NovelToon NovelToon
Sistem Ibu Super Hebat

Sistem Ibu Super Hebat

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:10.3k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Dewi Anjani yang baru saja dipecat dan nyaris bangkrut, tiba-tiba dipeluk erat oleh bocah tiga tahun bernama Elvan yang menangis dan memanggilnya "Mama" di pinggir jalan. Belum hilang rasa kagetnya, ayah anak itu—Raka Mahardika, sang CEO Grup Lentera yang terkenal sedingin es—muncul dan menyodorinya sebuah kontrak gila untuk menjadi ibu bayaran. Keadaan menjadi semakin tak masuk akal ketika sebuah suara mekanis mendadak berbunyi di kepala Dewi: "Ding! Sistem Ibu Super Hebat diaktifkan!" Kini, berbekal misi-misi ajaib dari sistem dan tingkah menggemaskan Elvan, Dewi tidak hanya perlahan mencairkan hati beku sang CEO, tapi juga bersiap memberikan tamparan paling telak pada mantan istri Raka yang gila harta saat wanita itu berani kembali untuk mengacaukan keluarga barunya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Pagi hari di akhir pekan biasanya menjadi waktu yang tenang di Mansion Mahardika.

Namun bagi Dewi Anjani, kata tenang itu sama saja dengan membosankan.

Dewi berdiri berkacak pinggang di tengah-tengah kamar tidur Elvan yang sangat luas.

Matanya memindai setiap sudut ruangan dengan tatapan sangat kritis.

"Kamar ini harganya pasti miliaran, tapi kenapa rasanya kaku sekali seperti bangsal rumah sakit mewah?" batin Dewi sambil menggelengkan kepalanya.

Semua perabotan di kamar ini berwarna putih dan biru tua yang sangat monoton.

Mainan-mainan mahal memang tersusun rapi di rak kaca, tapi sepertinya tidak pernah disentuh sama sekali.

Elvan saat ini sedang duduk diam di atas karpet, bermain dengan sebuah mobil-mobilan kayu tanpa ekspresi berlebihan.

"Anak sekecil ini butuh warna dan kekacauan, bukan galeri seni yang membosankan," gumam Dewi pelan.

Ding!

Suara mekanis andalan sistem kembali menggema di kepala Dewi.

Layar biru transparan muncul berkedip-kedip tepat di depan matanya.

[Misi Harian: Hancurkan Kebosanan Kamar Sultan!]

[Kondisi: Tuan Muda Elvan membutuhkan stimulasi kreativitas dan tempat bermain yang merangsang imajinasi.]

[Misi: Sulap kamar kaku ini menjadi markas bermain rahasia dalam waktu dua jam!]

[Hadiah Penyelesaian: Poin Kasih Sayang +15 dan Skill Dongeng Pengantar Tidur Tingkat Dewa.]

[Hukuman Kegagalan: Anda harus membersihkan seluruh toilet mansion menggunakan sikat gigi bekas!]

Dewi langsung bergidik ngeri membaca barisan kalimat hukuman itu.

"Sistem sialan, kau benar-benar tahu cara membuatku merinding pagi-pagi," gerutu Dewi dalam hati.

Tanpa membuang waktu lagi, Dewi melangkah keluar kamar dan memanggil beberapa pelayan yang sedang berjaga di lorong.

Sejak Bi Marni dipecat dan diseret keluar mansion beberapa hari lalu, sikap para pelayan berubah drastis seratus delapan puluh derajat.

Tidak ada lagi tatapan meremehkan atau bisikan sinis di belakang punggung Dewi.

Mereka sekarang sangat patuh dan bahkan sedikit ketakutan setiap kali melihat Dewi.

"Mbak Dina, tolong carikan aku kardus-kardus besar bekas kulkas atau televisi di gudang ya," perintah Dewi pada salah satu pelayan muda.

"Dan Mbak Siska, tolong bawa selimut tebal cadangan, beberapa bantal besar, dan cat air yang aman untuk anak-anak."

Kedua pelayan itu saling berpandangan dengan wajah kebingungan.

"Maaf Nona Dewi, untuk apa barang-barang bekas itu dibawa ke kamar Tuan Muda?" tanya Dina ragu-ragu.

Dewi tersenyum lebar dengan mata berbinar penuh semangat.

"Kita akan membuat proyek pembangunan markas rahasia paling keren sejagat raya!" jawab Dewi antusias.

Meskipun bingung, kedua pelayan itu tidak berani membantah dan langsung berlari melaksanakan perintah Dewi.

Setengah jam kemudian, kamar Elvan yang tadinya rapi jali kini berubah menjadi area konstruksi.

Tiga buah kardus raksasa tergeletak di tengah ruangan, berserakan bersama bantal dan selimut beraneka warna.

Elvan menatap tumpukan barang itu dengan mata bulat yang penuh rasa penasaran.

"Mama, ini buat apa? Mau pindahan ya?" tanya Elvan sambil memiringkan kepalanya dengan lucu.

Dewi tertawa renyah dan berjongkok menyamakan tingginya dengan Elvan.

"Bukan sayang, kita akan membuat istana benteng pertahanan."

"Nanti Elvan jadi rajanya, dan Mama jadi ksatria pelindungnya, setuju?" tawar Dewi sambil mengulurkan jari kelingkingnya.

Elvan langsung bersorak kegirangan dan menautkan jari kelingking kecilnya ke jari Dewi.

"Setuju! Elvan mau jadi raja yang punya pedang panjang!" seru anak itu melompat-lompat senang.

Srek. Srek.

Dewi mulai memotong bagian pintu dan jendela di kardus-kardus besar itu menggunakan gunting pemotong.

Dia lalu menyambungkan ketiga kardus itu hingga membentuk lorong panjang yang bisa dimasuki oleh orang dewasa jika merangkak.

"Nah, istananya sudah berdiri, tapi warnanya masih jelek kecokelatan," ucap Dewi pura-pura berpikir.

"Bagaimana kalau kita cat istananya pakai tangan kita sendiri?" usul Dewi sambil membuka kaleng cat air ramah anak.

Mata Elvan langsung berbinar-binar melihat warna merah, kuning, dan biru yang mencolok.

Selama ini, pengasuh lamanya selalu melarang Elvan bermain kotor karena takut dimarahi oleh Tuan Raka.

"Boleh Mama? Nanti Papa marah tidak kalau tangan Elvan kotor?" tanya anak itu ragu-ragu.

Dewi langsung mencelupkan telapak tangannya ke dalam cat kuning dan menempelkannya ke dinding kardus.

Plak!

Sebuah cap tangan berwarna kuning terang langsung tercetak jelas di sana.

"Tentu saja boleh! Urusan Papa nanti biar Mama yang hadapi. Ayo, Elvan cap tangan yang banyak di sini!" seru Dewi memberi semangat.

Ragu-ragu, Elvan ikut mencelupkan kedua tangan gembilnya ke cat warna merah.

Plak! Plak!

Anak itu tertawa lepas saat melihat cap tangan merahnya tertinggal di atas kardus.

Hanya dalam waktu lima belas menit, kekacauan yang sangat menyenangkan terjadi di kamar itu.

Bukan hanya kardus yang penuh warna, tapi wajah Dewi dan pipi Elvan juga sudah cemong oleh coretan cat air.

Dewi lalu mengambil selimut tebal dan menyampirkannya di atas kardus, menahannya dengan bantal-bantal besar agar tidak rubuh.

"Taraaa! Markas Rahasia Raja Elvan sudah siap!" seru Dewi merentangkan kedua tangannya.

Bentuknya memang sangat absurd dan berantakan, tapi di mata seorang anak berusia tiga tahun, itu adalah istana terhebat di dunia.

"Asyik! Ayo masuk Mama, ayo masuk!" Elvan menarik tangan Dewi dan merangkak masuk ke dalam lorong kardus itu.

Bagian dalam benteng selimut itu terasa sangat hangat dan remang-remang.

Dewi meletakkan lampu tidur kecil yang memancarkan cahaya bintang-bintang di atap kardus.

"Wah, ada bintangnya Mama!" tunjuk Elvan dengan mulut terbuka lebar karena kagum.

Di saat Dewi dan Elvan sedang asyik memakan biskuit cokelat di dalam benteng kardus, sebuah mobil sedan hitam memasuki pekarangan mansion.

Itu adalah Raka.

Hari ini adalah hari Sabtu, dan untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, Raka memutuskan untuk pulang lebih cepat dari kantor.

Pria sedingin es itu entah kenapa merasa rindu dengan suasana rumah yang belakangan ini terasa jauh lebih berisik.

Tap. Tap. Tap.

Langkah sepatu kulit Raka bergema di tangga saat dia naik menuju lantai dua.

"Bram, di mana Elvan dan pengasuhnya itu?" tanya Raka tanpa menoleh pada ajudannya yang mengekor di belakang.

"Sepertinya Nona Dewi dan Tuan Muda ada di dalam kamar, Tuan Raka," jawab Bram sopan.

Ceklek.

Raka memutar kenop pintu kamar Elvan dan mendorongnya terbuka.

1
Dewiendahsetiowati
Marisa cari lawan yang salah,siap2 nyungsep deh
kiyoe: hehehe iyaa kak salah nya sendiri waktu si Raka jatuh bangkrut malah bawa kabur uang di brankas dan menikah lagi sama si kevin🤭
total 1 replies
RaMna Hanyonggun Isj
𝑻𝒊𝒅𝒂𝒌 𝒔𝒂𝒍𝒂𝒉 𝒕𝒂𝒅𝒊 𝑪𝒉𝒆𝒇 𝑨𝒓𝒏𝒐𝒍𝒅😄😄
Astiana 💕
nah gitu dong akhirnya menikah beneran juga 🤣
kiyoe: hehehe 🙏
total 1 replies
Astiana 💕
perasaan dewi dan raka belum menikah deh🤔
cuma sekedar tandatangan kayak nya
kiyoe
okeey kaka makasih yaa kak atas dukungan nya 🙏
aldo
lanjut author
kiyoe
pasti kak Dewiendahsetiowati juga punya sistem yaa
Dewiendahsetiowati
jangan takut Dewi pasti sistem akan bantu
kiyoe: jangan² kak Dewiendahsetiowati juga punya sistem yaa hehe🤭
total 1 replies
Adelina Lin
thor, hancurkan saja kariernya si marisa, biar dia tau rasa bagaimana jadi gembel
kiyoe: hehehe tunggu update bab selanjutnya yaa kak 🤭
total 1 replies
Astiana 💕
lanjut thor💪🏻
kiyoe: heheh terimakasih kak Astiana terus ikutin cerita Dewi yaa kak dan semoga sehat selalu 🙏
total 1 replies
Astiana 💕
ayo dewi, semangat😁
kiyoe: Semangat juga kak Astiana
total 1 replies
Adelina Lin
thor, jangan sampai marisa menghancurkan kebahagian Elvan, kasihan dia masih kecil
Dewiendahsetiowati
menang banyak nih Dewi
Dewiendahsetiowati
mantab Dewi,bikin musuhmu keok
Adelina Lin
thor, jangan sampai rencana mantan isterinya Raka berhasil, kasih dia pelajaran yang paling berharga sama seperti Dewi kasih pelajaran ke pembantu yang jahat itu
kiyoe: hehehe siap kak 🙏
total 1 replies
Astiana 💕
jangan lupa, anak jadi jadian itu anak mu tuan raka🤣
mampir thor, saking asik nya baca lupa interaksi🤭
Astiana 💕: sama-sama ☺️🫰🏻
total 2 replies
Dewiendahsetiowati
salah lawan boz,nyesel kan pada akhirnya
kiyoe: hehehe iya nyesel kan pasti datang nya belakangan kak
total 1 replies
Adelina Lin
thor, kalau gk salah yang punya group lentera itu keluarganya ayodhya, bukan Raka Mahardika 🤭
kiyoe: heheh iyaa kak maaf yaa 🙏🤭
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
Marni durjana ternyata jadi mata2,hajar saja itu nenek peot
Dewiendahsetiowati
bikin mereka melongo dengan masakanmu Dewi🤣🤣
kiyoe: pastinya dong kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!