NovelToon NovelToon
Identitas Tersembunyi Panglima

Identitas Tersembunyi Panglima

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat / Identitas Tersembunyi / Kehidupan Tentara / Perperangan / Keluarga / Raja Tentara/Dewa Perang
Popularitas:30.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Di mata keluarga besar Severe, Jay Ares hanyalah seorang menantu benalu. Tanpa harta, tanpa jabatan, dan hanya bekerja sebagai sopir taksi online. Ia kenyang menelan hinaan mertua dan cemoohan kakak ipar, bertahan hanya demi cintanya pada sang istri, Angeline.

Namun, tak ada yang tahu rahasia mengerikan di balik sikap tenangnya.

Jay Ares adalah "Panglima Zero" legenda hidup militer Negara Arvanta, satu-satunya manusia yang pernah mendapat gelar Dewa Perang sebelum memutuskan pensiun dan menghilang.

Ketika organisasi bayangan Black Sun mulai mengusik ketenangan kota dan nyawa Angeline terancam oleh konspirasi tingkat tinggi, "Sang Naga Tidur" terpaksa membuka matanya. Jay harus kembali terjun ke dunia yang ia tinggalkan: dunia darah, peluru, dan intrik kekuasaan.

Saat identitas aslinya terbongkar, seluruh Negara Arvanta akan guncang. Mereka yang pernah menghinanya akan berlutut, dan mereka yang mengusik keluarganya... akan rata dengan tanah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34: Teror Hantu dan Berkas Terlarang

Bengkel Tua "Rusty Gears". Pukul 09:00 Pagi. Hari ke-4 Isolasi.

Jay berdiri di depan meja kerja yang penuh dengan oli dan debu, namun di atasnya tergeletak peralatan militer canggih yang berkilau bersih. Ia sedang melakukan kalibrasi akhir pada senapan penembak jitu CheyTac M200 Intervention.

"Kau tidak akan membawanya keluar di siang hari, kan?" tanya Angeline. Ia duduk di kursi lipat, memangku laptop militer yang terhubung dengan Uplink Satelit.

"Tidak. Benda ini terlalu mencolok untuk operasi siang hari. Ini untuk nanti malam," jawab Jay. Ia memasukkan dua pistol Sig Sauer berperedam suara ke dalam sarung bahunya, lalu menutupnya dengan jaket hoodie longgar.

"Lalu apa rencanamu sekarang?"

"Mengirim pesan," kata Jay dingin. "Victor Han dan Ivan Dragos merasa nyaman di istana mereka. Mereka pikir mereka pemburu. Aku harus mengingatkan mereka bahwa mereka juga bisa menjadi mangsa."

Jay berjalan mendekati Angeline, melihat layar laptop. Angeline sedang memantau frekuensi radio polisi yang disadap.

"Kau belajar cepat, Angel," puji Jay.

"Aku biasa membaca grafik saham yang rumit. Membaca kode radio tidak jauh berbeda, hanya taruhannya yang beda," jawab Angeline, matanya tetap fokus ke layar. "Ada laporan aktivitas di Hotel Grand Palace. Sepertinya itu markas logistik mereka."

"Target dikunci. Terima kasih," Jay tersenyum, mengecup puncak kepala istrinya.

"Jay," panggil Angeline saat suaminya hendak pergi. "Jangan membunuh jika tidak perlu. Jangan biarkan perang ini mengubahmu menjadi seperti mereka."

Jay berhenti di ambang pintu. Ia tidak berbalik.

"Aku akan melakukan apa yang harus dilakukan," jawabnya ambigu. Lalu ia menghilang ke dalam teriknya matahari pagi.

Hotel Grand Palace. Pukul 11:00.

Hotel bintang lima itu telah diubah menjadi barak perwira menengah Vostok. Penjagaan ketat. Tentara bersenjata mondar-mandir di lobi.

Namun, Jay tidak masuk lewat lobi.

Di lantai 12, seorang Letnan Vostok bernama Boris sedang menikmati makan siang mewahnya di kamar suite. Ia baru saja selesai meneriaki bawahannya lewat telepon karena keterlambatan pengiriman amunisi.

Boris meletakkan telepon, lalu masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka.

Saat ia membasuh wajahnya dengan air dingin dan mengangkat kepalanya kembali... ia melihat pantulan di cermin.

Ada sosok bertopeng hitam berdiri tepat di belakangnya.

Boris hendak berteriak dan meraih pistol di wastafel.

ZRAP!

Gerakan Jay lebih cepat dari kedipan mata. Ia membenturkan wajah Boris ke cermin hingga retak, lalu menodongkan moncong pistol dingin ke pelipisnya.

"Sssshhhh," desis Jay pelan. "Jangan berteriak. Nanti kopimu dingin."

Boris gemetar hebat. Bagaimana orang ini bisa masuk? Kamar ini ada di lantai 12. Jendela terkunci. Pintu dijaga dua prajurit.

"Siapa kau?" bisik Boris dengan bahasa Vostok yang kental.

"Hantu," jawab Jay dalam bahasa Vostok yang fasih.

Jay tidak menarik pelatuknya. Ia malah mengeluarkan sebuah foto—foto Angeline yang dicoret tanda silang merah (poster buronan yang disebar Victor).

Jay menempelkan foto itu ke cermin yang retak dengan sebuah pisau lipat.

"Sampaikan pada Ivan Dragos," bisik Jay di telinga Boris. "Setiap kali dia mengirim satu orang untuk memburu wanita ini... aku akan mengambil dua perwiranya. Hari ini peringatan. Besok eksekusi."

BUGH!

Jay menghantam tengkuk Boris dengan gagang pistol. Letnan itu ambruk pingsan.

Ketika Boris sadar sepuluh menit kemudian, kamarnya kosong. Pintu balkon terbuka sedikit, tirainya bergoyang ditiup angin.

Dua penjaga di depan pintu kamar masih berdiri tegak, tapi mereka tertidur pulas dilumpuhkan dengan suntikan bius tanpa suara.

Boris menatap cermin. Foto Angeline dan pisau itu masih di sana. Pesan itu nyata.

Hantu itu nyata. Dan dia bisa masuk ke mana saja.

Penthouse Akbar Ares. Pukul 13:00.

Sementara Jay menyebar teror di lapangan, ketegangan jenis lain terjadi di menara gading Akbar Ares.

Akbar sedang tertidur di sofa ruang kerjanya karena kelelahan. Tiga hari berturut-turut ia mengelola dua perang sekaligus: perang saham untuk menyelamatkan aset keluarga, dan perang bayangan membantu Jay. Laptopnya masih menyala di meja.

Mia masuk membawa nampan berisi roti lapis (sandwich) buatannya sendiri.

"Tuan Putri, makan siang..." Mia berhenti bicara saat melihat Akbar tertidur pulas. Napasnya teratur, wajahnya yang biasanya arogan terlihat damai dan lelah.

Mia meletakkan nampan itu pelan-pelan di meja. Ia berniat menyelimuti Akbar dengan jasnya yang tersampir di kursi.

Namun, saat ia mengambil jas itu, sebuah map dokumen terjatuh dari saku bagian dalam.

BUK.

Map itu berwarna hitam pekat. Tanpa logo perusahaan Ares. Hanya ada stempel merah bertuliskan: [TOP SECRET - EYES ONLY: HADES].

Mia mengerutkan kening. Hades? Nama dewa kematian Yunani? Sejak kapan Akbar menggunakan kode nama seram begitu? Biasanya nama proyeknya selalu berhubungan dengan uang, seperti 'Project Midas' atau 'Project Gold'.

Rasa ingin tahu mengalahkan etika. Mia memungut map itu dan membukanya.

Isinya bukan laporan keuangan.

Isinya adalah blueprint teknis sebuah drone mikro seukuran serangga. Dan sebuah faktur pembelian bahan kimia bernama Neurotoksin VX-Gen 3.

Mata Mia membelalak. Ia membaca memo di bagian bawah dokumen:

Laporan Lapangan: Uji coba lapangan di Sektor 13 berhasil. Target (12 personil Vostok) dinetralisir dalam 3 detik. Tidak ada saksi mata. Protokol pembersihan selesai.

Tangan Mia gemetar.

Sektor 13. Itu tempat dia membaca berita tentang tentara yang mati misterius kemarin. Berita yang Akbar bilang hoax dan keracunan makanan.

Mia menoleh ke arah Akbar yang masih tidur.

Pria ini... pria yang kemarin takut mengupas bawang dan kalah main catur melawannya... adalah orang yang memerintahkan pembunuhan massal dengan racun saraf?

"Siapa kau sebenarnya, Akbar?" bisik Mia ngeri.

Tiba-tiba, Akbar menggeliat dalam tidurnya.

Mia panik. Ia segera memasukkan kembali dokumen itu ke dalam map, dan menyelipkannya kembali ke saku jas Akbar secepat mungkin.

Ia mundur beberapa langkah, jantungnya berdegup kencang seolah mau meledak.

Akbar membuka matanya perlahan. Ia melihat Mia berdiri agak jauh darinya dengan wajah pucat.

"Mia?" suara Akbar serak khas bangun tidur. "Kenapa kau berdiri di sana? Kau melihat hantu?"

Mia menelan ludah, berusaha keras memasang wajah normal.

"Ti-tidak. Aku... aku cuma kaget kau ngorok. Ternyata miliarder bisa ngorok juga," dusta Mia kaku.

Akbar tertawa kecil, mengusap wajahnya. "Aku tidak ngorok. Itu suara pernapasan deep sleep yang efisien. Terima kasih sandwich nya."

Akbar bangkit, mengambil jasnya tempat dokumen itu berada dan menyampirkannya ke bahu tanpa curiga.

"Aku harus ke ruang server sebentar. Makanlah duluan."

Mia mengangguk kaku.

Setelah Akbar keluar ruangan dan pintu tertutup, Mia merosot ke lantai. Kakinya lemas.

Dia tidak terjebak bersama pangeran penyelamat. Dia terjebak di satu atap bersama monster yang menyamar jadi manusia.

Bengkel Tua. Pukul 15:00.

Jay kembali ke persembunyian. Ia tidak membawa makanan, tapi ia membawa sesuatu yang lebih penting: Ketakutan Musuh.

"Frekuensi radio musuh kacau," lapor Angeline begitu Jay masuk. "Mereka panik. Ada rumor tentang pembunuh bayangan yang menyusup ke markas perwira. Mereka mulai menarik mundur patroli kecil dan berkumpul dalam kelompok besar."

"Bagus," kata Jay, melepas jaketnya. "Saat mereka berkumpul dalam kelompok besar, mereka menjadi target yang lebih mudah, tapi juga lebih berbahaya."

"Apa maksudmu?"

Jay menunjuk peta digital di layar laptop.

"Ivan Dragos bukan orang bodoh. Dia tahu aku sedang mempermainkan mental pasukannya. Dia akan merespons dengan kekerasan maksimal. Dia akan memancingku keluar."

"Bagaimana caranya?"

"Dengan menyerang satu-satunya hal yang dia tahu aku pedulikan selain dirimu," wajah Jay menggelap.

Di layar laptop, sebuah notifikasi berita sela (Breaking News) dari stasiun TV yang dikuasai Vostok muncul.

Seorang penyiar berita membacakan pengumuman:

"Kepada buronan Jay Ares dan Angeline Severe. Menyerahlah dalam 24 jam di Alun-Alun Kota. Jika tidak, kami akan mulai menghancurkan Distrik Bisnis Orion Group gedung demi gedung, dimulai dengan Menara Utama Orion."

Wajah Angeline pucat.

"Mereka akan meledakkan kantor pusat..." bisik Angeline.

Jay mengepalkan tangannya. "Mereka ingin aku datang ke sana. Ke kandang singa."

"Jangan, Jay! Itu jebakan bunuh diri!" seru Angeline.

"Memang," Jay menatap tajam ke layar. "Tapi singa lupa satu hal. Di kandang itu... aku bukan mangsanya."

Jay berbalik, mengambil senapan CheyTac M200 miliknya.

"Malam ini, kita tidak lagi bersembunyi. Kita akan memberikan mereka pertunjukan."

1
Hendra Yana
lanjut
Mamat Stone
/Bomb//Bomb/💥
Mamat Stone
tok tik tok 👊💥👊
MyOne
Ⓜ️🔜⏩🔜Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🆗🆗🆗Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🙄👀🙄Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😡😡😡Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🤬🤬🤬🤬Ⓜ️
Mamat Stone
/Determined/
Mamat Stone
/Angry/
Mamat Stone
☮️
Mamat Stone
☯️
Mamat Stone
🐲
Mamat Stone
😈
Mamat Stone
/Toasted/
Mamat Stone
/Gosh/
MyOne
Ⓜ️😵😵‍💫😵Ⓜ️
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
Mamat Stone
💥☮️💥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!