NovelToon NovelToon
Tertembak Cinta Nona Gangster

Tertembak Cinta Nona Gangster

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata-mata/Agen / Bad girl / Persaingan Mafia
Popularitas:13.1k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Zavian Hersa mengira jalannya menuju keseriusan cinta dengan Grace akan semulus adiknya. Namun, realitas menghantam keras. Perbedaan status yang mencolok antara putra mahkota Hersa Group dan wakil ketua Gangster Blackrats menciptakan jurang yang lebar. Zavian, yang dihantui ketakutan kehilangan Grace seperti saat ia hampir kehilangan Nalea, berubah menjadi pria yang sangat posesif. Ia mencoba "menjinakkan" Grace dengan kemewahan dan perlindungan ketat, namun bagi Grace, perlindungan itu adalah penjara.

Kekosongan kepemimpinan sementara di Blackrats setelah Nalea fokus pada pendidikannya memicu gejolak di dunia bawah. Musuh-musuh lama dan baru mulai mengincar kekuasaan Blackrats. Teror silih berganti menghantui, mulai dari sabetan senjata tajam, pertumpahan darah, hingga pengorbanan nyawa.


Akankah cinta mereka bertahan di tengah pertumpahan darah dan tuntutan status sosial, ataukah mereka memilih jalan masing-masing dan merelakan cinta sejatinya?

NB: JANGAN SALFOK COVERNYA YAA😂

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ego Yang Luntur

Zavian melangkah masuk ke rumahnya dengan bahu yang tampak turun. Kelelahan bukan hanya fisik, tapi juga batin. Aroma teh melati yang biasa diseduh Mutiara menyambutnya di lobi, namun ketenangan itu segera berganti dengan suasana serius saat ia melihat kedua orang tuanya, Ivander dan Mutiara, sudah duduk di ruang tengah seolah menunggunya.

​"Zavian, kemari sebentar, Nak," panggil Mutiara lembut.

​Zavian menghentikan langkahnya di anak tangga pertama, lalu berbalik dan menghampiri mereka. Ia duduk di kursi tunggal, berhadapan dengan Ivander yang menatapnya dengan pandangan menyelidiki.

​"Bagaimana kabar Grace? Apa dia sudah melewati masa kritisnya?" tanya Ivander membuka percakapan.

​"Sudah lebih baik, Pah. Dia sudah sadar, meski traumanya masih sangat dalam. Masalah fisik mungkin bisa sembuh dengan obat, tapi mentalnya... itu yang butuh waktu," jawab Zavian lirih.

​Mutiara menghela napas panjang, ia menggenggam tangan Zavian. "Lalu, bagaimana dengan hubungan kalian? Sampai kapan akan menggantung seperti ini? Kalian saling mencintai, tapi tidak ada ikatan yang pasti. Apa kau tidak kasihan pada Grace? Dia membutuhkan kepastian, apalagi setelah kejadian buruk ini."

​Zavian terdiam. Pertanyaan itu adalah duri yang selama ini ia biarkan bersarang di hatinya. "Zavi bingung, Mah. Grace punya prinsip yang kuat soal kebebasannya sebagai pengawal, sementara Zavi ingin dia berhenti dari dunia berbahaya itu. Kami masih sering berbenturan di sana."

​"Zavian," Ivander menimpali dengan suara beratnya, "Ingatlah, adik-adikmu juga memiliki masa depan. Azlan sudah menunjukkan keseriusan dalam bisnis, dan Nalea... dia dan Kayzo sudah bertunangan. Mereka hanya tinggal menunggu Nalea menyelesaikan studinya. Tidak enak jika Azlan atau Nalea harus melangkahimu sebagai anak sulung untuk menikah lebih dulu."

​Zavian tersenyum tipis, mencoba mencairkan suasana. "Zavi tidak keberatan jika mereka melangkah duluan, Pah. Pernikahan bukan perlombaan lari. Ini soal menyatukan dua kepala yang berbeda isi dan pemahamannya. Zavi tidak mau buru-buru lalu berakhir dengan penyesalan."

​Mutiara menatap putranya dengan tatapan keibuan yang dalam. "Pernikahan itu bukan soal saling melengkapi seperti puzzle, Zavian. Tapi soal saling memahami kebutuhan masing-masing dan yang paling utama adalah menjaga kepercayaan. Buanglah ego kalian masing-masing. Grace butuh rumah, bukan sekadar pelindung."

​"Zavi mengerti, Mah. Saat ini Zavi sedang fokus mengembangkan lini bisnis baru Hersa. Jika semuanya sudah stabil dan Zavi merasa siap secara mental untuk menjadi kepala keluarga yang adil, Zavi sendiri yang akan memohon pada Grace untuk menjadi istri Zavi. Tanpa ragu sedikit pun."

​Suasana di lantai eksekutif Blue Diamond mendadak tegang. Andreas sedang memeriksa laporan kerugian bahan baku bersama Miller saat pintu ruangannya terbuka tanpa ketukan.

​Seorang wanita muda dengan jaket kulit hitam, celana kargo senada, dan rambut dikuncir kuda tinggi masuk dengan langkah yang penuh otoritas. Di belakangnya, seorang pria bertubuh tegap dengan tatapan mata yang setajam silet mengikuti.

​Andreas berdiri dari kursinya. "Siapa kalian? Beraninya masuk tanpa ijin!"

​"Andreas Hadi," suara wanita itu dingin dan tenang, namun mengandung tekanan yang luar biasa. "Aku Nalea Hersa. Pimpinan Blackrats."

​Andreas tertegun. Ia belum pernah bertemu Nalea secara langsung, namun nama Blackrats adalah jaminan keamanan kelas atas di Asia Tenggara. Ia tidak menyangka "Madam" yang ditakuti itu adalah adik dari Zavian.

​"Duduklah," ucap Andreas, mencoba kembali menguasai keadaan. "Ada urusan apa Madam Blackrats datang ke kantorku?"

​Nalea tidak duduk. Ia berdiri tepat di depan meja Andreas, menatap pria itu dengan pandangan jijik. "Aku datang untuk melakukan restrukturisasi tim keamananmu. Grace tidak akan lagi mengawalmu. Mulai detik ini, posisinya digantikan oleh Devano."

​Andreas mengerutkan kening. "Apa? Aku tidak setuju! Aku sudah terbiasa dengan Grace. Aku tidak tahu siapa Devano ini, kemampuannya belum tentu sebaik Grace."

​"Kemampuan?" Nalea tertawa sinis, suara tawanya bergema di ruangan yang luas itu. "Devano adalah ketua Krayrock, divisi elit kami. Dia memiliki lisensi penembak jitu internasional, satu tingkat di atas Grace. Jika kau bicara soal kemampuan, dia jauh lebih unggul darimu dan seluruh pengawal pribadimu yang tidak berguna itu."

​"Tapi tetap saja—"

​"Tidak ada tapi, Tuan Andreas," potong Nalea tegas. "Kondisi Grace tidak memungkinkan untuk melakukan tugas lapangan dalam waktu dekat. Dia terluka secara fisik dan mental karena kelalaian atau lebih tepatnya kebiadaban kliennya sendiri. Lagipula, Karin sudah ada di timmu. Sebagai kekasih Devano, mereka akan bekerja secara maksimal untuk memastikan kau tetap hidup, setidaknya sampai kontrak ini selesai."

​Andreas mendengus. "Madam, saya tidak suka jika pekerjaan dicampuradukkan dengan urusan percintaan. Itu tidak profesional."

​Nalea melangkah maju, mencondongkan tubuhnya ke arah Andreas hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa senti. "Bicara soal profesionalisme padaku? Kau adalah klien yang paling tidak profesional yang pernah kami tangani. Kau merusak aset berhargaku, kau melecehkan pengawalmu sendiri. Kami bekerja secara profesional sesuai kontrak, tapi kau melanggarnya dengan tindakan kriminal."

​Miller yang berdiri di sudut ruangan hanya bisa terdiam, ia tahu Nalea berada di atas angin.

​"Aku belum melakukan perhitungan atas apa yang terjadi pada Grace," lanjut Nalea dengan suara yang merendah, namun sangat mengancam. "Anda memang klien prioritas, Tuan Andreas. Tapi Blackrats tidak kekurangan uang. Aku tidak butuh ganti rugi uangmu."

​Andreas mengepalkan tangannya di bawah meja. "Lalu apa yang kau inginkan?"

​"Aku ingin kau tahu rasanya kehilangan perlindungan yang paling tulus," Nalea berbalik menuju pintu, namun ia berhenti sejenak dan menoleh. "Tunggu saja pembalasanku, Tuan Andreas. Jangan pikir masalah Grace akan selesai hanya dengan tagihan rumah sakit yang kau bayar. Aku akan memastikan kau merasakan bagaimana rasanya berada di posisi yang tak berdaya."

​Kayzo, yang sedari tadi hanya diam mematung di belakang Nalea, menatap Andreas dengan tatapan "kematian" sebelum akhirnya mengikuti Nalea keluar.

​Pintu terbanting keras. Andreas jatuh terduduk di kursinya, napasnya memburu. Ia merasa dikelilingi oleh serigala. Di satu sisi ada Paman Gio yang ingin membunuhnya, di sisi lain ada Kakeknya yang menekannya, dan sekarang... keluarga Hersa secara resmi menyatakan perang dingin padanya.

​"Miller..." panggil Andreas dengan suara gemetar.

​"Iya, Tuan?"

​"Cari tahu siapa Devano itu. Dan pastikan dia tidak melakukan hal aneh padaku. Aku merasa... Nalea sedang menaruh mata-mata yang jauh lebih berbahaya di sampingku."

​Andreas menatap keluar jendela kaca besarnya. Langit Jakarta mulai menggelap, sehitam masa depan yang kini membentang di hadapannya. Ia telah menyulut api pada orang yang salah, dan sekarang ia harus bersiap terbakar oleh api itu sendiri.

1
awesome moment
gmn y klo Hadi senior tahu althea adalah grace.
awesome moment
zavian layak murka. luka jiwa grace tll parah
awesome moment
p rcn Gio
awesome moment
mmg mengerikan klo pendiam udh bucin dan marah
SENJA
halah lu sampah menjijikan
SENJA
emang ga becus semua andreas seketurunan 🤮
❥␠⃝ ͭ🍁ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD 😋🦄
dahlah menikah sana kalian tunggu apalagi Zavian kan sudah saling melengkapi sekarang 🤭😛🤭
❥␠⃝ ͭ🍁ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD 😋🦄
Andreas luu sebentar lagi lengser gak jadi CEO karena Althea anaknya Hadi akan menggantikan posisi itu sebagai ahli waris yang sah 🤭🤔🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
❥␠⃝ ͭ🍁ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD 😋🦄
ciyeeeeh malu nih yeee kan beautiful view itu sick pack loh perut Zavian kek roti sobek 🤭😍🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
SENJA
aciyeee ciyeee🤣
SENJA
kepo kau aaah 😂
❥␠⃝ ͭ🍁ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD 😋🦄
Zavian udah belajar beladiri sewaktu Grace masih dirawat waktu itu jadinya sekarang bisa diandalkan lah ya🤭
❥␠⃝ ͭ🍁ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD 😋🦄
ayo Nalea Grace hajar semua orang kalian wanita kuat pasti bisa 🤭
❥␠⃝ ͭ🍁ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD 😋🦄
owalah pantasan Gio jadi krk gitu ternyata begitu ceritanya meninggalnya ibu Chintya bisa di mengerti Gio ingin membalas dendam 🤔
SENJA
belajar dia laaah 😂
SENJA
mampu gak lu??? 🤣
SENJA
hajar cecunguk itu semua
SENJA
hmmm sampah
SENJA
ternyata gio paling waras 😳
SENJA
beda umur jauh wakakaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!