NovelToon NovelToon
TELEKINESIS ASCENDANT: THE EDITOR'S GATE ODYSSEY

TELEKINESIS ASCENDANT: THE EDITOR'S GATE ODYSSEY

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Fantasi Timur / Fantasi Isekai
Popularitas:99
Nilai: 5
Nama Author: Karma Danum

Kang Ji-hoon, seorang editor webnovel yang hidupnya biasa-biasa saja, tewas dalam sebuah kecelakaan. Namun, alih-alih mati, ia terbangun di tubuh Kang Min-jae, seorang pemuda di dunia paralel di mana "Gerbang" ke dimensi lain telah muncul, dan "Hunter" dengan kekuatan khusus bertugas menghadapi monster di dalamnya.

Terjebak dalam identitas baru dengan misteri ayah yang hilang dan tekanan untuk menjadi Hunter, Ji-hoon harus beradaptasi dengan dunia yang berbahaya. Dibantu oleh "sistem" misterius di dalam benaknya dan kekuatan telekinesis yang mulai terbangun, ia memasuki Hunter Academy sebagai underdog. Dengan pengetahuan editornya yang memahami alur cerita dan karakter, Ji-hoon harus menguasai kekuatannya, mengungkap konspirasi di balik transmigrasinya, dan bertahan di dunia di mana setiap Gerbang menyimpan ancaman—dan rahasia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karma Danum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17: UPACARA PEMBUKAAN

Semester baru dimulai dengan Upacara Pembukaan yang lebih meriah dari sebelumnya. Auditorium utama akademi dipenuhi oleh siswa dari semua tingkat, mulai dari kelas Remedial hingga kelas Elite. Para guru dan instruktur berdiri di podium, mengenakan jubah akademi resmi mereka.

Min-jae duduk di barisan siswa C-rank, diapit oleh Ji-woo (yang akhirnya berhasil naik ke D-rank dan sekarang di kelas D-2) dan Hana. Seo-yeon duduk di barisan di depan mereka, bersama siswa healer lainnya.

Saat Kepala Akademi, seorang pria tua bernama Director Park, naik ke mimbar, seluruh ruangan menjadi hening.

"Selamat datang kembali, para siswa Hunter Academy. Tahun ini menandai tahun ke-25 sejak akademi ini didirikan. Dalam seperempat abad, kita telah melahirkan ribuan Hunter yang membela kemanusiaan dari ancaman dimensi." Suara Director Park bergema penuh wibawa. "Tapi dunia kita terus berubah. Gerbang semakin banyak muncul, monster semakin beragam, dan tantangan semakin kompleks. Karena itulah, akademi juga harus berevolusi."

Dia mengumumkan beberapa perubahan kebijakan. Pertama, mulai semester ini, siswa rank C ke atas diwajibkan mengikuti setidaknya satu misi nyata dengan pengawasan setiap bulan—bukan hanya simulasi. Kedua, program pertukaran dengan akademi Hunter di negara lain akan diperluas. Ketiga, akan ada kompetisi antar-akademi tingkat nasional dalam enam bulan mendatang, dengan hadiah besar dan jaminan rekrutmen oleh guild top.

Suasana riuh rendah menyebar di antara siswa. Misi nyata berarti risiko nyata, tapi juga pengalaman nyata. Kompetisi nasional berarti kesempatan besar untuk dikenal.

"Dan untuk memulai tahun ini dengan semangat baru," lanjut Director Park, "kami kedatangan tamu kehormatan. Seorang Hunter legendaris, Guild Master dari Chrono Vanguard, Yoon Jae-suk!"

Seketika, tepuk tangan gemuruh mengguncang auditorium. Dari pintu samping, seorang pria berusia sekitar lima puluhan dengan rambut beruban dan postur tegap berjalan ke podium. Wajahnya memiliki bekas luka halus, matanya tajam seperti elang, namun senyumnya hangat. Inilah Guild Master Yoon, salah satu Hunter S-rank tertua yang masih aktif.

Min-jae memperhatikannya dengan saksama. Inilah orang yang memimpin guild yang kini melindunginya.

"Siswa-siswi Hunter Academy," sapa Guild Master Yoon dengan suara dalam yang terdengar jelas tanpa mikrofon. "Saya tidak akan berpanjang lebar. Dunia membutuhkan kalian. Bukan hanya sebagai petarung, tapi juga sebagai penjaga keseimbangan. Setiap Gerbang yang kalian masuki, setiap monster yang kalian hadapi, adalah bagian dari ekosistem dimensi yang lebih besar. Jangan pernah lupa: kekuatan terbesar Hunter bukan pada kemampuan menghancurkan, tapi pada kemampuan memahami."

Pidatonya singkat, namun penuh makna. Dia menekankan pentingnya etika, kerja tim, dan tanggung jawab sosial seorang Hunter. Banyak siswa terpukau, termasuk Min-jae.

Setelah upacara selesai, siswa berhamburan keluar auditorium. Min-jae dan teman-temannya sedang berjalan menuju kafetaria ketika seorang asisten guru memanggilnya.

"Kang Min-jae, Guild Master Yoon ingin bertemu denganmu secara pribadi di ruang kepala akademi."

Ji-woo dan Hana melihatnya dengan mata berbinar. "Wah, dipanggil langsung sama Guild Master!" bisik Ji-woo.

Min-jae mengangguk, lalu mengikuti asisten tersebut. Pikirannya berputar. Apa yang Guild Master Yoon inginkan darinya? Apakah terkait dengan perlindungan Chrono Vanguard? Atau sesuatu yang lain?

Ruang kepala akademi luas dan dipenuhi buku. Guild Master Yoon sedang berdiri di dekat jendela, memandang ke halaman akademi. Director Park sudah tidak ada di sana, hanya mereka berdua.

"Silakan duduk, Min-jae," kata Guild Master Yoon tanpa menoleh.

Min-jae duduk di kursi di depan meja besar.

"Pamanmu, Dae-hyun, adalah salah satu orang kepercayaan saya," mulai Guild Master Yoon, akhirnya berbalik. "Dan dia memberitahu saya tentang situasimu. Tentang Ouroboros, tentang penelitian ayahmu, dan tentang kemampuan resonansimu."

"Ya, Guild Master."

"Saya juga memiliki akses ke laporan dari tim investigasi kami." Guild Master Yoon duduk di kursi di seberangnya. "Proyek Anchor Ouroboros lebih ambisius dan berbahaya dari yang kita duga. Mereka tidak hanya ingin menstabilkan Gerbang. Mereka ingin mengontrolnya. Dan untuk itu, mereka membutuhkan 'jembatan manusia'—seseorang yang bisa berdiri di antara dimensi tanpa hancur."

Min-jae merasakan dingin di tulang belakangnya. "Apakah itu mungkin?"

"Secara teori, ya. Dengan teknologi resonansi dan seseorang dengan keselarasan tinggi seperti dirimu, mereka bisa menciptakan portal dua arah yang stabil. Tapi konsekuensinya bagi 'jembatan' itu mengerikan: kelelahan psikis permanen, kehilangan identitas, atau terperangkap selamanya di antara dimensi."

"Jadi mereka ingin menjadikan saya… jembatan?"

"Kamu adalah kandidat potensial. Tapi bukan satu-satunya. Ouroboros sedang menyaring banyak individu dengan kemampuan psikis khusus. Tapi kamu menarik karena dua hal: kamu adalah putra Dr. Kang, yang penelitiannya menjadi dasar proyek ini, dan kamu menunjukkan kemajuan pesat dalam mengontrol resonansimu."

Guild Master Yoon menatapnya dalam-dalam. "Chrono Vanguard ingin menghentikan proyek ini. Bukan hanya untuk melindungimu, tapi untuk melindungi semua orang yang mungkin menjadi korban. Dan kami membutuhkan bantuanmu."

"Bagaimana saya bisa membantu?"

"Kami ingin kamu melanjutkan perkembangan kemampuanmu. Semakin kuat kamu, semakin sulit bagi mereka untuk memaksamu. Selain itu, kami ingin kamu membantu kami memahami teknologi resonansi mereka dari dalam—bukan dengan menyusup, tapi dengan mempelajari catatan ayahmu dan menggunakan resonansimu untuk mendeteksi aktivitas mereka."

Min-jae berpikir sejenak. "Apakah Guild Master percaya bahwa saya bisa melakukan itu tanpa membahayakan diri sendiri?"

"Saya percaya pada kemampuanmu. Tapi risiko selalu ada. Itulah sebabnya kami akan memberikanmu pelatihan dan perlindungan maksimal. Dan kami tidak akan memaksamu melakukan apa pun yang tidak kamu setujui."

Ini tawaran yang masuk akal. Chrono Vanguard memberinya perlindungan dan sumber daya. Sebagai imbalannya, dia membantu mereka melawan Ouroboros. Dan di tengah semua itu, dia bisa terus mencari kebenaran tentang ayahnya.

"Saya setuju," kata Min-jae dengan tegas.

"Bagus." Guild Master Yoon tersenyum. "Mulai besok, kamu akan mendapat pelatih khusus dari guild. Dia adalah Hunter A-rank dengan spesialisasi psionik dan investigasi. Dia akan membantumu mengasah kemampuanmu dan mengajarkanmu cara melindungi diri dari pemindaian dan manipulasi psikis."

Mereka membahas beberapa detail lagi, lalu Min-jae diizinkan pergi.

Dalam perjalanan kembali ke asrama, pikirannya penuh dengan informasi baru. Pertemuan itu mengonfirmasi bahwa dia sekarang benar-benar terlibat dalam konflik antara dua kekuatan besar: Ouroboros dengan proyek ambisiusnya, dan Chrono Vanguard yang berusaha menghentikannya.

Namun, dia tidak merasa seperti pion. Dia merasa seperti… mitra. Setidaknya, itulah kesan yang Guild Master Yoon berikan.

Keesokan harinya, pelatih khususnya tiba. Perempuan itu bernama Yoon Mi-rae (tidak ada hubungan darah dengan Guild Master), berusia awal tiga puluhan, dengan penampilan sederhana namun mata yang sangat waspada. Mereka bertemu di ruang latihan khusus yang disediakan guild di dalam kompleks akademi.

"Jadi kamu Kang Min-jae," sapa Mi-rae, suaranya datar. "Saya sudah baca laporanmu. Kemampuan sensing dan resonansimu menarik. Tapi teknikmu masih amatir. Kita akan memperbaikinya."

Dia langsung masuk ke pelatihan tanpa basa-basi. Pertama, dia mengajari Min-jae teknik "Psionic Shielding" – cara membuat perisai psikis untuk melindungi pikiran dari penyusupan atau pemindaian.

"Ouroboros punya psikis yang kuat. Mereka bisa membaca emosi, bahkan pikiran permukaan, jika kamu tidak terlindungi," jelas Mi-rae. "Perisai bukan tentang kekuatan, tapi tentang konsistensi. Bayangkan dirimu dikelilingi kabut yang mengaburkan."

Latihan itu melelahkan. Tapi setelah beberapa jam, Min-jae bisa merasakan perbedaannya: dengan perisai aktif, sensing-nya terhadap lingkungan luar sedikit berkurang, tapi dia merasa lebih… pribadi. Seolah ada lapisan tambahan antara pikirannya dan dunia.

"Bagus," puji Mi-rae. "Sekarang, coba rasakan perisaiku."

Min-jae mencoba sensing ke arah Mi-rae. Yang dia rasakan bukan ketiadaan, tetapi kabut yang padat dan terstruktur. Dia tidak bisa merasakan "warna" energinya sama sekali.

"Kamu tidak bisa menembus perisai yang baik tanpa izin," kata Mi-rae. "Ingat itu. Sekarang, kita latihan mendeteksi pemindaian."

Dia mengeluarkan perangkat kecil yang memancarkan gelombang psikis lemah. Tugas Min-jae adalah merasakan ketika gelombang itu menyentuh perisaunya, lalu melacak sumbernya. Awalnya sulit, tapi perlahan dia mulai bisa membedakan antara "suara" latar belakang energi dan "sentuhan" asing.

**[Kemampuan baru: Psionic Shielding (Dasar). Kemampuan berkembang: Psionic Detection (Dasar).]**

Pelatihan dengan Mi-rae intens tapi sangat bermanfaat. Dalam dua minggu, kemampuan bertahan Min-jae meningkat signifikan. Dia sekarang bisa mendeteksi sebagian besar bentuk pemindaian psikis dan menjaga pikirannya dari penyusupan kasar.

Di tengah kesibukan pelatihan, kehidupan akademi berjalan normal. Min-jae tetap harus mengikuti kelas, menyelesaikan tugas, dan menjalankan misi bulanan.

Misi pertamanya sebagai rank C adalah patroli di sekitar Gerbang D-rank "Gua Kristal" bersama tim yang terdiri dari dirinya, Min-ki (jarak jauh), dan seorang tank bernama Joo-hyun (C-rank, spesialisasi pertahanan). Misi mereka sederhana: memastikan tidak ada monster keluar dari Gerbang dan mencatat fluktuasi energi.

Di lokasi, Min-jae menggunakan kemampuan barunya. Dengan sensing dan Psionic Detection, dia bisa memetakan area dengan akurat dan mendeteksi adanya energi asing dari jarak jauh. Mereka menyelesaikan misi tanpa insiden, bahkan berhasil mengidentifikasi titik lemah kecil di perimeter yang kemudian diperbaiki oleh tim teknis.

Laporan mereka mendapat pujian dari instruktur. Min-jae mulai dikenal sebagai siswa yang andal dalam pengintaian dan deteksi.

Namun, di balik kesuksesan itu, tekanan tetap ada. Suatu malam, saat dia sedang belajar di perpustakaan, sensing-nya mendeteksi sesuatu yang aneh: seseorang di lantai atas perpustakaan memancarkan energi psikis yang berusaha "menyentuh" perisaunya dengan halus. Bukan serangan, lebih seperti… probe.

Dia tidak bereaksi berlebihan. Dia hanya menguatkan perisainya dan berpura-pura tidak menyadari. Setelah beberapa menit, probe itu menghilang. Tapi pesannya jelas: dia masih diawasi.

Keesokan harinya, dia melaporkan kejadian itu pada Mi-rae.

"Itu bisa dari Ouroboros, atau dari faksi lain," kata Mi-rae. "Tapi yang penting, perisaumu bekerja. Mereka tidak mendapatkan apa-apa. Teruslah waspada."

Min-jae mengangguk. Hidup dalam pengawasan konstan melelahkan, tapi dia tidak punya pilihan.

Di sisi lain, hubungannya dengan teman-teman tetap baik. Ji-woo semakin kuat secara fisik dan bercita-cita naik ke C-rank dalam waktu dekat. Seo-yeon semakin mahir dalam penyembuhan dan mulai mempelajari teknik support psikis ringan. Hana dan Min-ki sering berdiskasi strategi dengannya, dan mereka bertiga mulai membentuk tim yang solid untuk misi-misi mendatang.

Bahkan, suatu hari Song Min-hyuk mendekatinya di koridor—bukan dengan sikap bermusuhan, tapi dengan ekspresi serius.

"Min-jae, kita perlu bicara."

Mereka pergi ke taman akademi yang sepi.

"Aku punya informasi," kata Min-hyuk tanpa basa-basi. "Tentang Ouroboros. Keluargaku punya hubungan bisnis dengan beberapa pemasok mereka. Dan aku dengar, mereka akan segera melakukan uji coba besar proyek Anchor mereka—dalam dua bulan."

Min-jae menatapnya, mencoba membaca niat di balik kata-katanya. "Mengapa kamu memberitahuku ini?"

"Karena aku tidak setuju dengan apa yang mereka lakukan. Mereka memanfaatkan orang sebagai alat. Dan…" Min-hyuk terdiam sejenak. "Aku punya adik perempuan. Dia punya bakat psikis lemah. Jika proyek ini berhasil, mereka akan mencari lebih banyak 'kandidat' seperti dia. Aku tidak ingin itu terjadi."

Jadi, di balik sikap sombongnya, Min-hyuk ternyata punya motivasi yang bisa dimengerti: melindungi keluarganya.

"Terima kasih atas informasinya," kata Min-jae. "Aku akan menyampaikannya pada pihak yang tepat."

"Lakukanlah." Min-hyuk berbalik pergi, tapi berhenti sejenak. "Dan Min-jae… hati-hatilah. Bukan hanya Ouroboros yang mengawasimu."

Peringatan itu membuatnya berpikir. Siapa lagi yang mengawasinya? Kelompok "Penjaga Keseimbangan" yang disebut Guru Han? Atau pihak lain yang belum dia ketahui?

Dia menyampaikan informasi dari Min-hyuk kepada Mi-rae, yang kemudian meneruskannya ke Chrono Vanguard. Respons mereka cepat: mereka akan meningkatkan pengawasan terhadap fasilitas Ouroboros dan mencoba mendapatkan detail lebih lanjut tentang uji coba tersebut.

Minggu-minggu berlalu. Min-jae terus berkembang. Kontrol psikisnya kini mencapai 9.5%. Kemampuan Environmental Psionics-nya sudah bisa digunakan untuk menciptakan gangguan kecil seperti kabut tipis atau angin yang mengalihkan perhatian. Psionic Shielding-nya semakin kuat, dan dia mulai belajar teknik dasar "Psionic Feedback" – mengembalikan serangan psikis ke pengirimnya.

Dia juga semakin dekat dengan teman-temannya. Mereka bukan hanya rekan tim, tapi juga teman yang saling mendukung. Ji-woo sering membantunya latihan fisik, Seo-yeon selalu menyiapkan ramuan pemulihan setelah latihan berat, Hana dan Min-ki berbagi pengetahuan taktik.

Dalam pertemuan rutin dengan Mentor Kwon, sang mentor memberikan penilaian: "Kamu berkembang dengan baik. Tapi ingat, kekuatan terbesarmu bukan pada apa yang bisa kamu lakukan, tapi pada mengapa kamu melakukannya. Jangan sampai tujuanmu mencari kebenaran mengaburkan moralmu."

Nasihat itu mengingatkan Min-jae untuk tetap berpegang pada prinsipnya: dia ingin mengungkap kebenaran dan melindungi orang, bukan sekadar membalas dendam.

Malam sebelum ujian tengah semester, Min-jae duduk sendirian di atap asrama, memandang bintang-bintang. Pikirannya melayang ke kehidupan lamanya sebagai Kang Ji-hoon. Apakah dia akan memilih jalan yang sama jika masih di dunia itu? Mungkin tidak. Tapi di sini, di dunia dengan Gerbang dan kekuatan psikis, dia telah menemukan tujuan yang lebih besar dari sekadar menyunting naskah.

Dia merasa… berarti. Meskipun dengan semua bahaya dan tekanan, hidupnya sekarang memiliki arti.

Dari bawah, seseorang memanggil namanya. Ji-woo.

"Min-jae! Ayo turun! Seo-yeon bikin makanan ringan, kita belajar bareng buat ujian besok!"

Min-jae tersenyum. "Ayo."

Dia turun dari atap, meninggalkan bintang-bintang di atas. Masih ada banyak yang harus dilakukan. Tapi untuk malam ini, dia akan menghabiskan waktu dengan teman-temannya, belajar untuk ujian besok.

Perjalanan masih panjang. Tapi selama ada orang-orang yang mendukungnya, dan selama dia tetap pada jalurnya, dia yakin bisa menghadapi apa pun yang datang.

Dan besok, ujian tengah semester menunggu. Bukan hanya ujian akademis, tapi juga kesempatan untuk membuktikan bahwa dirinya—Kang Min-jae, dengan semua keunikan dan tekadnya—layak menjadi Hunter yang sesungguhnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!