NovelToon NovelToon
Merangkai Hasrat

Merangkai Hasrat

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Chicklit / Komedi
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: CHIBEL

Jennie Revelton (25) seorang penulis novel dewasa yang terkenal dengan fantasi sensualnya tiba-tiba mengalami writer’s block saat mengerjakan proyek terbesarnya. Semua ide terasa mati hingga seorang pria baru pindah ke unit sebelah apartemennya.

Pria itu adalah tipikal karakter novel impiannya: tampan, mapan, dewasa, dan terlalu sempurna untuk menjadi tetangga. Tanpa sadar Jennie menjadikannya bahan fantasi untuk menghidupkan kembali gairah menulisnya.

Namun semakin sering ia mengamati dan membayangkan pria itu, perasaan Jennie mulai berubah. Dia tak lagi ingin pria itu hanya hidup di atas kertas, tapi juga menginginkannya di dunia nyata.

Keadaan menjadi rumit ketika pria itu mengetahui bahwa dirinya adalah objek fantasi erotis dalam novelnya. Alih-alih marah atau menjauh, pria itu justru mengajukan sebuah penawaran tak terduga.

"Daripada hanya mengandalkan imajinasi, bukankah lebih nikmat jika kau bisa merasakannya langsung?" ~~Johan Alexander.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CHIBEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 - Bersembunyi Sementara

"Kita tidak bisa terus berdiam di sini," ujar Johan.

Jennie yang sedang duduk lesu di tepi tempat tidur mendongak, "Terus kita mau ke mana? Keluar pintu ini saja sudah seperti mau maju perang," balasnya.

Johan tersenyum tipis, "Aku punya vila di daerah tersembunyi, sekitar tiga jam dari sini. Tidak ada yang tahu kecuali asisten pribadiku, kita akan menghilang selama beberapa hari sampai tim hukumku membereskan kekacauan ini."

Akhirnya setelah mengemas beberapa pekaian dan juga barang-barang lain yang diperlukan. Pada tengah malah saat para wartawan sedang tertidur di dalam mobil mereka masing-masing, Johan dan Jennie menyelinap keluar melalui lift barang.

Mereka meninggalkan Jakarta yang bising menuju pegunungan yang sunyi.

Setelah menempuh perjalanan selama tiga jam menembus kegelapan malam, mereka akhirnya sampai di depan sebuah gerbang kayu besar yang otomatis terbuka saat mobil Johan mendekat.

Vila itu berdiri di atas bukit dan dikelilingi pohon-pohon pinus yang tinggi. Megah, namun tersembunyi.

Begitu mesin mobil mati, kesunyian hutan pinus langsung menyergap. Jennie turun dari mobil dan menghirup udara dingin yang menusuk paru-parunya.

"Selamat datang di tempat persembunyianku," ucap Johan sambil menurunkan koper mereka.

Jennie memeluk tubuhnya sendiri karena kedinginan. "Ini benar-benar tersembunyi, bahkan dari bawah tadi tidak terlihat sama sekali."

"Kamu aman di sini."

Keduanya melangkah masuk, dan begitu lampu dinyalakan Jennie langsung terpana dengan interiornya, jendela kaca setinggi langit-langit menghadap langsung ke lembah.

"Luar biasa," bisiknya. "Kenapa kamu tidak pernah mengajakku kemari?"

Johan meletakkan tas di lantai lalu berjalan ke arah Jennie, dia berdiri tepat di belakang wanita itu, melingkarkan lengannya di pinggang Jennie dan menyandarkan dagunya di bahu wanita itu.

"Karena dulu aku takut," jawab Johan dengan jujur.

"Takut apa?"

"Dulu aku masih ragu dan aku takut akan terus menyembunyikanmu di sini," balas Johan.

Jennie memutar tubuhnya dalam pelukan Johan, menatap pria yang tampak lelah namun penuh kasih sayang itu. "Jadi sekarang kamu tidak takut lagi?"

Johan tersenyum tipis, jarinya menyelipkan anak rambut Jennie ke belakang telinga. "Sekarang aku lebih takut kehilanganmu. Istirahatlah, besok pagi aku ingin melihatmu bangun tanpa beban pikiran sedikitpun."

"Tapi ponselku...."

"Ponselmu aku sita untuk tiga hari ke depan," sela Johan sambil mengecup kening Jennie lama. "Sekarang hanya ada aku dan kamu di sini."

****

Pukul 9 pagi, Jennie yang baru terbangun berjalan menuju dapur. "Aku ingin menjadi istri idaman hari ini," ucapnya dengan penuh semangat, mumpung Johan masih tertidur lelap.

Dia memutuskan untuk membuat sarapan sederhana, pancake dan telur orak arik. Semalam Johan sudah menyuruh seseorang untuk berbelanja, jadi mereka tidak akan kelaparan di sana.

Tapi kenyataan sarapan sederhana bagi Jennie tidak sesederhana itu, masalahnya dia lebih berbakat menulis tentang makanan daripada membuatnya.

Baru sepuluh menit di dapur, bau gosong sudah memenuhi ruangan.

"Aduh, aduh! Kenapa apinya besar sekali?!" paniknya sambil mengibas-ngibaskan serbet ke arah wajan yang berasap. Seketika alarm asap berbunyi nyaring.

Teeeeeeeeet!

Johan muncul di dapur dengan hanya mengenakan celana tidur abu-abu yang menggantung rendah di pinggulnya. Wajahnya tampak kaget, tapi tak lama kemudian berubah menjadi tawa saat melihat Jennie yang berantakan terkena tepung.

"Sedang mencoba menjadi istri idaman?" goda pria itu sambil memeluk pinggang Jennie dari belakang, mencium ceruk lehernya yang wangi vanilla.

"Jangan tertawa! Aku kan sedang berusaha!" balas Jennie memanyunkan bibirnya.

"Sudah, sudah. Lupakan acara memasakmu sebelum vilaku hangus terbakar, kita pesan pizza saja, ada layanan antar yang bisa masuk ke area sini," ucap Johan.

Akhirnya mereka makan pizza di lantai ruang tamu, tepat di depan perapian. Mereka duduk bersila, makan langsung dari kardusnya sambil mengobrol dan tertawa.

Namun candaan itu perlahan memudar saat tatapan mereka bertemu. Di bawah cahaya api perapian yang mulai menghangat, suasana berubah menjadi berat oleh gairah yang tertahan karena gosip itu.

Johan mengambil langkah pertama, dia meletakkan potongan pizzanya lalu mendekat ke arah Jennie. Tangan besarnya merayap ke tengkuk Jennie dan menariknya dalam satu ciuman lapar.

Jennie merespon dengan erangan rendah, menjatuhkan tubuhnya ke atas karpet bulu tebal, menarik Johan untuk berada di atasnya.

Pakaian mereka tanggal dengan terburu-buru, berserakan di samping kotak pizza yang terbuka. Saat kulit mereka bersentuhan sepenuhnya, Jennie bisa merasakan kerasanya otot Johan yang menekan tubuhnya.

Johan mulai menciumi setiap inci kulit Jennie, dari tulang selangka hingga ke perutnya, membuat Jennie melengkungkan punggungnya sambil mencengkeram rambut Johan.

"Sekarang, Mas," bisik Jennie dengan suara parau karena gairah.

Johan tidak terburu-buru, dia memisahkan kaki Jennie dan memposisikan dirinya diantara pangkal paha wanita itu.

Dengan satu hentakan yang mantap namun penuh perasaan, dia berhasil memasuki Jennie. Jennie tersentak, matanya terpejam erat saat merasakan penuh di dalam miliknya.

"Ahhh...Mas..." erangannya pecah saat Johan mulai bergerak dengan ritme teratur. Setiap hentakannya seolah menegaskan bahwa Jennie adalah miliknya.

Suara pertemuan kulit mereka dan napas yang memburu memenuhi ruangan yang sunyi itu.

Johan menumpu berat tubuhnya dengan kedua tangan, menatap mata sayu Jennie. Dia mempercepat temponya yang mana membuat wanita itu merintih tidak karuan.

"Panggil namaku, Beb," bisik Johan serak di telinganya.

"Johan....ahhh, lebih cepat, Jo!"

Klimaks menghantam mereka bagaikan ombak, Jennie mencengkeram punggung Johan hingga meninggalkan bekas kuku, tubuhnya bergetar hebat saat puncak itu datang.

Johan mengerang rendah, memberikan beberapa hentakan terakhir yang dalam sebelum akhirnya ambruk di atas tubuh Jennie, membiarkan keringat mereka menyatu.

Baginya, suara erangan yang keluar dari mulut Jennie adalah musik paling indah yang pernah dia dengarkan.

Tak puas di sana, setelah beristirahat sejenak Johan mengangkat Jennie menuju kolam renang indoor. Di dalam air yang terasa hangat itu, dengan posisi Jennie yang bersandar di tepian kolam mereka kembali menyatu.

Gerakan di dalam air terasa lebih berat namun penuh gairah. Johan memegang pinggul Jennie, mengangkatnya dan menghujamnya dengan kekuatan yang lebih besar.

Jennie menyandarkan kelapanya di bahu Johan, menggigit bahu pria itu untuk meredam teriakannya saat dia akan kembali mencapai puncak keduanya.

Air kolam beriak hebat seiring dengan gerakan mereka yang semakin liar hingga keduanya lemas dalam dekapan satu sama lain.

Di tempat tersembunyi itu, hanya ada mereka dan juga rasa saling memiliki yang kini terasa jauh lebih kuat.

Bersambung

1
HiLo
Suka, konfliknya ringan
HiLo
ditunggu kelanjutannya
Aria
lanjut kakkkk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!