NovelToon NovelToon
KEISTIMEWAAAN AZAM

KEISTIMEWAAAN AZAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Horror Thriller-Horror / Matabatin / Hantu / Mata Batin
Popularitas:223
Nilai: 5
Nama Author: Alfrelen

kisah seorang anak laki laki yang memiliki keistimewaan dari lahir yaitu mata batin. bukan hanya bisa melihat mahkluk gaib namun bisa menyembuhkan dan mengatasi permasalahan yang berhubungan dengan hal gaib. perjalanannya bahkan sampai ke alam gaib untuk membantu jin yang sedang kesulitan. bukan hanya manusia saja yang bisa di obati bahkan mahkluk tak kasat mata juga di obati. ikuti terus kisahnya dan petualangannya, semoga kalian terhibur dengan karya kami ini.
terima kasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfrelen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26

" Subhannallah !! Azam kenapa banyak sekali Pak Agil memberi kamu uang " tanya Ibu Wati karena kaget anaknya di beri uang yang banyak

" Azam juga gak tahu bu, azam aja belum lihat isinya " kata Azam

" alasan Pak Agil kasih amplop kenapa nak ? " tanya Wati lagi

" Azam tadi bantuin bang Jaka biar sembuh buu " kata Azam

sang ibu semakin heran dan bingung apa hubungannya bantuin Jaka sembuh sama Pak Agil kasih amplop.

" coba kamu ceritakan gimana kamu bantuin Jaka terus dapat amplop ini " pinta Wati

" nanti aja ya bu, azam lapar mau makan dulu. kalau udah kenyang enak buat ceritanya " kata Azam

" aduhh kamu ini, masih sempetnya makan dulu. ya udah abis makan kamu cerita ke ibu ya " ucap Wati

Azam pergi ke meja makan untuk makan siang. sang ibu menunggu Azam di ruang keluarga. Azam yang selesai dengan makan siangnya lalu menuju ruang keluarga.

" zam, sekarang kamu ceritain gimana kamu bisa mengobati anaknya Pak Agil ? lalu kamu di kasih amplop ? " ucap Wati yang tidak sabar lagi

" jadi begini bu waktu Azam mau pergi main, Azam lihat rumah bang Jaka banyak orang. terus Azam kesana, nah disana Azam liat bang Jaka kesurupan, ya udah Azam bantu sembuhin " jelas Azam

" terus kamu tau kesurupan apa anak Pak Agil itu nak " ucap Wati

" tau dong bu, Azam lihat bentuknya itu laki laki kurusan rambutnya kek orang gila, kukunya juga tajam bu " kata Azam

sang ibu yang mendengar Azam memberikan gambaran ciri cirinya, si ibu langsung ketakutan. " ihhh,,,kok serem banget ya zam bentuknya, terus itu amplopnya gimana ceritanya "

" Azam kan udah sembuhin bang Jaka, bapaknya bang Jaka langsung kasih amplop. katanya ucapan terima kasih, awalnya azam nolak terus di paksa untuk ambil " kata Azam

sang ibu langsung memeluk anaknya, dia senang Azam membantu orang tanpa pamrih. " itu baru bagus nak, kita tolong orang harus ikhlas, gak boleh menolong karena imbalan "

" iya bu " ucap Azam.

lain halnya di rumah Rendi, Ibunya Rendi mengetahui anaknya bawa pulang uang 2 ratus ribu langsung marah.

" kamu dapat dari mana uang ini Rendi ? kamu habis mencuri ya " ucap Susi

" gak buu, Rendi di kasih sama bapaknya bang Jaka " kata Rendi

" gak mungkin orang kasih uang sama anak kecil banyak begini ! kamu jujur rendi ! " ucap Susi dengan ekspresi kesal

ibunya Rendi tidak percaya dengan ucapan anaknya. Ibunya takut anaknya salah pergaulan malah menjadi pencuri.

" Rendi udah jujur bu, kalau ibu gak percaya tanya aja sama Azam. Azam juga dapat kok " jelas Rendi

" Azam anaknya Pak Fathir ya, kalau begitu ayok kita kesana. awas kalau kamu bohong sama Ibu " ucap Susi

Ibu Susi dan Rendi pergi kerumah Pak Fathir untuk mengetahui yang sebenarnya

" Assalamualaikum ! " ucap salam ibu susi

" Walaikumsalam,,,ehh Sus kok tumben kemari ? ayok masuk dulu " kata ibu Wati sambil menyuruh masuk. " kenapa sus kok kamu kerumah aku, ada apa ? " tanya ibu Wati

" ehh gini Wati, aku mau tanya. tadi si Rendi kan pulang terus dia pulang bawa uang, apa betul Azam dapat juga dari Pak Agil ? " ucap Susi

Ibu Wati yang mendengar jadi tersenyum setelah mendengar ucapan Susi karena Azam juga sudah cerita.

" iya Sus benar, Azam sama Rendi habis bantuin Pak Agil yang anaknya kesurupan terus Azam bantu ngobatin " jelas Wati

Ibu susi terkejut mendengar penjelasan ibu wati, bahwa benar adanya Pak Agil memberi uang. " ohh gitu ya Wati, aku pikir anakku mencuri makanya aku pastikan kebenarannya dari sini "

" iya benar sus, kamu tenang aja anakmu itu gak melakukan hal kriminal, karena Rendi dan Azam sering keluar bermain bersama " kata Wati

ibu Susi menghela napas lega karena anaknya sudah jujur. wajar saja ibu Susi curiga karena anaknya bawa uang ratusan ribu.

" baik lah kalau begitu Wati, terima kasih untuk penjelasannya. saya pamit pulang dulu, hehehe,,,Assalamualaikum " ucap Susi yang sudah tenang lalu pamit pergi

" Walaikumsalam, iya sama sama Sus " jawab ibu Wati tersenyum.

Ibu Susi dan Rendi akhirnya pulang dan dalam perjalanan Rendi menagih uangnya. " udah percaya kan buu, makanya jangan tuduh anaknya sendiri "

" ibu bukan nuduh, tapi memastikan kalau kamu itu bohong atau gak " ucap Susi

" terus mana uangnya buu ? Rendi mau beli mainan masa ibu sita uang Rendi. itu kan hasil kerja Rendi " kata Rendi manyun

" kamu mainan aja pikirannya, mainan kamu udah banyak,,,ini bukan hasil kerja kamu tapi hasil usaha Azam. kamu cuma ikut ikutan aja makanya dapat juga, dasar kamu ini " ucap Susi

" tapi kan buu, Rendi juga bantuin Azam. udah sini bu uangnya " kata Rendi dengan tangan meminta

" ibu gak kasih kamu uang banyak begini, anak kecil gak boleh pegang uang banyak nanti bodoh. nanti ibu kasih uang 2 ribu aja, udah cukup untuk kamu " ucap Susi

Rendi jadi kesal tahu gini mending gak usah di kasih tau, ya gini jadinya jadi rampasan ibu negara.

" apa hubungannya pegang banyak uang sama bodoh buu ? ibu ini bilang aja mau ambil uang Rendi kan " kata Rendi

" bukan gitu maksud ibu, uangnya ibu simpan biar gak cepat habis " ucap Susi menahan tawa

Ibu Rendi hampir tertawa karena anaknya tahu kalau dia mau ambil duit anaknya untuk di pakek buat Ibunya Rendi beli peralatan dapur.

Mbah Pono, Juber dan Tandil masih di kota sega. mereka duduk di penginapan sambil membuat rencana untuk mengambil benda pusaka milik Azam.

" sekarang kita harus membuat rencana baru untuk merebut benda pusaka itu... " ucap Mbah Pono

" kalau Mbah mau datengin tuh rumah lagi, aku gak ikut mbah mending di sini aja " potong Juber

" iya Mbah, aku juga gak mau ikut. masih terasa sakitnya sampai sekarang kepala kami ini " timpal Tandil

" kau ber, bisa diam dulu gak ! Aku cabein juga nanti mulutmu itu ! aku belum selesai ngomong, kebiasaan kamu ini " kesal Mbah Pono

Juber jadi kesal di maki maki terus sama Mbah pono. " lagian ngomong kok setengah setengah persis sama otaknya " gumam Juber ngedumel

Tandil hanya diam saja sambil menahan tawanya. " emang persis kayak tom and jerry gak ada akurnya, hihihihi " gumam Tandil

" jadi gini...tuh kan lupa lagi mau bilang apa tadi. ini gara gara kamu ber ! jadi lupa aku kan mau ngomong apa " ucap Mbah Pono lalu memarahi Juber

" lah Mbah aku kan diam aja, kok malah salahin aku, salah mbah lah kenapa bisa lupa. gak ingat umur apa mbah " dengan suara yang kecil di akhir omongannya

" yang terakhir kamu bilang apa buat aku haa ? keknya kamu ada ngomong sesuatu buat aku kan " curiga Mbah Pono

" ya elah Mbah, aku gak ada ngomong apa apa. dah lah aku diam aja, salah terus perasaan " kata Juber

Juber bener bener kesel liat Mbah Pono selalu saja nyalahin dia terus. Entah kenapa sensi kali Mbah Pono sama Juber.

1
Andri Ristianto
seperti nya bagus nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!