Maura Geraldin, wanita cantik yang berprofesi sebagai Dokter kandungan, akhirnya menerima lamaran dari sang kekasih yang baru di kenalnya selama 6 bulan, yaitu Panji Kristian anak terakhir dari keluarga Abraham yaitu pemilik perusahaan batu bara.
Namun tidak menyangka Panji, Laki-laki yang di cintai Maura ternyata mempunyai wanita lain di belakang Maura, padahal mereka berdua sudah bertunangan, akan kah Maura membatalkan pertunangannya, atau malah mempertahankan hubungan mereka.
Jika kalian penasaran simak terus yukk perjalanan mereka.. jangan kasih kendor.. Dan jangan lupa untuk like nya juga.
Happy Reading
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi cahya rahma R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 26
Setelah selesai menaburkan bunga mawar di atas batu nisan, Kenan segera mengajak Maura untuk pulang. "Ayo kita pulang." ucap Kenan.
Maura pun sudah beranjak berdiri lalu berjalan lebih dulu di depan Kenan, dengan Kenan berjalan di belakangnya, sesampainya di mobil, Kenan segera membukakan pintu mobil, dan Maura masuk ke dalam mobil. Mobil putih pun sudah siap melaju meninggalkan pemakaman umum. Di dalam mobil Maura hanya diam sambil menatap ke arah jalan.
"Sudah tahu kan siapa aku." Kenan yang memecah keheningan.
"Aku masih benar-benar tidak menyangka jika kamu masih hidup Kenan." Maura yang menoleh ke arah Kenan.
"Sudah bertahun-tahun aku mengamati mu dari kejauhan."
Maura yang mendengar ucapan Kenan kembali menoleh ke arah Kenan. "Maksud kamu?." tanya Maura.
"Iya.. selama ini aku selalu mengamati mu dan keluargamu, aku selalu menjaga mu dari kejauhan, hingga kamu akan menikah dengan laki-laki brengsek seperti Panji." jelas Kenan sambil mengemudikan mobilnya.
"Bagaimana kamu bisa tahu jika Panji adalah laki-laki brengsek, dan bagaimana bisa kamu ke cafe itu, apakah kamu membuntuti ku?."
"Aku sudah tahu lama jika Panji dan mama mu mempunyai hubungan, tapi aku memutuskan untuk diam, karena aku belum siap untuk memberitahu kamu siapa aku, dan akhirnya kamu sudah tahu dengan sendirinya bahwa Panji berkhianat, mungkin banyak orang yang tidak percaya dengan ucapanmu, jika Panji dan mamamu menjalin hubungan, maka dari itu aku membantu mu dengan mengirim rekaman CCTV kepada ayahmu."
Maura yang mendengar ucapan Kenan seketika terkejut. "Jadi kamu yang mengirim rekaman CCTV itu kepada papaku?.
"Iya.. karena saat itu Panji datang ke hotel, dan meminta kepada petugas hotel untuk menghapus semua rekaman CCTV mamamu dan dirinya, dengan mengiming-imingi uang yang cukup besar, namun karena semua staf di hotel ku jujur, akhirnya petugas CCTV bilang kepadaku, bahwa Panji ingin me sabotase rekaman tersebut. Dengan sangat cepat aku menghapus rekaman tersebut, namun sebelum aku hapus, aku mengirimkan lebih dulu kepada om Guntoro ayahmu, agar ayahmu percaya bahwa mereka ada hubungan." Jelas Kenan kepada Maura.
Maura yang mendengar penjelasan dari Kenan seketika menjadi terharu, berkat Kenan akhirnya ia bisa lepas dari Panji. "Terimakasih telah membantuku." ucap Maura menatap ke arah Kenan.
"Tidak masalah karena itu sudah tugasku, sebelum papa dan mama meninggal mereka selalu pesan kepadaku agar selalu menjagamu."
"Mungkin kalau bukan karena kamu aku akan tetap di nikahkan sama Panji, karena tidak ada satu orang pun yang percaya dengan ucapanku."
"Apa kamu bahagia bisa lepas dari Panji? sepertinya kamu belum bisa move on, buktinya saat aku mengaku sebagai pacar kamu, kamu marah?." Kenan yang sedikit menoleh ke arah Maura.
"Bukan begitu Kenan, aku hanya tidak mau semakin memperkeruh suasana, dan aku tidak ingin di salahkan karena jelas-jelas hubunganku dan Panji selesai karena salah Panji bukan salahku."
"Tapi kamu sekarang bahagia bisa lepas dari Panji?." tanya Kenan lagi karena belum mendapat jawaban dari Maura.
"Awalnya berat, sangat berat, karena kita sebentar lagi akan menikah, namun setelah aku berfikir untuk apa aku terus bersedih, bukankah seharusnya aku bahagia bisa lepas dari laki-laki yang tidak baik sebelum menikah, akhirnya dari situ aku bisa menerima bahwa hubunganku telah selesai." jawab Maura dan Kenan hanya tersenyum.
Setelah perjalanan 30 menit, akhirnya mereka tiba di kediaman Maura. Maura pun sudah turun lebih dulu dari Kenan, lalu di ikuti Kenan yang juga turun dari mobil.
"Ayo masuk duku, kamu harus bertemu dengan papa." ajak Maura.
Maura pun sudah masuk ke dalam rumahnya dengan diikuti Kenan di belakangnya, baru pertama kali Kenan masuk ke dalam rumah Maura setelah bertahun-tahun menghilang, terakhir masuk saat dia masih berusia 6 tahun. Maura pun seketika berjalan mendekat ke arah ayahnya yang sedang menonton TV di ruang tamu.
"Pah.." Panggil Maura secara tiba-tiba membuat tuan Guntoro sedikit terkejut.
Tuan Guntoro yang mendengar suara Maura seketika langsung menoleh, tuan Guntoro menatap ke arah Maura dan juga laki-laki yang berdiri di samping putrinya.
"Sudah pulang sayang?." tanya Tuan Guntoro.
Kenan pun seketika berjalan mendekat ke arah tuan Guntoro untuk bersalaman. "Apa kabar om, sehat kan?." tanya Kenan sambil mengecup tangan tuan Guntoro.
Tuan Guntoro yang melihat laki-laki di rumahnya seketika mengira bahwa laki-laki itu adalah pacar baru Maura. "Cepat sekali sayang kamu move on dari Panji, udah dapet penggantinya aja?." tanya tuan Guntoro menatap ke arah putrinya.
"Dia bukan pacar Maura pa, dia adalah Kenan anak om Galuh dan tante Anisa." Maura yang sudah duduk di sofa. "Ayo duduk Kenan, anggap seperti rumah sendiri." Maura yang sudah mempersilahkan Kenan untuk duduk.
Tuan Guntoro yang mendengar ucapan Maura sedikit bingung. "Maksud kamu apa Maura?."
"Ini Kenan pa, anaknya tuan Galuh dan tante Anisa." jawab Maura lagi.
"Kamu ini ada-ada saja, Kenan anaknya om Galuh dan tante Anisa sudah meninggal 20 tahun yang lalu, kamu jangan berfikir yang tidak-tidak, itu tidak baik." tuan Guntoro yang tidak percaya dengan ucapan putrinya.
"Coba kamu jelaskan kepada papa Kenan, biar papa percaya, papa memang tidak pernah percaya dengan ucapanku." Maura yang menatap ke arah Kenan yang duduk di sampingnya.
"Apa yang di katakan Maura memang benar om, saya adalah Kenan putra dari om Galuh dan tante Anisa, dulu saya selamat dari kecelakaan 20 tahun yang lalu."
"Halah kamu bohong, tidak boleh berbohong seperti itu, jelas-jelas Kenan sudah meninggal, bahkan saya juga melihat jasadnya di makamkan di sebelah makam Galuh dan Anisa, kamu jangan berbohong ya, jangan menipu saya dan anak saya."
"Tidak ada yang menipu papa, waktu di rumah sakit Kenan tertukar dengan Jasad orang lain yang namanya hampir sama dengan Kenan pa, lalu Kenan di adopsi oleh seseorang yang anaknya meninggal di makamkan di sebelah makam om Galuh dan tante Anisa." Jelas Maura, agar ayahnya percaya.
edan
lebih mati aja Lo Maura anj