Kisah seorang dokter tentara berpangkat mayor yang jatuh hati kepada seorang apoteker di rumah sakit tempat mereka bekerja waktu pertama kali sang gadis datang wawancara. Mayor Jonathan Benjamin nama sang dokter, dia memiliki seorang anak perempuan usia enam tahun. Bertemu dengan Sophia Abigail seorang apoteker yang sudah memiliki seorang pacar yang adalah CEO David Alexander. Bagaimana kisah mereka???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cobaan Di Mulai
Nathan sudah menjalankan tugasnya. Dia tidak menyangka ternyata di rumah sakit ini dia kembali bertemu dengan Nathalia. Seingatnya Nathalia pindah dari rumah sakit Jakarta, tetapi tidak tahu jika dia ada di kota ini. Semenjak berakhir hubungannya dengan David, Nathan sudah tidak mau tahu soal Nathalia lagi.
"Dok, ketemu lagi." Nathan hanya tersenyum dan menunduk.
"Kamu tidak senang bertemu denganku."
"Terus terang saya tidak berharap dokter Lia."
"Tetapi takdir kita bertemu lagi. Jika kamu butuh bantuan seperti seorang istri saya siap. Saya yakin istri kamu tidak mungkin berada disini, meninggalkan kerajaan hartanya dan profesinya sebagai wanita karier."
"Sayang sekali, istri saya ada bersama saya disini. Dan sudah pasti bantuanmu tidak berguna."
Nathan langsung meninggakan dokter Lia dengan seribu tanda tanya di kepalanya. Menuju ke kantornya dan meminta nama - nama tenaga medis di rumah sakit ini dari bagian personalia. Dan betul dokter Nathalia Anastasya ada dalam daftar nama tenaga medis di rumah sakit ini.
Pulang kerumahnya selesai kegiatan di rumah sakit. Suasana hati Nathan berubah menjadi tentram ketika melihat istri dan kedua anaknya menyambut kedatangannya.
"I love you sayang."
"Love you more mas."
Nathan memberi ciuman mesra di bibir istrinya dan kemudian mengendong Nael dan Liu kedua jagoannya. Makanan yang menjadi favorite Nathan sudah tersedia di meja makan. Tentu disediakan oleh istri tercinta.
"Tadi tukang sayur di kompleks mas, aku belanja sayur - sayur segar dan bumbu - bumbu."
"Terima kasih sayang ini istimewa sekali sayang."
Nathan langsung memberi hadiah sebuah kecupan mesra dan sangat dalam di bibir istrinya. Selesai itu Nathan mengendong istrinya ketika selesai membereskan piring dan gelas kotornya di bantu Nathan suaminya. Menuju ke kamar mereka.
"Sayang, tadi aku bertemu dengan seseorang."
"Siapa???"
"Dokter Lia. Aku kaget dia ada di rumah sakit ini juga."
"Oooooooo. Jadi kangen."
"Sayang dengar dan lihat mas. Hanya kamu perempuan yang bisa mencintai aku dengan tulus. Hanya kamu yang membuat dada ini tak karuan detaknya. I love you."
Nathan langsung mencium bibir istrinya. Bukan hanya bibir, namun turun ke leher sampai ketempat - tempat sensitif lainnya. Bahkan sekarang tingkah Nathan seperti bayi yang sedang menerima asupan makanan dari ibunya.
"Mas......" Suara serak Sofi keluar dengan rintihan kecil karena bukan minum selayaknya namun mengigit juga.
"Mas mau sayang."
Sofi yang sudah tidak tahan lagi, pun mengijinkan suaminya melakukan penyatuan di siang hari menjelang sore ini. Durasi yang tidak lama dan juga tidak cepat. Yang jelas ini, membuat mereka terbuai dengan sentuhan mesra mengakibatkan suara desahan keluar dari mulut Sofi. Bunyi tubuh yang menyatu memenuhi ruangan ini. Sampai Nathan dan Sofi sama - sama mencapai puncak kenikmatan.
Sofi tertidur disamping tubuh suaminya dengan lemas. Nathan memberi kecupan mesra di kening istrinya.
"Terima kasih sayang. I love you."
"Love you more sayang."
Nathan memeluk istrinya dan membiarkan dia tertidur dalam pelukannya. Dia tetap memandang kecantikan istrinya yang penuh dengan peluh keringat. Sangat terlihat cantik dan seksi.
"Terima kasih, buat anugerah terindah ini Tuhan."
Nathan pun tertidur sambil memeluk istrinya. Kedua anak laki - lakinya sudah bangun dan susternya lagi memberikan makan buah buat mereka sambil bermain di halaman belakang rumah. Sofi yang mendengar suara anak - anaknya terbagun, dia berusaha turun dari tempat tidur namun di tahan oleh suaminya.
"Mas, kakak dan adek sudah bangun. Aku harus mengurus mereka mas."
Nathan bangun, langsing mengendong tubuh polos istrinya dan membawa ke kamar mandi. Mereka berdua sedang berada dibawa shower air hangat membersihkan diri dan siap untuk keluar kamar setelah selesai menganti baju. Nathan sudah keluar lebih dahulu dan bermain bersama kedua anaknya. Sementara Sofi di bantu suster menyiapkan baju buat kedua anaknya. Dan dia bersama Nathan memandikan kedua anaknya. Tentu Liu dan Nael senang sekali karena mami dan papinya mengurus mereka.
"Kakak senang mami."
"Karena??"
"Mami bisa mengurus kami."
"Maafkan mami sayang. Selama mami disini kalian berdua akan mami yang urus."
"Terima kasih mami."
"Papi akan membantu mami." Akhirnya mereka berempat saling berpelukan.