NovelToon NovelToon
TEROR DI ALAS PURWO

TEROR DI ALAS PURWO

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Iblis / Kutukan / Hari Kiamat / Evolusi dan Mutasi / Pusaka Ajaib
Popularitas:20.3k
Nilai: 5
Nama Author: Siti H

Kisah sepuluh orang pecinta alam yang sedang melakukan wisata alam disebuah hutan untuk mengunjungi situs peninggalan purbakala di Goa Istana Alas Purwo yang dianggap sangat menantang.

Hutan Alas Purwo adalah salah satu hutan terangker di Indonesia, dimana dinyatakan sebagai salah satu gerbang menuju alam ghaib.

Akan tetapi, petualangan itu membawa mereka pada sebuah masalah, dimana tanpa sengaja, salah satu diantaranya mengambil sebuah benda purbakala dan kitab kuno yang membuat mereka harus mengalami hal mengerikan. Hal itu membuat mereka mengalami mutasi dan menjadi petaka yang mencekam.

Apakah mereka dapat terbebas dari semua itu? ikuti kisah selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Panggilan

"Aku akan turun, bapak awasi dari atas, " pinta pemuda itu, ia berharap jika awan tidak mengalmi hipotermia, dan ini akan menjadi hal yang sangat fatal.

Samsul mengulurkan tali ke bawah, dan Kenny mengikat ujungnya dirumpun bambu, agar dapat menahan tubuhnya saat melakukan evakuasi.

Sementara itu, Amara tercengang menatap Awan--suaminya yang terlihat dibawah dasar jurang.

"Sayang, Sayang," panggilnya pada pria itu, dan berharap jika Awan mendengarnya.

"Hei! Apa yang kau lakukan! kerjakan tugasmu secepatnya," titah sesosok makluk bertubuh Kalajengking yang saat ini sedang mengawasinya didapur.

Amara tersentak kaget, lalu menoleh ke arah suara yang menegurnya, dan ia kembali terkejut melihat perawakan manusia tersebut yang terlihat sangat mengerikan.

"Masak! Masih banyak prajurit yang belum makan!" sentak sosok Kalajengking itu dengan tatapannya yang tajam.

Amara terdiam, dan menundukkan kepalnya. Lalu meraih pisau dan memotong cabai yang berukuran sebesar singkong.

Tak berselang lama, Axel datang menuju dapur. Perutnya yang terjahit oleh akar pohon tampak jahitannya sangat berantakan sekali.

Langkahnya cukup kasar, dan ia berhenti diambang pintu yang ukurannya cukup tinggi dan menyesuaikan tinggi para makhluk tersebut.

"Raja memanggil koki yang memasak daging rusa panggang! Agar segera menghadap ke Paduka Raja!" ungkapnya dengan nada kasar.

Semua yang ada diruangan memasak saling pandang, dan mereka tahu jika ini adalah hal sangat menakutkan, bisa jadi menggembirakan. Sebab hal ini berkaitan dengan rasa makanan yang dihidangkan.

"Siapa yang memasak!" sentaknya sekali lagi, membuat suasana ruangan didalam dapur hening seketika.

Amara meletakkan pisau ditangannya, lalu mengangkat tangannya. "Aku yang memasaknya."

Axel menoleh ke arah sosok wanita yang mengaku sebagai koki tersebut, posisinya memunggunginya, dan ia merasa jika pernah melihatnya.

Axel melangkah masuk ke dalam ruangan dapur, lalu menyibak orang-orang yang menghalangi jalannya.

Setelah jarak mereka cukup dekat, Axel menatap wanita tersebut, dan wajahnya mengkedut sekejap, lalu memindai tubuh wanita itu.

"Jika diajak bicara, maka lihat wajah lawan bicaramu!"

Amara menarik nafasnya, lalu memutar tubuhnya dengan perlahan, dan menatap Axel sejenak.

Sontak saja hal itu membuat Axel terkejut. Ia mengangakan mulutnya, sebab wanita itu sangat dikenalnya.

"Hah! Tante Amara? Ck, kenapa tante bisa sampai disini? Woow, kebetulan sekali!" Axel terlihat tak percaya dengan apa yang dilihatnya.

Amara tak kalah terkejutnya, sebab ia mengenal Axel aďalah teman Sena dan juga pernah main ke rumah.

Sosok Axel yang berubah menjadi setengah genderuwo menghampirinya dengan langkah lamban, jarak mereka hanya sisa satu meter saja, dan ia menatap wanita itu dengan senyum sinis.

"Jika tak dapat mencicipi anaknya, mungkin bisa cicipi mamanya, sebab amu melihat tante juga sangat semok," ujar Axel tanpa rasa malu dan sungkan.

Hal itu membuat Amara merasa jijik dengan ucapan Axel yang tidak tahu malu.

Dalam kesempatan yang sangat kecil, ia sempat melirik ke arah Kenny yang sedang berusaha membantu suaminya naik ke atas tebing, tetapi dengan cepat memalingkan wajahnya, ia takut jika Axel melihatnya.

"Kau sangat menjijikkan," jawab Amara dengan kesal. Ia memalingkan wajahnya, dan jika saja mereka berada didunia nyata, maka ia sudah menampar mulut pemuda itu.

Axel tertawa mengejek, lalu mencengkram dagu Amara dengan sangat kuat. "Tante cukup cantik, dan sayangnya Paduka Raja sedang mencarimu. Jika masalahmu sudah selesai, aku menunggu disini, dan aku bisa membuat tante terpuaskan."

Amara merasakan dadanya semakin sesak, ingin rasanya ia meludahi wajah pemuda yang sangat menjijikkan dengan ucapannya barusan. Hingga seseorang datang menepuk pundak Axel, dan membuat sosok itu menoleh ke arah belakang.

"Jangan terlalu gatal sama orangtua," ucap Jhony, yang tubuhnya setengah Kerbau.

Axel berdecak kesal, sebab Jhony mengacaukan aksinya. "Kau mengganggu saja!" ucapnya, lalu menarik tangan Amara dengan kasar. " Ayo, Tante! Kita selesaikan nanti urusan yang belum selesai!"

Amara semakin kesal dengan sikap Axel yang tidak tahu sopan dan santun, namun ia harus menurut saja, sebab ini kesempatan buat bertemu dengan Sena puterinya.

Sementara itu, Keny sedang menuruni tebing untuk membantu Awan naik ke atas, ternyata pria itu tersangkut diatas dahan pohon.

Ia dengan hati-hati menarik tangan Awan, lalu mengikatnya dengan safety bell, dan perlahan mulai memanjat tebing jurang.

Samsul merasakan suhu dingin yang cukup ekstrem, dan membuatnya menggigil. Ia melihat sekitarnya yang masih tertutup dengan kabut tebal, dan perlahan telinganya mendengar langkah yang cukup kuat, menapaki tanah yang basah oleh kabut embun.

Hatinya mulai resah, sebab Kenny dan awan masih berada dibawah sana. Ia melihat pergerakan tali yang diikat pada rumpun bambu, dan pertanda jika Kenny sedang menanjak.

Sreeek sreeek sreeek

Terdengar banyak langkah yang datang menuju ke arah Samsul, membuat pria itu semakin merakan debaran yang tak menentu.

Ia melongok ke jurang yang gelap, berharap Kenny segera naik ke atas.

Sesaat ia melihat banyak pasang mata merah menyala yang datang menghampirnya, dan ia yakin sesuatu yang buruk sedang terjadi.

"Ayolah, Kenn, cepat!" gumamnya dengan gusar. Nafasnya memburu, dan wajahnya pucat, serta hatinya diselimuti cukup kegelisahan untuk melihat sesuatu yang mengerikan dihadapannya.

Semakin lama, sosok bermata merah yang jumlahnya tak dapat ia hitung semakin mendekat, membuat Samsul bergidik ngeri.

Traaak.

Ia menginjak batang bambu, dan nalurinya begitu cukup kuat untuk menjadikan benda itu sebagai senjata.

Dengan gerakan yang cukup cepat, ia meraih benda tersebut dengan membungkuk, lalu bersiap melawan apapun kemungkinan yang terjadi.

Saat sosok itu semakin mendekat, terlihat berbagai macam makhluk mutasi yang membuat Samsul tertekan.

Tampak sosok Macan Tutul dengan ukuran yang cukup besar dan dari bagian pinggang ke bawah berwujud manusia, begitu juga dengan makhluk Biawak dan lainnya.

Kuku mereka cukup tajam dan runcing, sehingga membuatnya harus menahan rasa takutnya.

Suara geraman kembali terdengar ditelinganya, menggema ditengah hutan bambu yang gelap, dan kini ia dikelilingi oleh makhluk aneh tersebut.

"Menyingkirlah!" Samsul menghunuskan ujung bambu sepanjang dua meter ke arah makhluk mutasi yang semakin mendekat dan mencoba menyerangnya.

Dengan gerakan yang cukup agresif, dengan tiba-tiba, para makhluk itu menyerangnya.

Wuuus wuuush wuuush

Samsul berusaha menangkis serangan. Ia menghujamkan bambu tersebut ke arah para makhluk yang mencoba menyerangnya.

Akan tetapi, jumlah mereka yang cukup banyak, membuat ia kewalahan, dan harus bergerak lebih cepat.

Sosok Mutasi Biawak datang menyerangnya dari arah belakang.

Craaaaash

"Aaaaargh..," pekik Samsul kesakitan. Punggungnya terkena cakaran yang cukup dalam, dan rasa perih menjalar disekujur tubuhnya, darah mengalir cukup deras.

Samsul mengayunkan bambunya, menyerang Mutasi Biawak yang sudah melukainya, lalu dengan gerakan yang cepat menghantam dengan sangat kuat.

1
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
lah kk siti knp di gantung ya ahhh g rela dehh
V3
hahaha ..... si Gemet kta nya punya tongkat gak seberapa besar tp dh lelaguan ja gila wadonan 🤣🤣
V3
bujug busrak ..... dh telentang ja tuh si Gemet ,,, mna tuh tongkat nya dh berdiri 🤣🤣🤣
neni nuraeni
jreng... jreng... aku Yo deg... deg.. ser,,, ikutan cpe aku bcanya,, lnjut thor
renjani
hebat thor👍 bisa membawaku seakan ikut war didlm y 👍👍 sampai menahan sesak ingin cepat sampai kebatu besar...semangat thor💪 jaga kesehatan👍
Desyi Alawiyah
Ah, berhasil ngga yah Alessa menemukan kitab itu? Semoga saja berhasil...

Lanjut kak Author, semangat... 💪💪
Arinda Fira
akhirnya dunia nyata muncul
Arinda Fira
memannya bisa dipertanggung jwbkan
Arinda Fira
semudah itu terbukanya?
Arinda Fira
baguslah sang raja tertidur
Arinda Fira
kepala adalah kelemahan para mutasi.
Desyi Alawiyah
Wah, udah sebulan lamanya mereka hilang, dan sekarang belum ketemu juga..

Semoga kitab kuno segera ditemukan, jadi Sena dan yang lain bisa pulang dengan selamat ke rumah mereka masing-masing... 😙
🌹Widian,🧕🧕🌹
deg-degan nih bacanya 😬
Arinda Fira
hah raja bisa terkecoh🤣
Arinda Fira
Aduh
Ayuk Witanto
tinggal nyari tulisan kunonya
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
kira2 bisa nemu g ya
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎: hiiiiii ulooooo
total 2 replies
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
wuuuhh ekor nya lgsg di patahkanndan di hujam belati pas jantung nya ya 🤔
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎: sukses nya belakangan mbk ning
nnti adain syukuran deh
total 4 replies
neni nuraeni
weeeh seruuu lah lnjuut
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
aq wis deg deg an eee
untung wae lagsg crassss tesss tess tess ehh darah nya bukan merah ges apa mgkin darah nya biru 🙈🙈🙈
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!