NovelToon NovelToon
Gadis Yatim Dan Ruang Ajaibnya

Gadis Yatim Dan Ruang Ajaibnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Ruang Ajaib / Time Travel / Fantasi Wanita
Popularitas:19.9k
Nilai: 5
Nama Author: bubun ntib

Su Ran terbangun ketika mendengar suara melengking keras dan tangan kasar yang mengguncangnya..

Heh~ Apakah ini layanan Apartemennya, kenapa begitu kasar pijatannya?
Lalu, kenapa kedap suaranya sangat jelek?

Begitu sadar, ia ternyata masuk kesebuah era dinasti Ping yang tidak tercatat dibuku sejarah manapun.

Hee.. ingin menantangku soal bertani? dan menjual barang?
Jangan panggil aku Su 'si marketer andalan' jika tidak bisa mendapat untung apapun!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bubun ntib, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9. pergi kepasar & bertemu Fen Rui

Masalah pabrik sambal kecil – kecilan sudah dibahas dengan para bibi. Untuk sementara ini Su Ran hanya akan bekerja dengan 4 keluarga terlebih dahulu.

Masalah bahan utama, Yaitu cabai. Su Ran secara khusus memberikan arahan kepada para paman dan putranya tentang apa saja yang harus diperhatikan dalam menanam cabai.

Su Ran juga memberikan ‘benih’ yang katanya sengaja disemai di hari sebelum – sebelumnya. Su Ran mengaku  jika sudah menemukan Cabai sejak pertama pindah kerumah baru dan belum berani sesumbar untuk memberitahukan kepada orang – orang.

Bahhh bukankah alasan sebenarnya benih itu berasal dari semaian di ruang ajaib? Ck ck, pelan – pelan saja untuk mengeluarkan semua barang bagus di ruang ajaib!

Benih yang dibagikan kepada 4 keluarga hampir 250 batang yang cukup untuk percobaan.

Su Ran juga meminta para paman untuk menanam tomat. Di zaman ini, Tomat sudah menjadi buah / sayur yang biasa ditemukan di sudut manapun.

Keesokan harinya, Su Ran bersiap untuk keluar desa. Ia akan pergi ke kota untuk mencari pasar untuk sambal dan juga cabainya.

Juga ia berencana untuk sedikit ‘menguras’ hasil panen dari ruang ajaibnya. Gandum, dan juga sayur – sayuran seperti lobak dan kubis. Cuaca sedikit panas tetapi tidak terlalu menyengat. Sangat cocok untuk bepergian dan berbelanja!

“ Hei, bukankah ini MANTAN sepupuku? Wah, memiliki banyak uang sehingga ingin pergi ke pasar di kota?” sayang sekali, cuaca yang cerah langsung berubah mendung karena suara sumbang yang sangat dihafal oleh Su Ran. Siapa lagi jika bukan FEN Rui!

Benar saja, saat Su Ran menoleh, ia mendapati dua pasang ibu dan anak. Bibi besar Ma Liu dan juga sepupu keduanya, Fen Rui.

Su Ran sama sekali tidak mengindahkan sarkasme dari Fen Rui, membuat gadis itu mencak – mencak marah.

“ Tidakkah kau dengar jika aku berbicara denganmu! Apakah kau Tuli!” berdiri di depan Su Ran, Fen Rui berkacak pinggang dan hampir menyemburkan air liurnya karena berteriak.

Su Ran menahan nafas. Bau mulut ini... Ughh ia segera mundur dua langkah dan menutupi hidungnya dengan erat,

“ Apa maksudnya gerakanmu itu!” bak kucing terinjak ekornya, Fen Rui langsung kembali berteriak.

Beberapa bibi penduduk desa hanya melihat dan sedikit menahan tawa. Tentu saja mereka juga mencium aroma tidak sedap itu.

“ DIAM!! Apakah orang tuamu tidak pernah memperingatkanmu tentang bau mulutmu! Jika kau sama sekali tidak peduli, setidaknya kunyahlah daun Mint agar baunya sedikit berkurang!” Su Ran langsung mengeluarkan  cacian pedas.

Fen Rui sangat malu dan kesal. Ia beringsut ke belakang ibunya dan diam – diam menghembuskan nafas ke telapak tangannya sendiri lalu menciumnya. Hueeekkk, apa yang ia makan sebenarnya?

Udara kembali bersih ketika si biang onar diam. Su Ran membalas sapaan demi sapaan penuh basa basi dari para bibi.

Melihat dirinya yang hanya membawa keranjang bambu kosong, mereka tidak lagi bertanya. Semua orang berpikir jika gadis Su ini pasti akan membeli beberapa kebutuhan dasar.

Memang benar, tinggal sendiri juga harus memperhatikan kebutuhan dirinya sendiri. Tidak ada yang mengingatkan atau sekadar menyiapkan kebutuhan. Haaahh, sungguh gadis yang malang.

Su ‘si gadis malang’ Ran : Terima kasih, tetapi aku lebih suka hidup sendiri!

Gerobak desa akhirnya sampai setelah memakan perjalanan hampir 1 jam. Setelah memberitahu pengemudi jika ia tidak perlu ditunggu, Su Ran langsung melambai kepada para bibi.

Sekali lagi, para bibi mendesah karena mereka berpikir jika Su Ran pasti akan pulang dengan berjalan kaki. Gadis itu pasti sedang berhemat.

Diam – diam mereka memelototi pasangan ibu dan anak keluarga Fen Cabang pertama.

Ma liu dan Fen Rui : ???? Apa? Apa salah kami?

Su Ran sama sekali tidak tahu jika ia telah meninggalkan kesan menyedihkan lainnya. Ia kini sedang pergi ke tempat penjualan hewan ternak. Ia ingin membeli keledai juga gerobaknya!

Tentu saja akan berguna. Bukankah ia perlu kendaraan untuk mengangkut hasil panen dari ruang ajaibnya? Akan sangat merepotkan untuk mengangkutnya tanpa gerobak.

Su Ran segera menemukan tempat jagal hewan, menyampaikan maksud dan tujuannya dan berhasil membeli keledai plus gerobaknya dengan merogoh hampir seluruh uang sisa dari pembelian rumah lamanya!

Su Ran sedikit meringis ketika memegang uang 500 rupiah ini. uang begitu cepat terbang! Tapi begitu ia melihat keledai yang besar dan gagah sedang menarik gerobak dengan kuatnya, hati Su Ran kembali bersemangat.

Mari menghasilkan uang!

Su Ran menutupi wajahnya dengan kerudung. Ia belum siap jika identitasnya diketahui orang. Setidaknya untuk saat ini saat ia bahkan belum berhasil menanami ladang barunya!

Ia menemukan gang kecil lalu dengan gerakan luwes ia mengeluarkan beberapa karung berisi gandum. Butiran gandum yang gemuk membuat siapa saja tergoda.

Ia juga mengeluarkan beberapa keranjang sayuran lobak dan Kubis, menatanya dengan rapi. Ia juga menyiapkan sampel untuk dicoba pelanggan. Tanaman yang dihasilkan dari ruang ajaib pasti akan lebih enak daripada tanaman biasa.

Dengan percaya diri dan semangat menghasilkan uang, Su Ran menarik gerobaknya dengan susah payah.

( Keledainya sementara waktu dimasukin ke ruang ajaib.. jangan tanya kemana lagi...”

“ Waah, Nak, gandummu tampak sangat besar. Berapa harganya?” tanya seorang bibi yang menggandeng putri kecilnya. Su Ran tersenyum ramah sambil mengamati (calon) pembeli pertamanya.

“ Bibi, bibi sangat jeli. Cobalah untuk mengigitnya. Rasa gandum ku sangat enak, bibi akan mendapatkan roti yang lebih enak jika menggunakan gandum dariku,” Su Ran melancarkan serangan pertamanya.

“ Lihatlah, mulutmu begitu manis, semua gandum pasti memiliki rasa yang sama,” jawab bibi tersebut tetapi tangannya sudah mengarahkan sebutir gandum kedalam mulutnya. Ia menggigitnya perlahan dan ada sedikit keterkejutan di matanya.

Anak ini tidak membual, gandumnya memang lebih manis! Tetapi wajahnya tetap tenang dan tidak memperlihatkan perubahan apapun.

Su Ran sedari tadi memperhatikan gerakan matanya dan puas saat sasarannya sudah terkena.

“ Bibi, bibi akan mendapatkan bonus setengah kati kubis jika membeli 10 kati gandum ini. silahkan coba kubisku juga, bibi pasti tidak akan menyesal. Kubisku ditanam dengan hati – hati dan tidak menggunakan pupuk buatan ( maksudnya pestisida lahh). Lebih renyah dan juga segar,” Su Ran kembali mengeluarkan jurus marketer modernnya. Ia memotong sehelai kubis dan menyodorkan kepada sang bibi. Su Ran bahkan memotongkan lobak putih dan memberikan kepada putri kecil bibi yang diterima dengan malu dan takut – takut.

“ Bu, ini manis dan segar,” cicitnya sambil menarik ujung baju sang ibu. Bibinya memelototinya dengan manja, berharap ingin sedikit ‘jual mahal’ kepada Su Ran Tetapi anaknya sudah terpedaya dengan sayuran enak.

“ Hei, berapa harga 1 kati gandummu? Ngomong – ngomong sayurmu benar – benar segar. Haaaah, sungguh aku tidak membual,” desah sang bibi sedikit frustasi dengan tingkah putrinya. Su Ran hanya tertawa tertahan.

“ Bibi, 1 kati gandum ini 250 rupiah saja, jika bibi membelinya hari ini lebih dari 10 kati aku akan memberikan diskon sebesar 20 rupiah,”

“ BEGITU MAHAL...?”

1
Wahyuningsih
lanjut thor 💪💪💪dlm upnya
vivi oh vivi
lanjut😆
Lala Kusumah
lanjuuuuuuuuut
🌸nofa🌸🍉🍉
wah ayam balado pasti enak 😄
Ayu Aulia
Thor ini crita tentang kerajaan china? kenpa ada SD, SMP, SMA, bukan ya zaman kerajaan belum ada yaa?
bubun ntib: ehm.. gmna yaaaa..
mau bikin cerita yg campuran sihh.. kalau yg era tiongkok pure pasti pkai uang tael trs juga adatnya buntib gk berani ngeraba2.. tkut bnyak salah..🙏🙏
jdi buntib ambil versi zaman indonesia dlu..
namanya juga ngarang🤭🤭🙏🙏
total 1 replies
Shai'er
calon paksu
Shai'er
sudah dapat kandidat, tinggal persentase💪💪💪
Shai'er
🤤🤤🤤🤤🤤
Shai'er
hadeuh🙄🙄🙄
Shai'er
bubur sumsum penghilang capek 🥰🥰🥰
Shai'er
🤑🤑🤑🤑🤑🤑🤑
Shai'er
cuan 🤑🤑🤑🤑🤑🤑
Lala Kusumah
lanjuuuuuuuuut
vivi oh vivi
loh yaampun dikit nya, 😳 lanjut🤭
Murni Dewita
💪💪💪💪
vivi oh vivi
lanjut
Murni Dewita
double up thor
Murni Dewita
tetap semangat
Murni Dewita
💪💪💪💪
Murni Dewita
👣👣👣👣👣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!