Riana... ia sempat berpikir Apakah ada dirinya di dunia lain tapi ia tidak tahu? Pertanyaan itu terus melanda di pikiran Riana. namun...
Brakk! ia tertabrak oleh mobil laju karena Ada seseorang yang mendorongnya.. dan...
Apa yang terjadi dengan riana? selamat? mati? atau semacamnya? Ayo lihatt!
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon penulis tapi ending sesuai mood, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rahasia
"Pemenangnya adalah... Peserta 37!"
Victoria, dan zane sangat senang akan kemenangan Riana. Sedangkan Lisa terkejut dengan hasilnya. Tapi derek dan kaisar yang kebingungan kenapa Tak ada tanda tanda riana yang menang, tapi malah Orang lain
"Baiklah, peserta 37. Tolong maju"
Riana pun maju dengan santai, langkah demi langkah untuk ke depan sangat Tenang. Ia tahu, 'Rahasia istana ini akan membuat ia tahu kebenarannya'
"Selamat, Sherry. Peserta 37 telah menjadi ilmuwan pertama di istana ini!"
Sorakan sorakan, Dan tepukan tepukan Selamat mulai bergema. Riana menundukkan kepala ketika diberi medali serta Jas ilmuwan
Yah.. ia tahu bahwa ia akan mengulangi Kesalahannya di masa lalu, tapi Riana berjanji. ia akan mendapatkan kebenaran dengan cara ini dan melepas Ibunya dari Ruang bawah tanah lalu hidup tenang bersama ibunya
Ketika acara itu selesai, Riana sedang berdiri di sudut. Dan derek pun berjalan mendekatinya
Riana yang dari tadi Menunggu target nya akhirnya Lega, karena ia ingin mencoba memeras Derek
"Nona sherry kan?" Tanya derek dengan senyuman
Riana menatap derek dan membalas senyumannya "ya, Pangeran"
"Apa nona siap bekerja menjadi ilmuwan istana?"
Riana terdiam 'Haa.. Pertanyaan ini lagi' gumam riana dalam hati "Ya, Pangeran. Saya siap"
Derek Tersenyum "Bagus, upah mu sebulan adalah 100 koin emas perak"
Riana tersenyum lalu mengangguk "Baik, Pangeran. Upah berapa pun saya Terima"
Derek mengangguk lalu Berjalan "ikut saya"
Riana pun berjalan Mengikuti derek dari belakang
Ketika mereka sampai, Riana memperhatikan laboratorium yang tampaknya baru di buat. Dan tempat laboratorium ini bawah tanah atau bisa di bilang goa besar karena ada Jendela yang memperlihatkan begitu besar goa i**ni
"Disini tempatnya, tempat kerja mu disini. Dan kamar mu ada di sebelah kantor kaisar di atas (istana)" Ucap derek, Sedangkan kaisar sedang berdiri di sebelah derek
Riana Hanya mengangguk "Baik, apa tugasku?" tanya riana sambil duduk di kursi tempat ia kerja
Kaisar pun mendekat ke arah sherry dengan tatapan tajam "Jangan mengecewakan saya, Kau akan membuat Obat yang tadi kau buat"
Riana tersenyum lalu mengangguk "Baik, Saya akan-"
"Tanpa Campuran penawar"
DEG!
Riana terkejut akan Perkataan Kaisar, kenapa ia bisa tahu racun tadi di campur penawar?
"Apa maksud.. yang mulia kaisar?" Tanya riana sambil tersenyum canggung
"Jangan Drama, Tadi kau campur dengan obat penawar kan? Makanya durasi nya sedikit?" Ucap Kaisar dengan Mata yang tajam
Riana menatap mata kaisar sambil mengernyitkan dahinya
Akhirnya riana mengalihkan pandangannya "Saya tidak mencampurinya dengan Obat penawar, itu mungkin Perasaan kaisar. Atau Bahan yang kalian Siapkan Tidak cukup untuk membuat racun yang kuat makanya durasinya Sebentar" Ucap riana, menaikkan kedua bahunya dengan wajah yang tidak tahu
"Nona sherry-"
"Tidak usah basa basi, Apa tugasku?" Tanya riana
kaisar pun menghela nafas frustasi, dan akhirnya derek yang berbicara "Nona sherry tinggal membuat obat tadi tanpa Penambahan apa apa" jawab derek
Riana mengangguk "Baiklah, aku akan Menyiapkannya. Pergilah"
"Tidak kau akan ditemani oleh anak buahku" Ucap kaisar
Riana pun menoleh ke belakang "Anak buahmu? Siapa-" Riana terkejut, ternyata benar. Orang yang mirip vodka ternyata bersengkongkol bersama Kaisar dan derek
Riana hanya bisa terpaku akan Orang yang mirip vodka, sedang kan kaisar dan derek beranjak pergi
Akhirnya riana duduk Dan mengerjakan tugas nya sambil di temani vodka di sebelahnya
riana menggoyangkan Kursinya, lalu melirik Vodka. Menyandarkan Punggungnya di kursi "Vodka, kan?"
Vodka terdiam Dengan pertanyaan sherry, Ia pun mengangguk. Riana kembali tersenyum "Apa.. Kau bersengkongkol dengan mereka?"
Vodka pun menatap Sherry dengan tajam "jangan terlalu banyak bicara, Selesaikan tugasnya. Nona sherry" ucapnya
Riana Menyeringai, seolah menantang vodka "Aku tidak akan mengerjakan tugas nya jika kau-" Pistol pun menempel pada Kepala riana tapi riana tambah semakin menantang "jika kau tidak mengatakannya"
"Diam, atau aku akan menembakmu" Ucap vodka, menekan Pistolnya semakin keras
Riana hanya bersikap tenang "Tembaklah, Aku tahu jika Kau menembakku. Bukan aku yang dihukum, tapi.." Riana melipat kedua tangannya di depan dada "Kau yang dihukum karena telah Membunuh ilmuwan pertama di organisasi Ini.. Kan?"
Vodka terkejut dengan perkataan sherry "sebenarnya kau siapa?"
Riana tertawa kecil "Sherry Vera tos"
rahang vodka mulai mengeras, Akhirnya ia menurunkan Pistolnya lalu Menyeringai "Sepertinya kau bukan orang sembarangan"
Riana mengangkat kedua Bahu, Tidak peduli "Aku hanya Memahami situasi, Tidak apa apa. Aku sudah siap untuk Bekerja sama dengan organisasi kalian" Ucapnya, ia mulai melanjutkan pekerjaannya
Vodka menghela nafas, menyimpan pistol di sakunya "Kita belum bisa memercayai anda nona, tapi sesuai dugaan nona. Kami memiliki organisasi dan kau sudah terlanjur bekerja sama dengan kami, jadi.. Kau tidak bisa Keluar dari pekerjaan ini"
Riana hanya mengangguk "aku tahu, Sudah ku bilang kan? Aku siap untuk pekerjaan ini" ucapnya sambil tersenyum
Vodka mengalihkan pandangannya "Tidak semudah itu, Kita akan mengawasi mu setiap jam dan setiap hari tanpa pengecualian"
Riana Tertawa "Aku suka diawasi, awasilah"
Awasilah, aku akan mempermainkan kalian~
Disisi lain
Cklek
"nona riana?" Tanya derek
"Apa anda di dalam kamar?" tanya derek lagi sambil mengetuk pintu
Derek pun membuka Pintunya, Dan.. Kamar itu kosong
Derek mencari cari riana dan menemukan Sebuah kertas yang tampaknya ditinggalkan untuk derek
Derek mengambilnya dan membacanya
Tuan derek, saya harus pergi ke tempat tuan zane karena tuan zane membutuhkan Kekuatan penyembuhku. tenang saja, aku akan pulang bersama tuan zane nanti, Nikmatilah kompetisi kalian! :D
-Riana Antoinette ruin
Derek menggenggam kertas itu dengan keras "Bersama zane?.. Tck.."
Srakk
Kertas itu dirobek sampai ke bagian bagian kecilnya, dan tiba tiba derek memecahkan vas Bunga yang ada disitu
"Dasar b*jingan... Zane lagi, zane lagi..." gumamnya pelan
"Riana.. Walaupun kita belum pasti itu adalah jiwa mu.. Tapi jika itu bukan jiwa mu, dan jiwa Yang lain maka aku akan tetap Mengambilmu... Apapun yang terjadi, Kau harus menjadi milikku di dunia ini"
...
...
"Riana~ Akhirnya kita bertemu" ucap walter
Riana terengah engah, tangannya di tahan oleh borgol. Melihat walter dengan kebencian "Walter.. apa lagi yang kau mau? Kenapa kau terus mengekang ku!" Teriak riana
Walter tertawa, Tawanya bergema di laboratorium itu. "Riana ku.. Aku mengekang mu karena.." Ia mengarahkan pistolnya pada Riana "aku menyukaimu, tapi sayangnya.. Kau malah melawanku dan ingin pergi dariku.. Tidak akan mungkin kau pergi dariku, sebagai gantinya nyawamu... Akan ada di tanganku!"
Riana terkejut dan...
DORRR
Aku.. Tidak akan melepaskan mu, dewa memberikan ku satu kesempatan untuk memiliki mu... Riana.. Aku rela tidak menjadi kaisar demi Dirimu, Alasan ku untuk Bertunangan denganmu karena ingin membuatmu berada di sisiku.
Tapi kenapa...
Kenapa Kau ingin bersama Pria itu, riana? Apa spesial pria itu?