NovelToon NovelToon
Between Kook & V

Between Kook & V

Status: sedang berlangsung
Genre:BTS / BXB / Teen School/College / Diam-Diam Cinta
Popularitas:946
Nilai: 5
Nama Author: Axeira

Berisi kumpulan cerita KookV dari berbagai semesta. Romantis, komedi, gelap, hangat, sampai kisah yang tak pernah berjalan sesuai rencana.

Karena di antara Kook dan V,
selalu ada cerita yang layak diceritakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Axeira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8 ANAK DARI MASA DEPAN

Mansion Jeon–Kim tidak pernah benar-benar sepi.

Tapi hari itu…

rumah itu resmi kehilangan kewarasan.

“KEONHO JEON!”

Suara Taehyung menggema dari lantai dua.

Keonho, 17 tahun, berdiri di tengah ruang tamu sambil mengunyah keripik dengan santai. Kakinya naik ke meja. Hoodie hitam, rambut acak-acakan, wajah tanpa rasa bersalah.

“Iya, Mommy?”

“KENAPA RUMAH KITA KAYAK BASECAMP PERANG?!”

Keonho menoleh ke sekeliling.

Namjoon sedang rebahan di sofa sambil teriak-teriak main game.

Mingyu dan Seokmin berdebat soal siapa yang lebih kuat, sambil hampir menjatuhkan vas mahal.

Wonwoo duduk di sudut, tenang… mengawasi semuanya kayak mastermind.

Jisoo lagi ngerekam pakai ponsel.

“Ini namanya bonding lintas generasi,” jawab Keonho santai. “Terapi keluarga.”

Taehyung turun tangga dengan wajah siap meledak.

“KENAPA MEREKA ADA DI SINI?”

Jimin melambaikan tangan.

“Kita diundang Keonho.”

“DAN GUE GAK TAU!” Taehyung menoleh ke anaknya.

Keonho menunjuk Jungkook yang baru keluar dari dapur bawa minuman.

“Daddy bilang rumah ini rumah bersama.”

Jungkook berhenti jalan.

“…Gue bilang rumah ini punya aturan.”

Keonho tersenyum manis.

“Aturan pertama: tamu gak boleh lapar.”

“ATURAN ITU GAK ADA,” Taehyung menjerit.

Mingyu tertawa keras.

“Anaknya kombinasi kalian. Mulut Mommy, logika Daddy.”

Seokmin:

“Dan keberanian nol rasa takut.”

Wonwoo menatap Keonho lama.

“Lo yang nyusun ini semua?”

Keonho mengangguk.

“Simulasi.”

“Simulasi apa?” tanya Seokjin

“Chaos,” jawab Keonho jujur.

Jungkook menghela napas berat.

“Kenapa?”

Keonho menatap semua orang—wajahnya santai, tapi matanya serius.

“Karena dulu kalian juga berantakan sebelum jadi keluarga.”

Ruangan hening sesaat.

Jisoo menurunkan ponselnya.

“…Dia bener.”

Taehyung menatap anaknya lama.

“Kamu nyari apa sebenernya?”

Keonho mengangkat bahu.

“Jawaban.”

Jungkook mendekat, berdiri di depan Keonho, tinggi mereka hampir sejajar sekarang.

“Jawaban apa?”

“Kalau ribut, chaos, berisik… tapi tetap pulang bareng,” ucap Keonho.

“Itu masih keluarga, kan?”

Tidak ada yang langsung menjawab.

Lalu Yoongi bicara pelan:

“Keluarga itu bukan tenang. Tapi bertahan.”

Keonho tersenyum kecil.

Tiba-tiba—

BRAAAK.

Mingyu menjatuhkan bantal besar ke arah Seokmin.

Seokmin balas lempar remote.

Namjoon ikut nimbrung.

Jisoo teriak sambil ngakak.

Taehyung memejamkan mata.

“Rumah gue…”

Jungkook menyampirkan tangan ke bahu Taehyung.

“Dulu juga gini kan.”

Taehyung mendesah… lalu berkata pasrah:

“…Lima menit.”

Keonho menoleh cepat.

“Lima menit chaos,” Taehyung menegaskan.

“Habis itu bersih-bersih.”

Keonho bersorak.

“DENGER ITU?!”

Rumah meledak lagi oleh tawa.

Wonwoo menatap Jungkook sambil tersenyum tipis.

“Anak lo lebih bahaya dari Keonho kecil dulu.”

Jungkook mengangguk bangga.

Taehyung menatap mereka—

rumah berisik, berantakan, penuh suara.

Dan untuk pertama kalinya,

chaos itu terasa… utuh.

___

Taehyung tahu ada yang tidak beres sejak pagi.

Bukan karena rumah terlalu sepi—

justru karena Keonho terlalu rapi.

Anak itu turun tangga pakai kemeja hitam bersih, rambut disisir, sepatu kinclong.

Tidak ada hoodie.

Tidak ada ekspresi bandel.

Taehyung menoleh ke Jungkook yang lagi minum kopi.

“…Lo liat?”

Jungkook mengangguk pelan.

“Bahaya.”

Keonho berhenti di depan mereka.

“Mommy.. Daddy.”

Nada suaranya sopan.

Jungkook hampir tersedak.

“Ada apa?”

Keonho menarik napas dalam.

“Aku mau ngenalin seseorang.”

Sunyi.

Sunyi yang salah.

Taehyung berdiri perlahan.

“Siapa?”

Pintu depan terbuka.

Seorang gadis masuk—tinggi, rambut cokelat rapi, senyum gugup tapi sopan. Pakai sweater abu-abu, tangan dingin, mata jujur.

“Permisi,” ucapnya.

“Aku Han Seonghyeon.”

Keonho berdiri di sampingnya.

“Pacar aku.”

HENING.

Lalu—

“APA???”

suara itu keluar dari SEMUA ORANG di ruang tamu.

Karena, ya.

Hari itu mansion penuh.

Jimin menjatuhkan cemilan.

“PACAR?!”

Mingyu berdiri terlalu cepat.

“SEJAK KAPAN?”

Seokmin:

“KENAPA GUE MERINDING?!”

Wonwoo menatap Seonghyeon lama.

“Lo berani banget.”

Jisoo sudah siap dengan ponsel.

“GUE MAU LIVE.”

“JANGAN LIVE!” Taehyung refleks.

Jungkook melangkah maju satu langkah.

Tatapan dingin.

Mode Daddy protektif aktif.

“Nama lengkap?”

Seonghyeon menelan ludah.

“Han… Seonghyeon, Om.”

“Umur.”

“Delapan belas.”

“Sekolah.”

“Satu sekolah sama Keonho.”

Keonho menghela napas.

“Daddy, ini bukan interogasi kriminal.”

“Buat Daddy iya,” Jungkook datar.

Taehyung menyilangkan tangan.

“Sejak kapan?”

Keonho menjawab cepat.

“Tiga bulan.”

“TIGA BULAN?!” Jimin menjerit.

“Dan kita baru tau SEKARANG?” Mingyu ikut panik.

Seonghyeon membungkuk sopan.

“Maaf… Keonho bilang waktunya harus tepat.”

Semua menoleh ke Keonho.

Keonho mengangkat bahu.

“Liat kan? Mansion ini rame.”

Wonwoo tertawa kecil.

“Fair.”

Taehyung menatap Seonghyeon tajam.

“Kamu tau anak saya bandel?”

Seonghyeon mengangguk.

“Tau.”

“Keras kepala?”

“Tau.”

“Suka kabur?”

Keonho:

“MOM—”

“Tau,” Seonghyeon memotong lembut.

“Tapi dia tetap pulang.”

Ruangan hening.

Jungkook menatap gadis itu lebih lama.

“…Kamu tau resikonya pacaran sama dia?”

Seonghyeon menatap Keonho sebentar, lalu kembali ke Jungkook.

“Aku siap.”

Keonho tersenyum kecil.

Bukan senyum bandel.

Tapi senyum jatuh cinta.

Jisoo berbisik:

“Ini serius.”

Taehyung menghela napas panjang.

“Ke kamar.”

Keonho refleks tegang.

“Mommy mau marah?”

“Enggak,” jawab Taehyung.

“Mau ngomong.”

Keonho menoleh ke Seonghyeon.

“Lo yakin?”

Seonghyeon menggenggam tangannya.

“Yakin.”

Jungkook menutup mata sebentar.

“…Gue belum siap.”

Taehyung meliriknya.

“Kita juga dulu gak siap.”

Jungkook membuka mata.

“…Iya.”

Di belakang mereka, suara Jimin pelan tapi dramatis:

“Generasi chaos berlanjut.”

Mingyu:

“Versi lebih sopan.”

Wonwoo:

“Tapi lebih berani.”

Keonho melangkah pergi sambil menggenggam tangan Seonghyeon.

Dan mansion itu—

sekali lagi—

dipenuhi suara keluarga yang tidak sempurna, tapi nyata.

1
elleaa_
kapan lanjut lagi kakkk? aku menunguuuu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!