Mahasiswa magang dari universitas A, dan mereka semua kembar berjumlah 6 orang. Tentunya hal itu sering membuat siswa dan guru salah mengenali mereka. saksikan kisah mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadiya Nafras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Belajar
" Tapi bagaimana ceritanya, jujur saja Aku sama sekali tidak mengetahui teknik tersebut."
" Semua hal bisa dipelajari Intan, yang terpenting adalah niatmu untuk mempelajarinya."
" Ya sudah kalau begitu ajarin aku ya, Aku sangat takut esok hari justru aku yang terpilih untuk masuk ke dalam ruangan kelas. Padahal aku belum memiliki persiapan apapun, dan aku juga takut justru aku yang menjadi korban dulu para siswa itu."
" Aku sudah mencatat hal-hal yang harus diperhatikan di dalam buku ini, jadi Kau pelajari saja buku ini semoga saja kau bisa menerapkannya ya."
" Aku sangat malas membaca indah, tolong ajari aku secara langsung saja dong."
" Kau ini selalu saja seperti itu, Ya udah kalau begitu aku ajarin satu demi satu."
" Yeee..."
Indah pun mulai membacakan apa saja yang harus diperhatikan, dan kemudian menjelaskan suatu demi satu kepada Intan. Dia sangat mengerti dan paham kalau adiknya itu sangatlah penakut, tetapi ia juga tidak bisa membiarkan sang adik akan menjadi korban bully. Ia harus mengajarkan semuanya kepada adiknya itu, agar adiknya bisa menguasai teknik di dalam kelas.
Sebenarnya Indah sudah sangat mengantuk, tapi indah tidak bisa membiarkan adiknya akan terluka esok hari. Feelingnya mengatakan kalau esok hari memang ada seorang mundur magang yang akan dipanggil untuk masuk ke dalam kelas, tetapi ia sama sekali tidak mengetahui siapa guru magang tersebut. Yang ia yakini guru magang tersebut memang berasal dari universitasnya, dan ia berharap semoga saja guru magang tersebut bisa selamat dari perlakuan bully para siswa.
Kejadian siang tadi yang tiba-tiba saja Bu Ika meminta Grace untuk masuk ke dalam ruang kelasnya, tentu saja hal itu menjadi pacuan untuk keadaan besok. Grace aja sudah bisa masuk ke dalam ruangan kelas, dan pastinya guru-guru juga berpikir kalau iya dan yang lainnya sudah bisa juga. Karena itu ia harus mempersiapkan untuk esok hari, walaupun masih belum tentu apakah mereka akan diminta untuk masuk ke dalam ruangan kelas atau tidak.
Apalagi saat ini mereka telah selesai melakukan observasi keliling, mereka telah selesai mencari semua informasi karena memang informasi yang diberikan oleh pihak sekolah sangatlah akurat. Dan mereka hanya tinggal mengetikkan lembar observasi, karena itu kegiatan observasi mereka telah selesai. Itulah yang membuatmu meyakini kalau esok hari pasti ada yang akan diminta untuk masuk ke ruangan kelas, apalagi dia juga mendengar dari mahasiswa kampus sebelah kalau ada seorang guru yang sedang umroh.
Setelah ia rasa persiapannya sudah cukup matang, Ia dan juga Intan pun memutuskan untuk beristirahat. Karena esok hari mereka akan menghadapi banyak kegiatan, dan tentunya mereka tidak mengetahui apa saja yang akan terjadi. Karena itu mereka harus bersiap dengan semua situasi yang akan terjadi, dan itu adalah momen pertama mereka menghadapinya.
...----------------...
Saat ini lucky telah pulang dari kampus, ia pun melihat jam di tangannya yang sudah menunjukkan pukul 11.00 malam. Ia awalnya berniat ingin menelpon Grace dan meminta maaf, tetapi ia yakin kalau gadis itu di jam segini pasti sudah tertidur. Ia pun sejak tadi memegang telepon genggamnya, dan tentunya berada di kebimbangan yang sangat tinggi.
" Kau sedang memikirkan apa lucky?" tanya Leo yang melihat lucky tampak sedang banyak pikiran.
" Aku rencananya ingin menelpon Grace dan meminta maaf."
" Aku rasa lebih baik kau meminta maaf secara langsung esok hari saja, aku yakin di jam segini pasti Grace sudah tidur."
" Itu juga yang sedang aku pikirkan makanya sejak tadi aku belum menghubunginya, apalagi esok hari dia juga harus magang jadi sudah dipastikan dia sudah tidur."
" Jujur saja aku sangat tidak menyangka kalau mahasiswa FKIP harus magang dan kemudian pulangnya harus kuliah lagi." jelas Leo yang sebenarnya masih terkejut dengan berita tersebut.
" Kalau kau ingin menanyakan mengapa hal itu bisa terjadi jawabannya aku juga tidak mengetahuinya Leonardo, tetapi dari informasi yang aku dapatkan dari Grace kalau itu semua adalah peraturan baru."
" Peraturannya baru terbit saja sudah membuat lelah, bagaimana suatu hari nanti jika ada begitu banyak peraturan yang harus kita ikuti."
" Kita tidak bisa banyak berkata-kata mengenai hal tersebut, yang terpenting saat ini kita harus mencoba menjalaninya dengan baik. Karena tidak ada manfaatnya juga kalau kita mengeluhkan hal tersebut, sebab hal tersebut tidak akan bisa kembali seperti masa lalu."
" Iya sih, Ya udah deh ayo kita pulang Lucky. Jujur saja aku sudah sangat lelah, dan besok aku harus masuk kerja pukul 07.00 pagi."
" Kau yang masuk kerja pukul 07.00 pagi saja sudah mengeluh, coba kau pikirkan jadi aku yang masuk kerja pukul 03.00 pagi."
" Jangan pernah kau samakan atau kebandingan aku denganmu lucky, jujur saja jika aku harus menghadapi situasi sepertimu mungkin saja saat ini aku sudah mati."
" Hahaha, tidak segampang itu untuk mati Leo. Kok bisa lihat sendiri sampai saat ini aku masih baik-baik aja, tidur tengah malam dan bangun jam 02.30 pagi itu udalah rutinitas biasa aku."
" Mungkin menurutmu itu adalah rutinitas yang sangat biasa Lucky, tetapi tidak semua orang bisa melakukan hal tersebut. Apalagi jika melakukan kegiatan itu secara terus-menerus, hal itu bisa saja merusak organ tubuhmu."
" Ya bagaimana lagi Leo, jika aku tidak bekerja jam segitu maka aku tidak akan mendapatkan uang tambahan. Kau tahu sendiri aku harus bekerja di tiga tempat agar aku bisa kuliah, dengan begitu setelah aku mendapatkan ijazah s1-ku aku bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih bagus."
" Semoga saja kita bisa melewati masa-masa ini dengan baik dan kita bisa segera lulus, setelah itu kita bisa membangun bisnis kita dengan baik dan kalaupun kita tidak membangun bisnis kita mendapatkan pekerjaan yang layak. Pekerjaan saat ini itu bukanlah pekerjaan yang layak untuk kita, karena sebenarnya gajinya sangat tidak cocok."
" Itu juga yang aku rasakan Leo, tetapi aku tidak bisa berkomentar Karena pada saat ini aku hanya lulusan SMA saja. Tetapi jika aku sudah lulusan S1 nantinya, pastinya aku bisa mencari pekerjaan yang lebih layak lagi."
" Amin..." ucap keduanya serentak.
Mereka pun tentu saja melanjutkan perbincangan mereka, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk pulang karena hari yang sudah semakin larut. Dan mereka esok hari juga ada pekerjaan yang harus dikerjakan, Jadi mereka memutuskan untuk pulang ke rumahnya masing-masing. Sebenarnya pulang di tengah malam dengan jalan yang sepi membuat mereka sangat khawatir, tetapi tuntutan pendidikan membuat mereka sangat berani untuk melewati jalan-jalan sepi seperti itu walaupun hati mereka sebenarnya takut akan terjadi sesuatu pada mereka di tengah jalan nantinya.
etto... sampulnya kurang menarik perhatian (sorry kalau menyinggung☹️)