NovelToon NovelToon
The Shadowed Psyche

The Shadowed Psyche

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Balas Dendam
Popularitas:604
Nilai: 5
Nama Author: De Veronica

Sinopsis Bab

Kedatangan Alexey Liebert ke kampus elite Icheon langsung mengguncang keseimbangan yang selama ini mapan. Sosoknya yang dingin, tertutup, dan mencolok dengan aura berbahaya segera menarik perhatian, sekaligus memicu bisik-bisik kagum dan rasa terusik di kalangan mahasiswa. Namun di balik statusnya sebagai mahasiswa baru rekomendasi internasional, Alexey menyimpan masa lalu kelam: putra pewaris dunia bayangan yang kembali ke Icheon bukan semata untuk kuliah, melainkan untuk tujuan tersembunyi yang berakar pada kematian ibunya delapan tahun lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon De Veronica, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

the first night

Setelah cukup lama, Alexey melepaskan ciumannya. Haerim terengah-engah sambil menatapnya cemberut.

"Lama banget..." keluhnya.

"Ada urusan," jawab Alexey dingin.

Alexey membuka pintu mobil dan masuk, diikuti Haerim di kursi penumpang.

"Kamu mau kemana?" tanya Alexey dengan sikap dingin.

Haerim, yang tidak nyaman dengan perubahan sikap Alexey, meraih kedua pipinya.

"Kamu marah, gara-gara Junhwan?" tanyanya pelan.

"Sepertinya begitu."

"Kenapa?"

"Dia sudah sentuh milikku," jawab Alexey datar.

Haerim tersenyum senang dengan klaim itu. Ia condong lebih dekat, berbisik.

"Kalau begitu, hapus bekas pelukan Junhwan dari aku."

"Caranya?"

"Mungkin dengan..." Haerim menjeda, suaranya berubah sensual. "Mandi sore bareng... atau..."

Alexey langsung meraih pinggang Haerim dan menariknya lebih dekat.

"Sekarang udah berani nakal, ya?"

Haerim membuat wajahnya semanis dan semegemaskan mungkin untuk membujuk Alexey.

"Aku cuma mau... ngabisin waktu sore ini cuma berdua," ucapnya manja sambil mengelus dada Alexey pelan.

Alexey tersenyum tipis melihat keberanian gadisnya. Ia menuruti.

"Pulang."

Ia melepaskan Haerim dan melajukan mobilnya menuju apartemen di Incheon.

Sementara Haerim sudah mulai gelisah.

Bodoh... kenapa aku mancing dia sih... rutuknya dalam hati. Tapi aku nggak mau keliatan lemah dan polos...

Begitu sampai, mereka langsung masuk apartemen. Haerim, dengan berani, mendorong Alexey ke dinding dan mencium bibirnya dalam.

"Kamu sibuk terus belakangan ini..." keluhnya di sela ciuman. "Aku kangen..."

Haerim membuat wajahnya semegemaskan mungkin untuk membujuk Alexey.

Dengan manja Haerim mengutarakan niatnya yang ingin menghabiskan waktu sore hanya berduaan.

Alexey tersenyum tipis dengan keberanian gadisnya. Ia pun memutuskan menuruti kemauan Haerim dan mengajaknya pulang.

Alexey melepaskan Haerim dan melajukan mobilnya menuju apartemen di Incheon, sedangkan Haerim sudah mulai gelisah.

Dalam hati Haerim merutuki kebodohannya telah memancing Alexey, tapi ia tidak ingin terlihat lemah dan polos.

Begitu sampai, mereka langsung masuk apartemen. Haerim langsung mendorong Alexey ke dinding sambil mencium bibirnya dalam.

Haerim mengutarakan kekesalannya pada Alexey yang sibuk bekerja belakangan ini, dan juga mengungkapkan kerinduannya.

Sikap manja Haerim yang menggoda berhasil membuat Alexey lepas kendali, ia mencium Haerim dengan ganas lalu mengangkatnya. Haerim cepat melingkarkan kedua kakinya di pinggang Alexey.

Haerim membuka kancing kemeja Alexey sambil menggigit bibir bawah pria itu.

"Aku nggak mau nunggu lagi..." bisiknya di bibir Alexey.

"Nanti kamu nyesal," ucap Alexey sambil menatap matanya khawatir.

Haerim salah paham, mengira Alexey menolaknya.

"Turunin aku."

"Tidak."

"TURUNIN AKU!" teriak Haerim sambil mendorong dada Alexey. "Mungkin aku nggak secantik wanita-wanita Eropa yang biasa kamu temuin!"

"Diam," bentak Alexey, tidak suka Haerim merendahkan diri.

Haerim semakin merasa salah paham karena dibentak. Ia memberontak lepas dari gendongan Alexey.

"Kamu berengsek!" teriaknya sambil mundur. "Aku cuma... kepentingan misi buat kamu kan?!"

Ia berlari ke kamar sambil menangis.

"HAERIM!" panggil Alexey.

Di kamar, Haerim menjatuhkan tubuhnya ke ranjang sambil terus menangis.

Alexey berengsek... berengsek... gumamnya di antara isakannya. Aku benci dia...

Alexey masuk ke kamar dan mendapati Haerim meringkuk di bawah selimut. Ia memijit pelipisnya sejenak, lalu mendekat dan menarik selimut hingga tersingkap.

"Sayang," panggilnya lembut. "Kamu salah paham."

Haerim menoleh, wajahnya basah oleh air mata. Ia mendorong dada Alexey.

"Pergi," ucapnya penuh kecewa. "Ini kedua kalinya kamu nolak aku..."

Tapi Alexey justru menarik tubuh Haerim erat ke dalam pelukannya.

"Aku nggak nolak," bisiknya. "Aku cuma... takut kamu hamil."

Haerim menatapnya tajam.

"Kamu takut nikah sama aku?" tanyanya sinis. "Atau... dari awal kamu nggak serius?"

Alexey menghela napas panjang, gadis ini semakin salah paham.

"Yang aku takutin bukan nikah," jawabnya tenang. "Tapi... kamu bakal nyesel nanti."

Haerim semakin bingung, ia tidak mengerti kenapa dirinya yang seharusnya menyesal.

"Kalau aku hamil... kenapa aku harus nyesel?" tanyanya penasaran.

Alexey mengusap perut Haerim lembut, lalu berbisik di telinganya.

"Karena kamu masih kuliah... masih punya cita-cita. Hamil cuma bikin kamu repot."

Haerim mulai paham, ternyata pria ini tidak benar-benar menolaknya.

"Aku nggak akan nyesel," tegasnya. "Dan aku nggak takut kuliah sambil rawat anak nanti."

Alexey berbisik lagi.

"Gadis nakal..." gumamnya sambil mencium leher Haerim. "Kalau kamu udah siap... aku nggak akan lepasin kamu lagi. Bahkan sedetik pun."

Baru saja Haerim ingin protes,

Alexey tiba-tiba meremas kedua payudaranya kuat.

"A-Alexey... Pelan-pelan..." pinta Haerim sambil menahan napas. "Jangan kasar..."

Beberapa detik lalu Haerim masih marah, kini wanita itu justru memohon layaknya anak kucing.

Alexey tetap memainkan ujung payudara Haerim hingga gadis itu mendesah.

"S-sayang... hentikan..." pintanya lirih.

Alexey tersenyum puas.

"Kamu suka?" godanya sambil terus bermain di sana.

"Nggak... aku nggak tau... aneh..." jawab Haerim sambil menggigit bibir.

"Kamu bohong," tegasnya sambil membuka gaun Haerim dan melemparkannya ke lantai.

Ia berbisik di telinga Haerim.

"Tubuhmu sangat indah... aku mau mengisap setiap jengkalnya."

Haerim sangat malu mendengar ucapan tanpa filter itu.

"Sayang..." panggilnya sambil merengek. "Jangan ngomong hal-hal mesum gitu..."

Tapi Alexey justru menekan bagian intim Haerim dengan lembut sambil berbisik.

"Kamu sudah basah... Sayang ini sudah siap."

Haerim menahan desahannya sekuat tenaga.

"J-jangan masukin jari..." pintanya lirih.

Alexey malah mempercepat gerakannya.

"Nikmatin saja... dengan tenang," bisiknya sambil terus bermain di sana.

Alexey membalikkan tubuh Haerim lalu memintanya berbaring.

Haerim mengusap pipi Alexey lembut, lalu dengan malu-malu berbisik.

"Pelan ya... soalnya... ini... aku..."

Suaranya tertahan—tidak keluar.

"Aku tau," potong Alexey tegas. "Ini pertama kalinya buat kamu."

Haerim mengangguk pelan lalu mulai berbaring.

Alexey memandang tubuh indah di hadapannya.

"Buka lebih lebar," perintahnya lembut.

Jantung Haerim berdegup kencang tapi ia tetap menuruti, membuka kakinya nya perlahan.

"Aku malu..." rengeknya pelan.

Alexey menatapnya dalam-dalam tanpa berkedip. "Kamu cantik."

"Jangan lihat aku kayak gitu..." ucap Haerim takut, memalingkan wajahnya.

Alexey mengusap pipinya lembut lalu mencium bibirnya sekilas.

"Tidak perlu takut," bisiknya tenang. "Semuanya akan baik-baik saja."

Haerim mengangguk, mencoba menenangkan dirinya sendiri.

Alexey mengarahkan tubuhnya perlahan, lalu berbisik, "Santai. Memang akan sedikit sakit."

Rasa takut Haerim semakin menjadi. *Ini awalnya aku sendiri yang minta...* tapi ia sudah memutuskan. "Lanjutkan," ucapnya pelan. "Aku sudah siap."

Alexey tersenyum tipis lalu mulai bergerak.

Seketika Haerim mencengkeram bahunya. "Sayang... perih..."

Alexey langsung berhenti, mengusap pipi Haerim yang basah. "Mau berhenti sebentar?"

"Jangan berhenti," pinta Haerim cepat. "Aku baik-baik saja."

"Baiklah," bisiknya. "Aku mulai lagi."

Malam itu, atas pilihan yang ia buat sendiri, Haerim resmi menjadi milik Alexey. Pria itu adalah yang pertama baginya, dan akan jadi yang terakhir.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!