Bagaimana rasanya bila sedang berduka karena kehilangan laki-laki yang sangat kita cintai secara tiba-tiba, datang wanita asing dan anak kecil yang yang tidak kita kenal sama sekali mengaku sebagai istri dan anak suami kita yang telah meninggal dunia.
Dunia seakan runtuh saat itu juga.
Hancur. Pedih. Perih...
Rasa itulah yang kini bersemayam di palung hati Mikhaela Andisti. Kepergian Dion Sadewa, memberikan luka begitu dalam bagi Mikha. Ternyata laki-laki yang selalu menunjukkan rasa cinta padanya itu telah mengkhianatinya.
Bagaimana kelanjutan kisah ini ikuti terus ya. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di setiap bab🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SYOCK
"Sayanggg...Jangan tinggalkan aku!".
"Bagaimana Salfa anak kita? Salfa membutuhkan kamu pah", ucap wanita itu menangis histeris bersimpuh memeluk nisan kayu yang tertanam di gundukan tanah yang masih basah.
Mikhaela, Riana dan Sandra terdiam di tempatnya.
Mikha mendengar dengan jelas ucapan wanita itu.
Seakan meminta jawaban dari kedua temannya tentang kata-kata yang ia dengar, Mikha menatap sayu Rania dan Sandra bergantian.
"A-pa maksudnya? S-iapa mereka?". Lagi-lagi tubuh lemah Mikhaela limbung, lemah tak sanggup jika harus menerima kejutan buruk lagi. Sungguh Mikhaela tidak kuat.
Rania memegangi bahu Mikha. "Bukan siapa-siapa, sebaiknya kita pulang".
"Iya, sebaiknya kita pulang. Semalam dan seharian ini kamu belum beristirahat Mikha. Suami mu sekarang sudah tenang di SANA", ujar Sandra menuntun Mikha menuju mobil.
Sesaat Sandra menolehkan kepala melihat wanita dan anak kecil yang bersamanya. Wanita itu kini menangis sambil memeluk gundukan tanah basah yang menjadi tempat peristirahatan terakhir Dion. Sungguh tidak wajar. Tapi baik Sandra dan Rania tidak mau menambah beban pikiran Mikhaela.
Baik Rania dan Sandra pun bertanya-tanya, siapa wanita dan anak kecil itu. Tapi situasinya tidak memungkinkan untuk mengetahui kebenaran. Kini hujan deras turun membasahi bumi.
Mobil yang di kendarai Nando melaju dengan kecepatan pelan meninggalkan TPU. Masih terdengar isak tangis Mikhaela yang di peluk Rania.
Wanita itu masih syock atas kepergian Dion secara tiba-tiba, bahkan tanpa pesan apapun.
*
Lantunan ayat suci berkumandang di ruangan berukuran luas rumah mewah berlantai dua berwarna putih.
Mikhaela dan keluarga mengirim doa untuk mendiang Dion.
Keluarga dan tetangga bersama-sama membaca doa untuk Dion. Papan ucapan dukacita masih berjejer rapi di depan rumah hingga memenuhi jalanan di luar komplek perumahan mewah itu.
Wajar saja karena Dion dikenal sebagai pengusaha pertambangan dan perkebunan sawit yang di ada di Kalimantan, tempat kelahiran laki-laki itu.
Beberapa saat berlalu, satu persatu tamu pamit pulang pada Mikhaela dan keluarga. Namun pandangan Mikha tertuju pada sosok wanita dan anak kecil berusia sekitar tiga tahunan yang duduk di bawah tenda depan rumah.
Wanita yang ia lihat di makam suaminya tadi siang. Melihatnya kembali, membuat Mikha bertanya-tanya.
"Mikha, apa kamu mengenal wanita itu?", bisik Sandra yang berdiri menemani Mikhaela.
Mikha menggelengkan kepalanya. "Aku tidak mengenalnya".
"Sebenarnya melihat wanita itu di kuburan tadi, memenuhi pikiran ku San. Mereka siapa".
Mikhaela melangkah mendekati wanita asing itu.
Wanita itu mengenakan gaun putih yang tampak kontras dengan keramaian di sekitarnya. Sementara anak yang bersamanya sedang asyik memainkan ujung kerudung wanita muda itu, yang tiba-tiba mendongak tepat ke arah Mikha. Ada binar yang terlalu familiar di mata kecil itu—binar yang seharusnya sudah terkubur. Mengingatkan Mikhaela pada mendiang suaminya Dion. Ya mata anak kecil itu mengingatkan Mikha pada mata Dion suaminya.
Kehadiran wanita asing itu dengan tatapan yang sama perihnya dengan Mikhaela dan seorang anak kecil yang memiliki lengkung alis serta garis bibir yang identik dengan pria yang baru saja Mikha tangisi sungguh membuat hati Mikha ingin menjerit.
Apakah benar seperti yang ia pikirkan sejak melihat wanita dan anak itu?
Langkah kaki Mikha terdiam Jantungnya berdegup kencang tidak karuan saat wanita muda itu perlahan membalas tatapan nya. Menyibak anak rambut yang menutupi sebagian wajahnya, dan memberikan senyum tipis yang terasa seperti hantaman di dada Mikha.
"Kamu siapa?" suara Mikhaela terdengar lirih, nyaris teredam suara angin. Wajar saja ia bertanya karena ia tidak mengenal wanita itu sama sekali. Bahkan tadi siang ia datang ke pemakaman suaminya. Bersimpuh di samping makam Dion.
Wanita itu berdiri sambil mengendong anak kecilnya. Ia mengulurkan tangan pada Mikhaela. "Saya Ira, istri mas Dion Sadewa. Dan ini Salfa putra kami", jawabnya dengan tegas.
Jawaban itu seketika meruntuhkan seluruh pertahanan yang tersisa di miliki Mikhaela. Tubuhnya yang mulai bisa berdiri tegap setelah kehilangan laki-laki yang sangat ia cintai seketika ambruk. Pandangan seketika menggelap.
Mikhaela tidak sadarkan diri.
Mikhaela masih bisa mendengar orang-orang memanggil namanya namun lidahnya begitu keluh.
"Mikha..."
"Bangun Mikhaela..."
...***...
To be continue
Kasih komentar yang banyak untuk karya ini ya. Akan rajin up jika banyak yang memberi dukungan 🙏
Thor jgn ada drama tiba-tiba dion msh hidup y. Asli dah biasa bgt kayak gitu 😂 btw visualnya selalu pas👍 Nania tuh sesuai dg karakter yg di gambarkan. Sadis😂