NovelToon NovelToon
CELINA: OFFICE GIRL MILIK CEO

CELINA: OFFICE GIRL MILIK CEO

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / CEO / Action / Dark Romance / Mafia / Office Romance / Tamat
Popularitas:92.8k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

SEQUEL ISTRI MANDUL JADI IBU ANAK CEO!


Theodore Morelli, pria cerdas dan berkharisma yang melanjutkan perusahaan teknologi keluarga, hidup dengan prinsip bersih dan profesional. Sosok yang dikenal orang sebagai pria tak kenal ampun dan ditakuti karena kesempurnaannya, harus jungkir balik ketika dia berurusan dengan seorang office girl baru di perusahaannya.

Celina Lorenzo, yang menyamar sebagai Celina Dawson, office girl sederhana, masuk ke perusahaan itu sebagai mata-mata mafia keluarganya untuk menyelidiki sesuatu di perusahaan Theo.

Awalnya mereka hanya dua orang dari dunia berbeda.

Tapi semakin dalam Celina menyelidiki Morelli Corporation, semakin ia sadar:
Theo bukan musuh yang ia cari. Dan Theo yang ditakuti justru memiliki sisi paling lembut untuk Celina.

Lalu bagaimana jadinya jika Theo yang lembut itu tahu identitas asli dari Celina yang sebenarnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26. DIOMELI

Lampu-lampu di ruang Ketua IT masih menyala terang ketika waktu di luar perlahan tenggelam ke dalam malam Los Angeles.

Di balik dinding kaca, gedung Morelli Corporation berdiri seperti raksasa yang enggan tidur, namun di lantai Divisi IT itu, hanya satu ruangan yang masih hidup.

Ruang Cedric Sanders. Sang Ketua Divisi IT yang perfeksionis.

Udara di dalamnya terasa hangat oleh mesin yang terus bekerja, AC yang mendinginkan ruangan, monitor yang tak pernah benar-benar padam, dan dua pikiran yang sedang berlari lebih cepat daripada waktu.

Celina duduk tegak di depan layar besar, matanya tak berkedip. Barisan kode panjang mengalir seperti sungai tak berujung, tetapi baginya, itu bukan kekacauan, melainkan pola.

Cedric berdiri di sampingnya, jari-jarinya menari di keyboard.

"Kau yakin ini anomali?" tanya Cedric untuk kesekian kalinya, meski ia tahu jawabannya.

Celina mengangguk pelan. "Iya. Struktur ini terlalu ... penuh cela untuk jadi kesalahan sebuah AI."

Cedric mengernyit, memperbesar bagian yang Celina tunjuk. "Sial. Ini disisipkan dengan sangat presisi."

Cedric segera menghapus beberapa baris, lalu menggantinya dengan versi asli yang sebelumnya sudah ia simpan.

Satu anomali hilang.

Namun sepuluh lainnya menunggu.

Mereka bekerja dalam diam yang hampir sakral.

Celina menunjuk.

Cedric memerbaiki.

Celina menghela napas pendek.

Cedric menahan makian.

Semakin lama, semakin jelas bahwa penyusup ini bukan amatir. Anomali tersebar seperti benih, tidak terkonsentrasi di satu titik, melainkan menyebar di core code neural mapping, seolah sengaja dirancang agar mustahil dilacak secara konvensional.

"Orang ini tahu apa yang dia lakukan," gumam Cedric. "Dan tahu persis bagaimana cara membunuh AI ini ... perlahan."

Celina tidak menjawab. Matanya bergerak cepat, menyerap perbedaan sekecil apa pun, jarak antar struktur, urutan fungsi, bahkan pemilihan variabel yang nyaris identik. Hingga sekedar titik dan koma yang berbeda mampu ia temukan.

Waktu berjalan tanpa mereka sadari.

Hingga ....

Klik.

Pintu ruangan terbuka tiba-tiba.

Celina dan Cedric refleks menoleh bersamaan.

Di ambang pintu berdiri Theo.

Kedua tangannya terlipat di dada, jasnya masih rapi, tetapi wajahnya sama sekali tidak menyembunyikan kekesalan.

"Jadi, kau bersembunyi di sini, Celina Lorenzo," kata Theo datar, namun tajam

Celina membeku.

Cedric mengangkat alis.

Theo melangkah masuk, menutup pintu di belakangnya dengan satu tangan.

"Pantas saja aku tidak bisa menemukanmu di mana-mana," lanjut Theo. "Kalau bukan karena rekan kerjamu Rina yang bilang kau dipanggil Cedric ke sini, aku mungkin sudah berpikir kau pulang duluan."

Celina bersandar pada punggung kursinya. "Aku sedang membantu Cedric."

Theo menyipitkan mata.

"Sampai malam seperti ini?" tanya Theo. "Rina sampai khawatir. Dia bilang kau tidak kembali sejak siang tadi."

Cedric dan Celina spontan menoleh ke jam digital di pojok layar.

21.17.

Celina terdiam.

Cedric mengumpat pelan. Tak sadar kalau waktu sudah selarut ini.

Theo mengalihkan pandangannya ke Cedric dengan tatapan tajam, dingin.

"Dan kau," Theo menunjuk Cedric. "Lain kali kalau mau 'meminjam' Celina, lapor padaku."

Cedric mendengus. "Sejak kapan kau jadi overprotective, huh?" Ia menyeringai. "Tenang saja. Aku tidak akan mengambil Celina darimu. Lagipula aku lebih suka perempuan berdada besar."

Belum sempat Cedric tertawa lebih jauh ....

Duk!

Theo menendang kaki Cedric dengan sepatu pantofelnya. "Kusumpahi, kau jatuh cinta dengan gadis pendek dan dada rata," kata Theo dengan nada dingin.

"Hei!" Cedric protes, meloncat sedikit.

Celina menghela napas panjang. "Ingin aku lempar kursi atau meja untuk kalian berdua?" katanya datar,

Seketika.

Sunyi.

Theo berdeham.

Cedric tersenyum kikuk.

Lalu Theo kembali serius. Ia menatap Cedric tanpa humor sedikit pun.

"Katakan padaku," ujar Theo pelan, "kenapa kau memanggil Celina ke ruanganmu. Berdua saja. Dari siang sampai malam."

Cedric mengangkat kedua tangan. "Berhenti menatapku seolah ingin menelanku. Aku tidak akan menyentuh gadismu ini,"

Celina melirik Cedric tajam.

"aku hanya meminta bantuan," lanjut Cedric cepat.

Theo tidak puas. "Bantuan apa?"

Cedric menghela napas, lalu akhirnya menjelaskan semuanya, tentang core code yang disusupi, neural mapping AI yang dirusak secara halus, anomali-anomali yang hampir tak terdeteksi, dan tentang bagaimana hanya seseorang dengan photographic memory seperti Celina yang bisa membedakan mana struktur asli dan mana yang telah diselipkan.

Wajah Theo berubah.

Dahi mengernyit. Rahang mengeras.

"Apa kau sudah menemukan pelakunya?" tanya Theo tajam.

Cedric menggeleng. "Belum. Tidak ada jejak. Saat ini yang paling penting adalah menyelamatkan AI ini. Kalau tidak, dua tahun kerja keras semua orang akan jadi sia-sia."

Theo terdiam sejenak, lalu mengangguk kecil. Ia mengerti.

Ia menoleh ke Celina.

"Kau tidak melewatkan makan karena membantu Cedric, kan?" tanya Theo pada sang gadis.

Sebelum Celina sempat membuka mulut ...

"Melewati makan?" Cedric menyela. "Percayalah, mulut Celina tidak berhenti mengunyah sejak siang tadi. Lihat tempat sampahku. Juga meja di belakangnya."

Theo menoleh.

Tempat sampah penuh dengan bungkus makanan.

Meja belakang masih menyisakan beberapa kotak dessert yang belum disentuh.

Theo melongo. "Kau makan sebanyak itu?!" serunya.

Celina mengangguk polos.

Cedric tertawa kecil. "Kemampuan photographic memory menguras tenaga kalau dipakai lama. Dia butuh asupan. Terutama manis. Otaknya bekerja seperti mesin."

Theo tertegun. "Jadi ... snack dan makanan manis yang jadi stok di rumah sekarang itu karena ulahmu?"

Celina tersenyum tanpa rasa bersalah.

Theo tertawa kecil, menggeleng tak percaya. "Aku tidak menyangka akan melihat sisi ini dari seorang Tuan Putri Lorenzo."

Celina hanya mendengus.

Theo lalu kembali serius. "Jadi, sudah selesai atau masih banyak yang perlu diperbaiki?"

"Masih banyak," jawab Cedric. "Tapi setengahnya sudah bersih. Semua berkat dia."

Theo menghela napas panjang. "Lanjutkan besok saja. Sekarang sudah malam. Ayah dan ibuku akan menghajarku kalau membiarkan Celina bekerja sekeras ini."

Cedric menyeringai jahil. "Ah ... jadi Celina sudah jadi anak kesayangan orang tuamu?"

Theo menatap Cedric tajam ketika tahu isi pikiran Cedric saat ini. "Diam. Jangan katakan apa pun yang bisa menimbulkan salah paham."

Cedric tersenyum lebih lebar. "Salah paham yang kau suka, aku yakin."

"Diam," kata Theo datar. "Atau kupotong gajimu."

Cedric langsung mengeluh. "Tidak seru. Mainnya potong gaji."

Celina akhirnya angkat suara. "Kurasa aku harus berhenti di sini dulu."

"Memang seharusnya begitu, Princess," kata Theo.

Celina memegang bahunya lalu berkata, "Bahuku ... sakit."

Sekejap.

Hening.

Lalu ....

Panik.

"Kenapa tidak bilang dari tadi?!" Cedric berseru berdiri mendekati Celina dengan wajah panik.

"Kita ke rumah sakit sekarang," Theo langsung berkata tegas.

Celina memukul lengan Theo. "Aku baik-baik saja. Hanya lelah."

"No, no, no, hospital, right now!" ujar Theo seolah tidak ingin didebat.

"Aku tidak mau ke rumah sakit," potong Celina. "Aku hanya butuh istirahat. Aku bisa mengompres bahuku nanti."

Theo menatap Celina lama.

Cedric sudah memegang kunci mobil, siap berlari jika perlu ternyata sejak tadi.

Akhirnya Theo menghela napas. "Baik. Kita pulang sekarang. Istirahat. Jangan melakukan apa pun selain tidur."

Cedric menimpali, "Lanjutkan bantu aku lusa saja. Besok aku masih bisa berjuang sendirian."

Celina mengangguk, pasrah. Rasanya ia benar-benar dikelilingi keluarga yang sama-sama overprotective.

Cedric mengambil tablet dari tangannya dan menyimpannya.

Theo berkata singkat, "Pulang."

"Makananku jangan ditinggal," ujar Celina cepat.

Theo menepuk dahi. "Astaga. Masih sempat memikirkan makanan."

Namun Theo tetap mengambil paper bag berisi berbagai makanan itu dari tangan Celina.

Saat mereka bertiga keluar, lorong kantor sudah gelap.

Kosong.

Theo menoleh sambil berjalan. "Masih bertanya kenapa aku mengoceh?"

Cedric dan Celina saling pandang, lalu pura-pura tidak bersalah.

Mereka menuju parkiran.

Tidak satu pun dari mereka menyadari ...

Di sudut bayangan, sepasang mata mengawasi sejak tadi.

Diam.

Menunggu.

Dan tersenyum.

1
neni espede
thoooor kereeeeen, lanjuuut
Archiemorarty: Silahkan dilanjut bacanya kak 🤭
total 1 replies
vede rumboirusi
karyanya sangat bagus
keren 👍👍
Naya En-lish
/Heart/
Alfia Amira
dari awal bingung "kacamata hitam" ini masak di dalam ruangan pakai kacamata hitam ??? ini bingkai nya warna hitam atau apa ?? 😁😁
Ir
Theo, Zane setelah keluar dari Nevada saran Oma kalian latihan lagi kemampuan kalian, dari segi senjata, bela diri sampai ke strategi, mungkin kedepan nya ga ada black mantis tapi siapa tau kelompok lain, Red velvet mungkin 😁😁
Ir: lahh pantas ko ga update², sesuai prediksi kisah nya kaya Rosetta sama Leonard belum nikah dah tamat 🤣
total 5 replies
Ir
bentar Arthur ini anaknya Dante kan, bukan anak Elias Spencer kan? ko marga nya Spencer agak ngelag dikit aku, ga tau kapan nikah nya tau² udah punya istri aja
Archiemorarty: Hahahaha....tadinya pasti nau ada hubungannya sama Black Mantis lagi ...tapi mikir dulu deh, berat kali itu bakal cerita 🙄
total 3 replies
Ir
kan kan black mantis ini bikin kerjaan aja dah, morelli harus renovasi gedung kan karna plafon nya jebol, nambah²in kerjaan aja
Archiemorarty: Aku juga mikir gitu woyyy....haeus renov 🤣
total 1 replies
Ir
NEVADA lagi muak aku sumpah, sudah ku bilang kan kemarin minjam rudal iran pada kaga percaya ikhhh
Archiemorarty: Hahahaha....sama othor pun dah muak 🤣
total 1 replies
Ir
tapi bener sih anak² pengusaha kaya Theo, Zane apa lagi ortu mereka memiliki kelompok mafia itu harus di latih sejak dini seharusnya, baik dalam bela diri atau memegang senjata, meskipun ga ada kelompok black mantis, tapi dunia bisnis itu selalu ada kecurangan, kalo hukum negara ga bisa adil maka kita bisa menggunakan hukum kita sendiri, intinya untuk melindungi keluarga dan orang² terkasih
Archiemorarty: Nah ini, alasan Phantom dibuat. karena hukum pemerintah banyak cacat, lebih lebih malah yang jadi penjahat berkedok hukum 🙄
total 3 replies
Ir
nah gini lohh maksud nya bikin cerita tuh, meski kisah black mantis udah pernah di tulis di buku sebelum nya ga ada salah nya di cerita kan ulang, selain pembaca lama ga mudah lupa juga membuat pembaca baru itu tau
" owh ini toh kisah black mantis "
kan kadang ada rider baru yg belum nemu buku lama, nemunya langsung buku sekuel buku sebelum nya, mau baca buku lama dulu nanti pasti ketinggalan cerita yg sekarang, jujur aku rider yang begitu, selesai kan cerita baru setelah tamat untuk lebih paham baru cari buku pertama nya, kadang ada penulis yang pembaca baru penasaran kan
" kalo penasaran sama cerita masa lalu baca aja yg judul nya bla bla "
haisss jujur kadang sebel aku 😁😁
Archiemorarty: harus ngulang kan jadinya bacanya lalau gitu 🙄
total 3 replies
Ir
ini Lucas masih masih trauma ga yaa kalo misal ada penyergapan lagi, apa lagi bapak Rion sama Dante udah pada Sepuh, jalan udah pake tongkat pasti, encok, rematik, asam urat, asam lambung, udah pada nemplok semua, megang senjata pun udah pasti geter²
HAHAHAHA 🤣🤣🤣
ketawa dulu sebelum di ajak perang 🥴🥴
Archiemorarty: Masih dia itu..😂
total 1 replies
tuti raniati
Luar biasa
Archiemorarty: Terima kasih udah baca ceritanya kak 🥰
total 1 replies
Jelita S
yeah udah tamat z thor,,, terimakasih thor atas ceritamu yg seru ini
Archiemorarty: Terima kasih kembali udah baca ceritanya daei awal kak 🥰
total 1 replies
Asyatun 1
keren banget thoor
Archiemorarty: Terima kasih udah baca ceritanya dari awal sampai akhir kak 🥰
total 1 replies
Reni Setia
udah tamat pas sesuai judulnya
makasih author untuk karya novelnya
mimief
yah..selesai
Thor eiden belum ketemu jodohnya
apalagi Cedric
piye toh🤣🤣

but anyway
terimakasih atas cerita indah nya 😍
mimief
ga cocok casing kyk gitu tapi kebucinan🤣🤣😜
shinta
sepertinya masih ada extra part, soalnya masih ada permintaan Up.... (ngarep)😍😍
shinta
haaaaahhhhhhh lega!!!!
shinta
ga pernah setegang ini baca sebuah novel, sumpah ga pernah walau sudah di level ini, aku beneran hanyut.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!