🌹🌹🌹🌹🌹
Menceritakan seorang gadis tomboi bernama Ratih Kapoor yang cerdas dan cuek, dia tidak pernah menghargai laki laki namun suatu hari ia bertemu dengan CEO tampan kisah hidupnya pun mulai berubah seiring waktu.
Mari kita baca....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Edi Suheri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 26
Ricko sudah siap dengan baju kerjanya, hari ini Ricko pergi lebih awal dari sebelumnya karena ada pertemuan penting yang harus ia datangi sekarang. Ricko bahkan terburu buru melangkah dia melewati sarapan paginya rasanya begitu enggan Ricko sarapan pagi hari ini. dia bisa menebak kalau dia sarapan pagi dan bertemu dengan ibunya. pasti ibunya akan menanyakan akan pilihan tadi malam.
"Apa semuanya sudah siap." terdengar suara Ricko cepat yang tampa menoleh ke pada Kevin sama sekali.
"Semuanya sudah beres bos, klien juga sedang dalam perjalan bos." sahut Kevin setelah menunduk memberi hormat.
Ricko terus melangkah tanpa menoleh kanan kiri namun tiba tiba saja langkah Ricko terhenti begitu saja dia membalikkan badannya dan menatap Kevin.
"Cari informasi sedetil apapun mengenai Selfi jangan ada yang terlewat sekecil apapun itu. juga periksa setiap uang yang dia ambil dari ATM ku. aku akan membuat ibu berpikir sepuluh kali sebelum iya mengatai Selfi." tutur Ricko lalu membalikkan badannya hendak pergi seseorang memanggilnya.
"Ricko..." panggil ibu Susi yang masih turun dari anak tangga.
"Ibu mau bicara sama kamu." ujar ibu Ricko yang kini berjalan ke arah Ricko.
Ricko berhenti menoleh ke pada ibunya, "Bu jangan sekarang aku ada meeting dengan klien sekarang." ucap Ricko lalu ingin pergi namun buk Susi menahannya lagi.
"Ricko, ibu mau kamu mengantarkan Ratih pulang. biar Kevin yang akan mengantikan mu meeting hari ini. ujar ibu Ratih.
"Ibu tidak bisa Bu. ini rapat pertemuan penting." protes Ricko.
"Ricko...." terdengar suara tegas dari mulut ibu Susi.
Ricko berdecak kesal pilihan yang sangat sulit dalam hidupnya adalah membantah perkataan ibunya," baiklah kalau itu membuat ibu senang."
Ibu Susi tersenyum setelah mendengar sahutan dari Ricko.
"Tentu, ibu sangat senang mendengarnya."
"Ratih sedang sakit, kakinya terkilir jadi berhati hati lah jangan sampai membuatnya bertambah sakit." tutur ibu Susi setelah itu pergi.
Ratih kini pun sudah siap dengan pakaian barunya itu dia terlihat begitu cantik setelah di pules sedikit bedak. senyuman terukir di bibir manis Ratih dia begitu senang saat melihat dirinya di cermin. sesekali pikiran Ratih terbayang dengan perkataan ibu Susi yang mengatakan kalau dia akan menjadi pemilik mansion ini.
"maksud Tante Susi apanya mengatakan kalau aku akan menjadi anaknya dan bahkan dia mengatakan kalau aku calon mantunya.
kenapa orang kaya sangat susah sekali sih di tebak." membatin Ratih yang terdengar membuang nafas dengan berat.
"Wah nyonya sangat cantik sekali." ujar pelayan yang selesai menata rambut Ratih.
"Aaahhh, mbak bisa saja." tersenyum Ratih.
"Ratih, kamu yakin nak mau pulang sekarang..?? menginap lah semalam lagi disini. ujar ibu Susi yang saat tiba dari kamar Ratih.
"Tante aku minta maaf, aku tidak bisa berlama lama disini aku harus segera pulang Tania pasti sangat menghawatirkan ku sekarang." sahut Ratih dengan tatapan memohon.
Ibu Susi membuang nafas dengan kasar." Ricko sedang menunggumu di bawah Tante memintanya untuk mengantarmu pulang." ujar ibu Susi.
"Tante tidak perlu aku bisa pulang sediri, aku sudah banyak merepotkan Tante." sahut Ratih merasa tidak enak.
"Tidak perlu sungkan begitu Tante senang kok bisa membantumu. Tante harap kamu sesering main ke rumah Tante ya pintu rumah Tante selalu terbuka untuk wanita secantik dirimu." ucap ibu Susi sambil menarik dua pipi Ratih dengan tangannya karena geram.
"Aaaauuuu..... Tante." merintis Ratih kesakitan.
"Apa kamu sudah menghabiskan sarapan mu...??" tanya ibu Susi.
"Sudah Tante. Tante terimakasih banyak, terimakasih banyak Tante sudah mau menolongku dan membawaku ke rumah Tante bahkan Tante memberikanku baju yang bagus. terima kasih Tante." ucap Ratih yang kini memegang tangan ibu Susi.
"Sama sama. bukankah sesama manusia kita harus saling tolong menolong. ayo kita harus segera turun ke bawah Ricko pasti sedang menunggumu." Ajak Ibu Susi yang tersenyum bahagia.
setelah di urut oleh mbok Ijah kaki Ratih sudah mendingan di sudah bisa berjalan, ya walaupun tidak sesempurna seperti dia berjalan sebelumnya.
Ibu Ratih memegang tangan Ratih dengan erat ketika turun dari tangga. dengan langkah hati hati Ratih turun dari anak tangga hingga sampai di ruangan tamu.
"Ayo cepat Ricko pegang Ratih jangan sampai dia jatuh." perintah ibu Susi ketika sampai di ruangan tamu.
"Tidak perlu Tante, Ratih bisa sendiri kok." sahut Ratih yang memang tau kalau dia sudah mendapat tatapan sinis dari Ricko.
"Ricko....." ucap ibu Susi dengan tatapan tajam.
Ricko berdecak lalu bangun dari sofa mendekat ke arah Ratih. Ricko mengambil alih tangan yang di pegang oleh ibu Susi tampa menatap Ratih sama sekali dia terus membawa Ratih ke mobil yang sudah terparkir pintu utama.
"Sering sering ke sini yang nak." ucap ibu Susi melambaikan tangan ketika Ratih sudah berada di dalam mobil.
"Iya Tante, terima kasih." sahut Ratih yang membalas lambaian ibu Susi.
selama dalam perjalan suasana penuh keheningan sesekali Ratih melirik ke arah Ricko. Ricko yang dari tadi diam tidak bersuara bahkan menoleh pun tidak dia terus saja memasang wajah masanya itu.
"Berhenti...." ucap Ratih namun Ricko tidak menghentikan mobilnya jangankan berhenti menoleh pun tidak.
"Berhenti teriak...." teriak Ratih karena tidak mendapat respon dari Ricko.
Ricko yang mendengar Ratih berteriak berhenti mendadak. alhasil membuat mereka berdua tersandung ke depan.
"Loe itu mau apa lagi..??" tanya Ricko yang kini menatap tajam ke arah Ratih.
"Saya turun di sini saja." Ratih hendak turun dari mobil namun dengan cepat Ricko menarik tangan Ratih.
"Jangan membuat gue bertambah marah, sudah cukup loe membuat gue dan ibu gue bertengkar. apa semua itu belum puas bagi loe." ucap Ricko yang mencengkram tangan Ratih kuat.
Ratih berusaha melepaskan tangannya dari Ricko namun hasilnya nihil kekuatan Ricko jauh lebih besar darinya.
"Lepasin, saya tidak tau maksud bapak apa." ujar Ratih yang masih berusaha melepaskan tangannya.
"Jangan berpura pura sok polos di depan gue, gue muak melihat loe." ucap Ricko menepis tangan Ratih hingga terbentur ke pintu mobil.
"Bapak ini kenapa sih, saya ini salah apa dengan bapak kenapa bapak memperlakukan saya seperti ini. saya pikir bapak orang nya baik dan rendah hati tapi setelah saya tau kebusukan bapak, bapak tidak lebih dari orang yang tidak berperasaan...!!" ucap Ratih penuh penekanan.
"Kau..." Ricko yang mengeraskan rahangnya.
"Apa....!! bapak mau memecat saya hah, silahkan pak masih banyak pekerjaan di luar sana menanti saya. jangan bapak pikir mentang mentang bapak seorang bos jadi bapak bisa seenaknya dengan karyawan seperti saya.saya rasa bapak salah mengenal saya selama ini. saya tegaskan ya pak saya tidak bisa di bayar dengan uang atau apapun itu karena saya tidak sama dengan perempuan yang tidak punya harga diri." ucap Ratih yang menutup pintu mobil dengan keras.
Ricko yang mendengar itu memukul stir mobilnya dengan keras hingga membuat tangan ya mengalir darah segar.
"Lihat saja gue bakal membuat loe menyesal karena telah berani masuk ke keluarga gue. teryata gue telah salah memilih cewek. sialll...." Ricko yang meninju stir mobil lebih kuat lagi.
**Bersambung.......
🌹🌹🌹🌹🌹
Sangat di tunggu vote dan like ya kak berharap banget 😁😁😁💃💃💃**
secara model gitu lo...
pasti gonta ganti pasangan kencan ny, kebanyakan gitu ...