NovelToon NovelToon
AMBISI SANG SELIR

AMBISI SANG SELIR

Status: tamat
Genre:Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Uswatun Kh@

Chunxia tak pernah merasakan kehangatan keluarga sejak kecil. Kematian semua anggota keluarga mengubah hidupnya. Kini, ia hidup hanya untuk balas dendam. Ia berlatih dan berlatih hingga dewasa. Chunxia kecil mengubah namanya menjadi Zhen Yi, bahkan, ia rela bekerja di rumah bordir demi memuluskan rencananya.

Hingga saat ia menjadi Selir seorang Raja yang dikenal kejam dan tak punya rasa belas kasih. Ia harus berpura-pura menjadi wanita yang lemah lembut dan penurut, namun yang tak mereka sadari Zhen Yi memiliki rencana yang besar. Demi sebuah ambisi yang besar ia rela memanipulasi orang-orang yang begitu tulus padanya.

Putra Mahkota yang terpikat dengan kecantikannya bahkan sampai rela merebutnya dari sang Kaisar. Akhirnya perlahan kokohnya kerajaan goyah.

Mampukah Zhen Yi melancarkan aksi balas dendamnya? Atau justru, ia akan terjebak dalam permainan balas dendamnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uswatun Kh@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26. AMSALIR

"Sekarang, tak perlu lagi kamu mencemaskan hal itu. Ada sesuatu yang lebih mendesak, rencana penyerangan. Aku harus memperingatkan mereka. Jika tidak, mereka akan runtuh akibat keserakahan Ayahanda," ucap Zihan tegas.

"Tapi Pangeran, bagaimana jika Kaisar mengetahui hal ini? Anda bisa berada dalam bahaya besar," sela Liang khawatir.

"Aku sudah lelah menjadi ujung tombak ayahku, Liang. Sudah terlalu banyak nyawa yang melayang di tanganku. Aku ingin semua pertumpahan darah ini berakhir," ungkap Zihan dengan nada penuh keputusasaan. Liang hanya bisa manggut-manggut penuh simpati.

"Sekarang, perintahkan anak buah kita untuk menyebarkan informasi ini. Pastikan pihak lawan bersiap. Lakukan dengan sangat hati-hati."

Liang mengangguk patuh lalu segera mengundurkan diri.

Luka di punggung Dali telah diolesi obat hingga merata. Berkat racikan herbal yang diberikan Zhen Yi, luka-luka itu perlahan mulai mengering.

Zhen Yi menatap kosong ke depan dengan mata yang tajam dan dingin. Ia menggenggam erat botol porselen di tangannya. 'Kalian akan menerima pembalasan yang jauh lebih pedih,' batinnya.

Zhen Yi bangkit. Ia berniat pergi ke dapur istana untuk menyiapkan makan siang bagi Kaisar. Dengan didampingi beberapa dayang, ia melangkah menuju area dapur. Namun, langkahnya mendadak dihentikan oleh Xia Yue, dayang yang bertugas mengurus konsumsi Kaisar atas perintah langsung Permaisuri Zi-Wei.

"Berhenti! Untuk apa Selir Zhen berada di sini?" tegur Xia Yue dengan nada tajam.

Zhen Yi menatapnya dengan tenang. "Tentu saja untuk menyiapkan hidangan bagi Kaisar. Untuk apa lagi?"

"Ha ... ha ...!" Xia Yue tertawa sinis, seolah-olah baru saja mendengar lelucon konyol.

"Lucu sekali. Anda baru saja diangkat menjadi selir, tapi tingkahnya sudah seperti nyonya besar di sini. Lancang sekali berani menginjakkan kaki di dapur khusus Kaisar," seru Xia Yue.

Ia melangkah maju, menunjuk tepat ke wajah Zhen Yi. "Jangan harap Kaisar akan memanjakanmu selamanya. Begitu beliau bosan, Anda pasti akan dibuang seperti sampah!"

Tanpa sepatah kata pun, tamparan keras mendarat di pipi mulus Xia Yue.

Plak! Plak!

Bukan hanya sekali, tapi dua kali tamparan telak mendarat di wajahnya.

Zhen Yi menyunggingkan senyum tipis yang meremehkan. "Sepertinya tuanmu tidak mengajarimu sopan santun, ya? Mulutmu terlalu lancang untuk ukuran seorang pelayan."

"Kau ... berani menamparku?!" pekik Xia Yue dengan mata melotot sempurna.

"Tentu saja. Memangnya kenapa? Kau pikir aku takut pada dayang rendahan sepertimu? Sekarang, menyingkir!" seru Zhen Yi sembari menarik paksa tangan Xia Yue untuk menyingkirkannya dari jalan.

Xia Yue berlari sepanjang koridor dengan wajah sembap dan bekas kemerahan yang mencolok di pipinya. Ia jatuh bersimpuh di kaki Permaisuri Zi-Wei yang tengah bersantai menyesap teh di Istana Kunning.

"Yang Mulia Permaisuri! Hamba mohon keadilan!" isaknya dengan suara serak yang dibuat-buat agar terdengar lebih menderita.

Permaisuri Zi-Wei perlahan meletakkan cangkir porselennya. Matanya yang indah namun sedingin es melirik pelayan setianya itu. "Bangunlah. Singkirkan wajah menyedihkanmu itu dan katakan, siapa yang berani menyentuh orang dari istanaku?"

"Selir ... Selir Zhen Yi, Yang Mulia! Dia masuk ke dapur khusus dan saat hamba mengingatkannya, dia justru menghina hamba dan menampar hamba di depan para dayang lainnya. Dia bilang ... dia tidak takut pada siapa pun di istana ini," adu Xia Yue dengan bumbu kebohongan.

Rahang Permaisuri mengeras. Ia tidak peduli pada pipi Xia Yue, tapi ia sangat peduli pada otoritasnya. Menampar pelayan Permaisuri sama saja dengan menampar wajah sang Permaisuri sendiri.

"Berani sekali bunga liar itu pamer duri di hadapanku," desis Permaisuri.

"Bahkan lukisan di dinding istana ini pun tahu siapa yang memegang kendali di sini. Kasim, panggil Selir Zhen Yi ke sini sekarang juga. Aku ingin melihat seberapa keras kepalanya setelah ia berhadapan dengan hukum istana."

Sementara itu, di dapur, Zhen Yi tetap tenang. Ia tak mempedulikan bisik-bisik ketakutan dari para dayang di sekitarnya. Dengan gerakan jemari yang lincah, ia memasukkan beberapa butir kelopak bunga kering ke dalam sup yang ia siapkan untuk Kaisar, bukan sekadar penambah aroma, tapi juga racun tersembunyi.

"Nona, sebaiknya kita pergi dari sini. Xia Yue pasti akan mengadu pada Permaisuri," bisik salah satu dayang yang mendampinginya dengan suara gemetar.

Zhen Yi hanya tersenyum tipis, sebuah senyuman yang tidak mencapai matanya. "Biarkan saja. Jika air tidak diguncang, lumpur di dasarnya tidak akan naik ke permukaan. Aku memang ingin dia datang."

Tak lama kemudian, seorang kasim senior dengan wajah kaku muncul di pintu dapur.

"Selir Zhen Yi, Yang Mulia Permaisuri memanggil Anda ke Istana Timur untuk mempertanggungjawabkan perbuatan Anda. Harap segera berangkat, atau kami terpaksa menyeret Anda."

Zhen Yi merapikan jubahnya dengan anggun. Ia menoleh ke arah sup yang masih mengepul, lalu menatap sang kasim.

"Sangat sopan," sahut Zhen Yi. "Katakan pada Yang Mulia, aku akan datang setelah sup untuk Kaisar ini selesai. Tugas melayani Kaisar tentu lebih utama daripada sekadar urusan antar wanita, bukan?"

Sang kasim terkesiap. Belum pernah ada selir baru yang seberani ini menggunakan nama Kaisar untuk menunda perintah Permaisuri.

Zhen Yi tahu, ini adalah permainan catur yang berbahaya. Jika ia kalah, ia bisa dihukum mati atau dikirim ke Istana Dingin. Namun jika ia berhasil, ia akan mengunci posisi kuat di dalam harem.

1
aska
please, gak mau aku kalau dia jadi selir nya kaisar
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: 🤭 Tapi ya bgtulah
total 1 replies
Maria Hedwig Roning
thnks thor
Bunda
Suka endingnya🤭
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: Makasih kak😍
total 1 replies
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
huwaaaa dah tamat aja 😭😭 ga happy ending pula tuh, harus ada S2 nya 😭 bikin Zihan berengkarnasi aja thor😭
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: hahah lagi sibuk pas puasa kak.. 🤣🙏
total 6 replies
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
lah Hamill !??
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
ini beneran😭 tiba" kali 🥺
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
ada fakta lain dibalik peristiwa yg Zhen Yi tau 🥺 liang kamu ceritakan lah semua sama Zhen Yi atau ga sama Dali kek biar Zihan dan Zhen Yi bersatu 😭
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
sad ending thor, padahal berharap mereka nikah
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
yahh kok zihan mati😭😭😭😭
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
bgtulah akhir balas dendam yi🥺🥺
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
kan kan kan dah mulai merasa kehilangan, masih aja menyangkal kamu Zhen kalo dah cinta sama Zihan, walau rasa balas dendam mu begitu besar tapi cinta mu akan mentolerir itu pada zihan
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
puas kali aku baca ini 😭, matii cepat" lah 🤣
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
cian na 🥺
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
nah loh, Zihan nya malah sadar, malah ngungkapin unek" nya pula🥺 kasian di jadiin alat buat sesuatu yang diingikan orang
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
wkwkwk balas dendam nya dimulai🤣🤣🤣
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
zihan cinta nya belum berkembang sudah layu dan terkoyak, kasian tapi lebih kasian keluarga zhen yi di bantai semuanya
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
cepat tepat dan keputusan yang bagus Zhen yi
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
kasian zihan, semua bukan kemauannya
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
waduh ketahuan
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
Daebak 🥳👏👏 semua dalam kendali mu Zhen Yi 🤣🤣🥳
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!