Memiliki pasangan menjadi impian Citra selama ini, tidak menyangka laki-laki yang mengajak nikah selama 10 tahun memiliki niat buruk terhadap Citra. Apa yang akan dilakukan Citra untuk membalas dendam dan sakit hatinya terhadap suami tidak setia dan memanfaatkannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maya ps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 24
BAB 24
Istri pertama Angga gayanya seperti majikan marahin ART nya karena tidak benar kerjanya, rasanya sedih dan sakit hati sekali diperlukan seperti ini sama Citra, tapi mau bagaimana lagi numpang tinggal di rumahnya, tapi Winda belum siap untuk merendahkan dirinya untuk kerjain pekerjaan rumah yang seharusnya dikerjakan Bik Sumini.
"Tidak bisa apa Mba tidak teriak dan bentak saya, apa lagi pakai pegang pinggang segala lagi, jangan merendah-rendahkan orang seperti itu juga kan bisa bicara baik-baik." protes Winda tidak suka dengan gaya bicara Citra seenaknya masih pagi, apa lagi dilihatin karyawannya sungguh malu rasanya.
"Tentu tidak bisa, kan sudah saya bilang jika kamu mau numpang tinggal disini iya sadar diri lah jangan tidak mengerjakan apapun di rumah ini, apa lagi pakai tidak makan sama sekali apa sengaja mau sakit akhirnya saya maafin kamu dan membiarkan kamu dapat makan enak walaupun tidak melakukan apapun di rumah ini hah, mimpi kali ye kamu jangan harap!" bentak Citra sengaja bentak Winda sebelum berangkat kerja, karena niat hari ini memang kerjain Winda dan membuat madunya malu.
"Bunda masih sakit pelan-pelan saja iya sayang beberesnya jika tidak kuat istirahat saja iya, Bunda boleh kan Winda kerjain pekerjaan rumah tidak banyak karena masih sakit?" tanya Angga terpaksa supaya tidak membuat Citra marah, karena terlalu belain Winda.
"Boleh saja, Bik Sumini yang akan atur jam berapa saja Winda harus merapihkan rumah ini dan lihat kondisi perempuan sampah itu, ingat Winda selama seminggu kamu tidak melakukan apapun di rumah ini kamu dan Angga akan saya usir dari rumah ini, selain itu Angga akan kehilangan pekerjaan dan juga tidak mendapatkan gaji terakhir karena sudah merugikan perusahan selama ini mengerti, jadi nasib kehidupan kalian ada ditangan Winda kamu malas iya siap-siap jadi gembel tidak memiliki apapun mengerti!" tegas Citra menatap Winda dengan sinis, sengaja kasih waktu seminggu karena sudah malas terlalu lama nampung perempuan sampah peliharaan Angga, tidak ingin terlalu lama sakit hati melihat Angga bersama Winda perempuan penghancur rumah tangganya.
Tidak menyangka Citra mengambil keputusan mendadak, seminggu terakhir tinggal di rumah mewah Citra jika Winda malas mengerjakan pekerjaan rumah, tidak siap menjalankan kehidupan tanpa memiliki apapun dan tidak tega membuat Winda semakin merasakan hidup susah tapi tidak ada solusi untuk masa depannya jika keluar dari rumahnya Citra.
Nunduk malu dan kesal mendengar ucapan Citra, memberikan waktu seminggu untuk dirinya siap sepenuhnya mengerjakan pekerjaan rumahnya Citra, pilihan sungguh sulit bener-bener harus dijalanin Winda demi tidak hidup semakin susah jika keluar dari rumahnya Citra.
Senyum sinis melihat wajah-wajah kaget dan sedih mendengar keputusannya, mau bagaimana lagi tidak mungkin selamanya membiarkan Angga dan Winda tinggal bersama. Melihat jam ditangannya membuat Citra langsung pergi meninggalkan dapur, untuk ke kantor karena pekerjaan kantor hari ini cukup banyak membuat diri sibuk dan sedikit waktu bersama Angga di kantor dan di rumah.
**
Rasanya berat sekali turutin perintah Citra, tapi tidak ada pilihan lain selain turutin perintah istri pertama Angga dari pada keluar tidak ada tempat tinggal sama sekali.
"Apa Bibik juga beberes bantuin saya?" tanya Winda kesal kalo dirinya yang merapikan rumah tapi tidak ada yang bantuin.
"Tidak sama sekali, anda wajib bersihkan semuanya sendirian, kalo mau cepat selesai bangun jam empat subuh sudah mulai sapu seluruh rumah, jam enam mulai masak untuk sarapan Nyonya dan setelah Nyonya berangkat kerja baru deh beresin semuanya dari awal termasuk cuci baju, cuci piring, dan setrika baju, selesai-selesai jam sembilan malam jangan bergadang supaya besoknya tidak ngantuk itu sih cara yang saya kasih tahu. Jadi buruan bersihkan rumah ini kalo mau saya kasih makan enak." penjelasan Bik Sumini kasih tahu cara bersihkan rumah supaya semaunya bisa dikerjakan dan selesai.
"Astaga pagi sekali Bik, Bik apa saya pergi saja iya dari sini dan meninggalkan Angga dari pada jadi ART rendah sekali saya jika terus tinggal disini?" tanya Winda minta saran.
"Jadi perempuan jangan tidak punya hati dan fikiran sama sekali, saat didekati laki-laki yang punya istri jangan pernah mau apapun alasannya, jadi perempuan harus berfikir resiko jika hubungan terlarang ketahuan maka harus siap dengan segala resiko dan balasan dari istri pertama. Apa lagi hubungan km dan Pak Angga sudah terjalin lama sebelum mereka menikah, kok tega membiarkan Pak Angga menguras harta Nyonya berlebihan dan kamu juga mau saja di madu dengan alasan memanfaatkan majikan saya dan ini lah akibatnya karena membiarkan Pak Angga seenaknya dan kamu mau diduakan sama Pak Angga. Terserah kamu mau pergi atau tetap bersama Pak Angga, saya tidak peduli yang jelas sekarang kamu cepetan beberes sebelum makan siang tiba, biar saya bisa siapkan kamu makan kalo kamu kerjain semuanya dengan baik." penjelasan Bik Sumini tidak peduli, Winda tetep bersama Angga atau ditinggalkan mantan majikannya.
"Saya akan pikirkan lagi langkah selanjutnya Bik, iya sudah baik lah saya beberes Bik supaya bisa makan enak, begini amat nasip saya tinggal di rumah mewah bukannya jadi majikan justru dijadikan ART sama pemilik rumah." lanjut Winda pasrah karena tidak ada pilihan sama sekali, bahkan Bik Sumini tidak bisa dibujuk sama sekali untuk bantuin dirinya untuk merapihkan rumah bareng.
**
Tidak terima Angga usir Alex dari ruangannya, karena Alex ada di ruangannya untuk bahas pekerjaan jadi tidak ada alasan untuk keluar dari ruangannya.
"Selama aku masih jadi suami Bunda, aku masih punya hak batasi siapapun yang boleh ngobrol sama Bunda apa lagi di kantor masa ngobrol cuman berdua sedangkan aku ada di kantor masa tidak diajak sama sekali!" protes Angga tidak suka melihat Alex seperti sengaja dekat-dekat sama Citra.
"Calon mantan suami, kamu tahu kan fungsi dan tanggung jawab setiap karyawan ke pemilik perusahaan, jadi tidak ada alasan larang Alex disini selagi Alex tidak bertingkah seenaknya iya dia punya hak yang sama bahas pekerjaan sama saya, lagian jabatan Alex asisten pribadi saya jadi wajar bahas pekerjaan cuman berdua diruangan saya masa diruangan karyawan sih dasar aneh!" protes Citra tidak suka melihat Angga seolah cemburu melihat dirinya lagi bareng Alex.
"Lagian kamu karyawan biasa ngapain masuk kesini, ini masih jam kerja jadi tidak boleh seenaknya masuk ke ruangan ini karena beda yang dikerjakan, jadi silahkan keluar dan kerjakan pekerjaan kamu jika kamu masih butuh kerjaan dan gaji dari perusahaan ini." ucap Alex senyum sinis melihat Angga, seperti tidak ada daya untuk melawan Citra dan tidak punya hak larang dirinya berduaan sama Citra untuk bahas pekerjaan.
"Betul apa kata Alex ini masih jam kerja, silahkan kembali ke ruangan kamu, kalo sudah bosan kerja bisa ke bagian HRD untuk urus surat berhenti kerja tanpa mendapatkan apapun, ingat kerugian perusahaan cukup banyak jadi kamu tidak pantas mendapatkan gaji sedikit pun mengerti, jadi silahkan keluar dan kembali bekerja dengan baik!" tegas Citra malas ngobrol lama-lama sama Angga, rasa sakit hati dan kecewa membuat dirinya semakin malas ketemu Angga apapun alasannya.
Mengepalkan tangan mendengar ucapan Citra tidak sedikit pun bela dirinya, justru semakin semangat usir dirinya dari ruangan Citra bahkan tetap mau ngobrol berduaan sama Alex, bahkan tega mempermalukan dirinya didepan Alex.