Adven Mahardhika Alkhatiri, seorang lelaki yang penuh rahasia dalam hidupnya. Bahkan keberadaan anaknya juga menjadi rahasia dan teka teki tersendiri untuk keluarga Alkhatiri yang begitu terpandang.
Rahasia besar apakah yang selama ini dia simpan? dan mampukah dia mendapatkan jawaban dari rasa penasarannya terhadap seorang perempuan bernama Sukma Paramitha?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23 ( Mencari Tsania )
Jocelyn tak bisa menyembunyikan keterkejutannya setelah mendengar penjelasan Adam dan Akhtar, dia tidak menyangka kalau Adam punya seorang anak, anak laki laki yang usianya hampir sepuluh tahun dan itu adalah hasil dari kesalahan masa lalu yang harusnya bisa di perbaiki sejak awal, tapi gagal karena kebohongan Tsania.
"Dan sekarang Tsania berusaha mencelakai Paramitha karena dia bersekongkol dengan Monica?" tanya Jocelyn
"Iya mom, di rekaman tadi jelas sekali kalau mereka bersekongkol" jawab Adam
"Kamu akan melaporkan Tsania?" tanya Akhtar
"Iya mom, sejak awal semuanya adalah kebohongan, ucapan Tsania, air mata Tsania, cintanya dan semua yang dia lakukan untuk keluarga ini adalah kebohongan, dia hanya takut miskin mom" jawab Adam
"lalu bagaimana dengan kamu, kamu mencintai dia kan?" tanya Jocelyn dan Adam hanya diam dengan tangan terkepal
"Adam marah mom saat melihat rekaman Tsania menabrak mobil Anita, anak Adam sakit jantung karena dia lahir prematur, dan itu di akibatkan dari benturan karena kecelakaan itu, mommy bisa membayangkan tidak kalau sampai Abimanyu tidak selamat saat itu, Anita juga mungkin akan meninggal karena dia kehilangan semua semangat hidupnya" ungkap Adam dengan tangan gemetar.
"Mommy mengerti nak, sekarang kamu susul Tsania, cari dia dan minta dia bertanggung jawab secara hukum, mommy kecewa padanya" ungkap Jocelyn
Adam mencari Tsania ke rumah Om nya, sementara Akhtar dan Jocelyn pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Syahrul yang menurut Adven masih menjalani operasi karena mengalami patah tulang kaki dan cedera kepala.
Sampai di rumah sakit, tangisan Leni sudah terdengar di depan ruang operasi itu, Leni bahkan sempat pingsan saat di jemput Anthony dan tidak percaya kalau anaknya tertabrak mobil di depan hotel.
"Tante, Tante harus tenang, kita do'akan kak Syahrul Tante" bujuk Paramitha
"Sukma, Syahrul bilang dia lembur di tokonya dan tidak bisa pulang, tapi kenapa Syahrul tiba tiba saja ada di hotel, apa yang dia lakukan di sana" ucap Leni yang masih di peluk Paramitha
"Sukma juga tidak tahu Tante, Sukma saat itu hanya menemani mas Adven makan malam dengan rekan bisnisnya, tiba tiba saja ada mobil berkecepatan tinggi akan menabrak Sukma tapi kak Syahrul menolong Sukma" ungkap Paramitha
"Syahrul pasti mau menyelamatkan kamu karena kamu sudah seperti adik untuknya" ungkap Leni
"Maafkan Sukma Tante" ucap Paramitha terisak
"Tidak nak, ini musibah, Tante ikhlas dan Tante harap Syahrul bisa di selamatkan" ucap Leni mengusap air mata Sukma.
Ceklek.
Pintu ruangan operasi itu sudah di buka dan dokter keluar dengan wajah tegang setelah empat jam berada di ruang operasi.
"Dokter bagaimana kondisi anak saya?" tanya Leni
"Operasi berjalan lancar, pasien sudah melewati masa kritisnya tapi masih perlu di pantau selama dua jam ini karena kondisi luka di kepala cukup serius, anda keluarga pasien?" tanya dokter
"Saya ibunya dokter" jawab Leni
"Mari ikut saya ke ruangan saya karena saya akan menjelaskan kondisi anak ibu"
"Baik dokter"
"Tante, jika di perbolehkan saya juga ingin ikut, supaya saya tahu bagaimana kondisi Syahrul" ucap Adven dan Leni mengangguk.
"Sayang kamu di sini dengan Daddy dan mommy dulu ya, nanti kalau Syahrul sudah di pindahkan ke ruang rawat, kamu langsung saja ikut ke sana" ucap Adven
"Iya mas" jawab Paramitha
Axel sudah tertidur di pelukan Akhtar, dia juga tidak mau pulang karena kedua orang tuanya ada di sana meskipun di bujuk Anthony dan Dean untuk menginap di rumah mereka.
Dua jam berlalu dan Syahrul sudah di pindahkan ke ruang rawat, kondisinya berangsur membaik dan pukul delapan pagi Syahrul sudah mulai sadar. meski luka di kepalanya cukup serius, tapi Syahrul masih mengingat semua anggota keluarganya, namanya bahkan kejadian saat dia tertabrak juga masih di ingat Syahrul dengan jelas.
"Ini sebuah keajaiban karena pasien tidak mengalami amnesia, karena luka di kepala pasien cukup serius" ungkap dokter yang sudah selesai memeriksa kondisi Syahrul setelah sadar.
"Alhamdulillah, terima kasih dokter karena sudah menolong anak saya" ungkap Leni
"Ini karena Tuhan Bu, saya hanya menjalankan tugas saya saja, di tambah semangat hidup anak ibu juga sangat kita, saya permisi memeriksa pasien yang lain" ucap dokter
"Sekali lagi terima kasih dokter" ungkap Adven dan Akhtar.
"Nak, kamu mau sesuatu?" tanya Leni
"Tidak Bu..." jawab Syahrul dengan suara serak
"Kak Syahrul pasti mau istirahat lagi, kami tidak akan menggangu" ungkap Paramitha
"Sukma, aku mendengar seseorang akan mencelakai kamu saat di pasar, dia memperlihatkan foto kamu dan Axel pada seseorang saat dia menyewa sebuah mobil sedan hitam, jadi aku mengikuti orang itu, tapi saat aku tidak melihat kamu aku pikir mungkin kamu tidak ada di sana dan kamu aman, tapi ternyata kamu muncul di depan hotel, aku akan memanggil kamu tapi mobil itu sudah bersiap untuk menabrak kamu, jadi aku putuskan mendorong kamu dan Axel, Axel tidak apa apa kan?" tanya Syahrul yang bahkan menanyakan keadaan Axel.
"Alhamdulillah Axel selamat dan baik baik saja kak, dia sekolah dengan mommy, terima kasih karena sudah menolong kami" jawab Paramitha menitikkan air karena terharu Syahrul begitu baik terhadapnya bahkan Leni juga tidak menyalahkan Paramitha.
"Aku akan pastikan kamu di rawat di sini sampai sehat Syahrul" ungkap Adven.
Adven sempat tidak percaya ada orang yang mau tulus membantu Paramitha tanpa pamrih, bahkan Adven meremehkan sikap Leni dulu yang selalu membela Paramitha, tapi sekarang dia menyesal, Adven kagum dengan sikap tulus ibu dan anak itu bahkan berencana akan membawa mereka untuk bekerja di rumahnya saja sekalian menemani Paramitha di rumah Adven.
"Terima kasih" ucap Syahrul
"Aku yang seharusnya berterima kasih, kamu menyelamatkan hidupku" jawab Adven
"Dad, apa ada kabar dari Kak Adam?" tanya Adven
"Belum, Vian dan Rasman sedang mencarinya, mobil yang menabrak Syahrul sudah di temukan dan pengemudinya hilang, tapi mereka melihat CCTV sekitar tempat mobil itu di parkir memang terlihat Tsania keluar dari mobil itu" jawab Akhtar yang terus menunggu perkembangan pengejaran Tsania
"Perempuan itu terlihat akrab dengan bang Munir, mungkin bersembunyi di sana, coba cari di sana kalau dia tidak di temukan di manapun" ucap Syahrul masih meringis karena selalu pusing saat bicara.
"Di pasar mana?" tanya Adven
"Pasar Taruna, ada rental mobil Munir" jawab Syahrul