NovelToon NovelToon
Ugh ... My Aggressive Bos!

Ugh ... My Aggressive Bos!

Status: tamat
Genre:Tamat / One Night Stand / Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Beda Usia / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan di Kantor
Popularitas:245.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sheninna Shen

"Hangatkan tubuhku. Only one night."

Sebuah kalimat yang mengubah seluruh kehidupan Leon dan Bianca yang bertemu di Paris secara kebetulan.

Pertemuan singkat yang awalnya sebatas di Paris saja, siapa sangka berlanjut hingga saat keduanya kembali ke Indonesia.

Keduanya dipersatukan dengan status yang berbeda. Atasan dan bawahan. Hal tersebut membuat Leon memanfaatkan wewenangnya untuk bertindak dan bertingkah agresif kepada Bianca yang diam-diam telah mencuri ciuman pertamanya di Paris.

🫧🫧🫧

Halo semua! Ini novel terbaru Kak Shen. Yuk kepoin! 💜

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sheninna Shen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekasih Leonidas Salvatore

...“Dia kekasihku.” – Leonidas Salvatore...

Melihat Bianca yang keluar dengan mata yang sembab dari ruangan CEO, Ivan bergegas bangkit dari duduknya. Ia mendekat ke arah Bianca yang baru mau duduk di atas kursinya.

“Bi,” panggil Ivan pelan sambil memegang bahu sahabatnya. “Are you okay?”

Para karyawan sekaligus Alfred menatap ke arah Bianca dengan tatapan kasihan. Pikir mereka, Bianca adalah gadis malang yang dipertemukan dengan CEO yang tempramental. Padahal, gadis yang mereka kasihani itu bukannya disakiti oleh atasan, melainkan dibuat enak sampai sakit pinggang.

Bianca kebingungan harus menjawab apa. Ekspresi wajahnya saat ini terlihat sedih dan sembab di mata Ivan. Bibir dan mata yang bengkak disangka menangis tersedu-sedu akibat dimarah habis-habisan di dalam ruangan CEO. Bahkan lipstick yang memudar di bibir Bianca disangka akibat Bianca menyeka airmata yang jatuh mengenai bibirnya saat menangis.

“I’m okay,” sahut Bianca sambil tersenyum kikuk. Ia meraih tasnya untuk mengambil lipstick.

Beberapa karyawan lainnya datang berbondong-bondong ingin bergosip dengan Bianca. Namun, belum sempat mereka ingin memulai gosip, Leon langsung keluar dari ruangan dengan wajah yang segar. Tentu saja para karyawan menganggap Leon adalah atasan yang menakutkan. Karena ia terlihat bahagia setelah menyiksa bawahannya.

“Kalian nggak ada kerjaan?” sentil Leon menatap tajam ke arah para karyawan yang sedang mengelilingi tempat duduk Bianca.

“A-ada, Pak,” sahut beberapa dari mereka. Kemudian semuanya bubar dan kembali ke tempat duduk.

Usai semua karyawan meninggalkan Bianca, Leon berjalan melewati Bianca. Pria yang menjabat sebagai CEO tersebut menampakkan wibawanya di depan para karyawan. Ia berjalan dengan bahu yang tegap dan wajah yang terangkat. Terlihat angkuh dan sulit untuk didekati.

“Bianca, ikut aku,” ucap Leon. Ia mengajak Bianca untuk makan siang tapi dengan gaya yang elegan.

...🫧🫧🫧...

Di hari yang sama namun di malam hari, waktu menunjukkan pukul 7 malam.

Di sebuah restoran yang sudah Leon tetapkan, Bella terlihat sedang duduk menunggu sembari memangku dagu. Terlihat ekspresi bosan karena sudah menunggu lama di sana.

“Heh! Janjinya jam 6.30. Ini udah jam 7 lewat!” hardik Bella saat melihat Leon yang baru datang mendekat ke meja yang sedang ia duduki.

Leon hanya mencebik dan tak peduli.

Di saat yang sama, Bianca berjalan mengikuti Leon dari belakang. Ia menatap penuh penasaran ke arah sosok wanita yang sudah duduk di meja dan meninggikan suaranya kepada Leon. Wanita yang begitu elegan dan berwibawa. Wajah anggunnya membuat Bianca menciut. Seolah-olah ia tak sebanding dengan wanita yang ada di depannya.

“Ternyata, dia lebih cantik dari foto,” batin Bianca menatap terpesona ke arah wanita yang ia tahu itu adalah Bella.

Bella menatap Bianca dengan tatapan penasaran yang tak dapat ia sembunyikan. Tentu saja hal itu membuat Bianca langsung berinisiatif untuk memperkenalkan diri.

Bianca memaksakan senyumnya karena sudah minder dengan sosok menawan Bella. Ia menyodorkan tangan kanannya ke arah Bella untuk berjabat tangan. “Selamat malam. Saya Bianca, sekreta—”

“Dia kekasihku,” sosor Leon sembari tangan kirinya mengambil tangan kanan yang Bianca sodorkan tadi, kemudian digenggamnya tangan kanan gadis itu dengan erat. Ia menggenggam tangan gadis itu sembari menampakkan ekspresi yang bangga.

Di restoran mewah yang ramai pengunjung karena terkenal dengan rasanya yang lezat sekaligus berkelas itu, Bianca dan Bella terbelalak secara bersamaan. Kedua perempuan itu terbelalak dengan mata yang membulat sempurna sembari menatap ke arah Leon di waktu yang sama.

Belum cukup dengan rasa terkejutnya, seketika jantung Bianca berdetak dengan sangat kencang. Jantungnya seperti sedang berpacu dengan sangat cepat tanpa bisa ia kendalikan. Bagaimana tidak? Pria itu tak pernah memperjelas hubungan mereka, lantas … ia dikenalkan pada wanita yang bernama ‘Bella’ itu sebagai seorang kekasih? Ini bukan sandiwara, 'kan? Jangan sampai ia berdebar-debar hanya karena sebuah sandiwara.

"What?!!!" Bella ternganga dan matanya semakin membulat.

"Kekasih. Pacar. Calon istri," jelas Leon.

"Ca-calon istri?!!!" mendengar kata-kata tersebut, Bianca seolah-olah tak berada di bumi saat ini. Kakinya terasa melayang dan pikirannya juga mendadak membeku tanpa bisa berfikir.

“Amazing! Wahhh!!! Ini benar-benar membuatku ingin mati di tempat! Hahaha!” seloroh Bella sambil menutup mulutnya karena sempat ternganga sesaat.

Leon tak mengindahkan ekspresi yang ditunjukkan oleh Bella. Ia cuek seperti biasanya. Ia malah menarik kursi dan memberikan tempat duduk untuk Bianca duduk berdepanan dengan Bella. Setelah itu, ia pun duduk di sebelah Bianca seperti tak terjadi apa-apa.

“Bi-Bianca ya?” tanya Bella mengulang nama Bianca sambil menatap tak percaya ke arah gadis yang ada di depannya.

Bianca hanya bisa mengangguk kaku karena belum bisa menyatu dengan situasi yang ia hadapi saat ini.

“Kamu nggak dipaksa si brengsek ini ‘kan buat pura-pura jadi pacar?” bisik Bella sambil memajukan wajahnya mendekat ke arah Bianca.

“Gue bisa denger,” ucap Leon santai, “dan tolong jaga bahasa lo. Dia bukan cewe yang nggak beraturan kayak lo.”

“Pantes aja Kak Rein nggak pernah peka ada cewe yang cinta mati sama dia sejak dulu. Lah kelakuannya kayak gini,” gumam Leon malas sambil membuka daftar menu.

Mendengarkan ucapan Leon, lagi-lagi Bianca dibuat melongo. Sebenarnya situasi apa yang ia hadapi saat ini? Terus … Kak Rein? Cinta mati? Maksudnya Bella suka sama CEO yang sebelumnya? Belum terjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkelebat di kepalanya, Leon tiba-tiba mendekat ke arahnya sembari menunjukkan daftar menu.

“Kamu mau makan apa?” tanya Leon lembut sambil menatap wajah Bianca yang sedang kebingungan.

Bella benar-benar tak bisa menutupi rasa terkejutnya dengan perubahan sikap Leon yang selama ini ia kenal. Pria yang anti wanita itu terkenal dengan sifat cuek dan anti sosialnya. Lalu, bagaimana bisa pria yang ia kenal saat ini berubah drastis pada seorang wanita yang dikenalkan padanya sebagai seorang kekasih?

...🫧🫧🫧...

...BERSAMBUNG…...

1
Andriyati
bodoh aja terus
Karolina Amul
terima kasih thor untuk karya nya
semangat terus🥰💪
Rabiatul Addawiyah
Trims thor utk novelnya
Rabiatul Addawiyah
Lanjut thor
Rabiatul Addawiyah
nikmati hasil perbuatanmu jalang
Rabiatul Addawiyah
Lanjut thor..
Rita
alhamdulillah
Rita
bos e ngerti asisten nya Jones mknya dicariin jodoh🤭
Rita
😂😂😂😂😂😅bos semena2
Rita
nasib dan takdir mu ditangan othor
Rita
coba aja klo berani
Rita
tuh ditegesin
Rita
ngarep
Rita
tergantung mood
Rita
sabar bang sabar hadeuh br ketok palu jd curiga ketok palu apa ketok kepala
Rita
hmmmmmm
Rita
tuh pilihan mu
Rita
nyicil Rein hmmmm
Sheninna Shen: nyicil sekalian icip 🤣
total 1 replies
Rita
wahhh alhamdulillah bisa lanjut lg
Sheninna Shen: hihihi. makasi udah setia 🥰
total 1 replies
Rita
lupa ceritanya pas baca yg sebelumnya oalahhhh
Sheninna Shen: maaf ya kakak :(
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!