NovelToon NovelToon
Aku Hanyalah Pengganti

Aku Hanyalah Pengganti

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:13.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Anny Djumadi

Ayo penggemar drama romantis, segera merapat ke karya yang satu ini, dijamin bikin baper.

Tiara terpaksa harus menggantikan Bella kakak angkatnya untuk menikahi Tuan Eden yang buta karena mengalami kecelakaan.
Karena hutang budinya pada keluarga Wijayanto, Tiara harus mengubur mimpinya dan menerima pernikahan itu.

Tentu bukan jalan yang mudah untuk menjadi istri Eden yang baru saja mengalami kebutaan.
Tapi Tiara bukanlah gadis lemah, dibalik kelembutannya dia memiliki hati yang tegar.

Tapi apakah hatinya bisa tegar, ketika muncul Bram pria yang dicintainya, tapi harus dia tinggalkan, karena harus menjadi pengganti Bella.

Apa yang terjadi ketika Eden bersedia menjalani operasi mata dan bisa melihat kembali?

Apa yang harus dilakukan Tiara? menghindari Eden atau jujur pada Eden, kalau selama ini dia yang sudah menikah dengan Eden menggantikan Bella?

Buat yang penasaran, langsung lanjut baca ya, buat yang suka jangan lupa tekan favorit dan like. Jika berkenan tinggalkan komentar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anny Djumadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiara berbohong lagi

Tiara segera membalikkan badan nya, saat mendengar suara bibi Mery memanggilnya.

"Ada apa bi Mery?", tanya Tiara yang melihat bibi Mery sepertinya tergesa-gesa menghampirinya.

"Kau mau ke mana?", tanya bibi Mery.

"Kembali ke kamar bi, aku takut Eden mencari ku kalau kelamaan", ujar Tiara.

"Jangan kembali dulu! Bram sedang mengunjungi Eden dan sedang berada di kamar kalian. Sebaiknya kau kembali nanti saja kalau Bram sudah pulang!", saran bibi Mery.

Mendengar perkataan bibi Mery, Tiara sempat terdiam, bagaimanapun nama Bram masih mempengaruhinya.

Bram adalah cinta pertamanya, tentu tidak semudah itu melupakan cinta pertamanya.

"Baik bi, sebaiknya saya kembali ke dapur saja!", ujar Tiara setelah berhasil menenangkan hatinya.

"Ya, lebih baik begitu untuk sementara waktu", ujar bibi Mery.

...********...

"Aku balik dulu ya Eden! Memang istri mu ke mana?", tanya Bram.

Bram akhirnya bosan dari tadi mereka hanya membicarakan masalah pekerjaan dan perusahaan. Bram sama sekali tidak ada kesempatan menanyakan masalah Tiara.

"Katanya mau bikin makanan kecil untuk ku, aku tidak yakin!", ujar Eden tersenyum sinis.

"Oo, siapa tahu dia memang punya keahlian memasak?", ujar Bram iri.

"Kau terlalu menghina Eden, nanti kalau sudah kau coba pasti ketagihan, kalau Bella asli aku memang tidak yakin!", pikir Bram dalam hati.

Bram memang sudah sering mencoba masakan Tiara pada saat mereka masih kuliah, dan Bram harus mengakui keahlian Tiara di bidang ini tidak diragukan lagi.

"Kulihat saja nanti!", ujar Eden yang langsung teringat Tiara yang belum kembali ke kamar, padahal sudah lama.

"Apakah kau melihat ada orang lain yang datang, saat kau kesini?", tanya Eden yang langsung curiga kalau Tiara bertemu dengan kakaknya.

"Sepertinya tidak Eden, memang siapa? Bimo, wakil mu?", tanya Bram.

"Bukan! Ya sudah kalau tidak ada tamu yang lain. Aku hanya sekedar tanya saja Bram", ujar Eden yang tidak mau memperpanjang masalah itu lagi.

"Ya sudah! Aku tinggal ya!", ujar Bram segera keluar dari kamar Eden.

"Sepertinya Tiara sengaja menghindari ku, kau pikir semudah itu menghindari ku sesudah apa yang kau perbuat pada diri ku, setidaknya aku akan membuat mu tidak tenang", pikir Bram penuh dendam.

...********...

Setelah Bram keluar dari kamarnya, Eden langsung menekan bel yang terpasang di kamarnya, bel yang dipasang agar saat Eden memerlukan bantuan, bisa memanggil orang.

"Perlu bantuan apa tuan Eden?", tanya salah satu pelayan di mansion itu.

"Istriku sedang di dapur, cepat suruh dia kembali ke kamar!", perintah Eden.

"Baik tuan", ujar pelayan itu.

"Dasar penganten baru, baru ditinggal sebentar saja sudah gak tahan", pikir pelayan itu dalam hati sambil tersenyum.

...********...

"Nyonya Eden, tuan Eden meminta Nyonya untuk segera kembali ke kamar!", ujar pelayan yang ditugaskan Eden itu.

"Bukannya Tuan sedang ada tamu?", tanya Tiara yang agak ragu untuk kembali ke kamar.

"Mungkin sudah pulang tamunya Nyonya, tadi tuan Eden sedang sendirian di kamar", ujar pelayan itu.

"Oh, baiklah, aku segera balik ke kamar. terimakasih ya!", ujar Tiara yang segera mengambil kue yang hendak dia berikan pada Eden.

"Sama-sama nyonya", ujar pelayan itu mengangguk sopan pada Tiara dan segera berlalu dari hadapan Tiara.

Tiara menghela nafas panjang sebelum melangkah kembali ke kamar.

"Aku harus siap lagi menghadapi manusia edan itu, semoga saja kali ini dia tidak mencari-cari kesalahanku lagi!", harap Tiara dalam hati. Bagaimanapun dia lelah kalau harus beradu argumentasi dengan Eden terus.

...********...

Tiara yang baru membuka pintu kamar Eden dan hendak melangkah masuk, merasa kaget ketika tiba-tiba ada yang menariknya dan membekap mulutnya.

Akibatnya kue buatannya yang dibawa nya juga jatuh ke lantai.

Lebih kaget lagi ketika dia melihat Bram yang sudah berdiri di depannya, dan mendorong tubuhnya ke tembok.

Beberapa detik dalam keadaan kaget, Tiara akhirnya sadar dan mulai memberontak agar dia terlepas dari kungkungan Bram.

"Aku ingin berbicara dengan mu sebentar!", ujar Bram akhirnya melepaskan tangannya yang membekap mulut Tiara tadi, dan berpindah ke bahu juga.

"Jangan berteriak dan membuat Eden curiga!", ujar Bram mengancam.

"Tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi Bram!, hubungan kita sudah berakhir. Aku benar-benar minta maaf pada mu!", ujar Tiara pelan dan memohon.

'"Sesudah apa yang kau lakukan, kau hanya meminta maaf. Mengapa semudah itu hati mu berubah?", tanya Bram yang merasa penasaran setelah semalam dia berpikir kembali, rasanya Tiara bukan orang yang seperti itu.

"Apakah hubungan kita selama ini tidak berarti apa-apa buatmu?", tanya Bram kecewa, dan kedua tangannya yang berada di bahu Tiara mengguncang-guncang tubuh Tiara.

Melihat kekecewaan Bram, Tiara menjadi ragu dan sempat bingung hendak menjawab apa,

"Aku....aku....

...********...

"Siapa yang sudah berani menarik Bella keluar? Apakah bibi Mery? Kalau iya, mau merencanakan apa dia?", pikir Eden curiga

Eden yang memang dari tadi tidak sabar menunggu kedatangan Tiara akhirnya menatap ke pintu kamarnya terus.

Eden sudah sempat melihat bayangan orang masuk ke kamar, dan Eden yakin itu Tiara, karena biasanya kalau pelayan bahkan bibi Mery saja sebelum masuk ke kamarnya pasti mengetuk pintu.

Hanya orang yang akrab dengannya seperti Bram atau pamannya Alex yang bebas masuk ke kamarnya.

Hal tersebut akhirnya membuat Eden penasaran dan berusaha menyelidiki apa yang terjadi.

Eden perlahan-lahan berjalan ke pintu keluar kamarnya, bahkan Eden berusaha tidak mengeluarkan suara.

Begitu sampai di depan kamar, benar saja terlihat dua bayangan orang.

...********...

"Aku...", ujar Tiara yang mulai terpengaruh dengan Bram dan hendak menceritakan kejadian yang sudah menimpa dirinya.

Tapi belum sempat terjadi, Tiara langsung ketakutan ketika mendengar suara seseorang.

"Bella! Berani sekali kau melanggar perintah ku! Sudah ku larang kamu untuk bertemu kakak mu, mengapa kau masih melanggar?", ujar Eden yang mengira yang satu orang lagi adalah bayangan Rico.

Tiara memberi tanda kepada Bram agar pergi dengan mengibaskan tangannya, dan meminta Bram untuk tidak bersuara.

Bram yang tidak menyangka Eden yang bisa melihat bayangan, menuruti keinginan Tiara, pergi dari sana dengan tidak bersuara. Lagipula dia tidak mau bermasalah dengan Eden.

"Aku tidak bertemu kakak ku!", ujar Tiara, sesudah melihat Bram pergi

"Kau tidak perlu membohongiku! Aku paling benci dengan pembohong! Siapa yang sudah menarik kau keluar dari kamar! Kalau bukan kakak mu siapa lagi yang berani?", tanya Eden dengan marah.

"Jangan menebak-nebak tuan Eden, saya tadi sesudah ke kamar lupa kalau tidak membawa kue yang saya buat, jadi saya keluar lagi ingin mengambil kue buatan ku untuk Tuan", ujar Tiara berbohong lagi

Tapi Tiara menjadi ketakutan ketika Eden mendekatinya dan bisa dengan tepat mencengkram pergelangan tangan nya.

"Berani sekali kau berbohong terus padaku!", ujar Eden geram, lupa kalau dia ingin merahasiakan keadaan matanya yang sudah bisa melihat bayangan.

Bersambung........

1
Shifa Burhan
novel menjijikan dan munafik
pebinor dispesialkan, jijikan aku lihat wanita dengan pola pikir kayak gini
Shifa Burhan
satu kata untuk tiara
tiara istri menjijikan, mutaran, munafik, lebih rendah dari binatang,

dan tidak bermoral nya author membela semua kelakuan tiara
Shifa Burhan
contoh novel munafik dengan pemikiran munafik author adalah dalam novel itu ada pebinor yang sangat dipuja2, dispesialkan dan diperlakukan sangat lembut
Ratnasihite
kebohong pasti akan ketahuan🤭
Dewa Rana
Bibi apa tante sih, ketukar terus
Isayanti Hernanur
good ceritanya terbaik
kagome
Luar biasa
kagome
bener juga kata ara.
namanya ganti EDAN🤭✌
Runik Runma
seru
Elok Pratiwi
cerita yg burukkk ... karakter pemeran wanita nya menyedihkan lemah selalu ditindas tidak strong ... cerita nya lebay jatuh nya jadi cerita haluu ... sangat buruk
Fatma Waty
maaf Thor cerita nya terlalu bertele-tele, dri tadi itu Mulu yg di bahas
zian al abasy
Luar biasa
Elena Sirregar
bagus ceritanya
꧁🍒𝕬𝖓𝖓ꪗ_𝖉𝖏𝖚𝖒𝖆𝖉𝖎🍒꧂: terimakasih kak sudah mampir dan mendukung🙏🥰🥰
total 1 replies
Is Mulyani
Luar biasa
꧁🍒𝕬𝖓𝖓ꪗ_𝖉𝖏𝖚𝖒𝖆𝖉𝖎🍒꧂: terimakasih sudah mampir dan mendukung 🙏🥰🥰
total 1 replies
😘Si imut anaknya bapak 🥸☺️
karya baru Mak 😍
Hikmah
kasihan tiara ya.sudah mengubur cinta pertamnya.ini juga harus hilang kehormatannya.tapi bukan suaminya.karena menikahnya atas nama bella.
Hikmah
baru mampir,kesan bab pertama.menarik...semangat thor...
꧁🍒𝕬𝖓𝖓ꪗ_𝖉𝖏𝖚𝖒𝖆𝖉𝖎🍒꧂: terimakasih sudah mampir dan mendukung kak🙏🥰
total 1 replies
Rafa Pratama
👍👍👍👍
꧁🍒𝕬𝖓𝖓ꪗ_𝖉𝖏𝖚𝖒𝖆𝖉𝖎🍒꧂: terimakasih sudah mampir 🙏🥰
total 1 replies
handa_seokjin🥀
dasar wanita sundel, moga aj kena apes gantian kmu yg buta, mmng bnr2 wanita gila egois, ganguan jiwa, 😤
꧁🍒𝕬𝖓𝖓ꪗ_𝖉𝖏𝖚𝖒𝖆𝖉𝖎🍒꧂: terimakasih sudah mampir dan mendukung kk
total 1 replies
handa_seokjin🥀
mulus bgt bohong y, Uda bohong nyakitin lagi, ahh Tiara sabar2 y moga kmu segera bahagia 😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!