NovelToon NovelToon
Bisu, Tapi Membisu

Bisu, Tapi Membisu

Status: sedang berlangsung
Genre:Orang Disabilitas / Hamil di luar nikah / CEO
Popularitas:83k
Nilai: 5
Nama Author: Nana 17 Oktober

Zinnia Arunika terlahir tanpa suara. Tapi malam itu, di tepi pantai saat perpisahan kampus, bahkan jika ia bisa berteriak sekalipun, mungkin tak akan ada yang mendengar.

Niatnya menolong seorang pria yang diduganya hendak mengakhiri hidup justru berakhir menjadi malam paling kelam dalam hidupnya.

Pria itu, Arvid Danendra, berada di bawah pengaruh obat dan kehilangan kendali. Ia merenggut kesucian Zinnia.

Sebelum pergi karena keadaan darurat, ia meninggalkan sebuah cincin dan janji tanggung jawab.

Siapa sangka, Zinnia malah mengandung anak dari malam yang ingin ia lupakan. Ia memilih diam, tak menuntut haknya karena dunia pria itu berbeda darinya. Arvid pewaris keluarga konglomerat dan keluarganya tak pernah dirancang untuk menerima gadis sepertinya.

Zinnia yang bisu memilih membisu. Namun bagaimana saat takdir memaksa mereka kembali bertemu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana 17 Oktober, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15. Suara yang Tak Bisa Dilupakan

Pesan dari ibunya kembali datang.

Ibu: Katanya keluarga Dandy sedang bicara soal perjodohan.

Jantung Zinnia seperti berhenti sesaat. Tangannya yang memegang ponsel perlahan turun.

Dandy... Dijodohkan?

Dulu, kabar seperti itu mungkin akan membuat dunianya runtuh. Ia mungkin akan menangis. Bertanya kenapa. Marah kepada keadaan. Bahkan mungkin berusaha mempertahankan Dandy dengan segala cara.

Karena Dandy adalah orang yang selama ini selalu membuatnya merasa cukup. Orang yang tidak pernah mempermasalahkan cara Zinnia berkomunikasi.

Orang yang memahami bahasa tangannya bahkan ketika orang lain membutuhkan waktu untuk memahaminya.

Tetapi malam ini...

Tidak ada tangis. Tidak ada amarah. Hanya ada rasa nyeri yang pelan-pelan muncul di dada.

Zinnia menunduk. Ia masih mencintai Dandy. Setidaknya, sebagian dari hatinya masih demikian.

Namun, perasaan itu sekarang bercampur dengan sesuatu yang jauh lebih berat. Rasa bersalah.

Tangannya bergerak mengambil ponsel kembali.

Zinnia: Ibu dapat kabar dari siapa?

Ibu: Ibu juga belum tau pasti. Makanya Ibu tanya kamu dulu.

Zinnia terdiam. Ibunya mengirim pesan lagi.

Ibu: Kamu masih mau pertahanin hubungan kalian?

Zinnia membaca kalimat itu berulang kali. Ia tidak langsung menjawab. Pandangannya beralih pada tangannya sendiri. Tangan yang beberapa hari lalu gemetar ketika menyentuh tubuhnya sendiri.

Tangan yang masih mengingat malam di pantai itu. Tangan yang sampai sekarang belum sanggup melupakan apa yang telah terjadi.

Zinnia memejamkan mata.

Dulu, ia mungkin akan takut kehilangan Dandy. Sekarang, yang lebih ia takuti justru bagaimana jika Dandy tetap tinggal.

Bagaimana jika suatu hari Dandy tahu semuanya? Bagaimana jika ia tahu bahwa Zinnia mengandung anak dari laki-laki lain? Bagaimana jika Dandy melihatnya bukan sebagai perempuan yang sama lagi?

Zinnia membuka mata. Ia mengetik. Menghapus. Mengetik lagi. Akhirnya, ia hanya mengirim satu kalimat.

Zinnia: Aku gak tau, Bu.

Ibunya tidak langsung membalas. Beberapa saat kemudian, satu pesan masuk.

Ibu: Kamu masih sayang sama Dandy?

Zinnia menggigit bibir bawah. Pertanyaan itu jauh lebih sulit daripada yang ia kira. Ia menatap nama Dandy di daftar percakapan.

Masih ada foto mereka di sana. Masih ada pesan-pesan lama. Masih ada begitu banyak kenangan yang membuat dadanya hangat.

Namun kali ini, Zinnia menyadari sesuatu. Mencintai seseorang tidak selalu berarti kita mampu tetap bersamanya.

Ia tidak tahu apa yang akan terjadi setelah ini. Ia bahkan belum sepenuhnya bisa menerima bahwa dirinya benar-benar hamil.

Tetapi satu hal sudah berubah. Zinnia tidak lagi bisa membayangkan masa depannya bersama Dandy seperti dulu.

Bukan karena ia berhenti mencintainya. Melainkan karena ada bagian dari dirinya yang merasa telah berubah selamanya.

Jari Zinnia kembali bergerak.

Zinnia: Aku masih sayang.

Ia berhenti. Lalu menambahkan:

Zinnia: Tapi mungkin... aku gak bisa terus sama Dandy kayak dulu.

Pesan itu terkirim. Zinnia meletakkan ponselnya di samping tubuh. Beberapa detik kemudian, layar kembali menyala.

Ibu: Kenapa?

Zinnia menatap pesan itu. Matanya mulai terasa panas. Namun, ia tidak menjawab. Bukan karena tidak ingin. Ia hanya belum sanggup menceritakan alasan sebenarnya.

Akhirnya, Zinnia menarik selimut hingga menutupi tubuhnya dan memalingkan wajah.

Malam itu ia menyadari bahwa kehilangan Dandy mungkin akan menyakitkan. Tetapi mempertahankan Dandy sambil menyembunyikan luka yang dibawanya mungkin akan jauh lebih menyakitkan.

Dan Zinnia belum tahu mana yang lebih ia takuti.

***

Sepulang kerja, Zinnia mampir ke sebuah minimarket. Sejak mengetahui dirinya hamil pagi tadi, pikirannya tidak pernah benar-benar tenang.

Namun, ia tetap harus bekerja. Ia tidak ingin kehamilan ini membuat kondisi tubuhnya menurun lalu mengganggu pekerjaannya. Setidaknya, ia harus berusaha menjaga dirinya tetap sehat.

Zinnia berdiri di depan rak minuman. Matanya menyusuri berbagai kemasan sebelum berhenti pada beberapa produk yang ditujukan untuk ibu hamil.

Susu ibu hamil...

Tangannya terulur mengambil salah satunya. Ia membaca kandungan pada kemasan dengan saksama.

"Mungkin ini bisa membantu," pikirnya.

Zinnia memasukkan satu kotak ke keranjang. Saat hendak beranjak, sebuah suara terdengar dari belakangnya.

“Halo.”

Langkah Zinnia terhenti.

“Iya. Besok langsung kirim ke aku.”

Deg.

Jantungnya seolah berhenti berdetak selama beberapa detik. Suara itu...

Zinnia perlahan menoleh. Seorang pria berdiri tidak jauh darinya, sedang berbicara melalui telepon. Postur tubuhnya mirip dengan pria yang berpapasan dengannya di restoran kemarin. Pria yang sejak awal terasa begitu familiar. Namun, bukan hanya posturnya. Suara itu.

Zinnia menatap pria tersebut dengan napas tertahan. Mirip. Sangat mirip dengan suara yang ia dengar malam itu. Suara pria di pantai. Pria yang selama ini hanya tersimpan dalam ingatannya sebagai potongan-potongan suara, aroma, dan sentuhan yang ingin ia lupakan.

Zinnia menggenggam keranjang belanja lebih erat.

"Apa dia?" pikirnya. "Gak mungkin. Tapi..."

Zinnia langsung meletakkan keranjangnya. Pria itu sudah berjalan menuju pintu keluar. Zinnia buru-buru mengejarnya.

“Tunggu...”

Suara itu hanya tertahan di tenggorokannya. Beberapa langkah sebelum mencapai pintu, seseorang tiba-tiba berjalan dari arah berlawanan.

Bruk!

Zinnia tidak sengaja menabraknya. Keranjang belanja hampir terlepas dari tangan orang yang ia tabrak.

Ia segera membungkuk dan menyatukan kedua tangan di depan dada sebagai permintaan maaf.

Orang itu mengangguk dan berlalu.

Zinnia langsung menoleh kembali. Pria tadi sudah tidak terlihat. Matanya menyapu seluruh area minimarket. Tidak ada.

Ia bergegas keluar. Namun, jalan di depan minimarket sudah dipenuhi orang yang berlalu-lalang.

Zinnia berdiri terpaku. Ia menoleh ke kanan, lalu ke kiri. Tetap laki-laki itu tidak ada. Tangannya perlahan turun.

Suara itu masih terngiang di kepalanya. Suara yang selama ini ia coba lupakan. Suara pria yang mungkin... adalah ayah dari anak yang kini tumbuh di dalam rahimnya.

 

Akhirnya, Zinnia pulang ke kontrakannya. Namun, sepanjang perjalanan, pikirannya tidak bisa lepas dari pria yang ditemuinya di minimarket tadi.

Posturnya. Suaranya. Semuanya terasa begitu familiar.

Benarkah dia pria yang sama?

Zinnia turun dari angkutan umum di dekat kontrakannya. Ia melangkah beberapa meter sebelum tiba-tiba berhenti. Entah mengapa, ia merasa seperti sedang diperhatikan.

Zinnia perlahan berbalik. Matanya sedikit melebar. Tubuhnya seketika membeku. Sosok yang berdiri beberapa langkah di depannya...

 

...🔸🔸🔸...

...“Ada kenangan yang ingin kita lupakan, tetapi bukan berarti ia akan berhenti mencari jalan untuk mengingatkan kita pada kenyataan.”...

..."Nana 17 Oktober"...

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

1
Siti Jumiati
sabaaaar arvid
Fitra Sari
lanjut donk KK 🙏🙏🙏 doubel bnyak pkoknya ♥️♥️
Cicih Sophiana
mulai lah belajar saling memahami dan menghargai pendapat pasangan...
Cicih Sophiana
cinta akan datang jika mereka saling menghormati dan saling pengertian..
Anitha
Sabar ya Ar butuh waktu bagi Zinnia untuk kamu sentuh🤭tapi Zin ga apa² kalo Arvid mau cium kamu Arvid akan tambah cinta dan sayang sama kamu..

duh itu Merry nyewa detektif semoga saja tercium oleh Arvid gimana reaksi Arvid jika tau mamanya nyelidiki Zinnia?
Cicih Sophiana
ngidam nya Arvid seharus nya klo dekat Zinnia sembuh kak Nana... biar Arvid mau nya deket terus dgn Zinnia 🫢😄
Cicih Sophiana
aq yakin percaya klo Arvid orang baik yg bertanggung jawab...bukan cuma omdo
Cicih Sophiana
kebanyakan atau hampir semua ibu pasti seperti ibu Riri...
Cicih Sophiana
semoga walau mungkin dgn perjuangan yg alot orang tua Arvid akhir nya menyetujui pernikahan mereka...
Cicih Sophiana
semoga orang tua nya Arvid mau menerima Zinnia apa ada nya...
kak Nana kasih keajaiban untuk Zinni dong... dia bisa bicara setelah nikah 🫢
Cicih Sophiana
semoga pernikahan ini akan membawa kebahagiaan untuk kedua belah pihak...
abimasta
yang sabar ya arvid
Cicih Sophiana
VOTE untuk kak Nana... semangat dan sehat slalu
Cicih Sophiana
klo Arvid gak mau tanggung jawab gak mungkin mecari dan menyelidiki nya...
Cicih Sophiana
harus terima dong bu... klo gak di terima kasihan Zinni dan anak nya... takut nya nanti klo sekolah di bully teman nya...
Cicih Sophiana
Arvid niat nya baik Zinni percaya aja... jangan di larang dia kan udah janji mau bertanggung jawab
Siti Jumiati
up
Cicih Sophiana
ayo ah Zinnia buang dulu prasangka buruk nya... mungkin kalian jodoh nya dgn cara begitu... yakinlah Arvid akan melindungi mu dan anak mu dari siapa pun yg akan menyakiti mu..
Cicih Sophiana
Zinnia kasian anak mu klo kamu masih menyangkal... anak jg butuh kasih sayang seorang ayah Zinnia... jujur aja sekarang jgn menyangkal lg
Cicih Sophiana
pantau aja terus Nita... kamu nanti jg akan tau klo Zinnia sedang mengandung anak nya Arvid 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!