Ikhtisar :
Dia bernama Ayu Purnama, anak ketiga dari empat bersaudara. Dari keluarga sederhana, ayahnya bekerja sebagai supir bus sedangkan ibunya pedagang tas ayaman. Ayu memiliki 2 kakak laki-laki dan 1 adik laki-laki, Ayu kembar dengan kakak keduanya. Tapi sayangnya, meski pun Ayu anak kandung dari keluarga tersebut dia selalu di sisihkan oleh sang ibu. Karena sang ibu hanya ingin memiliki anak laki-laki, ibunya berpikir kalau anak perempuan tidak akan bisa mengangkat derajat keluarganya dan keluar dari keterpurukan.
Suatu hari, ada seorang laki-laki dari keluraga kaya raya yang menyukainya karena kecantikan dan kegigihannya. Tetapi Ayu masih memiliki keinginan untuk melanjutkan kuliah, dia nekat untuk kabur dari rumahnya untuk mewujudkan cita-citanya. Apakah kepergian Ayu kan membuahkan hasil dan menjadi sukses setelah meninggalkan rumahnya itu ? Silahkan simak ceritanya !
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah Mayaddah f, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24 Mendengar Cerita Dari Elina
“Wanita yang kuat adalah wanita yang bertekad melakukan sesuatu yang wanita lain takkan bisa melakukannya”
\_ Ayu Purnama\_
Sesampai di rumah Arka, Elina di bawa ke salah satu kamar untuk dia tempati selama dia di rumah Arka.
“Kamu tidur di sini dulu ya, sampai kondisi kamu membaik” Ucap Arka
“Iya Ka, makasih ya dan maaf merepotkan kamu” Ujar Elina
“Tidak papa, kitakan teman dan kamu tidak usah bicara seperti itu sama aku” Jawab Arka
Arka keluar dari kamar yang ditempati oleh Elina, saat sudah di dalam kamarnya dia langsung menghubungi Ayu.
Ayu [Hallo kak, ada apa menghubungi aku ?]
Arka [Bisakah kamu ke sini sekarang ? Ada yang harus aku katakana sama kamu]
Ayu [Baiklah, aku akan segera ke sana sekarang]
Setelah mematika telponnya, Ayu langsung bergegas pergi ke rumah Arka dengan pengawalan yang ketat.
“Kita mau kemana non ?” Tanya Supir
“Kita ke rumah Arka ya paman, dan tolong paman bodyguard ikut dengan saya sekarang juga” Ujar Ayu
“Baik non” Jawab Bodyguard
15 menit perjalanan, akhirnya sampai juga di rumah Arka.
TOK … TOK … TOK …
“Permisi” Ucap Ayu
“Eh kok, ada 2 non Elina ?” Tanya Rumsih, asisten rumah tangga Arka merasa bingung
“Arka nya ada bi ?” Tanya Ayu
“Ada di dalam non, silahkan masuk” Jawab Rumsih
“Terima kasih bi” Ucap Ayu
Ayu masuk ke rumah Arka setelah di persilahkan oleh asisten rumah tangganya.
“Tuan muda ada nona Elina 2” Ucap Rumsih
“Maksud bibi gimana ?” Tanya Arka
“Itu tuan muda” Tunjuk Rumsih
“Akhirnya kamu sampai juga, ayo silahkan duduk” Ucap Arka
“Bibi tolong buatkan minum 4 untuk kami, dan nanti bibi ikut ngobrol di sini karena aku sangat membutuhkan bantuan bibi saat ini” Titah Arka
“Baik tuan muda” Jawab Rumsih
Rumsih bergegas ke dapur untuk membuatkan minum, Arka langsung meninggalkan Ayu untuk pergi ke kamar Elina.
“Lina, ayo ikut aku ke bawah sekarang. Ada yang perlu aku sampaikan sama kamu” Ajak Arka
“Memangnya ada apa Ka ?” Tanya Elina
“Nanti di bawah saja, aku akan menjelaskannya” Jawab Arka
Sesampai di lantai bawah, betapa terkejutnya Elina saat ada orang yang sangat mirip dengannya.
“Kamu ?”
“Kamu ?”
Elina dan Ayu sama-sama terkejut saat melihat wajah mereka sangat mirip sekali, tidak ada celah sedikit pun.
“Sangat mirip denganku, pantas saja aku di culik dan di bawa oleh orang yang aku tidak kenal ke rumah sakit waktu itu. Itu karena mereka mengira aku adalah kamu” Ucap Ayu seraya menghempaskan tubuhnya ke kursi
Elina merasa sedikit bersalah karena Ayu telah mendapatkan masalah karenanya.
“Maaf, jika kamu merasa tidak tenang karena aku” Lirih Elina
“Maaf, aku tidak bermaksud menyakiti kamu. Aku tidak papa kok, aku hanya heran kenapa bis akita sangat mirip sekali” Ujar Ayu merasa bersalah atas ucapannya
Elina hanya menggelengkan kepalanya
“Entahlah, aku juga tidak tahu” Jawab Elina
“Kalau boleh tahu siapa nama kamu ?” Tanya Elina lagi
“Nama aku Ayu Purnama, aku sebenarnya bukan asli orang Yogyakarta karena aku tinggal di Bandung” Jawab Ayu
“Apa jangan-jangan kita ini kembar yang terpisah ?” Tebak Elina yang begitu yain
“Itu tidak mungkin, karena aku juga memiliki kembaran di sana” Jawab Ayu
“Siapa namanya ?” Tanya Elina merasa penasaran
“Namanya Aizam, dia kakak aku yang kedua” Jawab Ayu
“Bisakah kamu menceritakan keluargamu itu padaku, biar aku yakin tentang asal-usulmu itu” Ucap Elina
“Boleh, aku terlahir dari sepasang suami istri yang bernama Asep Saepudin dan Lastri Utami. Aku memiliki 2 kakak yang pertama bernama Yudi dan yang kedua Aizam, serta memiliki 1 adik laki-laki yang bernama Guntur. Kami hidup sederna tanpa kemewahan seperti kalian” Jawab Ayu merendah
“Apakah kamu bisa membantuku ?” Tanya Elina
“Apa yang bisa aku lakukan untumu ?” Tanya Ayu kembali yang merasa tidak keberatan
“Tetaplah kamu jadi aku dan tinggal bersama ayah dan nenekku yah” Jawab Elina dengan tatapan memohon
“Memangnya kamu mau kemana ?” Tanya Ayu merasa heran
“Aku akan meyelidiki sepupuku yang bernama Laura, aku sangat yakin dial ah yang telah menjebakku hingga aku jatuh pada pria brengsek yang telah melecehkan aku selama aku di kurung disana” Jawab Elina
“Apa ?! Kamu di kurung dan di lecehkan selama di Sandra ?” Tanya Arka terkejut
Elina mengangguk, tanpa ragu apalagi malu Elina menceritakan awal mula saat dia di beri minuman oleh Laura hingga setelah tersadar dirinya sudah berada di tempat jahanam itu.
“Astagfirulloh’aladzim, malang sekali nasib kamu. laki-laki seperti itu harus di beri pelajaran” Ujar Ayu benar-benar merasa prihatin atas kejadian yang menimpa Elina
“Jadi baj*ngan itu yang telah menyiksa kamu hingga mengalami luka seperti ini ?” Tanya Arka
Arka benar-benar tidak terima atas pelecehan yang menimpa sahabatnya itu, kepada Elina. Elina hanya mengangguk lesu, setelah bercerita tentang apa yang telah dialaminya, Elina tak lagi sanggup untuk menatap Arka.
“Aku akan membantu menyelidikinya” Ucap Ayu seraya memeluk Elina
“Terima kasih Ayu” Ucap Elina seraya terisak
“Sama-sama, tapi aku tidak akan selalu ada di rumah itu” Sahut Ayu
“Kenapa ?” Tanya Elina
“Aku masih kuliah dan tidak mau kuliahku terganggu karena ini, tujuanku ke Yogyakarta karena aku ingin kuliah dan membanggakan kedua orang tuaku tidak lebih” Jawab Ayu
“Baik, kamu atur saja waktunya sesuai perkuliahan kamu” Ujar Elina