Di tengah kebimbangan Windi dengan keinginan ayahnya yang memintanya untuk segera menikah sedangkan tidak ada satu pun pria yang dekat dengannya saat ini, seorang pria tampan tiba-tiba datang menawarkan sebuah pernikahan padanya. Walau tawaran pria itu terdengar menarik namun Windi tak mengiyakannya begitu saja karena menurutnya pernikahan bukanlah sebuah permainan.
Berbagai macam cara pun dilakukan pria itu agar Windi menerima tawarannya hingga akhirnya Windi mau menerimanya demi kebahagiaan ayahnya. Seiring berjalannya waktu, kebaikan demi kebaikan pria itu berhasil membuatnya jatuh cinta pada pria tampan bernama Marvel itu.
Dan pada satu ketika pernikahan yang telah mereka bina pun harus diuji kerena kedatangan wanita dari masa lalu Marvel yang membuat perhatian Marvel sedikit teralihkan kembali kepadanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SHy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Detik-detik kejadian
Ucapan Marvel pun berhasil membuat Windi menatap pada tubuhnya. Wajahnya yang tadi tersenyum perlahan menyurut saat menyadari arti ucapan Marvel.
"Apa menurutmu tubuhku sangat kurus?" Tanya Windi.
"Aku tidak berpikir dan berkata seperti itu. Tapi menurutku akan lebih baik jika kau menambah berat badanmu agar terlihat lebih sehat dan cantik." Jawab Marvel lembut.
Windi mengerucutkan bibirnya. Jelas saja saat ini tubuhnya sangat kurus dan Marvel tidak mau mengakui hal itu. Karena tak ingin terlalu lama membahas persoalan berat badannya, Windi memilih bangkit dan membereskan bekas piring makanannya dan Marvel.
"Apa kau ingin mencuci piring kotor ini?" Tanya Marvel.
Windi mengangguk. "Ya, tentu saja." Jawab Windi.
Marvel tersenyum melihat sikap istrinya. Ia pun membiarkan Windi melakukan apa yang diinginkannya dan memilih menunggu Windi membereskan sisa makanan dan mencuci piring kotor mereka.
"Nona apa yang anda lakukan?" Bi Marni terlihat tergesa-gesa menghampiri Windi yang tengah mencuci piring di westafel.
"Bibi..." Windi tersenyum melihat kedatangan Bi Marni.
"Nona hentikan. Biar Bibi saja yang membereskannya." Bi Marni hendak mengambil alih pekerjaan Windi namun Windi dengan cepat menahannya. Windi pun meminta pada Bi Marni untuk membiarkannya mencuci piring. Bi Marni pun terpaksa mengiyakannya dan memilih membantu meletakkan piring yang telah selesai dicuci di dalam rak piring.
Setelah selesai dengan pekerjaannya di dapur, Windi dan Marvel pun beranjak menuju kamar mereka untuk beristirahat.
*
Tanpa terasa waktu berlalu begitu cepat. Saat ini suasana di luar villa sudah nampak gelap pertanda matahari sudah terbenam di ufuk barat. Windi dan Marvel terlihat sudah selesai menikmati makan malam mereka masing-masing dan saat ini tengah menikmati waktu malam dengan duduk santai di depan villa menatap indahnya taburan bintang di langit.
Puk
Marvel menepuk betisnya yang tidak tertutupi kain saat merasakan sakit akibat gigitan nyamuk.
"Agh, sungguh tidak asik." Gerutunya saat kumpulan nyamuk mulai menyerang kakinya. "Windi, sebaiknya kita masuk saja. Suasana di luar sedang tidak nyaman saat ini." Ajak Marvel sambil menggaruk kakinya yang terasa gatal.
"Baiklah, kalau begitu ayo kita masuk." Jawab Windi. Lagi pula mereka sudah cukup lama menghabiskan waktu duduk di luar villa.
Marvel segera bangkit dari duduknya lalu melangkah masuk kendalam villa diikuti Windi di belakangnya. Setelah sampai di dalam kamar, Marvel membiarkan Windi berganti pakaian lebih dulu sedangkan ia memilih mengoleskan minyak kayu putih pada kakinya yang terlihat membengkak akibat gigitan nyamuk.
Tak berselang lama Windi telah keluar dari dalam kamar mandi dengan menggunakan gaun tidur yang terlihat indah membalut tubuhnya. Melihat keindahan di depan matanya saat ini membuat Marvel meneguk salivanya susah payah. Marvel pun segera masuk ke dalam kamar mandi tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada Windi.
"Ada apa dengannya?" Gumam Windi merasa aneh. Windi pun memilih tak menghiraukannya dan menunggu Marvel keluar dari dalam kamar mandi.
Deg
Windi dibuat tertegun saat melihat Marvel keluar dari dalam kamar mandi hanya menggunakan celana boxer yang menutupi sebagian tubuhnya.
"Ma-marvel..." Windi dibuat gugup saat melihat Marvel tengah berjalan ke arahnya. Ia pun sontak memundurkan tubuhnya ke belakang hingga terduduk di atas ranjang.
"Ada apa? Kenapa kau terlihat gugup begitu?" Tanya Marvel dengan tatapan tak biasa.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.