NovelToon NovelToon
THE BEST COUPLE

THE BEST COUPLE

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintapertama / CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:242k
Nilai: 4.9
Nama Author: poppy susan

Ini lanjutan dari novel PESONA SI GADIS CULUN dan SECOND LOVE.

Arka Krismawan seorang CEO muda yang kalem, ramah, baik hati harus dipertemukan dengan Gilsya seorang Mahasiswi yang mempunyai sifat petakilan, bar-bar, dan suka sekali mengganggu Arka.

Bagaimana kisah lucu Arka dan Gilsya dalam menjalani kisah cinta mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kelakuan Fatur Dan Gilsya

Keesokan harinya....

Saking kelelahannya, Gilsya bangun kesiangan dan Gilsya tidak sempat sarapan terlebih dahulu bahkan malam pun Gilsya melewatkan makan malamnya.

"Ya ampun Mami, kenapa Mami ga bangunin Gilsya sih?"

Gilsya segera memakai sepatunya dengan sangat terburu-buru.

"Sayang, kamu tidak sarapan dulu!" teriak Livia.

"Tidak Mami, Gilsya sudah kesiangan."

Gilsya tidak bisa menunggu taksi, akhirnya dengan terpaksa Gilsya meminta sopir untuk mengantarkannya ke pabrik.

"Astaga, Pak Arka pasti akan marah nih," batin Gilsya.

Beberapa saat kemudian, Gilsya pun sampai di pabrik. Gilsya dengan cepat masuk ke pabrik tapi ditahan oleh satpam karena Gilsya sudah terlambat setengah jam berlalu.

"Maaf Mbak, lebih baik sekarang Mbak pulang saja karena sudah terlambat setengah jam."

"Pak, please aku sudah capek-capek loh datang kesini masa ga dimasukin sih? baru setengah jam loh Pak, belum satu jam," rengek Gilsya.

"Maaf Mbak, di pabrik ini jangankan setengah jam telat lima menit saja dilarang masuk karena peraturannya memang seperti itu."

Akhirnya dengan terpaksa Gilsya pun menghubungi Fatur, dan tidak lama kemudian Fatur pun datang.

"Pak, biarkan dia masuk."

"Baik Pak Fatur."

Gilsya pun akhirnya diperbolehkan masuk ke dalam pabrik.

"Terima kasih Pak, maaf kesiangan."

"Iya, tidak apa-apa tapi jangan sampai diulangi lagi."

"Siap laksanakan."

Ceklek....

Gilsya pun masuk ke dalam ruangan Arka, Arka menoleh dan menghentikan pekerjaannya kemudian bangkit dari duduknya dan berdiri dengan kedua tangannya dia masukan ke dalam kantong celananya.

"Bagus, jam segini baru datang. Ini pabrik punya peraturan, dan ini bukan perusahaan orang tua kamu yang bisa masuk seenaknya sesuka hati kamu. Baru dua hari kerja saja sudah kesiangan bagaimana ke depannya!" bentak Arka.

"Maaf Pak, aku bangun kesiangan mungkin karena kelelahan maklum aku kan baru merasakan kerja jadi wajarlah kalau kelelahan. Tapi kalau untuk memikirkan Bapak, tidak ada kata lelah kok," sahut Gilsya.

"Astaga, bisa tidak kamu serius sedikit kalau bicara dengan saya?"

"Bisa Pak, aku bisa bicara serius kalau tentang masa depan kita," sahut Gilsya dengan senyumannya.

Arka memejamkan matanya, Gilsya memang tidak pernah bisa kalau diajak bicara serius selalu saja menjawab dengan gombalannya.

"Kalau bicara sama kamu tidak akan ada habisnya, cepat kamu bekerja soalnya pekerjaan kamu sudah sangat banyak."

"Siap Pak laksakan," sahut Gilsya dengan semangatnya.

Gilsya pun segera duduk di meja kerjanya, sedangkan Arka hanya bisa geleng-geleng kepala sungguh Gilsya selalu membuat hari-harinya menjengkelkan tapi kalau Gilsya tidak ada, justru Arka merasakan kesepian.

Ceklek...

"Permisi Pak, ini ada pekerjaan untuk Gilsya dan aku harus mengajarinya dulu soalnya Gilsya pasti belum mengerti," seru Fatur.

Arka hanya menganggukan kepalanya, Arka mengambil satu buah kursi dan menyimpannya di samping Gilsya kemudian Fatur duduk di samping Gilsya.

Arka kembali melirik Gilsya dan Fatur yang sedang fokus dengan pekerjaannya.

"Pak Fatur kita tebak-tebakan yuk!"

"Tebak-tebakan apa?"

"Apa bedanya Nelayan sama Pak Fatur?"

Fatur tampak berpikir. "Apaan? aku ga tahu."

"Kalau Nelayan memancing ikan, kalau Pak Fatur memancing perhatianku."

"Ih, so sweet banget," sahut Fatur dengan memukul pelan lengan Gilsya.

Mereka berdua tertawa bersama, sedangkan Arka terus saja memperhatikan Fatur dan Gilsya.

"Aku juga punya tebak-tebakan buat kamu," seru Fatur.

"Apa?"

"Apa bedanya buku sama kamu?" tanya Fatur.

"Apa ya? aku ga tahu."

"Kalau buku gudangnya ilmu, kalau kamu gudangnya rindu."

"Aaaahhh...baper aku," sahut Gilsya dengan gaya centilnya.

Arka mulai geram dengan kelakuan keduanya, hingga akhirnya Arka pun bangkit dari duduknya dan menghampiri meja Gilsya.

"Kalau kalian hanya ingin bercanda, silakan keluar jangan disini. Ini adalah tempat kerja bukan tempatnya untuk main-main!" tegas Arka.

"Woles Bos, kerja itu jangan terlalu serius kalau dibawa serius justru bakalan jadi stres. Seperti kitalah, kerja sembari menghibur diri biar ga penat kepala," seru Fatur.

"Iya Pak Arka yang tampan, jadi mengerjakan pekerjaannya lebih menyenangkan," sambung Gilsya.

"Pokoknya bekerja yang serius jangan bercanda terus."

Arka pun membalikan tubuhnya dan hendak melangkahkan kakinya menuju meja kerjanya.

"Pak Arka tunggu!" teriak Gilsya.

"Ada apa lagi?" Arka membalikan tubuhnya dengan kesal.

"Pak Arka punya lem ga?"

"Ada dilaci, buat apa?"

"Buat menge-lem hati kita biar bisa bersatu," sahut Gilsya dengan centilnya.

Arka melipat kedua tangannya di dada dan menatap tajam ke arah Gilsya.

"Sudah datang terlambat, sekarang kerjaannya hanya bercanda, kamu mau lanjutkan pekerjaannya atau mau aku pecat!"

"Oke-oke, sekarang aku kerja."

Gilsya pun melanjutkan pekerjaannya, begitu pun dengan Fatur. Akhirnya ketiganya pun bekerja dengan sangat serius, tidak ada yang berbicara sama sekali.

Waktu pun berjalan dengan sangat cepat, tidak terasa sebentar lagi waktu makan siang pun tiba.

Krrruuuukkk...krrruuuukkkk....

Gilsya memegang perutnya, sedangkan Fatur dan Arka seketika menoleh ke arah Gilsya.

"Hehehe...maaf itu suara perutku," sahut Gilsya dengan wajah yang memerah menahan malu.

"Hahaha....ya sudah, sekarang selesaikan dulu pekerjaannya nanti disambung lagi habis jam makan siang," seru Fatur.

"Hei, disini Bosnya itu kamu atau aku? Gilsya, kamu harus selesaikan dulu pekerjaan kamu jadi kamu tidak boleh keluar dari ruangan ini sebelum pekerjaan kamu selesai," seru Arka.

"Tapi Pak, aku lapar banget tadi malam aku melewatkan makan malam dan tadi pagi aku ga sempat sarapan karena kesiangan."

"Siapa suruh kamu tidak makan malam dan sarapan? pokoknya kamu harus selesaikan dulu pekerjaan kamu baru setelah itu kamu bisa makan siang. Anggap saja ini sebagai hukuman karena kamu tadi pagi masuk telat!"

"Tapi Pak-----"

"Tidak ada tapi-tapian."

"Bos, kasihanlah Gilsya biarkan dia makan siang dulu," seru Fatur.

"Tur, semenjak kamu kenal sama perempuan ini kamu jadi sering melawan sama aku, kamu mau aku hukum juga nemenin perempuan ini bekerja dan jangan makan siang!"

Fatur menoleh ke arah Gilsya. "Sudah, Pak Fatur pergi saja aku bisa kok menyelesaikannya dengan cepat," seru Gilsya.

Ceklek...

Tiba-tiba, pintu ruangan Arka terbuka semuanya menoleh ke arah pintu dan ternyata Joya sudah berdiri di depan pintu.

"Kak Arka!"

Joya berlari dan langsung memeluk Kakak kesayangannya itu.

"Kok kamu ada disini sih Joy? memangnya ga sekolah?" tanya Arka.

"Joya sudah pulang sekolah Kak, soalnya Para Guru ada rapat dadakan jadi semua siswanya dipulangkan," sahut Joya dengan manjanya.

Joya pun melepaskan pelukannya dan menoleh ke arah Gilsya.

"Loh, kok kamu ada disini?" ketus Joya.

"Gilsya bekerja disini Joy, sudah yuk kita makan siang dulu," ajak Arka dengan menarik tangan Joya.

"Tunggu Kak, kenapa Kakak menerima dia belerja disini? bukanya Papa dia sudah membuat perusahaan Ayah bangkrut, kenapa Kakak bisa-bisanya menerima dia bekerja disini? jangan-jangan dia mau menyelidiki kelemahan pabrik Kakak lagi, supaya pabrik Kakak ini bangkrut juga," seru Joya dengan emosinya.

Arka melirik ke arah Gilsya, dan Arka pun akhirnya menarik Joya dengan paksa dan membawanya keluar. Arka tidak mau kalau Joya mencari masalah lagi dengan Gilsya.

"Gilsya, maaf ya aku makan duluan. Aku janji bakalan makan cepat dan akan membawakan makanan untuk kamu," seru Fatur.

"Tidak usah Pak, nanti biar aku ambil makanan sendiri lagipula pekerjaannya tinggal sedikit lagi kok."

"Oke, semangat."

"Semangat Pak Fatur."

Fatur pun keluar meninggalkan Gilsya, Gilsya kembali memegang perutnya yang terasa sangat lapar apalagi ditambah mendengar ocehan Joya membuat perut Gilsya semakin sakit.

"Sial, kalau si petasan tahun baru datang lagi kesini, awas habis kamu," batin Gilsya.

Gilsya pun segera mengerjakan pekerjaannya, dia ingin cepat-cepat menyelesaikannya karena perutnya sudah benar-benar sangat lapar.

Jangan lupa

like

gift

vote n

komen

TERIMA KASIH

LOVE YOU

1
Ririn Nursisminingsih
jadi rindu masa kuliah kkn semua asik2 aja
Lila Susanti
arka kalem kaya ky ayh rama
Patrick Khan
.amplop apa td wahhhh..😌
Patrick Khan
.cie ciee
Patrick Khan
.bunda kanaya sabar bgt😔
Patrick Khan
.suka sm pertemanan demir gilsya😊
Patrick Khan
.arka km pasti kuat pasti bisa sukses lg..pengen peluk km q arka..😫😫
Patrick Khan
.mewek q kak..fatur q padamu
Patrick Khan
.joya buang aja ke hutan..duh gedeg q liat nya😡😡
.kasiam arka😫😫
Patrick Khan
wowwwww
Patrick Khan
.joya masih aja sok2 an..hadehhhh
Nur Kotimah
kasian amat Fatur cuma jadi sopir , jadiin sekpri kek .
Nur Kotimah
gila , aku nggak nyangka kalo ceritanya bakal seseru ini .
Nur Kotimah
masih aja di piara itu goblok nya si arka 😡😡😡
Nur Kotimah
cie cie ... auto gak cuci muka tuuhh.
. 🤭🤭
Nur Kotimah
si Lisa ,joya berikutnya .
Nur Kotimah
semoga setelah ini kabar baik menanti GILAR , gilsya arka ya ... bukan LESLAR 🤣🤣
Nur Kotimah
woii , aku gak isoh mandek Moco .. Sampek kancilen moto ku .
Nur Kotimah
joya bener bener cari mati dah. ... hadeeeeh.
Nur Kotimah
kasian juga Sama arka .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!