Ray... Seorang pria dengan masa lalu percintaan yang kelam karena harus ditinggalkan oleh wanita yang dicintainya untuk selama-lamanya, karena demi melindunginya, Bella kekasihnya rela mengorbankan nyawa sendiri untuk melindunginya, dan kini hadir Anna, wanita cantik yatim-piatu yang dijodohkan dengan nya oleh orang tuanya... bagaimana perjalanan kisah cinta mereka, dan bagaimana Anna menarik Ray dari kegelapan hati Ray yang sudah menguasai seluruh dunianya...?
Yuk ikuti kisahnya...😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26.
"Ray..." Panggil seseorang saat Ray dan Anna keluar dari kamar hotelnya.
"Indah..." Ucap Ray saat melihat siapa yang memanggilnya.
"Iya Ray ini aku, udah lama banget kita enggak ketemu, kamu apa kabar?" Tanya wanita bernama indah itu.
"Baik" jawab Ray singkat dan datar seperti biasanya.
Sementara Anna hanya menatap mereka berdua sepertinya memang kenal.
"Ray, aku baru buka cabang restoran baru di sini, dan aku menginap disini sudah dua malam, kamu mampir ya Ray ke restoran baru aku, ada di depan Mall city" jelas Indah pada Ray yang tidak menanggapinya.
"Sorry, aku sibuk" jawab Ray yang semakin dingin dan datar saja.
"Ray... Kita ada meeting pagi ini dengan perwakilan dari Surya group sebaiknya kita bergegas" ucap Anna mengingatkan Ray yang memang harus melakukan meeting penting pagi ini, namun mereka terlambat untuk datang, karena mereka harus melakukan olahraga pagi sebelum berangkat ke kantornya.
"Iya, ayok" jawab Ray dengan suara yang hangat pada Anna.
"Ray... Tunggu sebentar Ray..." Panggil Indah namun Ray tidak mau mendengarkannya.
"Sialan...!! Awas aja kamu Ray... Aku pasti bisa dapetin kamu" kata Indah saat Ray dan Anna sudah berjalan menjauh darinya.
Ray dan Anna berjalan beriringan keluar dari hotel milik orang tuanya dan Anna bergegas membawa mobil mereka ke kantor untuk meeting.
Sesampainya disana Anna dan Ray langsung melakukan diskusi mereka dan setelah dua jam meeting selesai.
"Ray...aku pulang ke apartemen ya? Biar aku bisa masak buat makan siang kamu" kata Anna saat perwakilan dari perusahaan Surya group sudah pulang.
"Iya, hati-hati, aku mau kembali ke ruangan ku dan mengerjakan beberapa pekerjaan" jawab Ray yang kini terdengar semakin hangat saat berbicara pada Anna.
Anna bergerak memeluk tubuh suaminya dan meletakkan kepalanya di pundak pria yang mulai membuatnya merasakan cinta.
"Ray... Mau dengar sesuatu?" Tanya Anna yang masih dalam pelukannya.
"Apa?"
"Aku mulai mencintaimu" ucap Anna.
Ray terdiam tidak menjawab apapun, dia ingat dulu saat Bella juga mengatakan hal yang sama seperti apa yang Anna lakukan saat ini,dan pada akhirnya dia juga merasakan hal yang sama.
'apa Anna akan benar-benar membuat ku jatuh cinta padanya?' batin Ray.
Perlahan Ray membalas pelukan Anna, sedikit senyuman tersungging di bibirnya.
Anna melepaskan pelukannya dan menatap wajah suaminya dengan senyuman terbaiknya.
"Ray... Aku yakin aku bisa bikin kamu jatuh cinta sama aku, percaya deh...." Ucap Anna pada Ray.
Ray menarik hidung mancung Anna dengan keras sampai Anna mengaduh kesakitan dengan hidung yang memerah.
"Ray.... Sakit Ray..." Teriak Anna sembari mengelus hidungnya yang masih merah.
"Udah buruan pulang... Jangan ngomong yang aneh-aneh lagi, itu mustahil" jawab Ray dengan tawa kecilnya.
"Ngeles terus....ya udah deh aku pulang dulu, bentar lagi juga waktunya makan siang" kata Anna.
Dia bergerak dan mengecup bibir Ray sekilas dan segera berlalu meninggalkan Ray yang masih belum bergerak dari posisinya.
Ray memegangi bibirnya yang dikecup oleh Anna tadi dan lagi-lagi pria kaku dan dingin itu tersenyum manis.
"Dasar agresif...." gumamnya.
.
Di apartemen Ray
Anna mulai memakai celemek nya dan mulai bergerak untuk membuat makan siangnya.
Mulai dari menanak nasi di magic com, lalu di barengi dengan mengerjakan yang lain, Anna memasak udang goreng balado dan tumis buncis dan wortel, ditambah tahu kuning goreng.
"Sepertinya harus belajar masak ala-ala western, biar Ray enggak bosen sama masakan kampung terus" ucap Anna saat menyadari jika masakan keahlian nya hanya itu-itu saja.
Anna memasukkan semuanya kedalam lunch box dan segera membawanya ke kantor Ray.
Di kantor Ray.
"Permisi mbak...saya mau ketemu sama Ray" ucap indah pada resepsionis di kantor Ray.
"Maaf, nama mbak siapa? Apa mbak sudah membuat janji dengan tuan Ray sebelumnya?" Tanya resepsionis yang sedang bertugas.
"Belum, tapi pasti Ray bakalan ngijinin kok, saya kan calon istrinya" jawab Indah dengan begitu percaya diri.
"Benarkah? Setahu saya tuan Ray tidak pernah dekat dengan wanita manapun kecuali Anna, assisten pribadinya" jelas resepsionis itu.
"Udah deh mbak jangan kurang ajar... saya itu calon istrinya, nanti saya pecat loh...!!!" Bentak Indah pada resepsionis tadi.
Mau enggak mau resepsionis tadi menunjukkan ruangan Ray pada Indah yang memaksanya.
Setelah Indah sampai dia langsung memasuki ruangan Ray tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Kamu?!! Siapa yang ijinin kamu masuk kesini?!!!" Bentak Ray pada Indah.
"Aku cuman bawain makan siang buat kamu Ray, aku bakalan pergi kok kalau kamu udah makan" paksa Indah walaupun Ray sudah menatapnya dengan tatapan mata yang bisa membunuhnya.
Indah berjalan mendekati meja kerja Ray dan berdiri di sebelah Ray yang sedang duduk dan terus menatap tidak suka padanya.
"Ini Ray, aku bawain menu favorit dari restoran baru aku buat kamu, ini enak banget Ray" ucap Indah seraya meletakkan kotak makan yang Indah bawa.
"Aku belum lapar! Mendingan kamu pulang!" Jawab Ray dengan ketus.
"Aku enggak bakalan pergi kalau kamu belum makan, kalau kamu makan sekarang aku bakalan pergi, okay?"
Ray merasa sangat kesal pada Indah, ingin rasanya dia melemparkan kotak makan itu ke wajahnya, tapi dia bukanlah lelaki pecundang yang melakukan kekerasan pada wanita.
"Ray membuka kotak makan itu dan segera memakannya "sudah! Sekarang pergi...!!!" Usir Ray pada Indah yang masih saja berdiri di sebelahnya.
"Kamu belum abisin Ray, kamu harus menghabiskan semuanya dan setelah itu aku pulang karena aku juga harus bawa kotak makanya pulang" jawab Indah yang masih kekeh tidak mau pergi dari sana.
"Kamu sudah kelewatan berlebihan Indah...!!!" Ray berdiri dan ingin menarik lengan Indah untuk segera pergi dari ruangannya, tapi Indah justru memeluknya dengan erat walaupun Ray berusaha untuk mendorongnya Indah terus berusaha untuk terus memeluknya.
"Indah...!!!" Geram Ray pada Indah yang terus membuatnya marah.
"Aku enggak bakalan lepasin kamu Ray" ucap Indah yang terus mengeratkan pelukannya agar Ray tidak bisa mendorongnya.
"Bruukkk...!!!"
Suara barang jatuh terdengar dari arah pintu, Ray terkejut melihat siapa yang datang.
"Maaf mengganggu kalian, saya permisi" ucap Anna sembari membawa bag lunch box nya yang jatuh kelantai untuk segera keluar dari sana.
...
MATAMU🤣
Rey...rey