Abella Sadya Suherman
Gadis cantik yang harus kehilangan cinta dan kasih sayang sang Ayah setelah, bahkan sebelum Mama nya meninggal. Mau tidak mau dia harus menelan semua rasa pahit dalam hidupnya. Apa lagi sang kakak sudah memilki kehidupannya sendiri bersama istrinya membuat Abel semakin kesepian.
Namun hadirnya sang Kekasih, membuat dia tidak harus kehilangan rasa cinta dan kasih sayang sepenuhnya . Nico Arya Satya Ilhamsyah , seorang pria yang menjadi tumpuan hidup nya saat ini. Pemuda pintar dan sederhana, mahasiswa beasiswa yang amat tidak di sukai oleh sang Ayah di karnakan hanya seorang pemuda miskin di mata sang Ayah.
Namun di mata Abel, Satya adalah segalanya. Hidupnya, matinya, kebahagian nya, dan pria itu adalah kekasih sempurnanya.
Mampukah keduanya mempertahankan hubungan suci mereka atau hanya gairah sesaat yang bisa menghancurkan nya.
18+
(mengandung kata kata kasar dan vulgar)
Bijak lah dalam membaca
PLAGIAT JANGAN BERANI NONGOL!!!!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Defri yantiHermawan17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MPB Bab 25
Abella menatap tidak suka pada gadis yang tidak jauh darinya. Bola mata Abella bergerak memindai penampilan gadis asing yang di bawa oleh kekasihnya itu dari atas hingga bawah, tidak ada yang spesial, walaupun Abella akui kalau dia cukup cantik.
"Kamu siapanya Mas Nicho?"
Alis Abella naik satu baris, dia menyandarkan tubuhnya di tembok, kedua tangannya di dada sembari menyunggingkan senyum tipis terkesan sinis.
"Lo enggak perlu tau gue siapanya Satya, yang jelas gue adalah pemiliknya." Abella menekan setiap kata yang di ucapannya, menegaskan kalau pria yang bernama Satya itu hanya miliknya, hanya untuknya.
Gadis asing itu mendengus, dia mengalihkan pandangannya ke arah lain. Terlihat sekali kalau gadis itu tidak menyukai Abella, terlebih setelah Abella mengatakan hal yang membuat kesempatannya mendekati pria yang sejak kecil dia sukai sedikit terhalang.
"Nanti sore kamu udah bisa nempatin kostan khusus cewek. Aku udah bilang sama pemilik kost nya, kalo kamu datang nanti sore!"
Satya yang tiba tiba saja masuk membuat kedua gadis itu menatap ke arahnya. Abella terlihat mengembangkan senyumannya, dia beranjak dan mendekat pada kekasihnya. Tanpa ragu Abella memeluk Satya, mendekap erat tanpa ingin melepaskannya.
"Aku kangen sama kamu," gumamnya.
Abella menghirup udara dengan rakusnya, aroma tubuh Satya yang selalu dia rindukan kini dapat di ciumnya dengan jelas. Abella kian mengeratkan belitan tangannya saat Satya membalasnya tak kalah erat, keduanya saling berpelukan, saling melepas rindu tanpa peduli dengan orang lain yang ada disana.
Keduanya seakan tidak peduli, merasa kalau dunia ini hanya milik berdua.
"Kamu sudah makan?"
Satya perlahan melepaskan dekapannya, kedua tangannya membingkai wajah Abella, menyisakan anak rambut yang menutupi mata indah kekasihnya.
"Belum, aku pesenin aja ya!"
Abella berseru kecil, dia segera bergegas membuka tasnya dan mengambil ponsel miliknya. Jari jemari lentiknya mengotak atiknya dengan wajah yang berseri. Padahal sebelumnya Abella mengalami badmood parah saat bersama gadis asing yang di bawa Satya, tapi sekarang setelah bertemu dengan kekasihnya hati Abella sedikit dingin dan tenang.
"Sekarang, kamu beresin barang barang kamu. Nanti biar aku dan Abel antar ke kostan!"
Setelah mengatakan itu Satya berlalu pergi masuk kedalam kamarnya, dia meninggalkan gadis itu sendiri dengan wajah menunduk karena cukup sakit mendengarnya.
Siapa yang tidak sakit saat pria yang disukainya malah acuh dan mengusirnya secara terang terangan.
"Sebelum lo pergi, makan dulu. Gue gak mau lo pingsan karena kelaparan, nanti nyusahin cowok gue lagi!"
Kedua tangannya kembali terkepal, ekor matanya melirik tidak suka pada Abella yang masuk kedalam kamar Satya dengan wajah berbinar. Sangat berbeda sekali ketika dia berbicara dengannya, wajah polos penuh dengan kemanjaan itu sungguh membuat matanya sakit, namun sayang dia tidak bisa melakukan apa pun pada gadis berwajah dua itu.
'Sialan, awas aja bakalan aku bales!' rutuknya dalam hati.
Sedangkan di dalam kamar, Abella terlihat merebahkan diri di atas tempat tidur. Kedua matanya sibuk menatap layar ponsel milik Satya, sesekali dia tertawa pelan saat melihat video lucu yang di putar nya. Sedangkan Satya, dia yang tengah berganti pakaian hanya mengerutkan dahi, ujung bibirnya tertarik melihat tawa Abella.
Ada rasa lega saat melihat kekasihnya tertawa seperti itu. Artinya Abella sudah tidak lagi bersedih karena kepergiannya selama satu minggu ini, dan Satya bersyukur kalau kekasihnya ini baik baik saja. Dia sempat khawatir, karena Abella sempat bercerita kalau hubungannya dengan Ayahnya semakin tidak baik, dan Alex kakaknya juga tahu semuanya.
'Aku senang kamu baik baik aja, By. Teruslah tertawa kalau kamu lagi sama aku,' batinnya.
Satya mendekat pada Abella lalu mendekap perut rata kekasihnya, dan menenggelamkan wajahnya disana.
apa smpe disini aja niih
...yuhu.... semgat Thor ditunggu kelanjutan ceritanya
eh ad siapa kah itu.knp Satya bawa temen nya jd nya dede Abel kesyel kan 😓