NovelToon NovelToon
Rahim Pengganti

Rahim Pengganti

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahkontrak / Poligami / Tamat
Popularitas:13.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Hany Honey

Novel ini masih dalam tahap revisi ya, Kak? Jadi maaf kalau tulisan masih berantakan. 🙏 Udah Revisi bab 1-23 ya, Kak. Yuk Cek.....

Andini terpaksa menikah dengan Rico karena di desak oleh Dinda. Itu semua karena Dinda belum bisa memberikan keturuan pada Rico. Pernikahan Rico dan Dinda selama sepuluh tahun belum juga dikaruniai keturunan. Dengan terpaksa dan tanpa cinta Rico mau menerima permintaan Dinda untuk menikah dengan Andini.

Akankah Rico bisa menerima Andini dan mencintai Andini, setelah Andini memberikan buah hati untuknya? Atau sampai kapan pun Rico tidak bisa menerima kehadiran Andinni sebagai istri keduanya, sekaligus sebagai pengganti Dinda, setelah Dinda pergi menghadap Sang Khalik karena sakit yang tidak bisa disembuhkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hany Honey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Rico panik setengah mati. Setelah dia menanyakan dan memaksa istrinya untuk jujur bekerja di cafe mana, sekarang Andini malah tidak ada di kamarnya. Rico mencari ke seluruh sudut ruangan di rumahnya, tapi tidak ia dapati istrinya.

Rico sangka Andini masih berada di kamarnya setelah perdebatan tadi saat Rico menanyakan di mana Andini bekerja. Hatinya tergerak untuk meminta maaf pada Andini, tapi yang ia dapatkan, Andini tidak ada di kamarnya, dan tidak ada di rumah. Rico sudah mencarinya, tapi memang Andini tidak ada di rumah.

“Andin ... ke mana sih kamu? Ini sudah hampir jam dua belas malam kamu pergi dari rumah?” ucap Rico dengan khawatir.

Rico mondar-mandir di depan teras, ke halaman rumahnya, ke depan, ke pos satpam, tapi tetap saja dia tidak menemukan Andini. Bahkan satpam yang sedang jaga di luar tidak tahu kalau Andini keluar rumah.

“Bapak itu gak becus banget! Istri saya pergi keluar malah tidak tahu!” umpat Rico dengan panik.

“Tadi kan saya di dapur pak, sedang bikin kopi,” jawab Satpam.

“Ya sudah, bantu cari istri saya!” titah Rico dengan jengkel.

“Di mana, Pak?”

“Di pasar! Ya terserah bapak mau cari di mana! Yang penting Andin ketemu!” jawab Rico.

Rico melihat garasi mobilnya pun masih ada mobil Andini. Rico semakin kebingungan, dia kembali masuk ke dalam kamar Andini, barangkali Andini sudah ada di dalam kamarnya. Namun, yang ada hanya Arsyad yang tertidur pulas. Rico duduk di tempat tidur, lalu beringsut mencium Arsyad yang sudah tidur.

“Ibumu ke mana, Nak? Papa yang salah, iya ini salah papa, maafin papa ya, Syad?” ucap Rico sambil mengusap kepala Arsyad.

Rico kembali keluar, dia ke teras menunggu Andini pulang. Satpam rumah pun tidak tahu di mana Andini, karena dia tidak menemukan Andini di sekitar komplek.

“Kamu ke mana, Ndin? Jangan bikin aku khawatir dan tambah merasa bersalah padamu, Ndin. Maafkan aku,” ucap Rico lirih, dan masih saja mondar-mandir menunggu Andini pulang ke rumah.

^^^

Andini berada di taman yang dekat dengan rumahnya. Tidak tahu kenapa, ia ingin keluar mencari udara segar, mencari ketenangan, dan kedamaian hati sejenak dengan keluar dari rumah. Andini duduk di bangku taman dan dari tadi bertukar pesan dengan Bayu. Andini sudah tidak tahu lagi harus bicara dan mencurahkan kegundahan hatinya dengan siapa selain dengan Bayu. Dia menceritakan sedikit kehidupan rumah tangganya, bahwa suaminya tidak mencintainya, dan selalu mengabaikannya. Padalah ia sangat mencintai suaminya. Namun, Andini tidak menyebutkan siapa suaminya pada Bayu.

Andini juga mengajak bertemu dengan Bayu besok pagi setelah selesai bekerja, di pantai yang dulu ia sering bermain bersama Bayu saat masih kecil.

“Maafin aku mas, aku berani mengajak pria untuk bertemu denganku tanpa sepengetahuanmu. Dengan siapa lagi aku harus mencurahkan kegundahan hatiku ini kalau tidak dengan Kak Bayu? Seseorang yang sudah aku anggap seperti keluargaku sendiri, seperti kakakku sendiri. Maafkan aku, sekali lagi,” ucap Andini lirih.

Desir angin membelai lembut wajah Andini. Hatinya sedikit lega karena sudah menceritakan kegundahan hatinya pada Bayu. Dia tidak tahu harus bagaimana, bertahan atau pergi dari rumah Rico. Dia sangat mencintai Rico dan Arsyad, karena mereka adalah hidupnya. Mereka adalah orang yang sangat Andini cintai dan Andini sayangi di dunia ini.

“Apa aku harus pergi, lalu putraku bagaimana? Kalau aku tidak pergi apa aku kuat menghadapi semua ini? Dan sampai kapan? Apa selamanya Mas Rico terus seperti itu?” gumam Andini.

“Enggak, Ndin, kamu pasti bisa. Kamu pasti bisa melewati semua ini, percayalah. Mas Rico akan mencintaimu suatu hari nanti. Bertahanlah untuk Arsyad.”

“Iya, aku akan bertahan, untuk Arsyad. Dan aku yakin, aku bisa melewati semua ini. Iya, aku bisa, Mbak.” Ucap Andini dengan tatapan kosong, seakan dia diajak seseorang mengobrol dengannya.

Andini tersadar dari lamunannya. Dia menengok ke sekitarnya, sepi, senyap, gelap. Hanya lampu temaram yang menghiasi taman yang sudah sepi sekali. Andini melihat jam di ponselnya. Matanya membeliak melihat angka di ponselnya yang sudah menunjukkan pukul 01.15 WIB.

“Astaga, ini sudah larut sekali. Terus tadi siapa yang ngajak ngomong aku? Perempuan, ya suara perempuan itu, mengajak ngobrol aku, menggenggam tanganku, dan merangkulku. Siapa tadi? Mbak Dinda? Ah ... mana mungkin Mbak Dinda? Gak gak gak ... itu halusinasiku saja! Di sini saja sudag sepi, gak ada siapa-siapa?” ucap Andini dengan mengusap lengannya yang sedikit merinding, dan tengkuknya yang semakin dingin.

Andini beranjak dari tempat duduknya, lalu dia bejalan dengan cepat untuk pulang ke rumahnya. Sedikit takut dan panik, karena memang kejadian tadi seperti nyata. Dia mengobrol dengan seorang wanita, hingga wanita itu menggenggam tangannya, merangkulnya dan  memberikan semangat pada Andini.

“Astaga ... ibu? Dari mana sih, Bu? Tuh dari tadi bapak nyariin ibu?! Tuh lihat masih mondar-mandiri di teras,” ucap Satpam yang juga ikut mencari Andini karena diperintah Rico.

“Dari taman, Pak. Ini mau pulang,” jawab Andini.

“Lagian ibu, tengah malam kok ke taman? Itu angker lho bu?” ucap Satpam.

“Ah bapak ngaco! Gak ada apa-apa di sana!” ucap Andini dengan berlalu meninggalkan satpam tersebut.

Benar apa yang dikatakan Satpam tadi, kalau Rico sedang mondar-mandir menunggu Andini pulang. Andini melihat Rico seperti panik menunggu dirinya pulang. Rico bergegas mendekati Andini, saat melihat Andini pulang. Reflek Rico memeluk Andini begitu erat, dan mencium keningnya berkali-kali lalu memeluknya lagi. Rico terlihat sangat khawatir sekali dengan Andini.

“Kamu dari mana, Ndin? Aku dari tadi mencarimu, terus telfon kamu gak diangkat, chat gak dibaca dan dibalas meski kamu online. Dari mana sih, Ndin? Aku khawatir sekali,” ucap Rico dengan memandangi wajah Andini dan mengusap pipinya. Kembali Rico memeluk Andini, tapi Andini langsung menolak, dan memilih melepaskan tangan Rico yang ada di bahunya.

“Aku cari angin, ke taman sebentar,” jawab Andini.

“Apa pendingin di kamar kurang dingin sehingga kamu kegerahan?” tanya Rico.

“Bukan soal pendingin ruangan. Aku mencari ketenangan saja, menenangkan pikiranku,” jawab Andini.

“Andini, maafkan aku,” ucap Rico.

“Hmmm ... sudah  ya mas, aku ngantuk sekali,” ucap Andini lalu pergi meninggalkan Rico.

Sedikit ada rasa hangat pada hati Andini, dan merasa bahagia karena melihat Rico begitu khawatir dengan dirinya. Hingga Rico lupa sampai memeluk dan menciumnya.

“Apa aku harus pergi dulu, Mas? Biar kamu mencari dan kamu mengkhawatirkan aku lalu memeluk dan menciumku?” ucap Andini dalam hati.

1
Nafeeza_🎈🎈
Haloooo AQ dtng dr masa depaaaan 2025.. hahaha
Shifa Burhan
paling muak dan jijik liat novel yang membuat konflik rumah tangga dan kalian hadirkan lelaki lain, dan kalian puja2 lelaki lain itu, novel kayak gini sangat2 menjijikan
kalea rizuky
emang tolol kan qm Andini di sakitin kek g punya harga diri tp di semua novel mu sih Thor peran wanita kek goblok semua
Hany Honey: wkwkwk iya, Kak. biarin aja lah begitu.
total 1 replies
kalea rizuky
uda deh g usa sok peduli ma suami yg gk sayang qm jd bodoh bgt ne perempuan
kalea rizuky
uda lah dinda ngapain sih g mau cerai
kalea rizuky
qm aja gatel suami g cinta lepas lah gatel bgt sih qm
kalea rizuky
Andini biarin aja lah riko meratapi bini nya yg uda mati qm minta cerai aja
kalea rizuky
riko sok bgt siapa yg mau ma loe
Sa Tokkin
Luar biasa
Maizaton Othman
Memang kamu bodohhhh kan...
Eka Zainal
Luar biasa
Nunung Aminah
kebanyakan adegan ciuman😇😇
Yati Meydayati: ) lllll0u ki0
total 1 replies
Nunung Aminah
k
Yusria Mumba
kasiang. dindah,
Masida Sida
cerita nya bagus aku suka baca cerita nya
Siti Khalim
oke siap thorr
Siti Khalim
wihh ini beda cara nulisnya kek dialog
Diana Susanti
nyimak
Masitah Masitah
itu namay laki laki kurang ajar
Vivi Bidadari
Andini malu" tapi mau ga usah sok" lah Andini terima aja perlakuan manis Rico ga usah balas dendam saling terima kekurangan dan kelebihan masing" tinggalkan masa lalu gapai masa depan dgn bahagia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!