Wang Ryu, seorang pria modern, tiba-tiba menemukan dirinya terlempar ke masa lampau, lengkap dengan status setengah dewa yang misterius.
Di dunia yang asing ini, di mana kelangsungan hidup adalah prioritas utama, Wang Ryu memutuskan untuk menggunakan pengetahuannya dari masa depan untuk membangun sebuah bisnis.
Dengan kecerdikan dan sedikit sentuhan magisnya sebagai setengah dewa, dia berusaha keras untuk tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga menciptakan jejaknya sendiri di zaman kuno.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pergi ke Istana
".....apa yang terjadi pada mu?" Jenderal melihat pakaian mereka yg robek dimana-mana.
Dia begitu terkejut begitu pula dengan Zhang Fei."..paman apa kalian disambar petir?"
" Tidak! Hanya ..Tuan muda marah besar...."Jelas Zhang Zen menyentuh hidungnya dengan malu.
pria itu bahkan tak memberikan mereka pakaian ganti,mereka diusir begitu saja.
Jenderal Tua agak gugup,dan meminta mereka duduk dan menceritakan apa yang terjadi.Ning Zao menceritakan semuanya dari awal.
Wajah jenderal Tua berubah menjadi merah,biru hingga memucat. Kejam, terlalu kejam!
".....Ratu Ning ada bersamanya,dia menyelamatkannya dari percobaan pembunuhan yg dilakukan para selir raja...."Ucap Zhang Zen pada ayahnya yg terlihat sangat marah dan kecewa.
"... Anak itu dia sudah melakukan hal bodoh, tidak !aku tak akan ikut campur lagi....!"
Dia berkata dengan suara berat." ...dan juga aku dengan nya tak ada ikatan guru dan murid!"
Ning Zao menundukkan kepalanya dengan tangan terkepal.
Ke esoknya harinya Ning Zao berencana kembali ke istana,kondisi dibarak cukup aman karena wakilnya masih berada disana.
Dan lagi dia benar-benar ingin tau apa yg sebenarnya terjadi.
Kaisar Ning sedang diaula kerjaan saat Ning Zao menerobos masuk dengan momentum besar.
Para kasim yg masih ada disana segera memberi hormat dan mundur' memberikan ruang untuk Pangeran ke 3.
"Kamu kembali..." Kaisar melihat adiknya yg datang dengan pasukannya, alisnya mengerut jika dia tidak tau karakter Ning Zao ,mungkin orang lain akan melihatnya seperti dia akan memberontak.
Ning Zao tak ingin berbasa-basi dengannya,dia langsung bertanya dengan wajah dingin."Saudara ku kenapa kamu menjadi seperti ini...?"
"Apa yg salah?" Kaisar Ning melihatnya dengan bingung,kenapa dengan anak ini yg tiba-tiba serius.
Para kasim saling melirik bingung.apa pangeran ke 3 akan melawan Kaisar Ning?
Ning Zao merasa ingin tertawa melihatnya seolah tak terjadi apa-apa."....kamu membiarkan istrimu direndahkan,diejek dan membiarkan mereka melukainya....apa kau harus sekejam ini?"
Kaisar Ning tertegun,dia sekarang tau kenapa anak ini kesal, bagaimanapun adiknya dan Ratu Ning lebih mirip sepertinya keluarga dari pada dia dengan adiknya.
"....Xiao Zao kamu tak mengerti, kondisi ku juga tak bagus,aku butuh pewaris aku-" dia mencoba menjelaskan soal dirinya yg menurunkan jabatan istrinya.
"Tapi kau tak perlu membunuhnya!"Teriak Ning Zao dengan marah.
Kaisar Ning membeku lalu berubah menjadi marah."Apa maksudmu...?siapa yg ku bunuh? Aku hanya menurunkan Yang.er pada setatus yg lebih aman untuk nya aku-"
".....Ketiga selir mu mendorong kakak ipar ke danau! Kau tau dia tak bisa berenang! bahkan pelayan pra selir itu menertawakan kakak ipar yg berusaha bertahan hidup...!" Potong Ning Zao dengan kejam.
Semua orang di istana membeku. Selir membunuh ratu ini kejahatan besar!
"Kakak kau sebenarnya tau kejahatan mereka bukan! Kau hanya berbohong padaku!"
" Tidak!apa yg kamu bicarakan....!" Tubuh Kaisar Ning bergetar. Tidak apa yg dikatakan adiknya. tidak mungkin.
Tapi Ning Zao tak pernah berbohong. Apa yg dilakukan selir-selir nya di belakangnya!
"Pangil ke 3 selir kesini!" Teriak Kaisar dengan marah ke arah kasim. Wajah pria itu ketakutan dan segera memanggil para selir.
Kaisar Ning berusaha menjelaskannya pada Ning Zao dengan sebaik-baik,namun anak itu tak peduli sama sekali dia bahkan tak ingin melihatnya.
Untuk pertama kalinya dalam hidupnya keduanya saudara ini bertengkar.
"Yang mulia..." Tiga wanita masuk dengan hormat pada kaisar Ning,mereka juga memberikan salam pada pangeran ke 3.

"Dimana Ratu Ning...?"tanya Kaisar Ning dengan nada tenang.Ning Zao berdiri disisi lain melihat ke tiga wanita itu dengan wajah gelap.
Ke tiga wanita itu saling melirik dengan wajah bingung satu sama lain, seolah tak tau Kenapa dia menanyakan hal ini pada mereka.
" Yang mulia apa yg anda katakan... bukankah Ratu anda di istana dalam...."jawab selir Qin dengan nada bingung diwajahnya.
"....Benar kemarin kami bersenang-senang bersama dan mengobrol, namun sepertinya Ratu Ning kelelahan dan pergi lebih dulu...."ucapnya selir Lin dengan yakin.
Mata Ning Zao mengelap."... penjaga gelap! geledah seluruh istana dalam dan temukan Ratu Ning!"
Semua prajurit yg dia bawa segera bergerak, Kaisar Ning tak menghentikan ya sama sekali. Wajah ke tiga selir berubah menjadi buruk.
"Ini pangeran ke 3 ..apa yg anda lakukan...." tanya selir Lin dengan senyum kaku. Punggungnya basah orang keringat dingin.
"Kenapa ? apa Kalian takut karena ketahuan sudah membunuh Ratu Ning....!"Bentaknya dengan wajah gelap.
Wanita-wanita itu segera gemetar ketakutan karena pandangan membunuh yg dia arahkan.
"Pangeran apa yg kamu bicara!" Selir Wen melihat dengan takut-takut.wajah pucat dengan bibir gemetar dia melihat ke arah Kaisar."...Yang mulia kami tak melakukan apapun!"
"Benar yang mulia....!"teriak keduanya berlutut dilantai dengan wajah penuh keluhan.
Kaisar Ning merasa tak tega melihatnya dan ini ditangkap jelas oleh Ning Zao.Tangannya terkepal erat.
Para penjaga gelap segera kembali namun tak ada Ratu Ning bersama mereka. Wajah Kaisar Ning memburuk." Dimana Ratu!"
"Tuan kami tak menemukan Ratu Ning dimana pun...."jawab mereka membungkuk hormat. Ning Zao meminta mereka mundur.
Melihat ke 3 wanita yg berlutut dibawah dengan pandangan mengintimidasi." Bukankah kalian bilang di istana dalam?"
" Ini...yang mulia saya akan jujur.. mohon ampun hamba...." Teriak selir Lin dengan wajah menangis dengan menyediakan.
" ...kami...kami melihat Ratu Ning pergi dengan seorang pria muda, mereka seperti saling mencintai......"saat selir Qin mengatakan hal ini dia melirik pada dua selir lainnya,lalu menundukkan kepalanya dengan wajah penuh air mata.
"....Ratu Ning memohon pada kami untuk merahasiakannya...tapi...tapi maafkan aku...." Sahut Selir Wen mengis dengan air mata berlinang.
Namun tubuh Ning Zao terasa dingin. Benar ternyata benar semua hal yg dikatakan oleh Tuan muda Wang.
"Lancang!" Teriak Ning Zao dengan marah."...kalian bertiga benar-benar menjijikkan!"
Para selir hanya gemetar ketakutan berlutut dengan menyediakan."..kami tak beralasan yang mulia!"
Ning Zao mendengus, berbalik ke arah saudaranya.dengan wajah gelap dia melihatnya dengan tajam." Kakak untuk terlahir kalinya,apa jawaban mu..."
"Xiao Zao tak ada bukti bahwa mereka pelakunya.."dia melihatnya dengan sedikit rasa bersalah, Kaisar Ning menelan ludah"...juga sepertinya Ratu Ning tak mencintai ku,jadi mungkin -"
"Aku benar-benar kecewa padamu..." Ning Zao muak dengan omong kosong pria ini."...Jenderal menitipkan pesan,mulai hari ini ... kalian tak memiliki hubungan murid dan guru!"
Mata Kaisar Ning melebar melihatnya dengan tak percaya.teriaknya panik." Ning Zao...!"
Ning Zao tertawa dengan mata sedih."...mulai hari ini tak perlu lagi untuk bertemu...juga bukankah itu cincin pasangan dengan nama kakak ipar...,jika Kakak ipar ku tak mencintaimu....kenpa cincin itu tak hancur..."
Setelah mengatakan hal ini Ning Zao mengibaskan lengannya,berbalik pergi dengan para pasukannya,tanpa sedikitpun pun menoleh ke belakang untuk melihat wajah pucat saudaranya.
Saat Ning Zao pergi keluar dari pintu ibu kota seekor kuda berdiri kokoh disamping gerbang,sosok wanita dengan pakaian pria melihat ke arahnya.
" Bibi...!" Ning Zao melihat istri Menteri Yun dengan tak percaya. Semua orang tau dulu Wanita Ming ada sosok yg sulit untuk didapatkan.
Itu karena dia dibesarkan diarena barak dan pelatihan militer yg ketat dari keluarga Ming yg memang hampir semuanya menjadi prajurit.
Dan Ming Fei terlahir sebagai prajurit wanita,dia adalah Putri dari komandan militer dibawah naungan Jenderal tua dulu.
Namun karena dekrit Kaisar Tua dia harus menikah dengan Menteri Yun yg masih menjadi paman Pangeran.
Hidup wanita ini juga tak begitu bagus.
"Aku akan pergi ke kota Wu, bukankah kalian akan lewat sana?"tanyanya saat Pangeran ke 3 sudah ada di depannya.
"Benar...." Ning Zao mengangguk,dia akan pergi ke barak dan itu melewati desa Wu. Mereka berdua bergerak kedepan dengan kudanya.
Lalu melihat nya dengan ragu."Anda ..apa yang terjadi?"
"Aku sudah bercerai..aku tak ingin mati konyol seperti Kakak ipar mu ...."jawabannya dengan santai,dia mengikat rambutnya dengan rapi ,tanpa sanggul seperti seorang istri.
"Paman ternyata sama saja...." Ning zao membuang muka,dengan senyum kecewa.
Dia lupa pamannya juga memiliki 2 selir,dan bibi nya belum memiliki anak.
Ming fei melihat kedepan jalan dengan pandangan mencela."... setidaknya dia tak memiliki anak ,aku masih bisa menerimanya memiliki selir....tapi siapa kira selir dihalaman hamil dan membuat seluruh keluarga Yun bahagia....."
Dia menarik nafas dalam-dalam,lalu menoleh pada pria yg menungang kuda disebelahnya." Sekarang aku bebas,orang tua ku mendukungku setelah tau apa yg ku alami dirumah Yun....."
Ning Zao mengangguk, itu lebih baik ,lalu dia ingat iparnya dan bibi sangat dekat,dia tidak tau apa harus memberitahunya atau tidak.
Tapi....
"...Bibi...kakak ipar sebenarnya masih hidup...."
Ming Fei melihatnya tak percaya.