NovelToon NovelToon
Kaget, Tiba-Tiba Jadi Istri Bos

Kaget, Tiba-Tiba Jadi Istri Bos

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:23.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rizza Khan

Aisha Senjani mahasiswa matematika yang baru menyelesaikan pendidikannya di universitas luar negeri dan mendapatkan pekerjaan di sana. Setelah kurang lebih sebulan ia mengambil cuti untuk pulang ke tanah air, sejak menyelesaikan pendidikannya ia belum pernah sama sekali pulang kampung. Dihari kepulangannya ternyata di rumah sedang ada acara pernikahan sang kakak, ia tidak tahu sama sekali tentang hal itu.

Namun, sang kakak kabur disaat mempelai Pria dan rombongan sudah datang. Pihak pria tidak ingin membatalkan karena akan merusak nama baik keluarganya. Sehingga sang mempelai meminta Aisha jadi penggantinya.

Apakah Aisha akan menerima perkawinan tiba-tiba ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizza Khan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Pesta resepsi yang megah itu akhirnya selesai menjelang tengah malam. Lampu-lampu hias yang berpendar di pelataran rumah mulai dimatikan satu per satu, meninggalkan keheningan yang panjang dan dingin.

Aisha duduk membisu di kursi belakang mobil Alphard hitam milik Zavran.

Tubuhnya terasa begitu letih, bukan hanya karena kelelahan fisik, melainkan karena gejolak emosi dan keputusasaan yang menguras seluruh tenaganya sepanjang hari.

Ia memiringkan kepalanya, menatap bayangan lampu jalanan Jakarta yang melintas cepat di balik kaca mobil yang gelap.

Di sampingnya, Zavran duduk tegap membelakangi jendela. Pria itu sudah melepas jas beskapnya, menyisakan kemeja putih yang lengan bajunya digulung hingga ke siku.

Tatapannya lurus ke depan. Tak ada satu pun kata yang terucap di antara mereka selama perjalanan belasan kilometer tersebut.

Suasana di dalam mobil terasa begitu mengimpit, seolah udara di sekeliling mereka membeku.

Beberapa puluh menit kemudian, mobil melaju melintasi gerbang besi yang terbuka otomatis, memasuk area halaman luas sebuah rumah mewah bergaya modern minimalis di kawasan Jakarta.

Supir pribadi melangkah cepat membuka pintu mobil. Zavran keluar lebih dulu tanpa menoleh sedikit pun, melangkah tegap menuju pintu utama rumah.

Aisha menghela napas, lalu melangkah keluar merapikan kebayanya dan menuntun langkahnya mengikuti pria itu dari belakang.

Zavran melonggarkan kancing teratas kemejanya, lalu berbalik tepat sebelum melangkah masuk menembus pintu utama.

Pria itu menyilangkan kedua tangannya di dada, menatap Aisha lekat-lekat dengan manik mata yang amat tajam.

"Selamat datang di rumah saya, Aisha," ujar Zavran.

Aisha menghentikan langkahnya di hadapan Zavran.

"Terima kasih," sahut Aisha singkat.

"Kamar kamu ada di lantai dua, pintu pertama di sebelah kanan," tutur Zavran.

"Semua pakaian dan barang-barang yang kamu bawa dari bandara sudah dimasukkan ke sana oleh supir saya."

"Kamar kamu? Maksudnya... kita pisah kamar?"

Zavran mengulas senyum tipis.

"Kenapa? Kamu berharap kita tidur di satu kamar yang sama?"

"Tentu saja tidak. Justru saya sangat bersyukur kalau kamu tahu batasan."

Zavran tertegun sejenak. Pria itu melangkah maju, memangkas jarak di antara mereka. Ia menundukkan kepalanya sedikit, menatap lurus ke dalam manik mata Aisha.

"Dengar baik-baik, Aisha Senjani," bisik Zavran.

"Pernikahan ini terjadi karena kesepakatan untuk menyelamatkan nama baik keluarga saya dan keluarga kamu dari kelakuan bodoh kakakmu. Saya tidak pernah meminta pernikahan ini, dan saya yakin kamu pun sama."

Aisha tidak mundur satu langkah pun. Ia tetap berdiri tegap menantang tatapan Zavran.

"Di rumah ini, kamu bebas melakukan apa saja yang kamu mau," lanjut Zavran dingin.

"Tapi ingat satu hal, jangan pernah mencampuri urusan pribadi saya, dan jangan pernah berharap saya akan memperlakukan kamu seperti seorang istri pada umumnya. Di mata saya, kamu tidak lebih dari sekadar jaminan dari kehancuran bisnis Ayahmu. Dan...jangan bilang kesepakatan ini pada ayah saya, kamu harus terlihat seperti selayaknya seorang istri di depan ayah!"

Aisha tertawa sumbang.

"Perlakuan seperti istri?" sembur Aisha.

"Jangan percaya diri, Zavran! Saya menikah dengan kamu hari ini bukan karena saya menginginkan kamu, dan bukan juga karena saya peduli dengan harta atau rumah mewahmu ini!"

Aisha melangkah lebih dekat, menunjuk tepat ke dada tegap Zavran.

"Saya mau berdiri di meja akad tadi cuma karena saya kasihan melihat Ayah saya mengemis di depan kamu, dan saya ingin bayar tuntas semua hutang budi saya pada keluarga yang sama sekali tidak pernah menghargai saya!" napas Aisha memburu kencang.

"Jadi kamu tenang saja... saya bisa menjadi selayaknya istri di depan orangtua kamu. Dan...saya tidak akan pernah minta kasih sayang, perhatian, atau bahkan sentuhan dari pria berhati batu seperti kamu!"

Zavran membisu. Rahangnya mengeras saat mendengar ucapan tajam gadis di hadapannya.

Pria yang biasanya selalu menang dalam setiap perdebatan bisnis itu mendadak kehilangan kata-kata. Keberanian dan ketegasan Aisha dalam menyuarakan luka hatinya membuat dada Zavran bergemuruh aneh.

"Terima kasih atas tumpangannya." tutup Aisha dingin.

Tanpa menunggu tanggapan dari Zavran, Aisha menuntun langkahnya masuk ke dalam rumah, dan kemudian disusul oleh Zavran

***

1
Eneng Risbayani
mana updateannya
Rizza: Ditunggu ya, Kak. Author lagi ada kegiatan jadi belum sempat update kak😊🙏
total 1 replies
Rian Moontero
mampiir👍
Rizza: Makasih udh mampir Kak🙏 semoga suka ceritanya😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!