Inayah, gadis cantik nan solehah, lahir disalah satu desa di kota Semarang harus menjalani takdir yang tak di sangka-sangka sebelumnya.
Tragedi tenggelam di sungai demi menyelamatkan baju kesayangan Ibunya, membawa dirinya harus menerima takdir menikah dengan laki-laki menyelamatkannya.
Menikah didesak warga karena sebuah kesalahfahaman. Menerima takdir adalah keputusan akhir yang tidak bisa diganggu gugat lagi.
Inayah yang berprinsip tidak mau berpacaran, dan Mas Gagah yang beberapa bulan lalu di tolak saat melamar kekasihnya. Mereka berdua ditakdirkan menjadi suami istri secara mendadak.
Bagaimana ya perasaan Inayah dan Mas Gagah, campur aduk tentunya.
Bagaimana kisah mereka yang sebenarnya??
Nantikan terus ya setiap episodenya, jangan lupa like, komen dan Vote😘😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santy puji, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 25
Assalamualaikum Readers semuanya, novel Kekasih Halal mohon dukungannya yah dengan cara like (tekan tombol icon jempol di bawah, jangan lupa icon love juga biar selalu tahu jadwal updatenya), komen (kritik, saran, kesan boleh banget😘), dan Vote. Terimakasih ya😘😘
☘️Selamat membaca☘️
Aku segera berwudlu, setelah itu bergantian Mas Gagah yang berwudlu.
Aku dan Mas Gagah sholat isya berjamaah di kamar.
Selesai sholat, Mas Gagah langsung mengajakku naik ke atas kasur. Mas Gagah lalu mematikan lampu kamarnya.
" Mas kita mau apa? kok dimatikan lampunya?" Aku sedikit cemas, karena aku tidak terbiasa tidur dengan keadaan gelap.
" Kita nonton dulu yuk Nay"
" Nonton apa Mas?"
" Nonton film romantis, kan tadi katamu mau nonton film romantis saja"
Aku mengangguk, Mas Gagah menyalakan TV nya lalu menyalakan mode wifi dan mulai memilah milih film romantis.
Film diputar, Mas Gagah merangkulku, Aku pun menyenderkan kepalaku di bahu Mas Gagah.
15 menit berlalu, adegan romantis mulai bermunculan, terkadang aku menutup mataku dengan telapak tanganku sambil sedikit mengintip😁 malu-malu penasaran.
Mas Gagah meledekku dengan menarik tanganku dari wajahku. Saat ada adegan sun sun panas, apa tuh sun sun panas😁😁 bubur sun campur air panas, eh bukan itu 😁 sun itu kan cup sayang buat anak kecil, kalau sun sun panas berarti yang buat orang dewasanya. (Sa' ae lu thor😁)
Mas Gagah mengelus wajahku. Ah Mas Gagah ini mau nonton film apa mau menonton wajahku sih. Sedari tadi selalu bolak balik menatap layar televisi lalu menatap wajahku.
" Nay, katanya mau belajar?" ucap Mas Gagah sambil membelai pelan pipiku.
"Belajar apa Mas?"
" Yang tadi"
" Apa?" Aku benar-benar lupa dan tidak terfikirkan lagi.
"Sun sun panas"
Tubuhku mendadak jadi ikut panas, wajahku pun ikut panas😁 untung saja lampunya dimatikan.
Tanpa menunggu persetujuanku, Mas Gagah langsung nyosor, nyosor bagaikan soang yang marah jika aku meledek anak-anaknya yang menggemaskan sewaktu di kampung.
Bibir Mas Gagah sudah menempel dibibirku. Aku menikmati sensasi yang entahlah itu apa, pokoknya enak saja😁 ( Pecel ayam juga enak Nay😁) Aku mulai belajar melakukan apa yang Mas Gagah lakukan. Tapi tidak berapa lama aku merasa aku sudah kehabisan nafas. Ku dorong tubuh Mas Gagah.
Mas Gagah segera menyalakan lampunya lalu menatapku.
" Kenapa Nay"
Aku terengah-engah, " Aku kehabisan nafas"
Mas Gagah tersenyum," Itu karena belum terbiasa, kalau sudah terbiasa pasti kamu yang bakal nyosor duluan kaya Author ke suaminya😁"
Mas Gagah lalu menekan tombol Off pada remot televisi. Mas Gagah lalu memelukku, mengakakku tidur karena esok hari kita akan jalan-jalan keliling Jakarta.
"Mas jangan lupa berdoa dulu"
Mas Gagah mengangguk lalu melafadzkan doa sebelum tidur.
" Mas Baca surah mu'awwidzaat juga"
"3 Qul?" ucap Mas Gagah sambil mengacungkan ketiga jarinya.
Aku mengangguk. Mas Gagah sebenarnya pintar namun karena lingkungan terdahulu yang membuatnya menjadi lalai sebelumnya.
" Jangan lupa tiupkan di sekujur tubuh"
(Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila akan tidur, beliau meniup di kedua tangannya, membaca surah mu’awwidzaat (surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas) lalu mengusapkan kedua tangannya pada tubuhnya.)
Aku dan Mas Gagah melakukan hal yang sama sebelum tidur.
" Ini penting Mas, karena bisa terhindar juga dari sihir, apalagi Mas kan pesaingnya banyak, takutnya main belakang"
" Ah Masa zaman sudah modern seperti ini masih saja ada yang berfikir kesana untuk menyakiti orang Nay"
"Ih Mas Gagah mah, justru orang sekarang nekat-nekat, aku lihat di Instagram, ada vidio tiktok Mas, mempelai pria ketakutan melihat mempelai wanita, itu di duga karena terkena sihir." Aku menceritakan hal yang aku lihat pada vidio tikto yang sedang viral dengan serius.
Mas Gagah mengelus rambutku, " Segala liat tik tok"
Aku nyengir kuda," Banyak yang lucu juga sih Mas, buat hiburan"
"Ya sudah ayo tidur"
" Mas?"
" Hemm"
"Kita kan pengantin baru." Aku menghentikan ucapanku, suasana menjadi hening. Mas Gagah melirikku.
"Terus kenapa kalau kita pengantin baru Nay?"
"Aku ... aku suka baca di novel-novel kalau pengantin baru itu kan biasanya melakukan malam pertama, aku dan Mas Gagah sudah melewatkan malam pertama, kedua tapi tidak melakukan itu." Aku menutup wajahku dengan kedua tanganku. Jujur aku malu mengatakannya tapi bukankah itu sebuah ibadah dan menghasilkan banyak pahala. Siapa sih yang tidak mau dengan pahala.
Mas Gagah menyingkirkan kedua tanganku.
"Di novel suka baca adegan itu juga Nay" Ledek Mas Gagah.
" Ih mana ada, di sensor Mas"
"Kasihan deh"
" Dih"
Mas Gagah menatapku," Mas tidak akan memaksamu Nay, Mas tau di hatimu belum ada Mas, Mas ingin melakukannya jika kamu sudah mencintai Mas dan ingin menyerahkan semuanya secara sukarela bukan hanya karena kewajiban. Lagian kita kan sedang proses saling mengenal lebih dekat dengan status pacar halal juga, kita nikmati agenda pacar halal yang sedang kita jalani saja Nay"
Aku mengangguk tanda mengerti, jujur saja benar kata Mas Gagah, Mas Gagah memang belum bersemayam di hatiku. Semuanya serba mendadak. Tapi aku merasa sudah nyaman dengan Mas Gagah, dengan kebaikannya juga aku merasa bahagia.
Boro-boro ada di dalam hati, dalam doaku saja sebelumnya tidak ada😁🤭 aku begitu kagum dengan kedewasaan Mas Gagah yang memberikanku kesempatan untuk mempersiapkan cinta ini sebelum kita bercinta💓.
"Ayo bobo"
Mas Gagah terlentang, tangannya ia letakkan di atas kepala.
"Mas jangan tidur terlentang"
" Kenapa memangnya Nay?"
"Karena Rasulullah SAW tidak tidur terlentang"
" Alasannya?"
''Sebab, manusia seharian beraktifitas dengan mengandalkan tulang belakang. Sehingga bila manusia tidur terlentang, tulang belakang tidak akan mendapat waktu istirahat sama sekali, Mas hadap kanan peluk aku"
Mas Gagah menuruti perkataanku, tidur miring menghadap kanan sambil memelukku.
" Ini yang diajarkan Rosulullah?"
Aku mengangguk.
"Alsannya?"
"Rasulullah SAW selalu menghadap kanan ketika tidur itu karena jantung berada pada sebelah kiri sehingga tidak tertekan"
Mas Gagah lalu semakin memgeratkan pelukannya sambil mengecup pipiku.
" Mas sayang kamu Nay"
Aku memejamkan mataku, menikmati kalimat sayang dari Mas Gagah. Aku sangat bersyukur suami dadakanku ini bersikap sangat baik padaku, berbeda sekali dengan suami dadakan yang ada di novel yang suka aku baca😁😁😁🤭.
menurut ku ya thor 🤭✌