Nicole Mary Wijaya adalah gadis yang sangat cantik dan genius selain itu Nicole anak dari pengusaha terkaya di negara itu dan banyak gadis dan wanita sangat iri dengan keberuntungan Nicole.
Banyak pria yang ingin melamarnya tapi Nicole selalu menolaknya dengan alasan dirinya masih suka belajar. Hingga suatu ketika dirinya dijodohkan oleh ayahnya membuat Nicole kabur dari mansion.
Sahabatnya yang sangat iri dengan Nicole menjebaknya. Apakah usahanya berhasil? Adakah pria yang bisa membuat hati Nicole membuka hatinya?
Ikuti yuk novelku yang ke 39
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cemburu
"Sahabat Kak Raka telepon, memangnya ada apa?" Tanya Nicole dengan nada cemburu.
"Membicarakan tentang bisnis," jawab Raka dengan jujur.
"Boleh aku angkat?" Tanya Raka karena Nicole hanya diam.
Raka menghargai perasaan istrinya terlebih Raka tidak ingin ada kesalahpahaman lagi dan membuat Nicole hampir kehilangan nyawanya seperti kejadian semalam. Karena sejujurnya dirinya sangat takut jika terjadi sesuatu dengan istrinya.
Nicole hanya menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menganggukkan kepalanya agar Raka mengangkat panggilan dari Ririn.
"Loud speaker!" perintah Nicole.
"Baik," jawab Raka patuh.
Raka yang mendapat persetujuan dari istrinya langsung menggeser tombol berwarna hijau dan langsung loud speaker.
("Hallo Kak, kok aku tunggu belum datang?" Tanya Ririn dengan suara menggoda).
("Sebentar lagi Kakak akan ke sana tapi aku mau makan bersama istriku," jawab Raka).
("Baik Kak, aku tunggu," jawab Ririn sambil menahan amarahnya).
Tut Tut Tut
Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak oleh Raka kemudian Raka meletakkan ponselnya di atas meja.
"Kakak ingin menemuinya?" Tanya Nicole.
" Ya, apakah kamu mau ikut?" Tanya Raka balik.
"Kalau Kak Raka tidak merasa terganggu jika aku menemani Kak Raka," jawab Nicole.
"Kakak tidak mungkin merasa terganggu, apalagi bukankah Kakak yang mengajakmu?" Tanya Raka.
Nicole tersenyum membuat Raka membelai rambut istrinya dengan lembut sambil membalas senyuman istrinya.
"Aku sangat senang kalau kamu cemburu seperti ini," ucap Raka.
"Lain kali aku akan dekat dengan pria lain agar suamiku juga cemburu," ucap Nicole asal sambil turun dari ranjang.
Grep
"Aku akan menghukum mu dan menghukum pria itu jika berani membuat ku cemburu," ucap Raka dengan nada posesif sambil ikut turun dari ranjang dan memeluk istrinya dari arah belakang.
"Aku tidak pernah takut dengan hukuman suamiku tapi aku minta jangan menghukum pria itu," jawab Nicole.
"Kenapa kamu membelanya?" Tanya Raka dengan nada kesal.
Nicole membalikkan badannya kemudian menatap wajah tampan suaminya sambil tersenyum. Nicole mengangkat ke dua tangannya lalu menyentuh ke dua pipi Raka sambil masih tersenyum.
"Karena aku sama sekali tidak tertarik dengan pria lain kecuali sama suamiku Raka Fernando Torres, jadi jangan pernah menghukumnya jika aku dekat atau bicara dengan pria lain," jawab Nicole menyebutkan nama lengkap suaminya.
Cup
Raka menggenggam tangan kanan Nicole kemudian mengecupnya dengan singkat kemudian membalas senyuman istrinya.
"Sekarang kita lebih baik ganti pakaian untuk menemui sahabat Kak Raka," ucap Nicole sambil menarik ke dua tangannya.
"Ok," jawab Raka dengan singkat.
Raka dan Nicole kemudian berjalan ke arah lemari untuk mengambil pakaian santai dan entah karena kebetulan Raka dan Nicole memakai pakaian dan warna yang sama hanya beda ukuran.
"Sayang kenapa pakaian kita bisa samaan?" Tanya Raka.
"Mungkin kita sudah sehati karena itulah selalu sama apa yang kita pikirkan," jawab Nicole sambil memakai bedak.
Grep
"Istriku sangat cantik," puji Raka sambil memeluk istrinya dari arah belakang kemudian meletakkan dagunya di bahu kanan istrinya.
"Tentu saja," jawab Nicole sambil memakai lipstik .
"Pasti banyak pria yang mengejar dirimu," ucap Raka dengan nada cemburu.
"Aku tahu tapi sayangnya hanya satu yang membuatku tertarik," jawab Nicole sambil melepaskan pelukan suaminya kemudian membalikkan badannya.
"Siapa?" Tanya Raka.
"Aku kan sudah bilang suamiku yang paling tampan di dunia yang bisa membuatku tidak bisa berpaling ataupun tertarik dengan pria lain," jawab Nicole sambil memeluk tubuh suaminya.
"Jika aku tidak tampan lagi, apakah kamu masih tertarik padaku?" Tanya Raka sambil membalas pelukan Nicole.
Nicole mendorong perlahan tubuh suaminya kemudian menatap sepasang mata suaminya dengan wajah serius.
"Sayang, aku sudah memilihmu untuk menjadi suami ku jadi apapun yang terjadi selamanya aku akan memilihmu kecuali jika suamiku memintaku untuk pergi maka pada saat itu juga aku akan pergi," jawab Nicole.
"Aku laki-laki bodoh jika aku pergi meninggalkan dirimu," jawab Raka sambil melihat tidak ada kebohongan di mata istrinya.
Tok tok tok tok
Tiba-tiba terdengar suara pintu di ketuk membuat Raka berjalan ke arah pintu kamarnya.
Ceklek
Raka membuka pintu kamarnya dan melihat orang kepercayaan yang bernama Dewi yang sudah terbiasa memasak untuk dirinya sedang berdiri sambil mendorong troli yang berisi makanan dan minuman pesanan Raka.
"Silahkan Tuan," jawab Dewi sambil tersenyum manis.
"Bawa ke dalam," perintah Raka tanpa menatap ke arah Dewi sambil memundurkan tubuhnya ke arah samping agar Dewi bisa masuk ke dalam kamarnya.
"Baik Tuan," jawab Dewi yang berusaha untuk tersenyum sambil melihat sekilas ranjang yang baru digunakan oleh Raka dan Nicole.
'Huh ... Kenapa sih Tuan Raka tidak melirik ku padahal wajahku tak kalah cantiknya dari wanita murahan itu,' ucap Dewi dalam hati sambil masih mendorong troli.
"Letakkan di meja dekat sofa," ucap Nicole dengan ramah.
"Apakah Nyonya tidak bisa memasak?" Tanya Dewi dengan nada ketus tanpa memperdulikan ucapan Nicole.
Nicole dan Raka sangat terkejut dengan perkataan Dewi membuat Raka marah terhadap Dewi walau Dewi sudah bertahun-tahun berkerja dengan dirinya tapi Raka tidak perduli karena Dewi sudah berani bicara ketus dengan Nicole istri yang sangat dicintainya.
"Apa maksudmu Dewi?" Tanya Raka sambil berjalan ke arah Dewi.
"Maaf Tuan, maksudku Tuan kan sudah menikah jadi sudah seharusnya seorang istri memasak untuk suaminya," jawab Dewi menjelaskan.
"Aku menikah dengan Nicole untuk aku jadikan sebagai istri bukan pelayan sepertimu," ucap Raka dengan nada satu oktaf.
"Maaf Tuan, kenapa Tuan menikah dengan Nicole, wanita yang tidak bisa masak dan menyiapkan semua kebutuhan Tuan," ucap Dewi sambil menatap sinis ke arah Nicole.
"Dewi!" Bentak Raka.
Plak
"Jangan sekali-kali kamu memanggil langsung namanya ataupun menghina istriku, sekarang kamu keluar!" teriak Raka sambil menunjuk ke arah pintu kemudian menampar pipi mulus Dewi.
"Baik Tuan," jawab Dewi sambil menahan amarahnya.
Dewi hanya bisa menahan amarahnya dan masih memegangi pipinya yang terasa sangat nyeri dan merasakan kalau giginya ada yang patah akibat tamparan keras Raka.
Selesai mengatakannya Dewi berjalan ke arah pintu namun sampai di depan pintu terdengar suara dingin dari pria yang sangat dicintainya dalam diam.
"Mulai besok dan seterusnya kamu tidak boleh berkerja menjadi pelayan kepercayaan ku," ucap Raka dengan nada dingin dan wajah datar.
Dewi langsung membalikkan badannya dan menatap Raka dengan tatapan tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Raka.
"Maksud Tuan, saya di pecat?" Tanya Dewi dengan wajah pucat pasi karena dirinya di pecat.
"Ya benar, sekarang kamu keluar dan temui asisten kepercayaan ku untuk mengurus uang pesangon mu," jawab Raka dengan nada tegas dan tidak terbantahkan.
Bruk
"Tuan, maafkan perkataan ku dan aku berjanji tidak akan mengatakan hal itu lagi," mohon Dewi sambil berlutut.