NovelToon NovelToon
Gadis Yatim Dan Ruang Ajaibnya

Gadis Yatim Dan Ruang Ajaibnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Ruang Ajaib / Time Travel / Fantasi Wanita
Popularitas:275k
Nilai: 5
Nama Author: bubun ntib

Su Ran terbangun ketika mendengar suara melengking keras dan tangan kasar yang mengguncangnya..

Heh~ Apakah ini layanan Apartemennya, kenapa begitu kasar pijatannya?
Lalu, kenapa kedap suaranya sangat jelek?

Begitu sadar, ia ternyata masuk kesebuah era dinasti Ping yang tidak tercatat dibuku sejarah manapun.

Hee.. ingin menantangku soal bertani? dan menjual barang?
Jangan panggil aku Su 'si marketer andalan' jika tidak bisa mendapat untung apapun!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bubun ntib, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26

“ Paman Jiang, ini adalah para tetangga yang kuceritakan,” begitu sampai di depan pintu restoran, Su Ran mendapati jika masih tutup. Ia menggedor pelan dan A Ming membukakan pintu.

Melihat siapa yang datang, mata A Ming berbinar senang, ia langsung menyuruh Su Ran membawa temannya untuk masuk dan menutup pintu lagi, restoran belum akan dibuka sepagi ini.

Jiang Ran sudah bangun begitu juga Feng Yu. Emmang ketiganya memiliki halaman kecil masing – masing yang berada di komplek restoran.

Su Ran baru tahu jika di belakang restoran ternyata masih ada bagian dalam dan bahkan memiliki beberapa halaman terpisah bahkan paviliun untuk menampung para pekerja.

“ Ini dulu adalah tempat tinggal para pekerja restoran,” ucap A Ming dengan nada getir. Melihat banyaknya kamar, Su Ran bisa menebak jika pasti sangat ramai.

Tetapi sekarang hanya tinggal bertiga. Sungguh sangat disayangkan.

Jiang Ran mengamati Fen Dao dan yang lainnya. Mereka berempat sedikit gugup juga .. Takut. Chen Rui yang biasanya ceria dan banyak omong kini seperti burung puyuh, sedikit menjaga lisannya.

“ Kalian takut apa? Apa aku begitu menyeramkan?” kelakar Jiang Ran dengan nada jenaka, sedikit mencairkan suasana yang tegang.

“ Xiao Su, paman sungguh sangat berterima kasih. Tetapi seperti yang paman Jiang bilang di awal, mereka akan paman uji terlebih dahulu,” ucap Jiang Ran penuh penyesalan.

Bukan masalah percaya atau tidak, tetapi untuk langsung percaya 100% pasti tidak akan berhasil.

“ Paman, semuanya memang harus begitu. Tetapi aku bisa yakin dan jamin jika mereka pasti cocok dengan restoran ini,” ucap Su Ran.

“ Kau ini, pemuda yang aneh,” gerutu Jiang Ran dengan kesal dan geli sekaligus.

Chen Rui dan yang lainnya hanya menatap penuh terima kasih kepada Su Ran. Mereka sudah diberi tahu jika mereka pasti akan diuji, ini semua karena pengelola restoran trauma.

Tadi, saat Su Ran berdandan menyerupai pemuda, keempatnya heran dan bertanya untuk apa.

“ Paman Jiang dan yang lainnya hanya tahu jika aku adalah pemuda,” ucap Su Ran sambil mengedipkan matanya genit yang dihadiahi dengan kempitan diketiak oleh Chen Rui.

“ Baiklah, hari ini biarkan mereka disini. Aku juga harus segera pulang untuk mengurus ladang. Nanti sore aku akan menjemput mereka,” Su Ran melirik keempat temannya dan berpamitan.

Ada sedikit rasa enggan karena ditinggal oleh Su Ran, tetapi Fen Dao segera mengatasi perasaannya. Ini adalah kesempatan yang diberikan Su Ran kepada mereka.

Mereka tidak boleh mencoreng nama baik Su Ran yang sudah dijaminkan untuk keempatnya.

Dengan beberapa nasehat kepada Chen Rui untuk tenang, Su Ran melambaikan tangannya dan meninggalkan keempatnya bersama A Ming yang akan mengajari cara kerja mereka.

Su Ran keluar bersama Jiang Ran.

“ Xiao Ran, paman sudah bertanya – tanya disekitar sini apakah ada halaman yang ingin dijual. Tetapi masih belum ada,” Jiang Ran membuka obrolan dengan hasil pencariannya. Su Ran tersenyum tipis dan mengangguk.

“ Paman, Aku tidak terlalu terburu – buru. Lagipula tanaman cabai di ladang baru berusia 15 hari. Apalagi gandum dan sayuran lainnya, masih lama,” ucap Su Ran.

“ Oh iya paman, aku ingin meminta 1 hal lain,” ucap Su Ran sambil menatap Jiang Ran. Keduanya sudah sampai di lobby restoran. Jiang Ran mempersilahkan Su Ran untuk duduk.

“ Permintaan apa? Coba katakan pada paman,” sahut Jiang Ran.

“ Aku tidak ingin mereka tahu jika beberapa hari ini aku menjual sambal dan yang lainnya,” ucap Su Ran dengan mantap. Jiang Ran mengernyitkan keningnya.

“ Kenapa?” tanyanya tanpa sadar.

Su Ran menghela nafas kasar. Tatapannya berubah menjadi melankolis dan menerawang jauh kedepan. Begitu menyedihkan.

“ Paman, bukannya aku tidak ingin berbagi rejeki dengan mereka,”

“ Tetapi paman, orang tuaku meninggal. Meninggalkan rumah dan ladang. Tetapi direbut oleh keluarga pertama. Q harus memutar otak, lalu berhasil mendapatkan tebusan 200 ribu untuk rumah dan ladangku,”

Jiang Ran sedikit terkejut dengan kisah hidup pemuda di depannya. Ia hanya bertanya dengan santai tetapi malah harus mendengarkan cerita yang menyedihkan?

“ Dengan kemurahan hati ayah dari saudara Fen Dao, aku membeli rumah tua di pinggir hutan di kaki gunung, membeli 2-4 Mu ladang untuk kugarap sebagai penopang hidupku,”

“ Uangku habis setelah membeli keledai itu,” Su Ran menghembuskan nafas pasrah. Benar – benar seperti orang yang menyedihkan.

“ Lalu? Apa hubungannya dengan hasil panenmu?” Jiang Ran penasaran dan tak sabar.

“ Sebenarnya, sebulan sebelum meninggal, ayahku membawaku ke gunung dalam. Memperlihatkan sebidang tanah yang subur dan gembur. Beliau menanam barang – barang yang kujual itu,” bohong Su Ran tanpa berkedip.

‘ Maafkan aku, wahai mendiang ayah pemilik tubuh asli,’ batinnya sedikit ngeri sendiri.

“ Semua tanaman itu adalah hasil dari peninggalan ayahku. Makanya aku tidak ingin ada yang mengetahuinya. Aku hanya diam – diam mengambil beberapa benih contoh dan menanamnya di ladang baruku,” Su Ran membentangkan tangannya tampak polos. Hingga membuat Jiang Ran terkesan dan bahkan percaya dengan bualan Su Ran.

“ Baiklah, paman akan merahasiakannya untukmu. Pantas saja, sayurmu begitu segar, jangan bilang kau baru memetiknya langsung kau bawa kesini?” puji Jiang Ran. Su Ran hanya menjulurkan lidah usil.

‘ Jelas saja segar. Bukan hanya ditanam di ruang ajaib, tetapi juga kusiram lagi dengan air lingquan!’ gerutu Su Ran dalam hati.

Tetapi ia sudah cukup puas dengan hasil ini. bagaimanapun, sebelum ladangnya bisa menghasilkan panenan sendiri, ia tidak boleh gegabah.

Setelah berbasa basi sejenak, Su Ran berpamitan dan bilang akan kembali saat sore.

.

Sore hari berlalu cepat. Su Ran menjemput keempat tetangganya dan mendapati jika raut wajah Jiang Ran cukup puas. Su Ran begitu berbangga diri, seolah – olah ialah yang melatih keempatnya dan mendapatkan hasil yang memuaskan.

Kepuasaan seorang pemimpin untuk kerja anak buahnya ternyata masih mempengaruhi otaknya meskipun sudah menyeberang ke zaman ini!

Beberapa hari kemudian, Su Ran bolak balik kota dengan membawa keempatnya untuk bekerja. Su Ran juga tidak tinggal diam. Tiap hari, setelah memastikan jika keempatnya sampai ditempat kerja, ia akan segera mencari lapak yang lumayan jauh dari restoran dan dengan santai menjual kembali panennya dari Ruang ajaib.

Su Ran juga diam – diam mencari sendiri kabar tentang rumah yang dijual, juga tidak lupa melakukan survei harga. Tentu saja agar ia dapat mempersiapkan uangnya.

Tanaman cabai juga tidak terbengkalai. Karena para anak bekerja di kota, para paman dan bibi bersatu.

Mereka bekerja bergantian pagi dan sore. Di pagi hari, Para bibi akan menyelesaikan pekerjaan rumah dan memasak, lalu para paman akan menyiangi rumput liar atau gulma pada tanaman cabai mereka.

Sayur – sayuran yang lain juga tidak luput dengan perawatan mereka. Tentu saja, menanam Cabai hanya untuk memuaskan rasa penasaran para istri sebelum akhirnya akan menjadi panenan wajib.

Hingga pada hari ke-7, para teman sekaligus tetangga dekat Su Ran akhirnya diakui oleh Jiang Ran dan juga Feng Yu.

Ketiga pemuda memutuskan untuk tinggal di mess karyawan, sementara Chen Rui memilih untuk pulang pergi mengingat tidak ada perempuan lain yang bekerja.

1
Kholifah Tiara
bagus
Kholifah Tiara
lanjut,,,,,
@Mita🥰
pasti s sui manman
Memyr 67
𝗅𝗎 𝗆𝖺𝗇𝗆𝖺𝗇 𝗄𝖾𝖻𝖺𝗄𝖺𝗋𝖺𝗇 𝗋𝖺𝗆𝖻𝗎𝗍 𝗆𝖾𝗌𝗍𝗂. 𝗌𝗈𝖺𝗅𝗇𝗒𝖺 𝗅𝗎 𝗆𝖺𝗇𝗆𝖺𝗇 𝗄𝖺𝗇 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗉𝗎𝗇𝗒𝖺 𝗃𝖾𝗇𝗀𝗀𝗈𝗋. 𝗆𝖺𝗎 𝖽𝗂𝖻𝗂𝗅𝖺𝗇𝗀 𝗄𝖾𝖻𝖺𝗄𝖺𝗋𝖺𝗇 𝗃𝖾𝗇𝗀𝗀𝗈𝗍, 𝗃𝖾𝗇𝗀𝗀𝗈𝗍𝗇𝗒𝖺 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝖺𝖽𝖺, 𝗁𝖾𝗁𝖾.
SENJA
pasti si benalu ini!!! cis ga tau malu banget 😤😤😤
SENJA
justru di desa yang kemiskinan dan buta huruf masih merajalela perundungan subur
SENJA
ya adalah! si ranran itu 😄
Osie
nahlooo si Man Man bakal kejang kejang nih dgrnya..apalagi kalau ketemu sm ranran..gitu buat ulah langsung dah di sleding ranran🤣🤣🤣
Erna Masliana
harus ada yang memberi kabar juga pada lambe turah ibu kota kalo s Maman hanya ngaku ngaku dekat dg An quan
Lala Kusumah
lanjutkan Mak, semangat sehat ya 💪💪😍😍
SENJA
udah pasti lah setuju cuma perlu mandat aja jadi pedagang kekaisaran biar su ran bisa monopoli 🤭😄
𝓡𝓪𝓲𝓷𝓪 (来奈)
Lanjut Bun 😉
Maria Lina
kn enak bacanya klo double thor n makasih bnyk ya ud double up mya🙏🙏😊😍
@Mita🥰
boleh banget yang mulia 🤣🤣
Wiwin Ma Vinha
👍👍👍
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
uhukkkk.... mau bilang kurang takut di tendang Buntib.. jadi cuma bilang semangat besok lagi ya Bun🏃🏃
Yunita Widiastuti
💪💪💪
Phebe ZM
Menarik
𝓡𝓪𝓲𝓷𝓪 (来奈)
Nunggu malam😊😊
Darmono
ceritanya mantap okey
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!