari bahwa bertahan hidup membutuhkan lebih dari sekadar kekuatan murni. Ia harus menggunakan kecerdasannya, menyembunyikan bakat aslinya di balik identitas seorang tabib sekuler.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5: Mengunci Masa Lalu

​Tiga kali daun-daun berguguran menyelimuti jalanan kota fana, dan tiga kali pula salju mencair membawa datangnya musim semi. Waktu mengalir tanpa ampun, tak peduli pada raja fana yang lengser maupun pengemis yang mati kedinginan di sudut jalan.

​Di usianya yang kini menginjak dua puluh satu tahun, penampilan Li Yun tidak banyak berubah. Ia tetaplah Tabib Li yang tenang, sopan, dan bertangan dingin. Namun, di balik kemeja linen kasarnya, sebuah transformasi tak kasat mata telah mengakar dalam senyap.

​Berkat dedikasi tanpa henti mempraktikkan Sutra Pernapasan Kayu Mati setiap malam, Li Yun akhirnya menembus Lapis Ketiga Pengumpulan Qi.

​Di dunia kultivasi, menghabiskan waktu tiga tahun lebih hanya untuk mencapai Lapis Ketiga adalah lelucon yang akan membuat seekor anjing penjaga sekte tertawa. Rata-rata murid luar dari sekte paling miskin pun bisa mencapainya dalam setengah tahun. Namun, kualitas energi di Dantian Li Yun sama sekali berbeda. Jika Qi milik murid sekte pada umumnya ibarat kabut tipis yang liar dan mudah goyah, Qi milik Li Yun adalah setetes embun pagi yang padat, berat, dan tenang. Ia memiliki kendali absolut atas setiap untaian energinya.

​Meski begitu, Li Yun sadar ia telah mencapai dinding tebal.

​Energi spiritual di Kota Daun Gugur terlalu kering. Akar-akar herbal fana tidak lagi memberikan esensi yang cukup untuk mendorong terobosannya. Jika ia bersikeras menetap di sini demi kenyamanan, ia mungkin akan mati karena usia tua sebelum bisa menyentuh ambang pintu Pembentukan Fondasi. Dunia kultivasi adalah lautan darah, namun seseorang tidak bisa menangkap ikan naga jika tidak berani meninggalkan kolam lumpur.

​Malam itu, diterangi cahaya lilin yang bergoyang, Li Yun membentangkan sebuah peta usang peninggalan kakek gurunya. Jari telunjuknya yang ramping menelusuri garis pegunungan di sebelah timur, berhenti di sebuah area yang dilingkari tinta pudar.

​Lembah Seratus Obat.

​Itu bukanlah sekte besar yang dihormati, melainkan sebuah faksi kelas tiga yang berfungsi sebagai pengepul sumber daya. Lembah itu mempekerjakan ribuan manusia fana dan kultivator tingkat rendah untuk menanam, memanen, dan memproses ramuan spiritual tingkat bawah sebelum disetorkan ke sekte-sekte raksasa di pusat benua.

​Bagi para jenius kultivasi, tempat itu adalah ladang budak yang hina. Namun bagi Li Yun, Lembah Seratus Obat adalah surga persembunyian yang paling sempurna.

​Di sana, orang mati setiap hari karena serangan monster liar, keracunan miasma, atau konflik perebutan lahan. Faksi itu selalu kekurangan tenaga medis. Mereka tidak peduli dari mana asal seseorang, selama orang itu bisa meracik obat penawar dan menjahit luka robek para pencari herbal. Seorang tabib keliling dengan kultivasi rendah tidak akan pernah menarik perhatian para Tetua Inti Emas. Di tempat seperti itulah ia bisa mencuri sumber daya, membedah karakteristik herbal spiritual, dan membangun fondasinya tanpa sorotan mata dewa.

​Keputusannya telah bulat.

​Keesokan paginya, Li Yun memanggil Xiao Wu, asisten mudanya yang telah belajar di bawah bimbingannya selama dua tahun terakhir. Xiao Wu adalah pemuda yatim piatu yang cerdas dan jujur.

​"Mulai hari ini, sertifikat tanah klinik ini dan seluruh isinya adalah milikmu," ucap Li Yun tenang, menyerahkan sebuah gulungan perkamen yang telah dibubuhi stempel resmi Penguasa Kota.

​Xiao Wu terbelalak, lututnya langsung lemas dan ia bersujud di lantai kayu. "G-Guru! Apakah hamba berbuat salah? Mengapa Anda mengusir hamba dan menyerahkan tempat ini? Anda mau pergi ke mana?!"

​Li Yun tersenyum tipis, membantu pemuda itu berdiri. "Kau tidak berbuat salah, Wu. Kemampuan akupunktur dan resep sup herbalmu sudah cukup untuk menangani delapan puluh persen penyakit di kota ini. Ingat pesan utamaku: jangan pernah serakah, dan jika berhadapan dengan orang seperti Ma Hu, mengalahlah setapak untuk hidup seribu langkah. Aku harus pergi jauh ke timur. Penyakit di tubuhku... membutuhkan herbal yang tidak tumbuh di tanah fana ini."

​Itu adalah kebohongan yang dirangkai dengan sempurna. Li Yun telah menghabiskan sebulan terakhir mencampurkan ramuan Getah Akar Pucat ke dalam tehnya sendiri. Ramuan itu membuat kulitnya terlihat kekuningan dan napasnya sesekali terdengar berat. Di mata warga kota fana, Tabib Li yang baik hati sedang menderita penyakit kronis misterius dan harus mengembara mencari obat penyambung nyawa. Tidak akan ada yang mencarinya, dan tidak ada yang curiga jika ia tidak pernah kembali.

​Malam sebelum keberangkatannya, Li Yun membersihkan ruang bawah tanahnya untuk terakhir kali.

​Ia memindahkan batu giok pusaka itu ke dalam sebuah kantong kulit berlapis timah hitam untuk menghalangi jejak spiritual, menjahit kantong itu langsung ke lapisan dalam kemejanya, tepat di atas jantung. Adapun patahan pedang perak milik kultivator mati tiga tahun lalu, Li Yun mengambil langkah ekstrem. Ia tidak membawanya utuh. Menggunakan larutan asam dari empedu kalajengking pasir, ia melarutkan ukiran identitas sekte di bilah pedang itu, menumbuknya dengan paksa menggunakan palu baja fana, lalu menyamarkannya di dalam bongkahan arang hitam. Benda itu mungkin berharga, tapi nyawanya lebih berharga.

​Tepat saat fajar menyingsing, sebelum pedagang sayur pertama memasuki jalanan kota, Li Yun melangkah keluar dari Klinik Tabib Li.

​Ia tidak mengenakan jubah sutra yang elegan, melainkan jubah rami tebal berwarna abu-abu kusam yang sudah ditambal di bagian sikunya. Di punggungnya terdapat keranjang bambu berisi peralatan medis, beberapa toples herbal fana, dan bekal kering. Rambutnya diikat asal-asalan dengan jepit kayu patah.

​Ia sengaja mengatur Sutra Pernapasan Kayu Mati untuk menekan kultivasinya ke Lapis Pertama Pengumpulan Qi. Fluktuasi energinya sangat lemah, nyaris tak menentu, persis seperti seorang tabib keliling yang kebetulan menemukan teknik pernapasan amatir dan berlatih asal-asalan demi kesehatan tubuh. Profil yang benar-benar tidak berharga di mata pembunuh mana pun.

​Langkahnya pelan namun stabil. Angin musim gugur menerpa wajahnya, menerbangkan beberapa helai daun kering melewati pundaknya.

​Li Yun menatap jalan tanah yang membelah hutan menuju cakrawala timur. Dunia di depan sana adalah arena pembantaian yang dipenuhi monster bertubuh naga dan kultivator yang bisa meratakan gunung. Ia hanyalah sebutir debu yang memasuki badai.

​"Waktunya masuk ke dalam air keruh," gumamnya pelan pada angin pagi.

​Sosok abu-abu itu perlahan menyatu dengan kabut fajar, meninggalkan Kota Daun Gugur untuk selama-lamanya.

1
Armoire
1 vote meluncur lah /Drool//Drool/
ARay
mantap Thor 😎
ARay
bagus ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!