NovelToon NovelToon
Ultimate Gacha Pengubah Takdir

Ultimate Gacha Pengubah Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Ruang Ajaib
Popularitas:17.2k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Ye Xuan, pria berusia 35 tahun yang terjebak dalam kehidupan monoton dan menyedihkan sebagai pekerja minimarket, tewas mengenaskan akibat tabrak lari di tengah malam yang sedang hujan lebat. Di detik-detik terakhir hidupnya yang dipenuhi penyesalan atas takdir yang selalu menginjak-injaknya, ia memohon sebuah kehidupan yang tenang.

Namun, kesadarannya justru ditarik ke dalam Ruang Gacha raksasa yang membekukan waktu, memberinya satu tiket emas sebagai kompensasi anomali takdir, lalu melemparnya kembali ke masa SMA.

Kini, dibekali warisan Tabib Dewa kuno dan sebuah sistem Gacha, pria paruh baya di dalam tubuh remaja ini harus merancang ulang jalan hidupnya, siap memotong siapa saja yang berani menghalangi tujuannya di dunia kultivasi modern wuxia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 Masa Muda dan Gacha yang Kejam 2

Seorang gadis berusia tujuh belas tahun sedang berjalan menghampirinya. Gadis itu sangat cantik, dengan kulit seputih porselen dan rambut hitam panjang lurus yang tergerai indah hingga ke punggungnya. Wangi sampo aroma vanila yang manis langsung tercium di udara saat gadis itu mendekat.

Dia mengenakan seragam sekolah yang sama dengan murid perempuan lainnya, namun blus putih seragamnya terlihat sengaja dibuat sedikit lebih ketat, menonjolkan ukuran dadanya yang cukup berisi untuk ukuran anak seusianya. Rok lipat kotak-kotaknya juga dipendekkan beberapa sentimeter di atas lutut, memperlihatkan sepasang paha putih yang mulus dan menggoda setiap mata laki-laki di kelas itu.

Dia adalah Lin Xia. Primadona kelas 2-B, sekaligus cinta pertama Ye Xuan di masa lalunya yang menyedihkan.

Gadis itu berdiri tepat di depan Ye Xuan. Jarak mereka sangat dekat. Lin Xia memiringkan kepalanya sedikit, menatap Ye Xuan dengan sepasang mata bulatnya yang memancarkan raut kekhawatiran yang tampak sangat nyata.

"Ye Xuan, kamu baik-baik saja? Aku sangat terkejut saat Pak Wang berteriak padamu tadi. Apakah pekerjaan part-time-mu semalam sangat berat? Wajahmu terlihat sangat pucat."

Lin Xia mengangkat tangan kanannya yang lentik, berniat untuk menyentuh lengan Ye Xuan untuk memberikan simpati. Gerakannya sangat alami, seolah dia benar-benar peduli.

Jika ini adalah Ye Xuan yang dulu, jantungnya pasti sudah berdebar sangat kencang. Wajahnya akan memerah, dan dia akan merasa sangat tersentuh karena gadis secantik Lin Xia mau memedulikan yatim piatu miskin sepertinya.

Namun sekarang, Ye Xuan yang memiliki mental pria berusia tiga puluh lima tahun ini hanya melihat pertunjukan teater murahan di depannya.

Di masa lalunya, Ye Xuan tahu persis sifat asli gadis ini. Lin Xia sangat menyukai perhatian. Dia sengaja bersikap baik dan manis pada semua laki-laki, termasuk pada orang buangan seperti Ye Xuan, hanya untuk memastikan bahwa semua orang memujanya dan rela melakukan apa saja untuknya. Dia sangat manipulatif dan haus akan pengakuan. Dan pada akhirnya, saat kelulusan nanti, gadis bahenol ini akan membuangnya begitu saja demi seorang anak laki-laki dari keluarga kaya yang bisa membelikannya tas bermerek.

Saat jari lentik Lin Xia hampir menyentuh seragamnya, Ye Xuan memundurkan bahunya satu langkah ke belakang, menghindari sentuhan itu dengan gerakan yang sangat halus namun jelas.

Tangan Lin Xia berhenti di udara. Gadis itu sedikit melebarkan matanya, jelas terkejut dengan reaksi Ye Xuan yang tidak terduga.

"Hmm... aku tidak apa-apa, Lin Xia," jawab Ye Xuan dengan nada suara yang tenang, sopan, namun sangat menjaga jarak. "Aku hanya butuh istirahat. Terima kasih sudah bertanya."

Tidak ada nada gugup. Tidak ada rona merah di wajahnya. Ye Xuan menatap mata Lin Xia dengan tatapan yang sangat datar, seolah dia sedang melihat orang asing di jalanan.

Lin Xia menurunkan tangannya dengan canggung. Senyum manisnya sedikit memudar selama sepersekian detik sebelum dia menutupinya lagi. Dia merasa ada yang aneh. Biasanya, Ye Xuan akan sangat senang jika dia mengajaknya bicara, bahkan akan salah tingkah jika ditatap cukup lama. Tapi pria di depannya ini sama sekali tidak memancarkan ketertarikan.

"Syukurlah kalau kamu tidak apa-apa," ucap Lin Xia, mencoba mempertahankan nada suaranya yang lembut. Dia menyisipkan sehelai rambutnya ke belakang telinga, sebuah gerakan yang biasanya ampuh membuat laki-laki terpesona. "Oh ya, Ye Xuan, aku lupa membawa buku catatan biologi hari ini. Bolehkah aku meminjam milikmu? Aku tahu catatanmu selalu yang paling rapi di kelas."

"Ah, ini dia polanya," batin Ye Xuan. "Bersikap manis sedikit, lalu mulai memanfaatkan."

"Maaf, Lin Xia," jawab Ye Xuan langsung tanpa perlu berpikir dua kali. "Aku belum menyelesaikan ringkasanku semalam karena aku harus bekerja. Catatanku masih kosong. Kamu bisa meminjam milik ketua kelas."

Lin Xia tertegun. Penolakan langsung ini benar-benar di luar dugaannya. Bibir bawahnya sedikit mengerucut, menunjukkan raut kecewa yang dibuat-buat agar Ye Xuan merasa bersalah. "Begitu ya... Baiklah kalau begitu. Kamu jangan lupa makan siang ya, Ye Xuan."

"Tentu," balas Ye Xuan singkat.

Tanpa membuang waktu lebih lama untuk berbasa-basi, Ye Xuan berbalik badan dan berjalan menuju kursinya, meninggalkan Lin Xia yang masih berdiri mematung di tengah lorong kelas.

Gadis cantik itu menatap punggung Ye Xuan dengan tatapan sedikit kesal dan bingung. Dia menggigit bibir bawahnya pelan. Merasa pesonanya baru saja diabaikan oleh seorang laki-laki miskin membuatnya merasa sedikit terhina, tapi dia segera membalikkan badannya dan berjalan menghampiri meja murid laki-laki lain untuk meminjam buku.

Di mejanya, Ye Xuan duduk dengan tenang. Dia melirik sekilas ke arah Lin Xia yang kini sedang tertawa manis bersama sekelompok anak laki-laki.

"Hahhhhh... buang-buang waktu saja," batin Ye Xuan.

Dia melihat jam dinding di kelas. Waktu istirahat masih tersisa empat puluh lima menit. Dia tidak punya uang untuk membeli makanan di kantin, dan perutnya memang terasa lapar. Namun, dia harus segera menyelesaikan misinya.

Ye Xuan berdiri lagi, keluar dari kelas melewati pintu belakang, dan berjalan menuju atap gedung sekolah yang jarang didatangi murid lain. Dia harus segera mendapatkan Tiket Silver pertamanya dan melihat bagaimana sebenarnya sistem gacha ini bekerja.

Setengah jam kemudian.

Di sudut atap sekolah yang panas di bawah sinar matahari siang, Ye Xuan berbaring terlentang di atas lantai beton. Seragam putihnya kotor oleh debu dan basah kuyup oleh keringat. Dadanya naik turun dengan sangat cepat, mencoba meraup oksigen sebanyak mungkin ke dalam paru-parunya.

Bruk!

Ye Xuan menjatuhkan kedua tangannya ke lantai. Seluruh otot di lengan, perut, dan kakinya terasa seperti terbakar hebat. Tulang-tulangnya ngilu luar biasa.

Dia baru saja menyelesaikan 100 kali push-up, 100 kali squat, dan berlari mengelilingi luas atap sekolah ini hingga mencapai jarak 5 kilometer. Tubuh remaja yang kurang gizi ini benar-benar hampir mencapai batasnya. Jika bukan karena mentalitas dan daya tahan rasa sakit dari pria berusia 35 tahun yang terbiasa bekerja kasar selama belasan jam sehari, dia pasti sudah pingsan sejak putaran lari yang pertama.

Tepat saat hitungan larinya selesai, sebuah notifikasi sistem berbunyi pelan di telinganya.

[ Misi Harian Selesai. ]

[ Hadiah: 1 Tiket Silver telah dimasukkan ke dalam antarmuka. ]

Ye Xuan tersenyum puas walau napasnya masih terengah-engah. Dia duduk dengan susah payah, menyeka keringat di matanya, dan langsung membuka layar sistem holografik di depannya.

Di sudut kanan atas layar, ada ikon tiket berwarna perak mengkilap dengan angka '1'.

1
Fei Si
next
Fei Si
good
moon light
ada haremnya gak?
Fei Si
Bro langsung paham apa yang harus di lakukan 😂
REY ASMODEUS
lanjut othor 10 bab🤭🤭🤭🤭
Who's? me?: kalo libur bisa kak, kalo lagi kerja gk bisa/Blush/
total 1 replies
variable of ancient
up. Thor plisss
Malingseng si Pecundang
i like this MC, sigma man
Malingseng si Pecundang
pick me bgtt sialan
Malingseng si Pecundang
jahat ternyata
Malingseng si Pecundang
cantik bgtt, pantes dibilang primadona
Malingseng si Pecundang
Kenapa judulnya ndak, Warisan Tabib Dewa? Kayak Penguasa Absolute itu jadi bagus
Who's? me?: fokusnya gak disitu kk
total 1 replies
sitanggang
sampah system👎👎
hahaahaha
Luar biasa
Gege
karya yang warbyasaah
Zahra: Betul sekali kak. Bunga meluncur/Moon//Moon//Moon/
total 1 replies
Gege
kereeen beuuud alur ceritanya lanjutkan Ling peng
Ironside (Hiatus)
🥶
Zahra: ✋🥶🤚 ......
total 1 replies
Sang_Imajinasi
semangat thor🙏
Ironside (Hiatus): /Scare/
total 7 replies
Naga Hitam
baguss
Zahra: Bungai meluncur untuk karya ini/Rose//Rose//Rose//Rose//Coffee/
total 1 replies
Katsumi
10 bab sehari🔥
Who's? me?: ini nyelesain 1 arc doang kak
total 4 replies
Naga Hitam
lanjutt
Who's? me?: kau juga kak, apa yang kau lakukan ini
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!