seorang pemuda bernama Yuda Gusti yang miskin dan sebatang kara di dunia mendapatkan keberuntungan yang sangat di inginkan oleh orang lain, yaitu di mana saat mulung rongsokan tidak sengaja menemukan jam tua, yang tidak di sangka jam itu mengubah Nasib nya!! di tambah sistem tiba-tiba aktif yang memberitahukan jam yang di temukan adlah jam Sakti yang bisa melintasi zaman, dari zaman modren ke zaman Dulu, zaman sebelum ada dunia modren... bagaimana keseruan Yuda yang terlempar ke masa lalu karena menemukan jam Sakti... Terus ikuti keseruan dan kisah yang mengasikan.. cusss..!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RIZQI ZEBRA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26. Yuda Tahu
Di bawah langit senja dari arah lembah keramat yang sangat di segani setiap desa, bukan tanpa alasan. lembah itu biasa di sebut lembah terkutuk karena semua penghuni di sana adalah orang-orang yang sudah tidak lagi memiliki hati nurani dan peduli dengan manusia.
Namun walau begitu hebat lembah itu, setiap perkumpulan di lembah itu juga, tidak asal menyerang, mereka akan bertindak jika mendapatkan perintah dari pemimpin mereka.
Seperti saat ini, Genk beruang Hitam, di pimpin langsung oleh pemimpin mereka sedang menjalankan tugas, yaitu untuk membalas dendam kepada seorang pria biasa di desa terpencil. “Tuan, kita sudah sampai di desa Rimba, apakah kita langsung menyerbu..!”
“Tidak perlu, tujuan kita hanya kepada satu orang..! langsung ke rumah nya saja, kita bunuh di tempat saja supaya urusan cepat beres..!” ucap beruang Hitam yang menganggap hal ini mudah, hanya pemuda biasa mana mungkin bisa lepas dari mereka yang seorang pendekar terlatih.
Beruang Hitam sama sekali tidak takut dengan warga yanga da di sana, karena yakin mereka lebih dulu ketakutan saat melihat nya. sepanjang perjalanan menuju gerbang desa semua nya terlihat tidak ada yang mencurigakan, hingga mereka sampai di gerbang desa Rimba.
Dan saat itu, semua warga desa melihat sosok yang selalu menjadi perbincangan, karena kekerasan dan juga kekejaman yang di lakukan sosok itu langsung berlarian ke rumah mereka masing-masing.
“Hahaha...!! Desa ini benar-benar dalam bahaya setelah ini,” beruang Hitam tertawa puas melihat ketakutan dari para warga desa, entah kenapa suara teriakan itu justru membuat jiwa nya semakin semangat untuk membunuh dan melukai setiap manusia yang di lihat nya.
“Para anggota sudah menemukan posisi rumah si pecundang itu tuan, mari kita serbu ke sana..!” lapor salah satu anggota kembali.
Beruang Hitam melirik ke arah Arya dan Arya hanya mengguk setuju, ia hanya ingin membunuh sosok yang telah merusak rencana nya pada malam itu, selanjutnya ia tak peduli lagi.
Yuda langsung memutar otak, memikirkan ada masalah apa yang menimpa nya setelah ini. “Waktu itu, saat aku pergi ke hutan hampir saja di bunuh oleh Bagas yang teman-teman nya, yaudah sekarang aku nggak akan keluar rumah..!”
“Mas!,Mas, gawat..! Para warga berlarian ke dalam rumah mereka, bersembunyi..!” Leni dengan nafas yang berat masuk ke dalam rumah dengan wajah panik.
“Kenapa, apa yang terjadi?”
“Katanya Genk beruang Hitam datang ke desa kita, pasti kedatangan nya untuk membuat masalah dan merampok, makanya semua orang langsung sembunyi, kita juga harus sembunyi mas..!” ucap Leni menarik-narik tangan suami nya agar pergi dari ruang tengah.
Degh!,
“Hah! Apakah ini peringatan bahaya yang di maksud sistem, kenapa sekarang malah nyamperin ke rumah,, hadehh,” Yuda tidak bisa mencegah karena ini sudah takdir dari sistem, dan mereka mencari nya untuk melakukan sesuatu.
“Kamu masuk dulu ke kamar sama Kirana! Kunci pintu yang rapat!” suruh Yuda memegang pundak istri nya erat.
“Tap-tapi mas, kamu gimana,” Leni tetap memikirkan suami nya bagi pun Yuda adalah suami nya.
Yuda tersenyum lalu mengecup singkat bibir istri nya. “Tenang, mereka mencari suami mu ini, jadi aku harus menemui mereka, pokok nya, asal kalian selamat itu sudah cukup.”
Yuda berhasil membuat Leni melamun dengan perasaan bimbang dan bingung, antara takut dan juga tak rela. “Kamu hati-hati mas,” tapi Leni pun memutuskan untuk menurut, lagi pula, suami nya memiliki kemampuan sedangkan mereka nantinya malah menjadi beban jika suami nya terkena masalah.
“Inget! Apapun yang terjadi jangan buka pintu, sebum aku yang bukain pintu nya sendiri,“ ucap Yuda dengan nada tegas, padahal dalam hati Yuda merasa pede hanya melawan pendekar yang kemampuannya tidak lebih hebat dari nya.
Leni tidak banyak bicara lagi langsung pergi menyusul adik nya, walau hati tidak tega meninggalkan suami nya, tapi ia sangat percaya suami nya bisa.
bruk.!,
Dengan rasa was-was Leni masuk dan di sana Kirana melihat kakak nya tampak ketakutan menjadi bengong, tidak mengerti kenapa dengan kakak nya. “Ada apa kak? Kok pintu nya di kunci?”
Leni tampak sedikit berpikir untuk menjawab. “Suami kita menyuruh kita jangan ke luar kamar sebelum nanti dia yang buka sendiri ke sini.”
Leni tidak berani mengatakan kalau suami nya sedang menghadang para pendekar dari Genk beruang Hitam dan menyuruh mereka sembunyi agar selamat. “Ouh, tapi suami kita nggak berniat buat ngajak kita main bareng kan.”
Leni hanya terkekeh, lalu duduk di samping adik nya. “Kalau suami kita mau, mana bisa kakak nolak,” jawab Leni agar suasana tidak terlalu tegang.
~
Di luar kamar, Yuda hanya duduk sambil menyeruput teh, ia tak akan pergi dari sini, pintu yang terbuka lebar siap untuk menyambut orang yang berniat menemui nya. “Siapa sebenarnya yang ingin menyerang ku lagi sistem?”
“Arya putra dari pengawal kerajaan, dia dengan seenak menggunakan jabatan nya, bersekongkol dengan Genk dari lembah Yoman untuk membalas dendam putranya kepada tuan.”
“Bocah bau kencur itu, belum kenyang di pukul oleh ku rupanya..!”
“Hahaha... ! bocah, keluar kau, cepat rasakan Kampak ku ini..!”
Degh!,
Baru saja Yuda ingin menanyakan untuk melakukan apa, sosok berwajah garang dan bertubuh besar langsung muncul di luar rumah nya, di sana langsung masuk dua puluh orang di ikuti satu orang lagi.
“Dia masih menyamar saat seperti ini,” gumam Yuda terkekeh, ia dapat melihat wajah orang yang di tutupi kain itu, itu adlah Arya yang tampak nya ingin menyembunyikan diri nya.
“Hoam!! Kalian sudah hampir malam malah bikin keributan di desa ku, jangan salahkan aku kalau kalian tidak bisa kembali dengan keadaan utuh,” ucapan Yuda memang sopan tapi penuh dengan ancaman yang akan menjadi kenyataan.
Beruang Hitam sedikit terkesan dengan keberanian pemuda itu, di saat semua orang takut hanya dengan melihat nya, justru pemuda itu begitu berani mengancam nya. “Heh bocah! Kau kira punya sedikit kemampuan bisa tindas orang ku.”
Yuda langsung mengerti, ternyata penjelasan dari sistem itu benar. Yuda pun berdiri dari tempat duduk nya, lalu melangkah keluar dari dalam rumah nya, Yuda hanya takut orang-orang ini nekat dan menerobos masuk, bisa-bisa rumah nya ambruk.
“Cih!, ternyata hanya manusia biasa, sudah berani berucap sombong! Apa kau sudah mau mati di rumah kumuh mu ini..!” maku salah satu anggota Genk beruang Hitam sambil meludah di depan Yuda.
“Lebih baik kau menyerah, dan potong kan satu kaki mu, lalu suruh kedua istri mu melayani ku, mungkin masih bisa ku pertimbangkan nyawa mu..!” orang dengan penutup wajah itu mulai bicara kepada Yuda.
“Arya! Putra dari pengawal istana bernama pak Abraham..! Orang pemerintahan yang jelas-jelas berani melanggar aturan negara, bersekongkol dengan Genk beruang Hitam dari lembah Yoman..! Menurut mu aku tidak tahu siapa dirimu..!”
Degh!,
~
**haomm! Sedikit sibuk akhir-akhir ini maaf ya der agak lama up nya▼・ᴥ・▼**