NovelToon NovelToon
SILENCE OF JUSTICE

SILENCE OF JUSTICE

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Karir / Duniahiburan / Bullying di Tempat Kerja / Cinta Murni / Balas Dendam
Popularitas:81
Nilai: 5
Nama Author: Black _Pen2024

"Ketika kebenaran dibungkam paksa, ketika keadilan dipaksa untuk diam, beberapa orang terpaksa beraksi. "

Cinta rahasia Xiao Fei dengan Yu, aktor papan atas yang dipuja, berakhir dengan tragis. Publik meratapi "kematian karena overdosis" yang menyayat hati, namun duka Fei berubah menjadi teror murni saat sebuah kiriman video anonim tiba. Di dalamnya, Yu bukan hanya dibunuh—ia disiksa, dilecehkan secara keji, dan dikorbankan dalam sebuah ritual mengerikan oleh sekelompok individu bertopeng. Kematian Yu bukanlah akhir, melainkan awal dari neraka yang nyata.

Didorong oleh cinta dan dahaga akan kebenaran, Fei harus meninggalkan identitasnya yang aman dan menyusup ke dalam dunia glamor industri hiburan yang beracun. Akhirnya Xiao Fei dengan beberapa orang yang bertemu secara tak sengaja mengambil peran utama sebagai penegak keadilan. Mampukah aksi mereka menunjukkan keadilan yang kini berubah menjadi Keheningan Keadilan. Silence of Justice akan menuntun kita pada aksi mereka. Berhasilkah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Black _Pen2024, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 Mengakses Dunia Yu sekali lagi

Suara api di perapian kecil memecah kesunyian pondok, melemparkan bayangan hangat yang menari-nari di dinding kayu. Di luar, angin musim gugur masih menderu, namun di dalam, fokus Meylie dan Fernandez begitu intens sehingga mereka nyaris tidak menyadarinya. Di atas meja tua yang kokoh, tergeletak buku catatan kulit tua milik Yu, hard drive eksternal dari Fernandez, kartu memori mini, dan laptop burner Meylie yang kini menjadi pusat operasi mereka. Ini adalah titik di mana dua dunia—dunia penyelidikan Meylie yang penuh intuisi dan dunia digital Fernandez yang penuh logika—menyatu.

Fernandez, meskipun masih tampak gelisah, kini memancarkan aura konsentrasi yang luar biasa. Matanya yang cekung, yang tadinya dipenuhi ketakutan, kini berkilat dengan kecerdasan. Ia membolak-balik buku catatan Yu dengan sarung tangan lateks tipis, seolah-olah sedang menangani artefak kuno yang rapuh. Meylie duduk di sampingnya, mengamati setiap gerakannya, hatinya berdebar dengan campuran harapan dan kecemasan.

"Yu memang jenius," Fernandez bergumam, suaranya serak namun penuh kekaguman. "Ini bukan sekadar kode. Ini adalah sistem. Sebuah labirin yang dibuat dengan sangat hati-hati."

Ia menunjukkan beberapa halaman kepada Meylie. "Lihat ini. Ini bukan hanya enkripsi digital standar. Ini campuran dari sandi polyalphabetic, cipher substitusi yang dia modifikasi sendiri, dan bahkan beberapa bahasa kuno yang dia gunakan sebagai kunci." Fernandez menunjuk ke simbol gagak mata satu yang terukir di sampul buku. "Simbol ini, dia menggunakannya sebagai kunci utama untuk beberapa lapisan. Dia bilang itu adalah 'simbol kebangkitan', tapi juga 'simbol peringatan'."

Meylie mengangguk. "Dia memang pernah menyebutkannya. Terhubung dengan sekte dan ritual aneh."

"Sekte itu... mereka pasti ingin buku ini," Fernandez menghela napas, lalu membuka laptopnya sendiri, yang ia bawa dari mobilnya. Sebuah laptop yang tampak usang di luar, namun berteknologi tinggi di dalamnya. Ia menghubungkan hard drive dan kartu memori yang ia bawa kepada laptopnya. "Rekaman saya... ini menunjukkan lebih banyak dari apa yang Anda punya, Meylie. Terutama suara-suara. Saya punya audio yang sangat bersih dari percakapan mereka. Dan beberapa gambar buram dari balik dinding."

Mereka memulai dengan buku catatan. Fernandez menjelaskan bahwa untuk mendekripsi kode-kode tertulis, mereka memerlukan kunci digital yang kemungkinan besar tersimpan di data digital Yu. "Ini seperti puzzle. Setiap potongan saling melengkapi," katanya.

Langkah selanjutnya adalah mengakses dunia digital Yu. Fernandez menghubungkan laptop Meylie ke server cloud rahasia Yu yang berhasil ia lacak dari beberapa petunjuk samar di ponsel Yu yang Meylie temukan. Ia juga mencoba mengakses komputer lama Yu yang mungkin masih tersimpan di suatu tempat, tetapi itu adalah langkah yang lebih berisiko.

"Yu tidak pernah mempercayai siapa pun sepenuhnya, bahkan dirinya sendiri," Fernandez menjelaskan, jari-jarinya menari-nari di atas keyboard dengan kecepatan luar biasa. "Dia membangun lapisan demi lapisan keamanan. Ini bukan hanya firewall. Ini jebakan."

Layak saja, begitu Fernandez mencoba menembus lapisan pertama server cloud Yu, layar laptopnya berkedip-kedip aneh. Sebuah peringatan merah muncul: "ACCESS DENIED. SYSTEM INTEGRITY COMPROMISED. DATA WIPE INITIATED."

"Sial!" Fernandez berseru, matanya membelalak. "Dia memasang semacam bom waktu digital! Jika ada upaya akses ilegal, sistem akan menghapus semua data!"

Meylie merasakan jantungnya mencelos. "Apa yang harus kita lakukan?"

"Kita harus memutus koneksi sekarang!" Fernandez dengan cepat menarik kabel jaringan, namun layar masih berkedip. "Tidak cukup cepat! Virusnya sudah aktif! Yu tidak main-main dengan ini."

Fernandez mulai mengetik dengan panik, membuka beberapa program antivirus dan dekripsi secara bersamaan. Ia berkeringat dingin, wajahnya tegang. "Virus ini dirancang untuk menyebar dan menghapus data secara acak. Kita harus mengisolasi servernya dan mencoba memulihkan bagian yang belum terhapus."

Meylie menyaksikan dengan cemas. Ia tidak mengerti bahasa kode yang berkedip-kedip di layar, tetapi ia bisa merasakan bahaya yang nyata. Ini adalah pertarungan digital yang sengit. Yu, bahkan dari kuburnya, masih melindungi rahasianya dengan gigih.

Setelah beberapa menit yang terasa seperti keabadian, Fernandez berhasil. Ia berhasil mengisolasi virus itu ke dalam sebuah partisi virtual, mencegahnya menyebar ke seluruh server. Namun, beberapa bagian data sudah rusak, terhapus secara permanen.

"Kita kehilangan sebagian," Fernandez menghela napas, menyeka keringat di dahinya. "Tapi untungnya, Yu juga membuat beberapa salinan cadangan yang terenkripsi di lokasi berbeda. Dia memang paranoid, tapi juga brilian."

Kolaborasi mereka dimulai dengan intensitas yang tinggi. Fernandez, dengan keahlian digital tingkat tingginya, mulai memecah kode-kode di buku catatan Yu, mencari pola dan kunci yang Yu gunakan. Meylie, dengan pemahamannya tentang Yu dan intuisinya yang tajam, memberikan konteks. Ia mengingat cerita-cerita samar Yu, kebiasaan-kebiasaannya, dan bahkan lelucon-lelucon internal mereka yang mungkin tersembunyi sebagai bagian dari kunci.

"Yu suka bermain kata," Meylie berkata suatu kali, saat Fernandez frustrasi dengan serangkaian angka yang tampak acak. "Dia pernah bilang, 'Kebenaran itu seringkali ada di balik sesuatu yang paling tidak masuk akal.'"

Fernandez mengangguk, lalu mencoba memasukkan beberapa nama sandi dari film-film favorit Yu, tanggal-tanggal penting dalam hidup mereka, dan bahkan nama panggilan Meylie yang rahasia sebagai bagian dari kunci dekripsi. Dan berhasil.

Sebuah bagian dari buku catatan terbuka, mengungkapkan serangkaian nama dan angka yang kini bisa dibaca. Itu adalah daftar transaksi, tanggal, dan nama-nama perusahaan.

"Ini adalah awal," Fernandez berkata, matanya berkilat. "Kita butuh lebih banyak."

Mereka bekerja tanpa henti selama berhari-hari, hanya berhenti untuk istirahat singkat dan makan seadanya. Pondok itu menjadi benteng mereka, sarang mereka. Di luar, dunia terus berputar, tidak menyadari bahwa di dalam pondok terpencil ini, dua jiwa yang terluka sedang mencoba membongkar jaringan kekuasaan yang tak tersentuh.

Meylie mulai menghargai ketenangan dan kepintaran Fernandez. Pria itu, meskipun trauma, adalah seorang jenius yang tak tertandingi dalam dunia digital. Ia bisa melihat pola dalam kode yang rumit, menemukan celah dalam sistem keamanan yang paling canggih, dan memulihkan data dari reruntuhan digital.

Di sisi lain, Fernandez mulai melihat Meylie bukan hanya sebagai kekasih Yu yang berduka, tetapi sebagai seorang pejuang yang gigih, yang mampu menekan emosinya demi tujuan yang lebih besar. Ia melihat keberanian Meylie, tekadnya yang tak tergoyahkan, dan intuisinya yang tajam.

"Yu pernah bilang, kau adalah satu-satunya yang bisa membuatnya merasa aman," Fernandez berkata suatu malam, saat mereka beristirahat sejenak, ditemani secangkir kopi panas. "Dia bilang kau bisa melihat jiwanya, bukan hanya topengnya."

Meylie tersenyum tipis, sebuah senyum yang terasa pahit. "Dan dia adalah satu-satunya yang bisa membuatku melihat dunia dengan mata yang berbeda."

Fernandez mengangguk. "Dia adalah orang baik. Dia hanya terlalu jujur untuk dunia ini. Dan dia tahu terlalu banyak."

"Mengapa kau begitu takut, Fernandez?" Meylie bertanya, nadanya lembut. "Apa yang membuatmu trauma?"

Fernandez menghela napas panjang. "Saya dulu seorang editor investigasi. Saya pernah mencoba membongkar skandal korupsi besar di industri hiburan. Melibatkan politisi, produser... sama seperti ini. Tapi saya gagal. Saya hampir mati. Mereka mengancam keluarga saya. Saya terpaksa menarik diri, hidup dalam ketakutan. Itulah mengapa saya tahu persis betapa berbahayanya ini."

"Dan Yu... dia adalah pemicunya?"

"Ya. Ketika dia datang kepadaku dengan kode-kode ini, dengan ketakutannya, aku tahu dia sedang dalam masalah yang sama denganku. Aku mencoba memperingatkannya untuk tidak terlalu dalam. Tapi Yu... dia keras kepala. Dia tidak bisa membiarkan ketidakadilan itu." Fernandez menatap Meylie. "Sama sepertimu."

Aliansi mereka semakin erat. Mereka bukan hanya rekan kerja, tetapi juga dua jiwa yang terluka, saling mendukung dalam misi berbahaya ini. Meylie merasa tidak sendirian lagi. Ia memiliki Fernandez, yang menjadi jaring pengaman teknisnya, dan juga pengingat akan bahaya yang mereka hadapi.

Setelah berhari-hari bekerja tanpa henti, melewati jebakan-jebakan digital Yu, memulihkan data yang rusak, dan mendekripsi lapisan-lapisan kode yang rumit, mereka akhirnya mencapai inti dari apa yang Yu sembunyikan.

Fernandez, dengan mata yang merah karena kurang tidur namun penuh kegembiraan, berseru, "Aku berhasil! Aku menembus lapisan terakhir!"

Layar laptop menyala, menampilkan antarmuka yang berbeda. Sebuah folder utama, tersembunyi jauh di dalam server cloud Yu yang paling rahasia. Folder itu berjudul: "THE DEEP STATE."

Meylie merasakan darahnya mengalir dingin. "The Deep State." Judul itu sendiri sudah cukup untuk membuat bulu kuduknya berdiri.

Fernandez mengklik folder itu. Di dalamnya, ada ratusan file, semuanya terorganisir dengan rapi, diberi label dengan tanggal, nama sandi, dan deskripsi singkat. Dokumen, gambar, rekaman audio, bahkan beberapa video pendek.

"Ini dia," Fernandez berbisik, suaranya penuh kekaguman dan ketakutan. "Ini adalah rahasia Yu. Ini adalah bom waktu."

Mereka mulai membuka beberapa file secara acak. Yang pertama adalah daftar nama-nama dengan angka-angka di sampingnya. Bukan hanya nama aktor atau produser, tetapi juga nama-nama politisi, jenderal, dan taipan media. Angka-angka itu adalah jumlah transfer dana, tanggal, dan kode-kode rekening bank.

Yang kedua adalah serangkaian kontrak. Bukan kontrak kerja biasa, melainkan kontrak yang mengerikan. Kontrak budak. Budak hiburan. Anak-anak muda yang dipaksa bekerja, dieksploitasi, dan dibungkam.

Yang ketiga adalah gambar-gambar. Foto-foto buram dari pertemuan rahasia, wajah-wajah yang dikenal publik, namun kini terlihat dalam konteks yang berbeda, jauh lebih gelap.

Yang keempat adalah rekaman audio. Suara-suara terdistorsi, percakapan samar tentang "ritual," "pengorbanan," dan "keabadian."

Meylie menatap layar, hatinya mencelos. Ini jauh lebih besar dari yang ia bayangkan. Ini bukan hanya tentang pembunuhan Yu. Ini adalah jaringan korupsi yang masif, sebuah sistem yang melibatkan hampir setiap lapisan kekuasaan di kota ini. Ini adalah "The Deep State" yang Yu coba ungkapkan.

"Ini... ini bisa menghancurkan semuanya," Meylie berbisik, suaranya serak. "Seluruh kota."

Fernandez mengangguk, wajahnya pucat. "Yu dibunuh karena ini. Karena dia punya bukti yang bisa menjatuhkan piramida kekuasaan ini. Mereka tidak bisa membiarkan ini keluar."

Di layar, sebuah file video kecil menarik perhatian mereka. Judulnya: "THE LAST RITUAL."

Meylie dan Fernandez saling pandang. Ada ketakutan, namun juga tekad yang tak tergoyahkan di mata mereka. Mereka telah mengakses dunia Yu. Dunia yang gelap, mengerikan, namun penuh dengan kebenaran yang harus diungkap.

"Kita harus mengungkapkannya," Meylie berkata, suaranya mantap. "Untuk Yu. Untuk semua korban."

Fernandez mengangguk. "Kita akan melakukannya. Bersama."

Malam itu, di dalam pondok terpencil itu, di tengah hutan yang sunyi, Meylie dan Fernandez telah menemukan inti dari jaring laba-laba kekejaman. "The Deep State" telah terungkap. Dan kini, mereka siap untuk mengurai setiap benang, setiap rahasia, untuk menjatuhkan para dalang di baliknya. Perburuan ini baru saja memasuki fase yang paling berbahaya dan paling penting, dengan bukti tak terbantahkan di tangan mereka.

1
Ita Xiaomi
Menegangkan. Kasihan Yu😢
Ita Xiaomi: Berharap keadilan bs ditegakkan.
total 2 replies
Ita Xiaomi
Saat ini hanya Fei sendirian yg menolak utk percaya pd berita yg tersebar.
Ita Xiaomi: Sama-sama kk. Semangat berkarya. Berkah&Sukses selalu.
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!