NovelToon NovelToon
Duda Nackal

Duda Nackal

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Badboy / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:50.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Mizzly

Agas berstatus duda setelah istrinya Tara yang telah berselingkuh dengan sahabatnya Damar mengguggat cerainya.

Dihianati, ditinggalkan dan dihina membuatnya ingin membuktikan kalau dirinya lebih hebat. Ia pun bertekad ingin sukses lagi.

Agas berubah menjadi duda nackal dengan pergaulan kelas atas. Menikmati hidupnya dan menyepelekan arti pernikahan.

Sampai Agas mengenal Tari, cewek polos yang memintanya untuk dinikahi hanya agar Agas menolongnya. Mampukah Tari membuat Agas kembali ke jalannya yang benar?

Mampukah Tari membuat Agas melupakan Tara dan membuka hatinya untuk cinta yang baru?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mizzly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Si Gaptek Yang Pintar

Memangnya masih ada ya orang di jaman sekarang pake Hp yang kameranya masih minim banget, internet juga tidak mumpuni dan juga masih dikaretin?

Enggak, ini enggak salah. Ini bukan gado-gado yang kalau pakai cabe karetnya dua atau nasi uduk yang pakai sambal kacang karetnya warna ijo.

Hp milik Tari dikaretin dong! Oh my God!

Jangan harap ada kamera empat biji di bagian belakang, mau berbaris sampingan macam jengkol atau berbaris lurus macam papan pete. Enggk ada!

"Lalu gunanya karet ini untuk apa?" tanya sambil memegang Hp milik Tari dengan perasaan seperti memegang situs prasejarah.

"Oh itu baterainya udah melendung, Om. Kalau enggak dikaretin nanti mati dan susah di charge. Oh iya, Tari belum charge nih. Ketinggalan di rumah Bapak. Om punya chargerannya enggak?" Tari sedang menikmati es krim yang aku pesankan. Wajah lugunya menunjukkan kalau Ia memang beneran tak tahu kalau Hp yang kupegang ini seharusnya sudah masuk museum.

"Enggak. Aku enggak punya chargeran kayak gini! Sudah pakai type C, malah sudah tinggal tap doang ngecharge-nya."

"Canggih ya Hp punya Om?!"

Aku garuk-garuk kepala dibuatnya. Bukan Hp aku yang canggih, tapi Hp kamu yang ketinggalan jaman! Ih pengen teriak sambil banting nih Hp jadinya!

Sabar Agas... Sabar...

Aku membuka galeri Hp milik Tari. Setidaknya ada kamera yang bisa dipakai untuk memfoto. Meski harus dikirim pakai bluetooth karena tak ada koneksi internetnya.

Lalu aku membuat sesuatu yang seharusnya membuat aku marah namun aku malah tertawa ngakak tak berhenti. Orang-orang sudah melihat ke arahku. Aku bagai orang gila yang tertawa tanpa henti sambil meneteskan air mata.

"Huahahahahaha.... "

"Kenapa sih Om? Ih Om ketawa sendiri! Diliatin sama orang-orang tuh! Malu tau, Om!" anak polos ini malah menceramahi aku. Benar-benar amazing.

Aku lalu menunjukkan sebuah foto. Tau foto apa? Foto saat aku sedang bersama Cici. Jadi Tari tuh memfoto aku, kalau tak salah pasti untuk mengancamku.

Tau apa yang lucu?

Fotonya blur! Gelap. Tak ada flash di Hp miliknya. Resolusinya paling berapa MP. Fotonya pecah.

Kalau diajukan sebagai bukti di pengadilan, bisa menangis hakim dan jaksa melihatnya.

"Oh... Itu... Tadinya Tari mau ancem untuk menyebarkan foto perbuatan Om. Tapi takdir berkata lain. Om mau nikahin Tari yaudah Tari batalin deh niat Tari."

See? Benar kan dugaanku!

Aku kembali tertawa, meski tak sekencang tadi.

"Kamu ya, polos tapi punya keberanian yang bahkan seorang sniper aja belum tentu punya loh!" pujiku, lalu aku kembali tertawa ngakak saat Tari bertanya.

"Sniper itu apa Om?"

"Huahahahaha... Ya Allah... Kamu tuh baru keluar dari goa ya? Gila ya, semua kamu enggak tau tapi kalau urusan mengancam aku, kamu jagonya!" aku sampai geleng-geleng kepala dibuatnya. Benar-benar anak satu ini.

"Itu namanya terpaksa, Om. Kalau di ilmu biologi namanya adaptasi. Saat manusia kepepet oleh keadaan, Ia bisa beradaptasi untuk menyelamatkan dirinya. Kayak bunglon yang beradaptasi berubah menjadi warna hijau agar samar saat berada di pepohonan dan selamat dari musuh. Aku juga harus beradaptasi agar selamat dari Bapak tiriku!"

Aku melongo dong! Aku sampai membuka mulut tanpa aku sadari.

Tadi gaptek, berjiwa pemberani dan sekarang malah mengajariku ilmu biologi. Ini cewek terbuat dari apa sih? Sebenarnya pintar, karena keadaan mungkin yang membuatnya seperti itu.

"Kamu udah selesai makan belum? Kita beli Hp sekarang!" aku udah spechless tak mampu lagi berkata-kata. Perut aku sakit kebanyakan ketawa dan rahangku juga pegal.

"Udah. Enak banget es krimnya. Nanti aku mau belajar buat ah di rumah, Om. Oh iya Om, nanti beliin alat masak juga ya. Biar aku bisa nyoba menu masakan yang enak-enak!" Ia terlihat penuh semangat. Tak tega aku melukai harapannya.

"Iya. Nanti aku belikan. Sekarang kita beli Hp dulu!"

Niatnya mau langsung pulang setelah makan eh aku malah masuk lagi ke dalam Mall.

Kupilihkan sebuah Hp yang terbaru dan paling canggih. Biar wawasan intelektualnya meningkat pesat.

Sebelum pulang aku ingat kalau harus memesan kebaya dan jas untuk acara pernikahan kami. Aku mampir sebentar ke sebuah butik langganan Mama dan memilihkan Tari kebaya.

Dasar otak aku mesum, aku memilihkan kebaya dengan kerah V, tujuannya apalagi kalau bukan membuat 36 D miliknya terlihat seksi dan menggoda.

Tari mencobanya dan menunjukkan padaku. Aku harus menelan salivaku karena melihat belahan dadanya yang montok dan begitu mengoda.

Oh God...

Adikku bahkan meronta.

Ini sih aku akan menjilat ludahku sendiri yang semula tak akan menidurinya malah justru aku akan nikmati sesering mungkin.

Tunggu, nanti kalau penghulunya lihat gimana? Enak aja itu jadi tontonan publik! Big no!

"Enggak jadi model itu! Terlalu terbuka!" kupilihkan lagi kebaya yang menurutku lebih tertutup.

Tari mencobanya dan masih ada sedikit belahan dadanya yang terlihat namun tidak seseksi yang sebelumnya. "Oke. Yang ini saja! Diantar ke rumahku ya seperti biasa!"

"Baik. Nanti ukurannya kami sesuaikan dulu. Mau ada acara apa ya Mas Agas?" tanya pemilik butik yang juga teman Mamaku.

"Pernikahan." jawabku singkat.

"Oalah... Mas Agas sudah mau mengakhiri masa dudanya toh? Wah selamat ya Mas. Ini calonnya ya? Cantik. Semoga langgeng ya Mas dan dianugerahi anak yang soleh dan solehah."

"Aamiin." Tari dengan cepat mengaminkan. Loh aku aja diam kenapa dia yang semangat?

Tari tersenyum padaku.

"Aku ambil kebaya yang tadi juga deh!" aku seakan tak rela melepas kebaya yang terlihat begitu indah di tubuh Tari tersebut.

"Loh yang ini enggak jadi, Om?" tanya Tari.

"Jadi dong. Ini untuk akad nikah. Yang sebelumnya untuk menemani aku kalau ada acara pesta." biar kupamerkan kalau aku punya istri seksi ke seluruh dunia ha...ha...ha...

"Enggak kebanyakan, Om?" protes Tari.

"Udah jangan bawel! Cepat ganti baju lagi. Kita pulang ke rumah, sudah malam nih aku capek!"

Sambil menunggu Tari selesai berganti baju aku menerima telepon dari Papa. Papa sudah mendapat laporan dari pengacaranya mengenai kelanjutan kasus Bapak tiri Tari.

"Lusa, Papa akan datang ke Jakarta. Penghulu sudah kamu siapkan?" tanya Papa.

"Udah, Pa. Surat-surat juga sedang diurus dengan pengacara Papa. Aku juga sudah membeli kebaya, nih lagi sama Tari di butik langganan Mama." jawabku.

"Bagus itu. Tapi ada sedikit masalah nih Gas." ujar Papa dengan suara lebih pelan.

"Masalah? Masalah apa? Papa belum dapat pesawat? Nanti Agas bantu carikan!"

"Bukan. Itu mah gampang. Kenalan Papa punya usaha travel tinggal calling dia dan beres."

"Lalu masalah apa?" kulihat Tari sudah keluar dari ruang ganti dan sedang berjalan menuju ke arahku. Kuberi kode kalau aku sedang menelepon Papa jangan diganggu dulu. Tari duduk dengan patuh di kursi sebelahku.

"Mama kamu. Mama kamu tidak setuju kalau kamu menikah dengan anak itu."

"Mama tidak setuju?" aku melirik ke arah Tari yang terlihat cemas.

"Mama bilang, memangnya tidak ada calon yang lebih baik dari Tari? Papa malah diomelin habis-habisan sama Mama kamu. Katanya memilih menantu tidak lihat bibit, bebet dan bobotnya dahulu. Mama bilang jangan terkecoh dengan orang yang menjual air mata dan kisah sedih! Sekarang Papa malah dicuekkin sama Mama. Entah dia mau datang atau tidak. Papa berusaha bujuk namun tak yakin akan berhasil."

Aduh... Cobaan apa lagi sih ini? Pake segala Mama enggak setuju lagi! Huft....

****

1
indira kusuma wardani
Lumayan
Eka Pematasari
Luar biasa
Deistya Nur
keren semangat terus ka 👍💪
Jessica
Luar biasa
Kartini Siswanto
Kecewa
Kartini Siswanto
Buruk
Mariana: muka anda itu buruk kayak rating yg anda beri di novel ini, udah muka buruk, hati buruk!
total 2 replies
Rahma Lia
Luar biasa
Rahma Lia
Lumayan
Nana Niez
Luar biasa
Ratna Dewi
top Abi Agas...sabar..sabar...
Aysana Shanim
😭
Aysana Shanim
Ini nasehat manager aku ketika aku mau resign buat jadi ibu rumah tangga. 😆
Aysana Shanim
Sedih banget jadi tari 😢
sitii de phantom
😂😂😂maklum tar.. om suami kn agak gesrek yak
sitii de phantom
njiirrr.... jadi penasaran seleranya om Duda Nackal nih🤣🤣
Zainatul Ilmiyah
r%
Mutia Mudi
sukkkkakkk
Ana Twinssani
Luar biasa
mamaqe
baru nemu dan ternyata asik
shu_zan
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!